Semua anak akan berusaha untuk melakukan apapun yang terbaik demi membuat keluarga nya untuk tetap dalam keadaan baik-baik saja, tak perduli harus mengorbankan dirinya sendiri semua akan dia lakukan.
Menikah dengan pria yang tak ia cintai, lalu menjalanin kehidupan pernikahan yang begitu menyiksa dan membuat ia terbelenggu. Gadis itu bernama Octavia Nugroho, sungguh begitu malang nasibnya.
"Mari, setelah 1 tahun kita akan bercerai."
"Aku setuju!"
Akan kah takdir berpihak padanya? Atau malah sebaliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakharia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih Gaun Pengantin:)
Aku pun langsung masuk kedalam mobil, dan duduk tepat disampingnya, aku lupa memasang sabuk pengaman, ku pikir itu tidak akan masalah.
"Hei, apa yang ingin kau lakukan?menyingkirlah dari hadapanku!" teriak ku dengan keras, sambil berusaha untuk mendorong tubuh Chandra, tapi tubuhnya yang kuat tidak mempan dengan doronganku. Saat wajahnya hampir berdekatan dengan wajah ku, yang berjarak hanya beberapa centi saja. Dia malah memasangkan sabuk itu kesampingku.
"Jangan kuperan! aku hanya ingin memasang sabuk pengaman itu untukmu paham!" bentak Chandra, yang tampak kesal.
Didalam perjalanan kami berdua sama sekali tidak mengucapkan sepata katapun, hanya mendengar suara alunan musik saja. Aku memberanikan diri untuk bertanya.
"Tuan Chandra, apa kau sudah memiliki wanita yang kau cintai?Jika ada bolehkah kau memperkenalkan ku kepadanya?agar aku bisa meminta maaf pada dirinya atas pernikahan ini, dan menjelaskan kepadanya agar tidak ada kesalahpahaman diantara kalian berdua." jelasku
"Wanita bodoh!apa kau ingin membongkar rahasia kita sekarang?tidakkah tahu, bahwa saat ini sebagian paparazi sedang mengincar dirimu, untuk mencari sebuah kesalahan yang kau buat agar bisa mereka tunjukan kepada publik. Tolong jangan menambah beban pikiran ku!" murka Chandra.
"Bukan seperti itu, aku hanya..."
"Sudahlah, mau aku mempunyai wanita yang aku cintai atau tidak, itu urusanku. Bukan urusan mu, paham!dan jangan pernah untuk ingin terlibat didalamnya!" sela Chandra.
"Baiklah aku minta maaf atas ucapan ku tadi..."
Dasar pria brengsek, padahal aku bertanya dengan baik baik, kenapa kau harus menjawabku dengan nada yang kasar!dasad pria brengsek! batinku.
"Hei, apa kau mengutuk ku dalam hati?" sergah Chandra.
"Agh tidak, bagaimana mungkin aku mengutukmu dalam hatiku yang suci ini." lirihku
"Baguslah, karena kau tahu siapa aku yang sebenarnya."
***
Setiba didepan Mall, Chandra memarkirkan mobil diloby, dan aku menunggunya didalam Mall sambil mencuci mataku untuk melihat pemandangan yang menakjubkan.
"Astaga, bukankah ini Mall yang selalu menjual pakaian dan barang barang brande, hanya Artis dan orang orang ternama yang bisa masuk kesini...sebenarnya dari dulu aku juga bisa masuk keMall ini, tapi aku tidak ingin menyombongkan diri dan menghambur hamburkan uang untuk hal yang tidak berguna." gumamku
"Selamat datang Tuan Muda Chandra dan Nona." sapa seorang pelayaan Mall, menyambut kehadiran kami.
"Pilihkan aku beberapa gaun pernikahan termahal diMall ini, dan yang cocok dengan tubuhnya!" titah Chandra menunjuk kearah ku.
"Baik Tuan...Nona, mari ikut kami."
"Oke..." jawabku sambil memunculkan senyuman palsu dihadapan pelayan itu. Aku mengikuti pelayan itu, dan mencoba beberapa gaun pengantin yang ia tawarkan kepadaku.
"Nona, bagaimana dengan gaun yang ini?gaun ini adalah keluaran pertama dari Mall kami yang belum kami pajangkan, tapi sudah banyak yang mengincarnya." jelas pelayan itu.
"Tapi, bagian dadanya terlalu terbuka, aku merasa sangat tidak nyaman. Apa lagi saat mengenakannya." tolakku
"Kau harus mencobanya dulu." usul pelayan
Aku pun mengikuti kemauan pelayan itu, aku mengganti pakaian kuliah ku dengan gaun pengantin yang sangat terbuka. Gugup sekali jika aku keluar dengan gaun ini.
"Bagaimana apakah menurutmu cocok?" sergahku
"Astaga Nona, kau sungguh sangat sempurna mengenakan gaun ini, ditambah polesan make-up sedikit, kau sudah terlihat semangkin cantik." puji pelayaan itu, sambil mendorong tubuhku agar duduk.
"Tapi, aku merasa sangat tidak nyaman menggunakan gaun ini...bagian dadaku, terasa sangat dingin." pukasku
Pelayan itu tidak membalas ucapanku, dia malah memanggil beberapa tata rias untuk merias wajah ku. Tidak butuh lama untuk meriasnya, begitu selesai aku langsung keluar untuk memperlihatkannya kepada Chandra.
"Bagaimana?" tanyaku kepada Chandra, yang fokus melihat handphone, dengan menaikan sedikit kepalanya dia melihat kearahku.
"Ganti yang lain, aku tidak ingin gaun yang ini!aku tidak suka, karena bagian dadanya terlalu terbuka!" cibir Chandra yang kembali memokuskan pandanganya ke handphone.
"Huh, dasar pria brengsek. Jika tidak suka tidak perlu seperti itu dong, tinggal bilang ganti saja kok susah!" gumamku.
"Kau berkata apa?"
"Tidak, aku tidak mengatakan apa apa, mungkin telinganmu salah dengar kali."
Aku kembali lagi memilih gaun dan mencobanya, dan semuanya nihil Chandra menentangnya. Dan ini gaun yang terakhir semoga dia menyukainya.
"Bagaimana dengan yang ini?jangan bilang kau akan menyuruhku, untuk mengantinya lagi!" tegasku.
"Emh, lumayan. Pelayan bungkuskan yang ini dan gaun berwarna hitam yang ia coba tadi."
"Baik Tuan Muda."
Prem bodoh