Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Sementara itu, di Rumah Sakit Niroga, Helena segera memerintahkan tim medis untuk memindahkan pasien ke meja operasi dengan sangat hati-hati.
"Siapkan alat operasi dan darah pengganti segera!" perintah Helena dengan nada tegas.
Selama operasi berlangsung, Helena bekerja dengan sangat hati-hati. Dia menyadari betul bahwa pertolongan pertama yang dilakukan di lokasi kejadian sangatlah sempurna. Jika saja orang itu mencabut benda tajam itu sembarangan, atau menekan bagian yang salah, pasien pasti akan mati karena pendarahan hebat.
"Kondisi pendarahannya sudah sangat terkendali," gumam hati Helena pelan sambil terus bekerja. "Orang itu benar-benar paham apa yang harus dilakukan."
Berjam-jam berlalu, akhirnya operasi itu selesai dengan sukses. Benda tajam berhasil dikeluarkan dengan aman, dan luka di perut pasien pun sudah dijahit rapi.
Helena menghela nafas lega sambil melepas masker medisnya. Dia menatap pasien yang kini sudah terbaring tenang di ruang pemulihan.
"Jaga kondisinya, dengan baik," pesan Helena sebelum beranjak pergi. "Pastikan tidak ada infeksi yang terjadi."
"Baik, Dokter," jawab perawat itu dengan patuh.
Helena pun berjalan keluar dari ruangan. Tanpa sengaja dia berpapasan dengan Nova di lorong rumah sakit.
Nova pura-pura perhatian pada Helena. "Apa kamu sudah membuat tim khusus untuk kompetensi nanti?"
Helena menjawab dengan ketus. "Bukan urusanmu."
Nova mendesis kesal. "Aku ini kakakmu. Bisa tidak kamu bicara yang sopan pada kakakmu sendiri?"
Helena yang hendak melangkah pergi seketika berhenti, lalu menatap Nova dengan tatapan dingin. "Sejak kapan kamu menganggap aku ini adikmu? Selama ini kamu selalu merebut apa saja yang aku inginkan."
Nova merasa tersinggung. "Ya sudah terserah kamu saja. Aku hanya mengingatkan, lebih baik kamu mundur saja. Aku sudah memasukan lima orang terbaik di rumah sakit ini untuk masuk ke dalam timku. Termasuk Reno."
Setelah berkata begitu, Nova segera pergi dari meninggalkan Helena dengan tersenyum penuh kemenangan.
Helena hanya mendesis kesal menatap punggung Nova yang menjauh.
Karena sudah masuk jam makan siang, dia segera berjalan menuju restoran terdekat. Pikirannya masih terus dipenuhi rasa penasaran akan sosok misterius yang telah melakukan pertolongan pertama pada pasien yang baru saja dia tangani.
"Aku harus menemukan orang itu," gumamnya dengan pelan.
Dia segera menelpon asistennya.
"Hallo, ada apa, Nona?" tanya Asisten Riana dari seberang telepon.
"Aku ingin kamu segera memerintahkan orang untuk mencaritahu siapa orang yang melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan di Jalan Merdeka," perintah Helena dengan tegas.
"Baik, Nona," jawab Asisten Riana.
Setelah menutup telepon, dia tiba-tiba teringat pada Arjuna.
"Kira-kira dia sedang melakukan apa sekarang? Aku harap dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi."
Helena ingin menghubungi Arjuna, namun dia tiba-tiba menahan diri.
"Kalau aku menghubunginya, nanti dia akan kegeraan."
Saat ini dia sedang berjalan masuk ke dalam restoran sambil menunduk memainkan ponselnya, tanpa sengaja dia menabrak seorang pria yang berjalan berlawanan arah.
BRUK!
Ponsel di tangan Helena pun terjatuh ke lantai.
"Maaf," ucap Helena.
Pria itu segera membungkuk mengambil ponsel Helena, lalu menyerahkannya kembali. "Tidak apa-apa. Ini ponselmu..."
Pria itu berhenti bicara saat melihat kalung yang dipakai oleh Helena. Seakan dia mengetahui siapa pemilik kalung tersebut, membuat tatapan matanya berubah menjadi tajam.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...