NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Masih dalam dekapan Dante, Clark mendongak menatap wajah suaminya yang memerah, lalu melanjutkan dengan nada sedih. "Tadi siang Paman datang. Dia bilang... jangan terlalu berharap pada apa yang kau lakukan sekarang. Katanya kau hanya menganggapku mainan baru yang akan dibuang saat sudah rusak atau membosankan. Apakah benar begitu?"

Rahang Dante mengeras seketika. Hatinya terasa diremas perih mendengar betapa rendahnya pandangan paman terhadap istrinya, betapa mudahnya meruntuhkan perlindungan yang ia bangun. Ia merasa gagal melindungi orang yang paling ia cintai bahkan di dalam rumahnya sendiri.

"Tidak akan. Tidak akan pernah begitu. Kau harus percaya padaku," ucapnya tegas, meski ia berharap bisa mengucapkan lebih banyak kata untuk menenangkan keraguan itu.

Mereka saling menatap dalam diam. Perlahan senyum terukir di bibir Clark, senyum yang begitu tulus dan menenangkan.

"Aku percaya. Tadi aku sempat ragu, tapi setelah mendengar langsung dari mulutmu, semua takut itu hilang."

"Terima kasih sudah mempercayaiku."

"Lagi-lagi kau yang duluan. Seharusnya aku yang berterima kasih... terima kasih, suamiku."

Dengan cepat Clark mendekatkan wajah dan mengecup bibir Dante lembut. Seketika dunia Dante terasa berhenti berputar. Darahnya mendidih, wajahnya memerah padam, dan pikirannya mendadak kosong melompong.

Namun saat ia merasakan denyut yang semakin liar di bagian bawah tubuhnya, ucapan dokter tadi pagi tiba-tiba terngiang keras "Ukuran itu... bisa melukainya sampai mati."

Tanpa sadar Dante melepaskan pelukan secara mendadak. Clark terhuyung hingga wajahnya tertanam di bantal, sementara suaminya sudah berlari masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu rapat-rapat.

"DANTE!!!" teriak Clark penuh kemarahan dan kekecewaan. Malam kedua mereka kembali berakhir dengan penolakan yang menyakitkan. Ia merasa direndahkan kembali, merasa tidak diinginkan meski hatinya sudah menyerah sepenuhnya.

Di dalam kamar mandi, Dante melompat masuk ke dalam bak mandi yang masih berisi air dengan pakaian lengkap. Ia meremas dadanya erat-erat sambil memejamkan mata.

"Tolong... jangan bangun. Aku tidak mau menjadi duda di hari kedua pernikahan kami..." doanya lirih. Lebih baik ia menderita sendiri daripada menyakiti istri yang baru saja ia temukan kembali dari kematian. Saat suara gedoran terdengar dari balik pintu, Dante semakin mempererat pelukan pada dirinya sendiri, berjanji dalam hati akan menahan diri sekuat tenaga demi keselamatan Clark.

"Haccii..."

Clark melirik sekilas saat mendengar suara bersin itu, namun ia segera kembali menyuap sarapannya dengan cepat dan sengaja mengabaikan sosok di sampingnya yang tampak tak sehat.

"Perlukah saya memanggil Dokter Hudson, Tuan?" tanya Paman Luis dengan cemas.

"Tidak perlu," jawab Dante singkat. Pelayan tua itu pun mundur kembali ke tempatnya.

Secara diam-diam Dante mencuri pandang ke arah istrinya, menghela napas panjang dengan perasaan pasrah. Ia tahu betul Clark masih mendendam akibat apa yang terjadi semalam, kegagalan malam kedua mereka yang terasa menyakitkan bagi wanita itu.

Begitu selesai makan, Clark langsung beranjak menuju taman. Ia butuh udara segar, atau setidaknya mencoba menenangkan hatinya yang kacau balau sejak pagi tadi.

Sejak menginjakkan kaki di rumah ini, setiap pagi selalu saja ada hal yang membuatnya kesal, dan tentu saja semuanya berawal dari tingkah suaminya.

Kicau burung yang biasanya merdu kini terdengar seperti suara gemuruh yang mengganggu. Dengan seketika ia melempar sandalnya ke dahan pohon tempat kawanan burung itu berkumpul.

"Pergi sana! Berisik sekali! Apa kalian sengaja mengejekku?!" bentaknya meluapkan kekesalan pada makhluk tak bersalah itu. "Menyebalkan! Alasan tak masuk akal! Takut menyakiti katanya... siapa yang peduli?! Kalau tak mau, bilang saja langsung! Membuat orang emosi saja!" gumamnya tak jelas.

Sementara itu, lebih dari setengah jam setelah bersembunyi di kamar mandi, Dante akhirnya memberanikan diri keluar. Ia melangkah pelan dan takut-takut mendekati tempat tidur, di mana istrinya sudah terbungkus rapat selimut dengan posisi memunggunginya. Perlahan ia naik ke atas kasur.

"Kenapa keluar? Kenapa tidak sekalian saja tidur di dalam kamar mandi?!"

Dante tersentak saat Clark tiba-tiba berbalik menatapnya dengan mata melotot tajam. Kekesalan di wajah wanita itu terlihat begitu nyata. Situasinya sungguh memalukan seolah seekor kelinci kecil sedang memarahi singa perkasa yang tak berdaya. Di mana harga diri sang bos mafia yang ditakuti itu?

"M-maaf..." Dante terbata-bata, nyalinya seketika hilang tak bersisa.

"Kenapa kau selalu menghindar?" desis Clark. Dante hanya bisa menunduk dalam.

"Jawab!" teriaknya makin tinggi karena tak kunjung mendapat jawaban.

"A-aku sudah menjelaskan alasannya..." cicit Dante pelan.

"Konyol! Bagaimana bisa kau berpikir begitu? Itu sungguh tidak masuk akal! Atau... apakah ini hanya alasan agar kau tak perlu menyentuhku?!" tuduhnya sinis.

"Bukan begitu! Sungguh bukan begitu! Aku juga sangat ingin melakukannya... tapi aku takut, aku takut melukaimu," Dante berusaha menjelaskan sekuat tenaga agar tak disalahpahami. "Aku sudah berkonsultasi dengan dokter. Katanya jika aku gegabah, itu bisa... bisa membahayakan nyawamu."

"APA?!" Clark melongo tak percaya. "Kau benar-benar berkonsultasi soal itu pada dokter? Itu pasti hanya berlebihan! Dia pasti membohongimu!"

Dante menggeleng mantap. "Dia tidak mungkin berbohong. Kumohon jangan marah... beri aku waktu sedikit saja lagi. Kumohon..." Ia memohon dengan sangat lirih.

"Sampai kapan? Sampai benda itu lapuk dan tak terpakai lagi?!"

Dante kembali menggeleng pasrah.

"Sebenarnya seberapa besar sih milikmu sampai kau setakut itu melukai aku?" Clark menatap tajam ke arah bawah tubuh suaminya, tak percaya dengan ketakutan yang terdengar berlebihan itu.

"Itu... itu..."

"Itu apa?! Perlihatkan sekarang!" perintah Clark yang membuat Dante terdiam.

1
Ari Peny
masya Allah 👍👍👍
Ari Peny
bagus dante hrs tegas
Ari Peny
mencurigakan
Ari Peny
pasti berniat berkianat atau pemberontakan
Ari Peny
semangaaat
Siti Maemunah
benarkah si Clark bukan perempuan
Ari Peny
berdua hrs kuat
Ari Peny
lanjuuut
Muft Smoker
km slah cara Andrew ,, menghadapi bocah tantrum macam dante dg menggoda istri ny ,, sama aj km mau di usap2 malaikat maut 😂😂😂😂
Muft Smoker
kak brrti Clark bnran cowo????
😱😱😱😱
Ari Peny
lanjuuut
Ari Peny
waaah apa pamannya hanya ingin tau benar2 cinta gk
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
kasihan si dokter ,, di tendang ma Clark ,, moga gx lupa ingatan 😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,


sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Peny
moga salah orang 😭😭😭
Muft Smoker
ayooo segera cari dante jgn sampe Dy di culik gombel wewe
Muft Smoker
kak ni si Clark bnran cowo???
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
Ari Peny
jgn2 dante d jebak
Muft Smoker
akhirnya 😂😂😂
Ari Peny
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!