NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aura yang Menggema

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Keheningan yang menyelimuti alun-alun Sekte Awan Sembilan tiba-tiba pecah oleh sesuatu yang tak seorang pun duga akan terjadi. Saat Tetua Zhou masih terpaku menatap Batu Penguji Bakat yang perlahan meredup, cahaya keemasan yang tadinya hanya berpendar di sekitar batu itu tiba-tiba menyala kembali—kali ini bukan dari batu, melainkan langsung dari dada Xiao Bai sendiri.

Tungku Ekstraksi Surgawi, yang selama ini selalu tersembunyi rapi di balik jubahnya, kini seolah merespons keterkejutan dan gejolak emosi yang membuncah dari pemiliknya, memancarkan cahaya yang jauh lebih terang dari sekadar reaksi Batu Penguji Bakat. Kabut keemasan mulai mengalir keluar dari tubuh Xiao Bai, membumbung perlahan ke udara, membentuk pola-pola yang menyerupai sembilan lingkaran konsentris yang berputar lambat mengelilingi tubuhnya.

"Apa yang terjadi?!" salah satu murid berteriak panik dari kerumunan, mundur beberapa langkah.

Tetua Zhou, dengan pengalaman puluhan tahun sebagai kultivator, merasakan sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan sekadar cahaya indah—sebuah tekanan qi yang mulai menyebar dari tubuh Xiao Bai, halus namun terasa menekan dada siapa pun yang cukup sensitif untuk merasakannya.

"Mundur! Semua mundur dari jarak sepuluh langkah!" teriak Tetua Zhou, suaranya kini penuh kewaspadaan yang jarang terlihat.

Xiao Bai sendiri berdiri diam di tengah pusaran cahaya keemasan itu, matanya terpejam, mencoba memahami apa yang sedang terjadi pada tubuhnya sendiri.

> **[Host, aku mendeteksi fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Konfirmasi bakat Akar Ekstraksi Sembilan Wujud oleh Batu Penguji telah memicu resonansi mendalam antara kesadaran Host dan Tungku Ekstraksi Surgawi. Segel yang sebelumnya menutupi sebagian besar potensi dantianmu kini mulai retak sepenuhnya, memungkinkan aliran energi yang jauh lebih besar dari yang pernah kau rasakan sebelumnya.]**

"Retak sepenuhnya?" bisik Xiao Bai, merasakan sesuatu yang hangat namun kuat mengalir deras di sepanjang jalur tubuhnya, seolah sungai kecil yang selama ini mengalir tersembunyi kini berubah menjadi arus deras yang mencari jalan keluarnya.

Di kejauhan, jauh melampaui batas Kota Qingyun, sesuatu yang tak kasat mata mulai bergetar—sebuah gelombang energi tipis yang menjalar melalui lapisan-lapisan qi bumi, menyebar jauh melampaui batas wilayah Sekte Awan Sembilan, menembus pegunungan, lautan, hingga mencapai wilayah-wilayah sekte lain yang bahkan berjarak ratusan kilometer.

---

Di sebuah puncak gunung tertinggi di ujung benua, jauh dari Kota Qingyun, seorang lelaki tua berjubah emas—Tetua Agung dari Sekte Puncak Sembilan Langit, salah satu dari sedikit sekte terbesar di seluruh benua—tiba-tiba membuka matanya dari meditasi mendalam yang telah ia jalani selama bertahun-tahun, wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi keterkejutan luar biasa.

"Tidak mungkin," gumamnya, bangkit berdiri dengan gerakan cepat yang tak sesuai usianya yang sudah renta. "Gelombang qi macam apa ini? Rasanya seperti... seperti gema dari zaman para leluhur pendiri."

Ia memandang ke arah selatan, ke arah asal gelombang energi yang baru saja mengganggu meditasinya—arah yang, jika ditelusuri lebih jauh, mengarah persis ke wilayah kecil bernama Kota Qingyun, tempat yang bahkan namanya jarang terdengar di kalangan sekte-sekte besar benua.

Di tempat lain, di sebuah aula pertemuan agung Kekaisaran Xuan Yu, beberapa tetua senior yang sedang membahas urusan penting kekaisaran tiba-tiba terdiam serempak, masing-masing merasakan getaran halus yang sama menembus kesadaran kultivasi mereka.

"Kalian merasakannya juga?" tanya salah satu tetua, suaranya bergetar antara bingung dan waspada.

"Gelombang energi murni," jawab yang lain, matanya menyipit mencoba menganalisis arah asalnya. "Tapi kualitasnya... aneh. Seperti energi yang belum pernah tercatat dalam klasifikasi qi mana pun yang kita kenal."

Kembali di Kota Qingyun, Xiao Bai masih berdiri di tengah pusaran cahaya keemasan yang kini mulai perlahan mereda, kembali menyusut ke dalam dadanya seperti sungai yang kembali surut setelah banjir besar. Ketika akhirnya cahaya itu sepenuhnya menghilang, seluruh alun-alun masih diselimuti keheningan mencekam—ratusan pasang mata menatapnya dengan campuran rasa takjub, takut, dan sesuatu yang menyerupai penyesalan mendalam.

Tetua Zhou berjalan mendekat perlahan, wajahnya kini benar-benar pucat, jauh berbeda dari sikap dingin dan otoritatif yang selalu ia tunjukkan selama puluhan tahun mengajar di sekte.

"Xiao Bai," katanya, suaranya kini bergetar dengan nada hormat yang tak pernah ia tunjukkan kepada murid mana pun sebelumnya, "apa yang baru saja terjadi... aura yang baru saja kau pancarkan, itu bukan sekadar tanda bakat langka biasa. Itu adalah gelombang qi yang bisa dirasakan hingga jarak ratusan kilometer oleh kultivator tingkat tinggi. Aku... aku bahkan tidak berani membayangkan seberapa jauh gelombang itu telah menyebar."

Lin Hai, yang sejak tadi berdiri membeku di samping Tetua Zhou, kini terjatuh terduduk di tanah, wajahnya pucat pasi, menyadari bahwa sosok yang selama ini ia hina dan remehkan sebagai "sampah tak berguna" baru saja tanpa sadar mengirimkan sinyal keberadaannya ke seluruh penjuru benua—sebuah perhatian yang, entah akan membawa berkah atau bencana, sudah pasti akan mengubah segalanya, tidak hanya bagi Xiao Bai, tapi bagi seluruh Sekte Awan Sembilan yang selama ini menyembunyikannya di sudut paling terlupakan.

Xiao Bai menatap kedua tangannya sendiri, masih merasakan sisa-sisa kehangatan energi yang baru saja mengalir deras melaluinya, sebuah kesadaran baru mulai tumbuh dalam benaknya—bahwa hari ini, bukan hanya nasibnya sendiri yang berubah selamanya, tapi mungkin juga perhatian dari kekuatan-kekuatan besar yang selama ini tak pernah ia bayangkan akan mengenal namanya, kini telah mulai tertuju ke arahnya, entah sebagai ancaman atau sebagai awal dari jalan menuju sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar balas dendam pada seorang Lin Hai.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!