NovelToon NovelToon
Cintai Aku!

Cintai Aku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duniahiburan / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yudhi Nita

Update santuy!!


Disarankan untuk membaca novel sebelumnya yang berjudul Terjebak Pernikahan, karena novel ini merupakan sequel dari novel tersebut.

Menceritakan keseruan Bianca dan Key dalam rumah tangga, mengasuh anak lelaki mereka, Kin Dhananjaya Bajra.

Sementara Felix dan Kimmy terlibat hubungan yang rumit.

Begitu pun kisah Susan, apakah dia berhasil dalam hidupnya?

Bagaimana kisah mereka? Ikuti yaa ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudhi Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan Teman

Pagi itu, sebuah lagu Nina Bobo mengalun dari mulut Kimmy saat menggendong baby Kin. Bayi itu terbuai dan tertidur sembari menghisap asi dari botolnya. Pelan-pelan diturunkannya di dalam box kemudian mengambil botol dari mulut si bayi dan menutup kelambunya.

Gadis itu menunggu bos Nonanya yang sedang mandi di bawah. Sedangkan Pak Bos Tuannya sudah berangkat bekerja sejak pagi-pagi sekali karena akan adanya rapat dadakan.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Gadis itu meraihnya dari atas meja.

"Halo, Ma!"

Kimmy memelankan suaranya agar baby Kin tak terganggu. Gadis itu pun berdiri agak menjauh dari box bayi.

"Kimmy, kapan kamu mengirimkan uang? Adik-adikmu membutuhkan uang untuk membayar sekolah!" ujar wanita di seberang sana.

"Oh iya, Ma. Maaf, aku belum bisa pulang karena baby Kin masih butuh banyak perhatian. Jadi bos nona juga masih selalu membutuhkan bantuanku, bahkan hari libur sekalipun," bisiknya di telepon.

"Lalu, bagaimana, ya?" ujar mamanya kebingungan.

"Uang itu harus dibayarkan bulan ini, Kimmy!" lanjut mamanya.

Kimmy memutar otaknya. Dia ingin mengirimkan uang tapi mamanya juga belum punya rekening bank. Tak seorang pun di rumah yang memiliki rekening bank selain dirinya.

"Ma, gimana kalau aku kirim uang lewat rekening tetangga?" usul Kimmy.

Terdengar helaan napas dari seberang.

"Ya sudah, nanti Mama tanyakan ke tetangga, siapa yang punya rekening dan bisa mengambilkan uangnya, ya? Kalau sudah dapat, nanti Mama telepon lagi, ya?"

"Iya, Ma. Oh ya, jika tidak terlalu penting, Mama bisa telepon lagi nanti malam."

"Ya, Kimmy, jaga diri baik-baik. Bos Felix masih menjagamu, kan?"

"Ck, Mama! Tugasku dan dia berbeda. Aku bisa jaga diri!"

"Iya, iya. Ya sudah, nanti mengganggu pekerjaanmu."

"Baik, Ma. Alepiu somat ...."

"So ...."

Telepon ditutup.

Hmm jawaban apa itu 'so'?

Kimmy terkikik menertawakan ibunya. Padahal bahasa Inggrisnya pun amburadul.

Suara pintu dibuka membuat Kimmy menengok ke arah itu. Bos nonanya telah berdiri dan masuk ke kamar, menenteng sebuah paper bag bergambar kartun bayi dan menyerahkan pada Kimmy.

"Kimmy, kemarin aku berbelanja dengan suamiku, dan aku membeli baju baru untuk baby Kin. Tolong kamu cuci dulu, ya?" titah Bianca.

"Siap, Bos Nona."

Kimmy mengambil tas itu dari tangan bos nonanya, kemudian melangkah keluar ke ruang laundry.

*

Pagi menjelang siang.

"Pak, kami orang-orang hotel Nona Bianca, mau menengok Nona dan bayinya!" ujar empat orang di depan berteriak pada satpam di depan gerbang usai turun dari taksi.

Laura, Nano, dan dua wanita perwakilan dari hotel telah berada di depan gerbang.

"Ada kartu ID-nya?" tanya satpam dari balik gerbang.

"Oh, ada, ada!!"

Laura merogoh tasnya lalu mengeluarkan ID dan surat ijin keluar dari manager hotel, kemudian menunjukkan pada si satpam.

Satpam memeriksa kartu dan meneliti surat itu. Sejenak kemudian dia mengangguk dan menyimpannya sembari membukakan gerbang untuk mereka.

"Wooahhh ... iso mbukak dewe!! Ajaib yo?" gumam Nano.

(Wooahhh ... bisa membuka sendiri!! Ajaib ya?)

Lelaki itu melongo melihat gerbang yang terbuka sendiri.

Mereka berempat berterima kasih pada satpam kemudian mulai masuk ke halaman rumah yang sangat mewah itu.

"Wah, Non Bianca sugih yo? Omahe magrong-magrong!" celoteh Nano lagi. Tak henti-hentinya dia mengagumi rumah itu.

(Wah, Non Bianca kaya, ya? Rumahnya mewah!)

Ketiga wanita yang lain pun kagum, tapi hanya mengagumi di dalam hati mereka.

Sampai di depan pintu, seorang pelayan membukakan pintu dan menyambut mereka berempat.

"Uayunee ...." bisik Nano saat melihat pelayan rumah, entah berbisik pada siapa.

"Jangan norak, Kak Nano!" desis Laura melotot pada pria itu.

"Semua gadis dibilang cantik sama Kak Nano, kambing dipakein lipstik pun dibilang cantik!" lanjut Laura.

Nano hanya cengengesan.

"Mari, silakan masuk."

Pelayan membungkuk dan mempersilakan mereka masuk. Kembali mereka tak dapat berkata-kata, hanya bola mata yang memandangi tiap sudut ruangan.

"Sebentar, saya panggilkan Nona Bianca. Anda semua bisa duduk dulu."

"Baik," jawab mereka.

Pelayan kembali membungkuk sopan dan naik ke atas untuk menemui nonanya, memberitahukan bahwa ada empat orang dari hotel menjenguknya.

Keempat orang itu duduk dengan hati-hati di sofa.

"Alah empuk serasa duduk di roti!!" seru Nano .

Mereka tertawa bahagia meski hanya baru duduk di sofa.

"Kapan ya, Kak Bianca butuh pelayan lagi? Aku mau kok kerja di sini," kekeh Ela, seorang dari mereka.

"Wah, kalau aku, pengen jadi suami keduanya Non Bianca. Jadi bisa numpang di sini," celetuk Nano.

"Hus, nguawur, enak saja Kak Nano, bisa dibejek-bejek sama Tuan Key! Lagian, Bianca tak mau lah poliandri sama Kak Nano! Pakai numpang hidup lagi! Nggak modal amat!" tukas Laura.

"Umpamane ...." ujar Nano terkekeh.

(Seumpama ....)

Ela, Laura dan Vina memutar bola matanya. Sebentar kemudian, Bianca datang dengan daster import cantik sedang menggendong baby Kin turun di tangga.

"Hai kalian! Ya ampun sampai di sini juga!" sambutnya.

Bersamaan dengan itu, pelayan membawakan lima gelas minuman yang enak dan beberapa cemilan yang lezat.

Mereka saling beradu pipi, kecuali Nano.

"Sehat kan, Kak Bianca?" tanya Vina.

"Iya, Vina. Aku dan baby Kin sangat sehat. Syukurlah," jawab Bianca.

"Yuk disantap saja cemilannya!" ujar Bianca mempersilakan keempat tamunya.

"Iya," jawab mereka.

"Eh lucu sekali baby Kin!" seru ketiga gadis itu mentowel pipi bayi itu gemas.

Agak lama mereka menggoda bayi seminggu yang sedang nyenyak tidur di gendongan ibunya itu. Namun, godaan mereka tak juga membangunkannya.

"Kebo sekali kayak Mommy-nya!" ujar Laura.

"Sialan!"

Bianca melempar bantal sofa ke wajah Laura. Mereka terbahak-bahak di ruang tamu. Mereka menikmati minum dan cemilan sambil ngobrol.

"Bagaimana rasanya jadi seorang ibu, Bi?" tanya Laura.

"Luar biasa," jawab Bianca menggelengkan kepala.

"Wah, rumahmu mewah, Bi!" ujar Laura lagi.

"Ya ... beginilah adanya."

Bianca hanya menanggapinya dengan biasa.

"Suamimu?" tanya Laura.

"Kerja," jawab Bianca.

"Eh, Kakak pelayan sudah menyiapkan masakan lho. Yuk kita makan dulu! Semenjak jadi ibu menyusui, aku mudah lapar!" ajak Bianca.

"Ayolah," jawab Ela.

Mereka berempat setuju juga karena perut mereka juga telah keroncongan.

"Sebentar, aku panggil Kimmy dulu, biar gendong baby Kin."

Bianca melihat Kimmy baru keluar dari ruang baca. Dia memanggil Kimmy dengan tangan. Gadis itu segera turun.

"Tolong gendongin baby Kin dulu, ya? Kami mau makan."

"Mbak Kimmy cantik, trendy, sotoy ...." puji Nano.

Kimmy menggendong baby Kin sambil mengerutkan dahi, kesal dengan kata terakhir.

"Apa Kak Nano? Sotoy?" tanya Bianca.

"Iya, sotoy banget!" Pria itu berdecak kagum menatap Kimmy yang melengos. Ingin rasanya memelintir leher pria itu jika dia bukan tamu bos nonanya.

"Maksudnya apa sotoy?" tanya Vina.

"Itu lho istilah cewek yang kecowok-cowokan," jawab Nano tersipu.

"Masa tidak tahu, sih?" desis pria itu senyum-senyum, masih menatap Kimmy yang mendengus sebal.

"Oooh ... itu tomboy!!" ralat semua berbarengan sembari tertawa.

"Eh, udah ganti, ya?" tanya Nano innocent.

"Kimmy dan Kak Nano lidahnya sama saja!" ujar Bianca tertawa.

Sama? Amit-amit, Bos Nona!

Kimmy segera membungkuk permisi pada tamu-tamu Bianca dan membawa baby Kin ke kamarnya. Dia bernapas lega karena bisa lepas dari pandangan Nano.

******

Plagiarisme melanggar Undang-undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Ketemuan di pengadilan ya kalo ngelanggar!!

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁😁
Silvia Karundeng Manampiring
🤣🤣🤣🤣 ada ada saja kamu kk author.. hehehe
Fatma Arek Magetan
touge thor 🤣🤣🤣🤣
Fatma Arek Magetan
yaa Allah ngakak aq thor
Lisa Icha
aduh si Kimmy emang nekad ya.😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣mula baca ayem puer from Indonesia bikin Aku ngakak sakit perut.Ya pastilah mas bule itu mikir kamu orang miskin gitu lalu diberi uang🤣🤣🤣🤣
Lisa Icha
aduh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂😂si Felix Sama blo oon kayak si Kimmy.Nikah beneran dipikir main2
Lisa Icha
hahaha Felix ma Kimmy lagi perang Asmara ya kayak Tom n jerry 😂😂😂😂.
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Khoerun Nisa
udah cari yg judul nya mas duda l love you tapi pas di baca GK sama alurnya SMA di cerita ini di atas kan Caca nmnya klu di sebelah nur orang betawi
Lia Rochmatuz
Ah kin, ngeganggu suasana yang lagi romantis ajh sih
Lia Rochmatuz
Kirain pistol beneran yang izinya peluru, ternyata malah pistol Air.. ngakak jamaah... lagi tegang2nya tapi masih saja melawak
Lia Rochmatuz
Belum tau dya sedang berhadapan dgn siapa... seenaknya jidatnya saja menghina orang.. kalau sudah tau ku nyakin dya bakal sujud d kaki Susan
Lia Rochmatuz
Yahhh, knp d situ ydk terdapat namaku sihh
Lia Rochmatuz
Wahhh kim kim tekdung ituh
Lia Rochmatuz
ayo dong d praktekin juga
Lia Rochmatuz
Wahh cantiknya Bidadari desa ini
Lia Rochmatuz
Dasarrrrr, Para suami Pencemburu akut
Lia Rochmatuz
Hareudang Hareudang,, Panas Panaas Panasssssss🤣🤣🤣
Lia Rochmatuz
Cieeeeeeee,, Romannya ada yang kesepian dan merindu ini...😂😂😂
Lia Rochmatuz
Karna kata Ngengggg, terus apa hubungannya dgn dokter yah...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!