NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8

Waktu terus berjalan, dan jarum jam di dinding ruang kerja mewah itu seakan mengejek Elena. Satu menit, lima menit, lima belas menit, hingga hampir setengah jam berlalu, pintu itu tetap bergeming.

Ruangan itu masih kosong melompong.

Elena yang tadinya duduk dengan anggun, kini mulai gelisah. Kakinya bergantian mengetuk-ngetuk lantai marmer.

Bayangan daftar belanjaan Noah yang panjangnya mirip kereta ekonomi langsung menari-nari di pelupuk matanya. Keju impor, daging rendah lemak, susu formula premium, semua itu butuh uang cepat!

"Astaga, ini kakek-kakek kemana sih? Apa dia ketiduran di jalan karena encoknya kambuh?!" gerutu Elena kesal setengah mati.

Egonya yang setinggi langit, warisan dari masa-masa ia merasa menjadi nyonya sultan, sangat terhina karena ditelantarkan seperti ini.

Akhirnya, dengan hentakan kaki yang sengaja dikeras-kerasnya, Elena membuka pintu ruangan dan melangkah lebar menuju meja kerja Bu Siti di koridor depan.

"Mbak!" panggil Elena, suaranya naik dua oktav, membuat Siti yang sedang asyik mencatat sesuatu langsung terlonjak kaget.

"Eh, iya, Nona Elena? Ada apa?" tanya Siti bingung melihat wajah Elena yang sudah merah padam menahan amarah.

"Mbak, ini maksudnya apa, ya? Saya sudah menunggu di dalam hampir setengah jam! Tapi kenapa pemilik perusahaan belum juga datang?!" semprot Elena, melipat kedua tangannya di dada dengan angkuh. "Apa kalian semua di sini sengaja sedang mengerjai saya? Menyuruh saya datang pagi-pagi buta hanya untuk menghirup aroma kayu cendana di dalam sana sendirian?!"

Siti buru-buru berdiri dari kursinya, mengangkat kedua tangannya ke udara untuk menenangkan Elena.

"Aduh, Nona Elena, sabar... sabar dulu. Tarik napas dalam-dalam, embuskan. Jangan emosi dulu pagi-pagi, nanti cepat tua, lho."

"Bagaimana saya tidak emosi?! Waktu saya ini berharga! Di rumah, anak saya sedang menunggu hasil dari wawancara ini!" sahut Elena masih berapi-api.

Siti menghela napas panjang, lalu tersenyum maklum. Ia mendekati Elena dan menepuk-nepuk pundak gadis itu dengan lembut.

"Nona Elena, dengerin saya ya. Namanya juga bos besar, apalagi beliau itu sudah sepuh. Memiliki perkebunan teh seluas ini, ya bebas dong mau datang jam berapa saja ke perusahaannya sendiri. Hukum alamnya kan begitu. Yang butuh kerjaan itu kita, bukan Beliau."

Kalimat terakhir Siti telak menghantam ulu hati Elena.

"Sial, benar juga. Aku kan butuh uangnya untuk beli keju mahal Noah," batin Elena merana, langsung teringat dompetnya yang sudah kritis.

Melihat Elena yang mulai terdiam, Siti melanjutkan rayuannya dengan nada hangat.

"Lagipula, saya tadi sudah telepon asisten pribadinya, Mas Jojo. Katanya jalanan dari vila menuju kebun agak tersendat karena ada iring-iringan bebek lewat. Beliau sudah di jalan, kok. Paling sebentar lagi sampai. Nona Elena kan sudah menanti tujuh tahun untuk dapat pekerjaan bagus begini, masa nunggu setengah jam saja sudah menyerah?"

Elena mendengus pelan, gengsinya perlahan menciut digantikan oleh realita hidup yang kejam. "Tujuh tahun itu saya mengurus anak! Bukan nungguin kakek-kakek telat."

Siti tertawa renyah mendengar gerutuan Elena. "Iya, iya, saya paham. Tapi percaya deh sama saya, bos besar itu sebenarnya baik kalau kita kerjanya bener. Nah, sekarang Nona Elena masuk lagi ya ke dalam ruangan? Duduk yang manis, dinginkan kepala dulu. Jangan sampai pas beliau masuk, wajahnya ketus begitu. Bisa langsung dicoret dari daftar calon karyawan, lho."

Elena memutar bola matanya pasrah. "Baiklah. Saya mengalah demi susu keju impor anak saya."

"Nah, begitu dong! Semangat, Nona Elena cantik!" puji Siti riang.

Elena akhirnya berbalik, kembali melangkah masuk ke dalam ruangan kantor yang luas itu. Ia menutup pintu dengan pelan, lalu melemparkan tubuhnya ke atas sofa kulit hitam yang empuk dengan helaan napas panjang.

"Oke kakek sultan, aku kasih waktu sepuluh menit lagi," gumam Elena sambil mengeluarkan ponselnya, bersiap menyusun strategi tebar pesona dan argumen akuntansi terbaiknya agar si kakek langsung takluk dan menjadikannya karyawan emas.

*

*

Sementara Elena sedang berjuang menahan emosi di kantor perkebunan, situasi di rumah justru tidak kalah magis.

Bella sedang menikmati waktu luangnya dengan rebahan di sofa ruang tamu. Wajahnya tertutup penuh oleh masker lumpur organik berwarna hitam pekat yang sudah mengering kaku, menyisakan dua lubang mata dan mulut yang tampak mengerikan.

Tok! Tok! Tok!

"Noah! Main yuk!" sebuah teriakan cempreng dari balik pintu membuyarkan ketenangan Bella.

"Noah-nya nggak ada! Lagi baca koran di kamar!" sahut Bella malas. Karena tidak ada sahutan lagi, Bella bangkit dengan ogah-ogahan untuk membuka pintu.

"Ada apa?"

"Aaaaaaa! Setan lumpur lapindo!" jerit Tejo, teman sekelas Noah di TK yang bertubuh gempal, spontan melompat mundur sejauh dua meter.

Matanya melotot, tangannya menunjuk-nunjuk wajah Bella yang hitam legam.

"Ampun, Mbah Setan! Jangan makan Tejo! Daging Tejo banyak kolesterolnya!"

Bella memutar bola matanya malas, membuat masker di wajahnya retak-retak.

"Setan-setan matamu! Ini Tante Bella, Tejo! Bukan makhluk gaib!"

Tejo mengusap dadanya yang berdegup kencang, meneliti Bella dari ujung kaki sampai kepala.

"Astaga, Tante Bella? Tejo pikir jelmaan penunggu pohon beringin sebelah. Serem banget, Tante, mukanya kayak panci gosong."

"Heh, bocah! Ini masker skincare biar glowing, tahu!" semprot Bella gregetan.

Tepat saat itu, Noah melangkah keluar dari kamar. Seperti biasa, penampilannya luar biasa rapi. Ia melipat tangan di dada, menatap Tejo dengan pandangan sedingin es kutub utara.

"Ada keperluan apa kamu kemari, Tejo? Kedatanganmu yang tiba-tiba ini mengganggu efisiensi waktu bacaku," ucap Noah dengan nada suara datar.

Tejo yang sudah biasa dengan keangkuhan Noah langsung nyengir lebar. "Noah! Jalan-jalan yuk ke alun-alun desa! Ramai tahu!"

Noah mendengus kecil, menatap Tejo dari atas ke bawah dengan pandangan merendahkan yang sangat elegan.

"Jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas adalah bentuk pemborosan energi dan waktu yang tidak produktif. Aku menolak. Lebih baik aku menyelesaikan analisis grafik ekonomi di buku gambarku."

Bella yang mendengar itu hanya bisa menepuk jidatnya yang bermasker. "Ck! Bocah enam tahun gaya bicaranya kayak menteri keuangan," batinnya.

Namun, Tejo tidak kehilangan akal. Ia tahu betul kelemahan keluarga Noah. Bocah gempal itu merogoh saku celananya dan mengeluarkan selembar uang dua puluh ribu rupiah yang sudah lecek, lalu mengipas-ngipaskannya di depan wajah Noah.

"Yakin nggak mau? Padahal kalau kamu ikut, kita bisa menghasilkan lembaran merah yang ada gambar Soekarno-Hatta nya, lho. Ini baru modal awal," pancing Tejo sambil menaik-turunkan alisnya.

Mata elang Noah seketika berbinar tajam melihat uang tersebut. Otak jeniusnya yang matre langsung berputar cepat menghitung konversi uang itu ke dalam mata uang Euro. Ia berdeham kecil, membetulkan kerah kemejanya agar tetap berwibawa.

"Menghasilkan uang, katamu? Berarti ini adalah sebuah bentuk kemitraan bisnis?" tanya Noah, menatap Tejo dengan serius.

Tejo mengangguk.

"Baiklah. Demi pendapatan keluarga, aku menerima tawaran investasimu. Apa proyek bisnis kita hari ini?"

Tejo tersenyum misterius, lalu menarik tangan Noah dengan semangat. "Ikut saja dulu!"

Bella melirik kedua bocah yang menghilang di balik pintu.

"Noah, jangan pulang telat! Nanti ibumu ngomel tahu kamu nggak ada di rumah!" teriaknya.

"Iya Tante bawel!" sahut Noah.

"Sial! Aku terpaksa harus mengikuti mereka," geram Bella buru-buru ke kamar mandi untuk mencuci muka.

1
Nice1808
elena mata duitan demi uang dia akan bermanja2 dgn xander buat leonard cemburu🤭🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
bener noah keluarga ayah mu emang aneh termasuk ibu mu🤣
Pawon Ana
ayo kita lihat dan nikmati ketika para tetua mengerjai cucu singa-nya....🤣
tinie
🤣🤣 kakek nenek mau balas dendam
tetang bagaimana jadinya ada anak kecil yng mirip
Dew666
Lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus kau opa🤣🤣🤣🤣🤣🤣ciap oma jd singa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
hahhah xander bego bukannyz menjelaskan dr awal klo elena salah tebak klo xander yg tdr di hotel itu, krna topeng leon yg mirip xander, mampus kau xander kena amukan naomi🤣🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣iya betul
total 2 replies
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣segera jelasin ke istrimu Xander...sebelum terjadi perang dunia...🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wkwkwkkk....kaget Naomi denger Noah panggil Xander PAPA.bukan kakek buyut 🤩🤩🤩...lanjut Thott kepo nih 😘😘😘
Mita Paramita
kakek nenek datang 🤣🤣🤣
Keysha Aurelie
hahaha lucu saat Noah panggil Opa Xander "Papa"🤣🤣🤣
Elena pasti panik melihat Naomi , berasa jadi wanita simpanan
🤣🤣
Leon siap siap jadi asisten opa dan oma mu🤣
vj'z tri
amin kan gak yaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ itu dirimu versi mini maseee
Dew666
Lanjut lanjut lanjut
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya

meskipun namanya Leon tetap saja akan kupanggil singa yang alergi sentuhan🤣
hahaha Joni sampai menangis itu lho Leon 😂
habislah Leon setelah ini di tangan opa Xander 🤣
berani banget menghamili gadis sampai ada nya seorang anak yang menyebalkan
Senja: Wkwk sama sama beb, ini sambil nunggu kontrak baru up banyakan
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Senja: Okeeee kk
total 1 replies
Mita Paramita
kocak bapak sama anak🤣🤣🤣
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr...asyik ceritanya 😘😘😘😘😘
Senja: Siappp
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!