NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Ruangan kerja pribadi Hades terasa begitu megah sekaligus mencekam dalam keheningan malam. Cahaya lampu dari luar jendela memantul tipis pada jajaran rak buku tinggi dan meja kerja kayu mahoni yang kokoh.

​Percy berdiri di depan meja besar tersebut, napasnya sedikit memburu namun tekadnya sudah bulat. Tanpa ragu, jemarinya mulai memeriksa laci-laci meja kerja suaminya yang tidak terkunci rapat. Di dalam laci pertama, ia mendapati beberapa dokumen korporat penting berlogo Sterling Global, laporan keuangan internasional, serta beberapa dokumen hukum kepemilikan aset.

​Tidak ada surat cinta rahasia, tidak ada foto masa lalu dengan wanita lain, dan tidak ada bukti pengkhianatan seperti yang dituduhkan dalam pesan anonim tersebut. Yang ada hanyalah bukti mutlak betapa besar kekuasaan dan perlindungan yang dibangun Hades untuk menjaga imperium dan keluarganya.

​Namun, saat Percy hendak menutup laci terakhir, matanya menangkap sebuah amplop tebal berwarna hitam legam yang terselip di bagian paling bawah, di balik kompartemen rahasia yang sedikit terbuka.

​Percy mengerutkan kening. Dengan hati-hati, ia menarik amplop tersebut keluar. Saat ia membukanya, beberapa lembar cetakan foto beresolusi tinggi dan berkas investigasi jatuh ke atas meja.

​Foto-foto itu memperlihatkan dengan jelas wajah seorang pria paruh baya berambut perak dengan senyuman licik Viktor bersama beberapa agen bayaran yang tengah memantau pergerakan mansion Sterling dari jauh. Di lembar dokumen lainnya, terdapat profil lengkap tentang rencana busuk Viktor dan Iris Montgomery untuk menggunakan pesan anonim guna memecah belah dirinya dan Hades.

​Ternyata, Hades sudah tahu segalanya. Pria itu bahkan sudah mengantongi identitas lengkap para pengkhianat yang mencoba bermain-main di belakang mereka, jauh sebelum pesan malam ini mendarat di ponselnya.

​Seringai tipis yang dingin dan mematikan terukir di bibir Percy. Rasa cemburu atau keraguan yang sempat singgah di hatinya seketika lenyap, menguap digantikan oleh gelombang kemarahan yang tertuju sepenuhnya pada pihak luar yang berani mencoba mempermainkannya.

​Jadi, mereka pikir aku adalah pion yang bisa digunakan untuk meruntuhkan suamiku? batin Percy tajam. Kalian salah besar.

​Percy merapikan kembali berkas-berkas tersebut di atas meja. Ia tahu persis apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jika Hades memilih untuk menghancurkan musuh-musuhnya melalui jalur korporasi dan operasi senyap internasional, maka Percy akan memastikan bahwa orang-orang yang berani mengusiknya tidak akan pernah bisa tidur dengan tenang sisa hidup mereka.

​Sebelum kembali ke kamar, Percy menyambar ponselnya yang tergeletak di atas meja kerja, lalu melangkah keluar ruangan dengan kepala tegak, siap menyambut pertempuran yang sebenarnya.

Langkah kaki Percy kembali menapaki lantai marmer tangga utama dengan senyap, membawa kembali tubuh mungilnya ke dalam kamar tidur utama yang temaram. Di atas tempat tidur king size, Hades masih terlelap dalam posisi yang sama, napasnya berat dan teratur, sama sekali tidak menyadari bahwa istrinya baru saja meninggalkan sisi ranjang untuk membongkar rahasia di ruang kerjanya.

​Percy merayap naik kembali ke atas tempat tidur, menyelipkan dirinya ke dalam dekapan hangat suaminya dengan hati-hati. Ia kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Hades, membiarkan sebelah tangannya menggenggam ponsel erat-erat di balik selimut.

​Tidak ada lagi rasa cemas. Yang tersisa di dalam dada Percy hanyalah kalkulasi dingin dan strategi balas dendam.

​Pesan anonim yang dikirimkan oleh Viktor dan Iris tadi malam memang bertujuan untuk memicu kepanikan dan keretakan di antara mereka. Namun, alih-alih termakan oleh jebakan murahan itu, Percy justru membalikkan keadaan sepenuhnya. Ia tahu persis siapa musuh di balik layar, dan ia tidak akan tinggal diam membiarkan orang-orang berengsek itu menikmati hidup lebih lama lagi.

​Keesokan paginya, fajar kembali menyapa Manhattan dengan bias cahaya keemasan yang menembus tirai kamar utama.

​Hades perlahan mengerjap membuka mata kelabunya. Ia menunduk, mendapati sang istri sudah terjaga lebih dulu, menatapnya dengan sorot mata amber yang kini jauh lebih tenang dan tajam dari hari-hari sebelumnya. Tidak ada lagi sisa isak tangis atau tatapan takut yang ada adalah ketegasan seorang ratu yang siap berdiri di samping rajanya.

​"Selamat pagi, Ma chérie," bisik Hades parau dengan suara serak khas bangun tidur, lalu mendaratkan kecupan hangat di kening Percy.

​Percy tidak langsung menjawab. Ia mengangkat sebelah tangannya, menyentuh rahang tegas suaminya dengan lembut, lalu tersenyum tipis sebuah senyuman penuh arti yang membuat Hades menyipitkan mata kelabunya penuh selidik, menyadari ada perubahan besar pada wanita di dalam dekapannya pagi ini.

Hades menatap lekat ke dalam mata amber istrinya. Ada kilatan berbeda yang terpancar dari manik mata Percy pagi ini, bukan lagi kilatan ketakutan, keputusasaan, atau amarah buta yang meledak-ledak seperti beberapa hari lalu, melainkan ketenangan yang mematikan. Pandangan itu begitu tajam, seolah sang ratu baru saja menelan seluruh rahasia dunia dan siap memuntahkan kembali racunnya kepada siapa pun yang berani mengusik.

​Sudut bibir Percy terangkat membentuk senyuman tipis yang misterius. Ia menurunkan tangannya dari rahang Hades, lalu merapikan kerah jubah tidur suaminya dengan gerakan anggun tanpa terburu-buru.

​"Pagi, suamiku," jawab Percy dengan suara pelan namun terdengar begitu jelas di kamar yang sunyi itu. "Tidur nyenyak semalam?"

​Hades menyipitkan mata kelabunya, insting predatornya langsung siaga. Pria berdarah Yunani-Italia itu tidak langsung menjawab ia membaca setiap gerak-gerik dan perubahan aura pada wanita di hadapannya. Sentuhan tangan Percy pagi ini terasa berbeda lebih percaya diri, lebih berkuasa.

​"Cukup nyenyak," balas Hades dengan suara baritonnya yang rendah, menyelipkan jemarinya ke helai rambut chesnut brown Percy. "Terutama karena kau berada di dalam dekapan ku. Tapi... sesuatu memberitahuku bahwa ada hal menarik yang baru saja kau temukan malam tadi, Ma chérie."

​Percy terkekeh kecil, suara tawa ringan yang terdengar begitu elegan. Ia tidak berniat menyembunyikan apa pun lagi dari suaminya. Toh, ia tahu suaminya sudah menyimpan dokumen lengkap tentang Viktor Vance dan Iris Montgomery di laci ruang kerja bawah.

​"Pesan anonim semalam cukup kreatif," ujar Percy santai, matanya menatap lurus menembus manik mata Hades tanpa gentar. "Mengirim foto murahan dan mencoba membuatku curiga pada suamiku sendiri. Sayang sekali, pengirimnya lupa bahwa aku adalah seorang Persephone Sterling. Aku tidak mudah ditipu oleh trik rendahan."

​Hades terpaku sejenak, sebelum akhirnya sudut bibirnya ikut terangkat membentuk seringai tipis penuh kekaguman. Ia tahu istrinya cerdas, tetapi ketenangan Percy dalam menghadapi provokasi musuh benar-benar melampaui ekspektasinya. Singa itu kini menyadari bahwa ratunya bukan lagi burung kecil yang perlu dikurung rapat-rapat untuk melindunginya ratunya kini siap mengepakkan sayap hitam bersama sang raja untuk membantai siapa pun di luar sana.

​"Jadi..." Hades merengkuh pinggang Percy lebih dekat, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. "...apa rencana ratuku untuk orang-orang bodoh yang berani mengganggu ketenangan kita ini?"

​Percy membalas tatapan tajam suaminya dengan senyuman penuh darah dingin. "Kita tidak perlu mengotori tangan kita untuk menjatuhkan sampah, Hades. Cukup biarkan mereka berpikir bahwa rencana mereka berhasil... lalu kita hancurkan pijakan terakhir mereka saat mereka lengah."

​Di balik dinding kamar mewah itu, fajar Manhattan bersinar terang, menandai dimulainya babak baru di mana sang singa dan ratunya bergerak bersama sebagai satu kekuatan mutlak yang tidak terkalahkan.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!