Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8: Lalat-Lalat Pengganggu
...Rona merah di telinga Gavin masih belum sepenuhnya pudar ketika Larissa tertawa renyah, menikmati kemenangan kecilnya setelah berhasil membuat sang pengawal pribadi salah tingkah....
...Larissa menarik kembali garpu berisi potongan waffle berlumur es krim itu, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri dengan gerakan lambat yang sengaja dibuat untuk memicu reaksi Gavin....
...Mata hazelnya yang jernih terus mengerling genit, menatap wajah batu Gavin yang kini kembali menghadap lurus ke depan, pura-pura tidak terjadi apa-apa meski napas pria itu masih sedikit memburu akibat serangan liar Larissa....
...Namun, momen tenang yang dipenuhi aroma manis karamel itu tidak bertahan lama....
...Dari arah pintu masuk kafe, terdengar suara tawa yang keras dan berisik, merusak suasana tenang kafe Prancis tersebut....
...Tiga orang pemuda berpakaian kemeja bermerek yang sengaja dibuka dua kancing teratasnya melangkah masuk....
...Dari cara berjalan mereka yang gontai dan aroma alkohol samar yang menguar, jelas mereka baru saja menghabiskan waktu di bar siang hari sebelum memutuskan mampir untuk mencari udara segar....
...Salah satu dari mereka, pria berambut klimis dengan jam tangan emas mentereng yang melingkar di pergelangan tangannya mendadak menghentikan langkah....
...Matanya yang agak sayu seketika berbinar saat menangkap sosok gadis bergaun kuning cerah di sudut ruangan....
..."Oh, lihat siapa yang ada di sini!" seru pria berambut klimis itu dengan nada suara yang sengaja dikeras-keraskan agar menjadi pusat perhatian....
..."Si Cantik Larissa Moretti! Pengacau kelab malam El Paraíso yang legendaris!"...
...Larissa langsung menurunkan garpunya, ekspresi kekesalan seketika melintas di wajah cantiknya....
...Dia mengenali pria itu....
...Namanya Diego Valenzuela, anak salah satu investor properti manja di Bogota yang satu lingkaran pergaulan dengan Mateo, pria yang matanya tersiram alkohol oleh Larissa tadi malam....
...Tanpa memedulikan privasi, Diego dan dua temannya langsung melangkah mendekat ke meja Larissa....
...Mereka dengan lancang menarik kursi-kursi kosong di sekitar meja tanpa meminta izin terlebih dahulu....
..."Kudengar Mateo harus dibawa ke rumah sakit karena ulah liarmu semalam, Larissa," ucap Diego sambil menopang dagunya di atas meja, menatap Larissa dengan pandangan mata yang tidak sopan, menilai lekuk tubuh gadis itu yang terekspos oleh gaun mininya....
..."Ayahmu pasti harus membayar mahal untuk membersihkan namamu lagi, ya? Bagaimana kalau siang ini kamu menebus kesalahanmu pada kami dengan menemani kami minum di atas?"...
...Larissa melipat tangannya di dada, menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan tatapan dingin yang bar-bar....
..."Keluar dari mejaku, Diego. Sebelum aku membuat sisa harimu berakhir di rumah sakit yang sama dengan Mateo," ancam Larissa ketus....
...Diego justru tertawa meremehkan, begitu pula dengan kedua temannya....
...Di tengah tawa mereka, mata Diego sempat melirik ke arah sosok tinggi tegap yang berdiri kaku di samping meja Larissa....
...Gavin Kingsley berdiri di sana bagai manekin hidup, dengan setelan jas hitamnya yang sangat rapi dan kedua tangan yang tertaut di balik punggung....
...Di mata pemuda-pemuda kaya yang arogan ini, penampilan Gavin yang kelewat rapi dan diam membisu justru membuat mereka mengira bahwa pria itu hanyalah pelayan pribadi atau pengawal kelas rendah yang bisa mereka abaikan....
..."Hei, Pelayan," panggil salah satu teman Diego dengan nada menghina, menjentikkan jarinya tepat di depan dada Gavin....
..."Ambilkan kami tiga gelas wiski es sekarang. Dan pastikan kamu tidak mengganggu obrolan kami dengan Nona Moretti."...
...Gavin sama sekali tidak bergerak seujung kuku pun....
...Kedipan mata pun tidak terjadi pada wajah kakunya....
...Mata biru cerahnya menatap lurus ke depan, seolah jentikan jari pria itu hanyalah kepakan sayap lalat yang tidak penting....
...Namun, di balik topeng marmer tersebut, es di dalam diri Gavin telah retak, melepaskan cairan magma yang sangat mematikan....
...Panggilan 'pelayan' sama sekali tidak melukai harga diri tingginya sebagai pemimpin tertinggi Kingsley Syndicate, karena dia sudah memperkirakan hal itu saat memilih menyamar....
...Yang membuat darah di dalam pembuluh darah Gavin mendadak mendidih hingga ke titik didih tertinggi adalah cara Diego menatap kulit Larissa....
...Ada gelombang rasa cemburu dan keposesifan murni yang merayap naik, mencengkeram akal sehat Gavin....
...Jiwa monsternya berteriak seolah menuntut darah....
...Melihat Larissa yang terus mengabaikannya, Diego mulai kehilangan kesabaran....
...Sifat manjanya sebagai anak orang kaya membuatnya merasa berhak mendapatkan apa saja yang dia inginkan....
..."Jangan jual mahal, Larissa. Ayahmu mungkin berkuasa, tapi di distrik ini, keluargaku yang memegang kendali," kata Diego dengan senyum sinis yang menjijikkan....
...Diego mengulurkan tangan kanannya yang dihiasi cincin-cincin mahal....
...Jari-jarinya bergerak maju di atas permukaan meja kayu ek kafe, perlahan namun pasti menuju ke arah tangan kanan Larissa yang terletak di dekat piring waffle....
...Dia berniat mencengkeram tangan lentik Larissa untuk memaksanya berdiri....
...Larissa mengepalkan tangan kirinya, bersiap untuk menghantamkan gelas milkshake beratnya tepat ke wajah Diego jika pria itu berani menyentuhnya....
...Sifat liarnya sudah di ujung tanduk....
...Namun, Larissa tidak perlu mengotori tangannya siang itu....
...Gerakan itu terjadi dalam waktu kurang dari seperpuluhan detik, sebuah kecepatan supranatural yang lahir dari insting seorang pembunuh berdarah dingin....
...Gavin tidak melepaskan posisi tegaknya secara keseluruhan, namun tangan kanannya melesat maju seperti sambaran petir di malam gelap....
...Jari-jarinya yang bersarung tangan kulit hitam menyambar sebuah garpu perak kosong yang tergeletak di atas meja....
...JLEBB!...
...Suara hantaman logam yang beradu dengan kayu keras menggema, memotong seluruh kebisingan di dalam kafe Prancis itu seketika....
...Diego membeku....
...Seluruh tubuhnya mendadak gemetar hebat, napasnya tercekat di tenggorokan, dan wajahnya berubah pucat pasi seputih kertas dalam hitungan detik....
...Tangan kanannya tertahan di atas meja, tidak bisa digerakkan....
...Tepat di antara jari telunjuk dan jari tengah Diego, terpisah dengan jarak kurang dari satu milimeter yang luar biasa akurat garpu perak itu tertancap dengan kokoh....
...Kekuatan hantaman Gavin begitu dalam hingga seluruh gigi garpu perak tersebut menembus lapisan kayu ek meja yang tebal, menyisakan bagian gagangnya yang bergetar hebat di udara, mengeluarkan bunyi berdenging yang ngilu....
...Jika gerakan Gavin meleset seujung rambut saja, jari-jari Diego dipastikan sudah hancur berantakan menembus meja....
...Suasana kafe mendadak hening total, seolah-olah waktu telah dihentikan paksa....
...Dua teman Diego melompat mundur dari kursi mereka dengan mata membelalak horor, sementara para pelayan kafe di kejauhan menjatuhkan nampan mereka karena terkejut....
...Gavin Kingsley perlahan menurunkan pandangannya....
...Kepalanya sedikit miring, menatap Diego yang kini mengompol di celananya karena ketakutan setengah mati....
...Mata biru cerah Gavin tidak lagi sedingin es, mata itu menggelap total, memancarkan kilat psikopat yang begitu mencekam dan penuh dengan ancaman pembunuhan yang nyata....
...Aura dari seorang monster yang siap merobek siapa saja yang berani mengusik miliknya....
...Gavin menundukkan tubuhnya sedikit, mendekatkan wajah kakunya ke telinga Diego yang gemetar, lalu berbisik dengan suara bariton yang sangat rendah, dingin, dan penuh akan ancaman yang mengerikan....
..."Satu milimeter lagi ke kanan, dan saya akan memastikan tangan Anda tidak akan pernah bisa digunakan untuk menyentuh apa pun lagi seumur hidup Anda. Keluar."...