NovelToon NovelToon
Ayahku Memiliki Sistem

Ayahku Memiliki Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Saat ia pikir hidupnya berakhir, seorang pria tiba-tiba mendapatkan sistem. Namun, bukannya menjadi kaya, ia justru terbangun di masa lalu... di dalam tubuh ayahnya saat masih muda.

Kini, dengan sistem di tangannya dan mengetahui masa depan, ia harus mengubah takdir keluarganya.

Mampukah ia menyelamatkan keluarganya... tanpa menghapus keberadaannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Tidak asing

​Setelah masalah hari itu berlalu, kehidupan rumah tangga mereka kembali berjalan harmonis dan tenang.

​Raka mulai mencicil membeli beberapa barang keperluan pribadinya, termasuk merakit sebuah komputer. Saat ini, Raka sedang menyandarkan badannya di kursi kerja yang baru ia beli sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku.

​"Akhirnyaaa selesai juga. Pegel banget ternyata ngerakit PC sendirian," gumam Raka puas.

​Dia menghela napas lega. Tidak terasa sudah satu bulan dia terjebak di dalam tubuh ayahnyanya sendiri.

Menurutnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mengeksekusi rencana jangka panjangnya.

Raka menyalakan PC tersebut lalu mulai menginstal beberapa software penting.

"​Untung gua punya ingatan yang kuat soal masa depan. Di zaman ini, gua tahu persis saham, website, dan kripto apa aja yang harganya bakal meroket beberapa tahun ke depan, wkwk.Pokoknya gua harus borong sebanyak mungkin, walaupun hasilnya baru bisa dinikmati nanti," batin Raka penuh rencana.

​Raka mulai menggerakkan kursor dan membeli beberapa aset digital yang berpotensi.

Tapi dia tetap realistis dan tidak mau gegabah.

​"Karena duit gua sekarang masih terbatas, gua fokus beli saham-saham murah yang potensinya gede dulu aja. Nanti kalau ada modal lebih, baru gua sebar lagi investasinya."

​Pandangannya kembali fokus ke arah layar monitor.

"Di era tahun segini, kalau jago main game, peluang jadi pro-player atau merintis tim e-sport sendiri itu gede banget. Kayaknya menarik juga kalau dicoba dari sekarang. Dulu kan gua lumayan jago main beberapa game populer di masa ini."

​Nggak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Reno kecil melangkah masuk ke dalam. "Ayah, lagi ngapain?"

​"Nggak ngapa-ngapain, Cil. Ini lagi main game aja. Mau lihat? Sini naik," sahut Raka santai.

​Reno langsung kelihatan antusias. Bocah itu berlari kecil lalu duduk di pangkuan Raka. "Wah, game apa itu, Yah? Bisa tembak-tembakan gitu, keren banget Ayah!"

​Raka tersenyum mendengar celotehan anaknya. "Wah, omonganmu udah mulai lancar ya, Cil. Udah nggak cadel lagi."

​Sore harinya, Raka mengajak Reno jalan-jalan santai keliling kompleks, sementara Nadia memilih tinggal di rumah untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan dapur.

​Saat sedang asyik berjalan di sisi jalan yang sepi, telinga Raka tiba-tiba menangkap suara samar orang sedang menangis.

​"Ayah, ada yang nangis tuh," ucap Reno sambil menarik-narik ujung baju Raka.

​"Eh? Iya ya, kok kayak ada suara tangisan. Tapi di mana asalnya?"

​Raka dan Reno kompak menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sumber suara. Pandangan mereka akhirnya tertuju pada sebuah rumah yang cukup bagus dengan halaman depan yang dipenuhi tanaman bunga.

​Raka dan Reno saling pandang sejenak. Setelah sama-sama mengangguk, mereka berdua melangkah masuk ke halaman rumah tersebut.

​"Permisi... Permisi..." panggil Raka agak keras. Dia hanya khawatir terjadi hal buruk atau ada masalah serius menimpa pemilik rumah itu.

​Seketika, suara tangisan dari dalam rumah langsung terhenti. Raka menunggu beberapa saat sampai akhirnya pintu utama terbuka.

​Seorang wanita bergaun panjang warna biru muncul dari balik pintu. Matanya kelihatan sembab dan merah bekas menangis, tapi wajahnya masih terlihat sangat cantik.

​"Iya, cari siapa ya?" tanya wanita itu bingung.

​Raka langsung tertegun saat memperhatikan wajah wanita di depannya. Struktur wajahnya benar-benar familier di ingatannya. "Shena?!" ceplos Raka kaget.

​Wanita itu langsung mengernyitkan dahi keheranan. "Eh? Mas kok bisa tahu nama anak saya?"

​Tak berselang lama, sesosok anak perempuan kecil yang usianya sebaya dengan Reno muncul mengintip dari balik badan ibunya. "Ada siapa, Mah?"

​Raka dan Reno serentak menatap anak kecil tersebut. Raka langsung merasa canggung karena salah mengira orang. "Ah, maaf, Mbak. Tadi saya nggak sengaja denger ada yang menangis dari arah sini. Saya cuma mau mastiin aja nggak ada kejadian apa-apa. Mana tahu saya bisa bantu."

​Wanita itu tampak terkejut, lalu buru-buru menyeka sisa air matanya dengan canggung. "Ah, maaf ya jadi bikin repot. Nggak ada apa-apa kok, Mas. Kalau begitu saya permi—"

​Belum sempat wanita itu menutup pintu, Reno tiba-tiba berteriak sambil menunjuk ke arah mainan yang dipegang anak perempuan di depan mereka. "Ayah! Reno mau main itu! Reno mau babi!"

​"Ha? Babi?" Raka melongo, lalu melihat benda yang sedang dipegang erat oleh anak perempuan itu. "Itu boneka Barbie, Cil! Bukan babi! Ngaco aja lu kalau ngomong."

​Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Bukan babi ya? Perasaan Reno pernah denger orang-orang bilangnya babi-babi gitu."

​Gara-gara kepolosan Reno, suasana yang tadinya tegang akhirnya mencair. Kedua anak kecil itu berakhir bermain bersama di teras rumah. Raka duduk di kursi kayu sambil mengawasi mereka.

​Beberapa saat kemudian, ibu dari anak perempuan itu keluar dari dalam rumah sambil membawa nampan berisi secangkir teh hangat dan camilan seadanya.

​"Diminum Mas tehnya. Maaf ya, cuma ada suguhan seadanya di rumah," ucap wanita itu ramah.

​Raka menyengir santai. "Wah, padahal nggak usah repot-repot, Mbak. Tapi kalau emang sengaja mau direpotin, saya sih nggak menolak, hehe."

​Mendengar ucapan Raka, Reno dan anak perempuan di sebelahnya (Shena kecil) langsung menghentikan permainan mereka.

Kedua bocah itu kompak menoleh dan menatap Raka dengan ekspresi datar yang seolah-olah tidak percaya dengan tingkat urat malu pria dewasa di depan mereka.

1
Bryan
keren thor, banyakin ya update nya, 1 vote udh melayang 💪👍
Maul: terima kasih banyak kak😆
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Reno bocil bikin ngakak deh🤣🤣
Maul
/Blush/
Maul
duit 😘
Maul
/Hey/
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Yuliana Tunru
knp verota x jd maju mundur sih kan yg baca bingung 🤭🤭
Maul: hehe, mungkin ke depannya gak akan maju mundur🙏
total 1 replies
Maul
Sistemnya plin-plan wkwk
Maul
waduh, yang ini gk cadel😅
Maul
ngasuh diri sendiri 🤭
Maul
women
Maul
Ayahku adalah diriku sendiri🤔
Maul: cuma bercanda kak, soalnya kan mc nya masuk ke tubuh ayahnya sendiri😅 🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!