NovelToon NovelToon
Elang Samudra

Elang Samudra

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andira

Elang Samudra seorang cowok berandal yang hobi balapan liar. Baginya, kehidupan malam lebih indah di banding kehidupan nya yang berantakan.

Walaupun Elang terlahir dari keluarga kaya raya namun Elang selalu merasa kesepian. Sang ayah terlalu sibuk dengan kerjaan nya. kakak nya yang bernama Revan juga sibuk mengajar di kampus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Kheemm..

Deheman pak Eddy membuyarkan tatapan intim mereka dan dengan cepat Elina meraih tangan Elang lalu mencium nya dengan tahzim. Setelah melepas tangan Elang. Elina merasa kedua pipi nya di tarik lalu di kecup tepat di kening nya.

Setelah selesai tanda tangan berkas dan mendengar beberapa nasihat petuah dari pak ustadz, penghulu serta ayah nya, mereka pun di persilahkan untuk istirahat sejenak.

Mata Elina membola dengan sempurna saat menyadari Elang mencium kening nya. Baru kali ini Elina di cium oleh seorang pria selain ayah nya. Perasaan canggung menyelimuti kedua insan yang baru saja berjanji di hadapan tuhan yang di saksi kan oleh beberapa orang di ruangan ini.

Elina memilih duduk di pojok dekat jendela, sementara Elang tidak tahu kemana setelah ijab qabul selesai. Elina nampak melamun seperti nya gadis itu sedang meratapi nasib nya.

Sementara Elang kembali masuk ke dalam kamar Elina mencari charger karena semalaman ponsel Elang lowbat total. Setelah menemukan charger, Elang dengan cepat mengaktifkan ponsel nya.

Setelah ponsel Elang aktif, begitu banyak spam chat dari temannya dan spam chat di grup geng motor Elang yang terus mengetag nama Elang. Perlahan lahan Elang membaca chat mereka satu persatu lalu setelah membaca chat tersebut, Elang segera keluar dari kamar Elina sembari terus mengotak atik ponsel nya seperti nya Elang sedang membalas chat dari teman nya di grup.

Entah pesan apa yang di terima oleh Elang hingga Elang nampak gusar. Saat Elang ingin keluar, Elang melihat Elina yang di kerumuni oleh beberapa orang, Entah apa yang terjadi pada Elina namun Elang tetap melangkah pergi tanpa peduli dengan keadaan Elina.

Setelah keluar dari rumah, Elang berpapasan dengan Revan yang baru saja turun dari mobil nya. "Mau kemana, Lang" tanya Revan pada Elang yang terlihat sibuk dengan ponsel nya.

Elang melirik Revan sejenak lalu kembali membalas pesan dari teman nya. "Gue mau keluar sebentar bang, ada perlu" kata Elang lalu memasukan ponsel nya ke saku celana.

"Kemana?" tanya Revan.

"Ke suatu tempat, ini sangat urgent" ucap Elang lalu menyambar kunci mobil milik Revan.

"Kau sudah pamit dengan mertua mu?" tanya Revan lagi.

"Belum, tolong bilangin ke mertua gue, menantu nya yang tampan harus pergi karena ada urusan penting" Elang lalu masuk ke dalam mobil dan akan segera pergi.

Terlihat jelas raut wajah Revan yang sangat kesal karena ulah Elang. "Menyusahkan saja anak itu" kata Revan dengan kesal lalu melangkah masuk ke dalam rumah Elina.

Revan yang baru masuk terkaget melihat orang tua Elina yang sedang menangis dan melihat Elina sedang tidak sadar kan diri di tepi jendela.

Dengan rasa penasaran Revan akhirnya bertanya pada Eddy. "Ada apa Om?" tanya Revan yang terlihat kebingungan.

Pandangan Eddy pun tertuju pada Revan. "Elina tiba tiba saja pingsan" jawab Eddy yang terlihat sedih.

Bunda Elina terus menggenggam tangan Elina, memberikan kehangatan pada tangan Elina yang dingin dan pucat. "Elina sayang, ayo bangunbangun, jangan buat mama khwatir" ucap bunda Elina dengan gemetar.

Eddy lalu memegang pundak bunda Elina. "Tunggu sebntar ya, dokter akan segera datang" kata Eddy membuat bunda Elina sedikit lega.

Lalu tatapan Eddy kembali tertuju pada Revan. "Dimana Elang?" sontak saja pertanyaan itu membuat Revan gelagapan karena merasa tidak enak dengan mertua Elang.

"Emm ituu.. tadi Elang.. " Revan gelagapan, entah jawaban apa yang harus dia berikan pada Eddy.

Eddy mengangkat sebelah alis nya. "Tadi apa?" tanya Eddy penasaran.

"Tadi Elang dapat telfon dari teman nya yang kecelakaan dan segera kesana, mungkin dia lupa berpamitan dengan anda"

Tangan Eddy terkepal kuat dan rahang nya mengeras, menahan amarah. "Elang tahu jika istri nya sedang tidak sadar kan diri tapi dia tidak perduli sedikit pun, dia bahkan pergi tanpa pamit, apakah dia tidak punya belas kasih sedikit pun untuk putri ku!!" Tadi saat Elang lewat, ternyata Eddy sempat melirik Elang namun karena panik melihat kondisi Elina alhasil Eddy mengabaikan Elang begitu saja.

****

MAAF BARU UPDATE LAGI, SOAL NYA LAGY SIBUK DAN JARINGAN JUGA EROR 🤧🤧

Jangan lupa like dan komentar, setelah baca karya aku biar makin semangat upnya🤗

1
Pemulung Ellit
haduh... walaupun terkesan egois, tapi kayaknya aku lebih memilih anakku tinggal sama aku dulu. anak segitu loh...
Pemulung Ellit
itulah yang aku kecewa kan darimu. orang lain udah jadi korban malah gak peduli
Pemulung Ellit
haduh.. Elang itu gimana sih...
Pemulung Ellit
haduh... cari masalah lagi kamu bang. seenggaknya tengok dulu lah tuh istrimu
Pemulung Ellit
tapi nikah usia segitu emang dibolehin ama negara? harus nua in umur dulu gak sih?
Pemulung Ellit
mas kawin nya waw juga ya😅😅
Pemulung Ellit
ya Allah... kasian sekali anak ini. dia masih umur 15 tahun loh..
Pemulung Ellit
sebenarnya aku agak gedek juga sih ama nih bapak. tapi mungkin ya sikapnya dia karena kekhawatiran nya sama anaknya
Pemulung Ellit
karena jujur pun mereka gak percaya jadi sekalian aja lang. biar jantungan tuh pak Eddy
Pemulung Ellit
ternyata diam-diam perhatian juga si abang.
Pemulung Ellit
hayo loh.. gara-gara kamu sih maen nyelonong aja ngumpet di kamar anak gadis orang...
Pemulung Ellit
idih... minta ditempeleng gak nih orang. seenaknya banget. udah dibiarin ngumpet juga🙄
Pemulung Ellit
numpang ngumpet sampe segitunya bang? 🙄🙄 ngapain buka baju segala
Pemulung Ellit
waduh.. jangan diapa-apain itu anak gadis orang
Pemulung Ellit
aduh aduh... udah main curang malah kalah. dapat bonus jatuh pula... kasian
Pemulung Ellit
kapok tu yg ngetawain. malah jadi jongos kan lu😂😂😂
Pemulung Ellit
vano menantang sih.... bisa-bisa pingsan ntar vano nya. salah lawan sih kamu
Pemulung Ellit
ngakak bayangin ekspresi nya. mereka gak bersalah sekali ya kamu
Pemulung Ellit
ya. mereka sama-sama egois
Pemulung Ellit
nyesek banget dah...walaupun terkesan berandalan tapi kasian sekali berada di posisi anak ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!