10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PANIK
...----------------...
Keuntungan yang kudapat dengan level 4, rasa sakit dan lelah mudah lenyap. Thanks to efek dari skill langka penyembuhan.
Aku segera ke kamar mandi, bebersih.
Keluar dari kamar mandi, membuka jendela di depan meja, lalu duduk dan meminum sebotol air 600ml.
Memakan sebatang energy bar.
Menelan suplemen dan vitamin.
Memakai lotion anti uv.
Kemudian berjalan keluar rumah. Berdiri di undakan.
Lalu berseru pada langit.
"Hai semua. Selamat pagi. For ur information, hari ini hari aman terakhir di planet subiru. Besok semua yang ada disini bakal mulai dipaksa bertahan hidup. Bakalan ada serangan-serangan entah dari hewan liar, juga mahluk mutan. Perjuangan kami bakal semakin epic dan seru. Doakan kami selalu terlindungi ya. Semoga kami semua selamat. Amin."
Aku berolah raga selama dua jam.
Kali ini aku bukan lari keliling pulau, aku memilih berenang.
Meski hanya sekali putaran, rasanya seperti lari dua putaran. Di tambah tantangan arus laut yang lumayan kencang. Ulala..
Tenaga yang dipakai lebih ekstra.
Kusambung berlatih menggunakan speargun.
Yups! berlatih menembak di bawah air.
Aku berhasil menembak 2 ikan tuna, 3 ikan salmon, 3 ikan kakap, dan 1 gurita. Semua kugandakan dan masuk inventory.
Aku mengunakan skill hewan dan dominasi ku dengan memanggil seekor hiu lewat agar mendekat.
Menyentuh moncongnya dan dia diam. Lalu aku menyuruhnya pergi dengan sentuhan.
Aku juga menemukan sekumpulan penyu laut. Memanggil mereka.
Mereka bergerak mengelilingi ku selama beberapa saat.
Lalu menyuruh mereka pergi.
...----------------...
Tanpa perlu mencari, aku sudah menemukan titik titik di mana 5 box bantuan hari ini berada.
Berkat skill analisaku tentunya.
Di pesisir, aku menemukan beberapa jenis kerang yang sama dengan di bumi. Bisa dimakan tentunya. Lumayan kan banyak variasi menu seafood.
Para ikan strip hijau yang malas berenang di laut, cuma mager di dekat batuan, sudah pasti langsung kujaring.
3 ekor kepiting tak lepas dari pengawasanku. Dan ketemu juga dengan sekumpulan udang.
Dan bahkan dua ekor lobster yang lagi pacaran tak bisa lolos.
Maaf ya lobster, kamu jadi the next seafood.
So pasti semua masuk inventory dan kugandakan.
Terdapat varietas baru pohon bakau. Daunnya biru gradasi kuning. Batangnya berduri.
Aku iseng memberinya nama : rukuri.
System menerimanya. Ternyata memang tanaman mutan.
Kuiris sedikit batangnya menggunakan sabit anti racun. Hanya memastikan tak ada kandungan racunnya.
Btw info dari system, jika tanaman atau mahluk hidup ada racunnya, maka sabit akan mengeluarkan pendar berwarna hitam.
...----------------...
Kuperhatikan pohon kelapa semakin banyak.
Sudah saatnya aku panen kelapa. Padahal ikut nanem aja kagak.
Tanpa basa basi, kutebang dua pohon dalam waktu 20 menit.
Jauh lebih cepat dari pada saat pertama kali.
Dapat 13 kelapa muda, 287 daun kelapa, 24 potongan kayu.
Kugandakan semua.
...----------------...
Dong! Dong!
Para penyintas.
Hari ini adalah hari terakhir perlindungan dan bantuan bagi kalian. Mulai besok di waktu yang sama, perlindungan akan lenyap.
Box bantuan disediakan 2 box per hari, dengan tantangan baru.
System kalian tetap menemani dan membimbing selama kalian masih hidup.
Kematian kalian di planet ini, bukan simulasi. Kalian yang gagal takkan bisa kembali ke planet bumi.
Mulai besok, kalian akan mendapatkan akses untuk memeriksa jumlah penyintas global dan regional yang masih bertahan pada layar sistem kalian.
Tring!
...----------------...
Di planet bumi.
Semua anggota keluarga para penyintas ikut mendengar kan apa yang disampaikan system semesta.
Tak sedikit dari mereka yang mulai menangis melihat anggota keluarga yang menjadi penyintas tak mengalami banyak kemajuan selama 7 hari ini.
Bahkan beberapa penyintas dengan level 1 dan 2 tampak putus asa, mulai mengucapkan kata kata perpisahan, seandainya mereka gagal bertahan hidup.
Berbeda dengan keluarga para penyintas yang sudah mencapai level 3 dan 4. Kebanyakan cukup tenang.
Memiliki keyakinan bahwa anggota keluarga mereka bisa hidup lebih lama dan bisa pulang ke bumi. Meski rasa khawatir tidak benar benar pergi.
Termasuk keluarga naya dan ben. Doa doa tetap digaungkan untuk keselamatan mereka.
Keyakinan dan keikhlasan diteguhkan.
Sementara kolonel hamdi mulai sakit kepala.
Menurut anak buahnya yang menjadi penyintas, hingga pagi ini, masih ada 21% penyintas negara pusaka masih stuck di level 1 & 2. Sebelumnya para penyintas tersebut aktif barter di market regional.
...----------------...
Planet subiru.
Saat ini mereka mulai meminta tolong di chat regional.
Para penyintas yang sudah naik ke level 4 banyak yang memberikan masukan di chat regional.
Beberapa penyintas level 1 & 2 itu sebelumnya menganggap bahwa saat mereka gagal, maka mereka otomatis dikembalikan ke bumi.
Pengumuman system semesta tadi, baru memukul kesadaran mereka. Panik, sudah jelas.
Bagaimanapun mereka sendirian di antah berantah.
...----------------...
Planet subiru, pulau tropis25.
Hari ini tak ada chat dari mas ben atau pun penyintas lain.
Aku hanya meyakini para penyintas lainnya yang kemarin sudah naik level, cukup membantu mereka yang belum naik level. Aku tak perlu turun tangan lagi kan. Cukup fokus untuk diriku sendiri.
Namun, layar hologramku menunjukkan statistik 21% penyintas negara pusaka masih di level 1 & 2.
Kenapa masih sebanyak itu?
Ada apa dengan mereka?
Apa yang salah?
Akhirnya kubuka chat regional.
(X : guys, sesulit itu ya naik ke lv3, aku bingung harus gimana lagi. Poin systemku habis. Tamat riwayatku kayaknya disini.)
(Y : hei.. Kok jadi pesimis gitu sih. Masih ada waktu. Ayo kasih tau apa syarat yang lo belum penuhi untuk naik ke lv4. Gw aja kemaren gagal naik lv4 karena emang berat banget, tapi gw gak nyerah. Nyesel boleh, nyerah jangan.)
(X : syarat mental dan adaptasiku masih jauh dari target. Masih gak faham musti gimana. Pikiranku blank. Kata system, aku kudu banyak eksplorasi area. Aku di pulau rawa. Mana air bersih minim. Lumpurnya bikin gatel gatel.)
(Z : hedeeeh.. Anak mami sekali anda. Gw bingung gimana system milihnya. Kok yang gak sanggup survive di alam liar malah dipilih.)
(Aku : buat X, lo punya senjata gak?)
(X : aku punya pisau lipat dan pistol kejut yang dikasi tentara. Aku juga bawa paper spray, sama tongkat baseball dari bumi. Ada kapak kecil hadiah naik ke lv2. Aku gak pernah kepikiran bakal tinggal sendirian gini.)
(Aku : lo cewe ya?)
(X : iya. Aku baru lulus smu. Aku emang juara sekolah. Fisik aku kuat karena tiap hari pulang pergi sekolah jalan kaki. Tapi aku gak bisa bela diri. Mental aku kuat karena ekonomi keluarga lagi carut marut, gak bikin aku depresi. Adaptasi aku karena saat keluarga jatoh, aku sanggup membiasakan diri dengan hidup serba sulit. Tapi aku belum bisa kalo harus hidup di sini.)
(Aku : gw gak bisa bantu banyak. Tapi gw bisa kasi lo senjata. Lo harus latihan pake itu. Jangan lupa, lo latihan juga pake tongkat baseball lo. Biasakan diri sampe lo tau cara pegang yang nyaman dan kokoh.)
(X : senjata apa?)
(Aku : pertanyaannya kalo gw kasi senjata, lo mau belajar pakenya? Jangan sampe apa yang gw kasih cuma jadi benda prasejarah karena lo gak mau belajar.)
(X : iya kak. Aku mau. Aku bakal belajar hari ini juga.)
(Aku : lo masih di tenda ato udah punya rumah?)
(X : aku udah punya rumah pondok kak.)
(Aku : gini aja, chat personal gw deh. Gw omongin lebih detail.)
(X : iya kak. Makasih sebelumnya. Makasih banget.)
...----------------...
"Celia, kalo aku mau upgrade dan gandain crossbow yangkung bisa gak?"
"Bisa, untuk 1x penggandaan menjadi 10 items, total poin system akan -7.000."
"Ok. Do it celia."
"Done naya. So proud of u naya."
Crossbow yang akan kuberi, karena duplikat milik yangkung, makanya ada grafir namanya juga. Disamping nama yangkung kuberi grafir baru 'naya01' hingga 'naya10'. Nanti akan kucatat di jurnal, pada siapa aku memberikan crossbow berkode 'naya'.
Chat dengan x.
(X : kak ini aku.)
(Aku : nama kamu siapa?)
(X : nama aku ria kak.)
(Aku : ok ria. Karena kamu belum lv3 saya gak bisa transaksi sama kamu tanpa lewat market. Jadi sekarang kamu buka market, tawarin material apa terbanyak yang kamu punya untuk ditukar dengan crossbow dan 10lt air.)
Masuk ke panel market, gadis itu sudah membuka marketnya, 5 ikat padi dan 20 kayu keras ditukar 1 crossbow dan 10lt air.
Kuselesaikan transaksinya.
Notif chat dari ria.
(Ria : kak, makasih senjatanya. Makasih airnya.)
(Aku : ok ria. Mulai sekarang, saya minta kamu latihan memukul pakai tongkat, lakukan berulang ke kanan kiri, biasakan badanmu dengan tongkat itu, anggap itu bagian dirimu. Lalu kamu belajar nebas & lemparan pake kapak. Juga latihan nembak pake crossbow. Buat tiang target latihan pakai kayu keras. Pasang di dekat dinding rumahmu. Jangan sampai hilang anak panahnya, cuma ada 10. Dan kamu harus pelajari pulaumu. Itu tempat tinggalmu. Jaga batas wilayah rumahmu. Hari ini masih ada perlindungan, jangan takut. Kamu harus membiasakan diri.)
(Ria : iya kak. Aku bakal berusaha hari ini. Aku gak mau mati disini. Aku mau ketemu kakak. Nama kakak siapa?)
(Aku : nama gw naya.)
(Ria : makasih kak naya.)
(Aku : lo harus belajar kuat ria. Jangan menyerah! Lo masih muda. Jangan mau mati muda, apalagi kalo masih jomblo. Kamu jomblo kan?)
(Ria : hehehe.. Iya kak. Aku kan dulu sibuk belajar terus. Gak tau pacaran.)
(Aku : gak papa. Tar juga dapet. Sekarang latihan ya. Jangan berenti. Kalo kamu lelah, rehat sejenak, lanjutkan. Ajari badan kamu cara bertahan, bukan mengeluh dan pasrah. Kita disini bukan kayak main survival game, yang bakal hidup lagi kalo game over. Sekali game over, tamat.)
(Ria : iya kak. Aku mau bisa survive juga. Makasih kakak.)
...----------------...