NovelToon NovelToon
Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Cahaya mentari pagi menyinari lahan perbukitan barat yang kini tampak jauh lebih rapi dari sebelumnya.

Bang Jali dan kelima anak buahnya bekerja keras mencabuti ilalang sejak subuh tanpa banyak mengeluh.

"Ayo kerjanya yang cepat, jangan sampai Bos Rizky kecewa melihat hasil kerja kita," teriak Bang Jali menyemangati.

"Siap Bos Jali, lahan ini sudah bersih total tinggal menunggu perintah selanjutnya," sahut salah satu anak buahnya yang bertubuh kurus.

Rizky berjalan mendekati mereka sambil membawa beberapa karung berisi ratusan bibit jahe merah dan kunyit putih.

"Kerja bagus semuanya, sekarang bantu aku menanam semua bibit ini di sekitar gundukan tanah hitam itu," perintah Rizky.

Bang Jali segera mengambil karung tersebut dan mulai membagikannya kepada adik-adiknya.

"Bos Rizky, tanah hitam ini rasanya aneh sekali, udara di dekat sini terasa sangat dingin tapi menyegarkan," komentar Bang Jali penasaran.

"Itu rahasia dapur perusahaan kita Bang Jali, kalian cukup jaga area ini dan jangan biarkan orang luar mendekat," jawab Rizky santai.

"Siap laksanakan Bos, nyawa kami taruhannya kalau ada yang berani masuk mencuri," balas Bang Jali mantap.

Rizky tersenyum dan mulai menata bibit-bibit itu di atas tanah spiritual dengan formasi melingkar.

Ia meminta Bang Jali dan anak buahnya untuk beristirahat di pos jaga depan agar ia bisa bekerja sendirian.

Setelah memastikan tidak ada yang melihat, Rizky menempelkan kedua telapak tangannya ke atas tanah.

WUSH.

Gelombang energi hijau zamrud mengalir deras dari dadanya menuju ratusan bibit tanaman tersebut.

KRETEK KRETEK.

Suara pertumbuhan tanaman yang sangat cepat terdengar bersahutan memecah kesunyian perbukitan.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, ratusan rimpang raksasa bermunculan ke permukaan tanah dengan kualitas sempurna.

Rizky menghabiskan waktu dua jam berikutnya untuk mengekstrak sari pati tanaman itu menggunakan energi manualnya.

Keringat bercucuran deras dari dahinya, namun rasa puas sukses mengalahkan rasa lelah di tubuhnya.

Ribuan butir Pil Pemulih Vitalitas kini sudah tersimpan rapi di dalam beberapa toples kaca besar.

"Bang Jali, tolong bawa toples-toples ini ke mobil, kita harus segera mengantarnya ke klinik Nona Indah," panggil Rizky dari kejauhan.

Bang Jali berlari mendekat dan matanya langsung melotot melihat ribuan pil emas di dalam toples tersebut.

"Astaga naga, sejak kapan Bos memasak semua obat ini sendirian di tengah kebun?" tanya Bang Jali kebingungan.

"Jangan banyak tanya, cepat angkut semuanya sebelum khasiatnya memudar terkena angin bukit," potong Rizky tegas.

Satu jam kemudian, Rizky dan Bang Jali tiba di garasi belakang Klinik Bintang Abadi.

Indah Sari sudah menunggu mereka di depan pintu gudang farmasi dengan wajah penuh semangat.

"Akhirnya kalian datang juga, aku sudah menyiapkan ratusan botol kemasan premium untuk obat kita," sambut Indah gembira.

"Ini ribuan butir pil kloter pertama Nona Indah, semuanya memiliki kualitas seratus persen murni," kata Rizky menyerahkan toples-toples itu.

Indah membuka salah satu toples dan menghirup aroma hangat yang langsung membuat tubuhnya terasa sangat segar.

"Luar biasa, staf farmasiku akan segera memindahkan pil ini ke botol kemasan berlabel resmi klinik kita," ucap Indah cepat.

"Lalu bagaimana rencana penjualannya Nona Indah? Kita belum memasang iklan promosi sama sekali," tanya Rizky penasaran.

Indah tersenyum licik dan menepuk bahu Rizky dengan pelan.

"Kau lupa kalau kita baru saja menyelamatkan nyawa Tuan Darmawan sang konglomerat properti nomor satu?"

"Aku sudah mengirimkan satu botol sampel kepadanya pagi ini secara gratis," jelas Indah bangga.

"Maksudmu, kau menjadikan Tuan Darmawan sebagai bintang iklan gratis kita?" tebak Rizky tertawa pelan.

"Tentu saja, orang kaya di kota ini sangat percaya pada rekomendasi sesama orang kaya," jawab Indah meyakinkan.

"Tuan Darmawan pasti akan menceritakan khasiat obat ini pada rekan-rekan bisnisnya di klub golf siang ini."

Rizky mengangguk setuju melihat betapa cerdasnya insting bisnis apoteker cantik di depannya ini.

"Kalau begitu, mari kita tunggu hasil pancinganmu itu sampai besok pagi Nona Indah."

Keesokan harinya, Rizky sedang santai menyeruput kopi panas di pos jaga kebun bersama Bang Jali.

Tiba-tiba ponsel di sakunya bergetar hebat menampilkan panggilan masuk dari Indah Sari.

"Halo Nona Indah, ada kabar baik apa pagi-pagi begini?" sapa Rizky santai.

"Kabar baik? Ini bukan sekadar kabar baik Rizky, ini adalah ledakan rezeki yang sangat besar," teriak Indah histeris dari seberang telepon.

Rizky sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya agar gendang telinganya tidak pecah.

"Tenang sedikit Nona Indah, coba jelaskan pelan-pelan apa yang sebenarnya terjadi."

"Ratusan botol Pil Pemulih Vitalitas kita ludes terjual habis hanya dalam waktu dua jam setelah klinik buka," lapor Indah dengan napas tersengal.

"Tuan Darmawan benar-benar merekomendasikannya pada semua kolega bisnisnya kemarin sore."

"Mereka datang berbondong-bondong memborong obat kita tanpa menawar harga sama sekali Rizky."

Rizky tersenyum lebar mendengar laporan kesuksesan peluncuran produk pertamanya di pasaran.

"Berapa harga yang kau patok untuk satu botol pil itu Nona Indah?"

"Aku menjualnya lima juta rupiah per botol untuk pasar kelas atas, dan mereka menganggap itu sangat murah," jawab Indah tertawa puas.

"Itu artinya kita sudah mengantongi miliaran rupiah hanya dalam hitungan jam," gumam Rizky mulai menghitung kasar di kepalanya.

"Benar sekali, dan sekarang antrean pesanan untuk kloter kedua sudah mencapai seribu botol," tambah Indah semakin semangat.

"Rizky, kau harus segera memproduksi lebih banyak pil lagi hari ini juga agar stok tidak kosong."

"Tenang saja, bahan baku kita masih sangat banyak, aku akan mengirimkannya sore ini juga," janji Rizky.

"Baiklah, aku akan mengurus pembagian keuntungan dan mentransfer bagianmu secepatnya ke rekeningmu," tutup Indah gembira.

Rizky memasukkan ponselnya ke saku dan menatap hamparan kebunnya dengan dada membusung bangga.

"Bang Jali, sepertinya mulai besok kita harus merekrut lebih banyak warga desa untuk membersihkan sisa lahan," perintah Rizky.

"Siap Bos, kebetulan banyak pemuda pengangguran di desa bawah yang butuh pekerjaan halal," jawab Bang Jali antusias.

Tepat saat Rizky hendak melangkah kembali ke area tanah hitam, sebuah suara notifikasi mekanis yang sangat nyaring berbunyi di kepalanya.

TING.

Sebuah kotak teks holografis berwarna emas menyala terang muncul menutupi pandangan matanya.

[Selamat. Anda telah berhasil melakukan penjualan obat skala massal pertama dengan sukses.]

[Pencapaian Raja Obat Tahap Satu Terbuka secara resmi.]

[Hadiah Arc 1 sedang didistribusikan langsung ke dalam inventaris fisik Anda.]

Rizky menghentikan langkahnya dan membaca tulisan transparan itu dengan jantung berdebar kencang.

"Hadiah Arc 1? Sistem ini ternyata memiliki struktur pencapaian layaknya sebuah permainan," batin Rizky kagum.

Tiba-tiba, tato daun zamrud di dadanya bersinar sangat terang menembus kemeja kain yang dipakainya.

Cahaya itu perlahan keluar dari dadanya dan mengumpul melayang di atas telapak tangan kanannya.

WUSH.

Cahaya itu memadat dan berubah wujud menjadi sebuah biji seukuran kelereng berwarna hitam legam.

Biji misterius itu memancarkan hawa dingin yang sangat menusuk tulang hingga tangan Rizky sedikit gemetar.

Di atas biji hitam tersebut, muncul sebuah kotak teks deskripsi dengan tulisan berwarna merah darah.

[Biji Teratai Es Kematian. Kondisi: Tertidur. Potensi: Bencana Legendaris.]

[Catatan: Tanaman mutasi ganas yang hanya bisa tumbuh dengan menyerap racun mematikan, di mana kesalahan penanaman dapat menyebabkan kematian instan di area sekitarnya.]

Mata Rizky terbelalak lebar hingga bola matanya nyaris melompat keluar melihat kata kematian instan tersebut.

"Bencana Legendaris? Sistem sialan, kenapa kau malah memberiku bom waktu di saat bisnisku baru saja lancar?" rutuk Rizky panik dalam hati.

Ia tidak berani menggenggam biji itu terlalu kuat karena takut merusak lapisan luarnya yang membeku.

"Bos Rizky kenapa diam saja di situ? Ada masalah di kebun?" panggil Bang Jali dari pos jaga melihat bosnya mematung aneh.

"Ti-tidak ada apa-apa Bang Jali, lanjutkan saja kerjamu," balas Rizky cepat sambil menyembunyikan biji itu ke dalam saku celananya dengan hati-hati.

Rizky menelan ludahnya susah payah memikirkan ancaman baru yang kini berada di dalam kantongnya.

Tanaman jenis baru ini bukanlah obat penyembuh seperti yang ia harapkan, melainkan sebuah senjata biologis yang mengerikan.

"Jika perusahaan farmasi besar seperti Medika Raya mulai menyerangku nanti, mungkin biji ini akan menjadi kartu truf terakhirku," gumam Rizky menyeringai tipis.

Perjalanannya untuk menjadi Raja Obat sepertinya tidak akan hanya dipenuhi dengan bunga yang harum.

Dunia bisnis yang kejam baru saja membuka gerbang pertamanya untuk menyambut sang penguasa baru.

1
Abady Ehm
cerita sampah, seharusnya dia obati dulu ibunya yg sakit2an, habis beli lahan, carilah pekerja untuk dibersihkan dan dipagar keliling, lalu dibuatkan pondok untuk preman penjaga lahan tuh, jgn ngsal gitu ceritanya, baru bab 11 udah bosan bacanya,.....
Nissa Safira: Terima kasih atas kritiknya kak😅
Saya paham concern-nya soal ibu Rizky dan pengelolaan lahan.
Semua itu sengaja belum dieksekusi sekarang karena ada konflik dan konsekuensi yang mau saya bangun di bab-bab selanjutnya.
Kalau Rizky langsung "sempurna" dari awal, cerita dan pertumbuhannya jadi kurang greget.
Mohon bersabar ya, saya janji bakal dijawab semua di bab bab berikutnya 🙏😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!