NovelToon NovelToon
Suami Biadab

Suami Biadab

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:153.4k
Nilai: 5
Nama Author: el Putri

Syal merah yang dikenakan saat melamar pekerjaan membuat Rara menjadi sasaran balas dendam CEO nya sendiri, alih-alih ingin mendapatkan kebahagiaan namun Rara malah mendapatkan siksaan yang pedih dari Sean suaminya serta atasannya di kantor.

Alasan apa Sean melakukan hal itu? ikuti ceritanya yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipaksa meski Sakit

Setelah semua sudah disiapkan, Rara membawa makanan dan minuman ke kamar dimana Sean dan Cindy berada, dirinya beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada jawaban hingga dirinya memberanikan diri untuk membukanya.

Rara mematung saat melihat pemandangan indah di depannya, lagi-lagi Sean dan Cindy melakukan adegan ranjang layaknya suami istri.

Hati Rara sangat sakit melihat dengan mata kepalanya sendiri Sean berhubungan badan dengan wanita lain.

"Oh God, sakit sekali," gumam Rara dengan air mata yang terus berderai.

Sean yang melihat Rara menghentikan aktivitasnya padahal sebentar lagi dia akan mendapatkan pelampiasannya.

"Wanita bodoh, tau orang lagi bergulat ngapain berdiri di situ," gerutu Sean lalu mengambil handuk untuk menutupi bagian sensitifnya.

Dirinya berjalan mendekati Rara yang masih mematung di tempatnya.

"Ikut aku!" bentak Sean lalu menarik rambut Rara dan membawanya ke kamar dengan tangan Rara yang masih membawa nampan minuman dan makanan.

Prank

Sean membuang nampan yang dibawa Rara ke lantai tentu hal ini membuat Rara tersentak kaget.

"Wanita bodoh, kamu mau apa lihat aku bercinta dengan Cindy hah!" maki Sean.

"Ma-maaf saya tidak sengaja," sahut Rara.

"Kamu menggagalkan kenikmatan aku tau nggak," timpal Sean dengan tatapan tajamnya.

Sean yang tak punya hati memaksakan kehendaknya pada Rara yang masih sakit, Rara meronta menolak namun Sean terus mengoyak baju Rara hingga kini dirinya polos di atas tempat tidur.

Saat rudal Sean ingin masuk dirinya mengalami kesulitan mengingat belum ada pelumas sama sekali.

"Sakit Tuan." Rara terus merintih kesakitan.

Sean memainkan milik Rara dengan jari supaya ada pelumas yang keluar biar jalannya tidak terhambat.

Di rasa cukup dirinya kembali memasukkan miliknya ke dalam goa milik istrinya.

"Aaaaaaa." ******* Sean menggema merasakan nikmatnya milik sang istri, rasanya sungguh berbeda dengan Cindy yang sudah tidak rapet.

"Milik wanita ini nikmat sekali," batin Sean dengan memaju mundurkan miliknya.

Rara hanya bisa pasrah saat Sean menggagahinya meski tubuhnya rasanya tak karu-karuan.

Sean yang terbuai kenikmatan dengan sang istri melupakan Cindy kekasihnya yang kini mungkin tengah menunggu dirinya untuk melanjutkan aktivasi panas yang belum tuntas.

"Aaahhhhh," Sean menggenggam tangan Rara saat dirinya mendapatkan pelepasannya.

Rara yang masih sakit meminta Sean untuk membiarkannya istirahat, awalnya Sean enggan mengabulkan permintaan Rara namun melihat lemahnya Rara akhrinya dirinya memperbolehkan Rara untuk istirahat.

"Kamu ngapain aja sih sayang lama sekali, lagian ngapain sih pembantu kamu itu," gerutu Cindy sesaat Sean sudah kembali.

"Iya aku habis memarahi dia," sahut Sean.

"Karena kamu lama aku udah nggak pengen lagi," ucap Cindy.

"Ya sudah kita lanjut besok lagi," kata Sean, lagipula dirinya sudah mendapatkan pelepasannya.

Sean memilih tidur bersama dengan Cindy di kamar tamu sedangkan Rara tidur sendiri di kamar Sean, saat tengah malam Rara terbangun dirinya meminum obat agar cepat sembuh.

"Semoga besok sudah baikan," gumam Rara lalu membaringkan tubuhnya kembali.

Yang benar saja saat pukul empat dirinya bangun tubuhnya sudah lebih baik sehingga Rara bisa bangun dan melakukan aktivitasnya kembali.

"Kamu sudah baikan?" tanya Daffa saat dirinya melihat Rara menyapu halaman.

"Sudah mas, badanku lebih fit," jawab Rara.

Daffa memberanikan diri untuk mengecek suhu tubuh Rara dengan meletakkan tangannya di kening Rara.

"Iya sudah reda demamnya," kata Daffa.

"Lain kali dijaga kesehatannya, apapun yang terjadi kamu harus tetap makan, kamu kan bisa makan atau ambil makanan saat Tuan Sean keluar atau saat tidur," sambung Daffa.

Rara menatap Daffa dengan tatapan sendunya, apa yang terjadi padanya sudah menjadi rahasia umum.

"Aku sendiri tidak tau mas, aku dinikahi hanya untuk disiksa saat aku tanya kenapa dia bilang kalau aku ini penyebab kematian saudara kembarnya," ungkap Rara.

"Memang Tuan Sean sangat menyayangi Tuan Seon, biasanya saudara kembar memang memiliki ikatan batin yang sangat kuat," sahut Daffa.

"Iya mas tapi masalahnya aku tidak kenal sama sekali dengan Tuan Seon, aku berasal dari luar kota kesini untuk mencari pekerjaan," sahut Rara.

Daffa nampak berpikir, apa ada salah paham? setau Daffa dulu Tuan Seon sering keluar untuk berkencan, kalau Rara dari luar kota bearti Rara bukanlah kekasih Seon.

Lalu siapa kekasih Rara? bagaimana Sean menuduh Rara sebagai kekasih Seon? alasan apa yang membuat Sean menuduh Rara?

Beragam pertanyaan muncul di dalam benak Daffa namun Daffa juga tidak bisa ikut campur terlalu jauh, dirinya hanya berharap semua baik-baik saja dan semoga Sean bisa memperlakukan Rara selayaknya seorang istri.

Daffa dan Rara mengobrol sambil melakukan aktivitas dan ternyata Sean melihat aktivitas mereka dari jendela kamarnya.

"Beraninya mereka mengobrol asik," kata Sean dengan tangan yang mengepal.

Entah mengapa ada perasaan tak nyaman saat Sean melihat Daffa dan Rara mengobrol bersama, apa ini tandanya Sean memiliki perasaan terhadap Rara? entahlah.

Seusai membersihkan halaman, Rara membantu pelayan di dapur dia menyiapkan makanan untuk Sean dan Cindy.

"Bik makanannya sudah semua saya lanjut bersih-bersih kamar ya," kata Rara.

"Iya Non Rara," sahut pelayan.

Rara masuk ke kamar Sean untuk mengambil baju kotor sekaligus membersihkan kamar mandi sebelum Sean menggunakannya.

Setelah bersih semua, Rara bersiap untuk ke kantor, tak lupa dia melayani Sean di ruang makan.

"Layani Cindy juga," titah Sean.

"Baik Tuan," sahut Rara.

Meski enggan namun Rara tetap melayani Cindy bahkan sikapnya sangat sopan sehingga membuat Sean heran, tujuan awalnya dia ingin membuat Rara sakit hati tapi malah dirinya yang tidak nyaman akan sikap Rara ke Cindy.

"Anda mau makan apa Nona Cindy?" tanya Rara.

"Nasi goreng saja sama telur," jawab Cindy.

Rara tersenyum lalu mengambilkan nasi goreng untuk Cindy, dia berdiri di antara Sean dan Cindy menunggu titah selanjutnya.

Sesuai sarapan Rara mengekor Sean dan Cindy namun Sean meminta Rara untuk berangkat sendiri karena kebersamaanya dengan Cindy tidak ingin terganggu.

"Baiklah Tuan," kata Rara dengan tersenyum.

Rara tidak menunjukan ekspresi marah sama sekali sehingga lagi-lagi membuat Sean tak nyaman.

Dengan langkah santai Rara berjalan menuju gerbang dan saat bersamaan Daffa ingin berangkat kuliah.

"Berangkat sama aku saja yuk," ajak Daffa.

"Nggak enak mas sama Tuan Sean." Rara mencoba menolak.

"Nggak papa lagian dia juga ke kantor dengan wanita lain bukannya dengan kamu istrinya," sahut Daffa.

Daffa memang ingin mendoktrin Rara untuk bisa melawan Sean, hanya ini yang bisa dia lakukan untuk membantu Rara. Entah apa alasan Daffa yang jelas dia tidak suka melihat Rara menderita.

"Ya sudah ayok mas," kata Rara lalu naik motor Daffa.

Dari kejauhan Sean nampak kesal namun dia hanya bisa menatap Daffa dan Rara yang berangkat bersama tanpa bisa melakukan apa-apa.

1
Yolanda
kasian.... tp jgn2 slh org kau, sean
Sari Aldia
kq jadi gini kk jalan cerita nya sedih banget seperti nyata
ya ampun aqu sampek nanges
Sari Aldia
nettes air mata ku thor sedih banget
gk sanggup baca nya
Sari Aldia
kasihan daffa aqu sampek nanges bacanya
Sari Aldia
kasihan daffa
Sari Aldia
bener banget
yg bikin cerita yg di salah kan jngn rara
moenay
benci tapi ketagihan ya 😁😁😅😅
moenay
bagus... 🥰🥰🥰
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
Knp jd pak dhe & budhe? Bukannya paman & bibi? Yg konsisten dong thor. Bnyk typo jg
el Putriᵉˡ̳༆: iya kak maaf🙏aku cek lagi ya
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
pergi ja ra dr situ,lapor ke polisi jg pasti laku itu,penganiayaan
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
tuh kan ,pasti ma cindy,sapa lg,klok ke duanya hamil gmn y,kasihan yg rara nya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
bnr ra,sean mngira kau lah yg bikin seon mninggal,padahal kmu sdiri gk tau sodara kembarnya,mninggl udh brp th jg gk tau
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
jangan sakit hati ra,toh bakal kena karmanya besok lusa,sabar dikit,penyiksaan trhadapmu ad karmanya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
yag kau beli kau makan ja ra,drpd munbadzir,yg suka nyuruh watakny kyk gtu kok,makan ja mahal yng klok dibuang
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
makan pun tak dibolehin,bnr2 nyiksa ank prng y kmu,dihukum 50 yhn lho kyk gtu
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
rara saja gk knal ma kembaran nya si sean mn mngkn trlibat
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
tu kn rara ja br knal kota situ,sean nya saja yg salah kaprah soal syal
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kau memakinya kelewatan sean,ap gk tau cewek itu hatinya sensitv ,beda ma laki
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
iih munbadzir nasi goreng enak di buang gtu aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!