NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 Permintaan Pulang

"Zena....."

Di antara gadis-gadis cantik yang merayakan kelulusan itu tampak salah satu gadis berhijab dilengkapi dengan cadar terpasang menutup wajahnya memperlihatkan mata indah yang terlihat itu tampak sosok senyum di balik cadarnya.

Ketika sepasang suami istri memanggil namanya dengan buket bunga yang begitu besar.

"Bunda, Ayah....." wanita itu tampak berlari menghampiri dua sosok yang sepertinya sejak tadi dia tunggu.

Zena kemudian langsung mencium punggung tangan kedua orang tersebut, hal yang dia lakukan berikutnya adalah memeluk sosok wanita yang juga berhijab.

"Bunda Ayah terima kasih sudah hadir pada kelulusan Zena," ucapnya begitu bahagia.

Selain mendapatkan IPK tinggi, gelar cumlaude, Zena juga mendapat hadiah besar yaitu kehadiran orang tuanya.

"Selamat. Nak, kamu sudah berjuang. Papa bangga sama kamu," ucap Faisal.

"Terima kasih Ayah," sahut Zena tersenyum.

Tampak haru dari kedua bola matanya, atas kehadiran kedua orang tuanya di hari yang paling penting dalam hidupnya.

*****

Setelah merayakan kelulusan bersama teman-temannya, berfoto, mengabadikan banyak momen di hari-hari kelulusan mereka.

Saat ini Zena menikmati waktu bersama kedua orang tuanya di salah satu restoran di pusat kota dengan makanan khas Turki yang sudah terhidang.

"Zena pikir, Bunda dan Ayah tidak akan datang, karena sebelumnya Bunda mengatakan Papa ada urusan keluar kota," ucap Zena tampak sedih sembari bolak-balik membuka sedikit cadarnya untuk memasukkan makanan itu.

"Ini sebuah prank dan sebenarnya kami hanya ingin memberi kamu surprise," sahut Faisal.

"Jahat sekali," ucapnya dengan nada suara terdengar cemberut.

"Ini sayang....." Amelia tiba-tiba saja memberikan paper bag berwarna biru pada Zena.

"Apa ini?" tanyanya

"Hadiah dari Samudra, Samudra bertugas di Jepang jadi tidak bisa datang di hari kelulusan kamu," ucap Amelia.

"Kak, Samudra repot sekali sampai-sampai harus memberikan hadiah kepada Zena," ucap Zena dengan mata berbinar sudah tidak sabar untuk melihat hadiah tersebut.

Tetapi sebaiknya tidak dibuka sekarang, Zena memilih untuk meletakkan paper bag tersebut di samping bangku kosong di sebelahnya.

"Samudra seperti biasa sangat sulit dihubungi, kalau sempat kamu bisa mengucapkan terima kasih kepadanya," sahut Faisal.

"Tetapi insyaallah, bulan depan, Samudra akan kembali ke Jakarta, sudah 4 bulan anak itu merantau terus," sahut Amelia demen menghela nafas.

"Itu sudah menjadi tugas Samudra. Itu resiko ketika menjadi bagian dari pemerintah," sahut Faisal.

Zena sejak tadi tidak berkomentar apapun dan tetap melanjutkan makannya. Zena merasa bersyukur mendapat hadiah yang begitu banyak di hari wisudanya.

"Zena, kamu akan ikut pulang bersama kami bukan?" tanya Amelia.

Zena mengangkat kepala, melihat serius ke Arab Amelia.

"Memang Bunda sudah menyiapkan apa untuk Zena di Jakarta?" tanya Zena.

"Menyiapkan jangan calon suami untuk kamu," jawab Amelia dengan enteng sampai-sampai membuat Zena tidak melanjutkan makannya.

"Bunda terus saja bercanda," sahut Zena masih tersenyum di balik cadarnya menganggap semua itu hanya lelucon.

"Bunda tidak bercanda Zena. Bunda dan Ayah kamu sudah membicarakan ini, ketika kamu lulus, kamu akan menikah dengan calon suami pilihan kami, mengingat sekarang ini banyak pria nakal, pria yang tidak pernah menghargai wanita dan kami ingin kamu bisa menikah dengan pria yang tepat agar kamu bahagia," ucap Amelia.

Suasana makan itu seketika menegangkan, ternyata pembicaraan itu benar-benar serius.

"Atau jangan-jangan kamu punya Pria idaman di Turki?" Faisal masih bisa bercanda untuk memastikan dari syarat kedua mata putrinya itu yang pasti kaget.

"Tidak. Ayah, selama menjalani pendidikan di Turki, Zena hanya fokus pada pendidikan dan tidak memikirkan untuk menikah, memiliki pasangan atau merencanakan hubungan yang lebih serius," jawab Zena.

"Bunda tahu, kamu memiliki banyak impian, tetapi menikah bukan berarti akan mengubur impian kamu, kami hanya ingin kamu tetap menjadi putri kami dan semua mimpi kamu tidak akan terkendala meski kamu sudah menikah, Zena kami sebagai orang tua melakukan semuanya demi kebaikan kamu," Amelia benar-benar serius menyampaikan keinginannya pada Zena.

"Kamu harus menikah dengan laki-laki yang tepat agar kami sebagai orang tua bisa tenang,"

"Jadi pulang ke rumah, ya. Nak!" ucap Amelia tampak begitu lembut.

"Insyaallah Bunda," sahut Zena tidak protes tetapi juga tidak ada jawaban pasti.

****

Meski sudah lulus, tetapi Zena belum bisa ikut pulang bersama orang tuanya yang pulang terlebih dahulu ke Indonesia. Zena harus menyelesaikan urusannya di Turki, dari mengambil ijazah dari kampusnya dan printilan-printilan lain yang pasti membutuhkan waktu.

Zena gadis cantik berusia 22 tahun, lulus dalam waktu yang sangat cepat, dengan gelar terbaik. Selama ini merantau ke negara lain untuk menempuh pendidikan, mencari pengalaman dan tinggal mandiri di salah satu apartemen yang disediakan orang tuanya.

Ketika mengantarkan kedua orang tuanya ke bandara. Zena terlihat buru-buru memasuki kamarnya, tampak tidak sabar membuka hadiah tersebut.

Zena tampak begitu excited dalam melihat hadiah tersebut yang sudah tidak sabaran untuk dia lihat. Zena mengeluarkan isinya ternyata berupa pakaian yang berwarna biru, seperangkat pakaian lengkap dengan hijab dan juga cadarnya.

Zena terlihat begitu bahagia menempelkan pakaian tersebut pada tubuhnya, berdiri di depan cermin dan terlihat tidak sabaran ingin memakai pakaian tersebut.

"Kak Samudra ternyata sampai saat ini masih menghafal ukuran pakaianku," ucapnya tampak bahagia.

Tetapi tiba-tiba sorot matanya itu menghilangkan senyum di balik cadarnya. Zena ternyata mengingat bagaimana permintaan orang tuanya untuk dirinya kembali ke Jakarta dan akan menikah.

Entah mengapa semangatnya tiba-tiba saja hilang, Zena tiba-tiba saja merasa ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya.

Sepertinya ada rasa keberatan, bahwa dirinya akan kembali ke Jakarta, tetapi ada juga janji yang telah terlanjur dia ucapkan. Zena benar-benar gundah.

******

1 Bulan Kemudian.

Matahari begitu cerah di pagi hari, dengan suara kicauan burung yang terdengar begitu indah. Siapapun yang menjalani aktivitas di pagi hari ini sudah pasti aktivitas itu penuh dengan ketenangan dan kedamaian yang tidak bisa di ungkapkan.

Kediaman rumah mewah seketika itu sebuah mobil hitam berhenti perlahan di depan sebuah rumah besar dengan halaman luas dan lampu taman yang menerangi jalan setapak menuju pintu utama.

Suara mesin mobil yang mereda menjadi satu-satunya suara yang terdengar di tengah suasana yang tenang.

Pintu mobil terbuka, lalu seorang pria turun dengan langkah tegap dan penuh wibawa. Ia mengenakan seragam Angkatan Laut yang rapi, setiap detail pakaiannya tampak terjaga sempurna.

Seragam putihnya memantulkan cahaya lampu, mempertegas sosoknya yang gagah dan berkarisma.

Pria itu berdiri sejenak di depan mobil, menatap rumah besar di hadapannya. Wajahnya tampan dengan sorot mata tajam, namun menyimpan ketenangan seorang pemimpin yang telah terbiasa menghadapi berbagai keadaan.

Rambutnya tertata rapi, bahunya tegap, dan caranya berjalan menunjukkan kedisiplinan seorang prajurit.

Langkahnya perlahan melewati halaman rumah.

Tidak ada keraguan dalam gerakannya, hanya ketenangan dan keyakinan. Setelah lama berada di lautan dan menjalankan tugas yang mengharuskannya jauh dari rumah, hari ini ia kembali membawa cerita, tanggung jawab, dan kerinduan yang selama ini ia simpan dalam diam.

Pintu besar rumah itu semakin dekat. Di balik ketegasan seorang perwira Angkatan Laut, ada seorang wanita yang juga memiliki sisi lembut dibalik cadar yang menutup wajahnya.

Bersambung .....

...Hay para pembaca jangan lupa untuk membaca karya terbaru saya Noda Pernikahan Di Balik Cadar, terus ikuti dan baca dari bab 1 sampai bab akhir, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya akan membuat saya semakin semangat....

...Jangan lupa untuk subscribe, like koment dan subscribe dan vote untuk sebanyak-banyaknya, terima kasih untuk para readers, salam cinta dari saya Author........

1
Ariany Sudjana
Zena ini bodohnya kebangetan yah, demi menjaga mental Khaira, samudra disuruh meninggalkan Zena dan Khaira, dan kembali bersama Ariana? istri macam apa kamu yah? itu bukan solusi, tapi mencari masalah baru, dasar bodoh
Uthie
Walau bagaimanapun, harusnya Zena lebih bisa paham aturan, dirinya masih bersuamikan Samudera, dan harus jaga hubungan yg tidak disukai oleh suaminya saat ini ..
Uthie
Nasihat Rain betul itu... sekeras apapun Zena menentang nya, namun Takdir Tuhan lah yg menentukan untuk mereka tetap bersatu lewat anak 👍
Uthie
itulah... Zena jangan jadi egois makanya
Uthie
Wahhh.. si Samudera tohhh itu 😡
Uthie
Wahhh.. Zena parah juga dehh kayanya .. punya anak tapi di titip kan... udah gtu gak ada cerita atau merahasiakan semuanya dr orang tua angkatnya?! 🤨
Uthie
Dasar Egois 😡
Uthie
Memang salah Zena juga yg gak terus terang sedari awal 😌
Uthie
penasaran siapa yg sdh menodai Zena dulu?!???
Uthie
nexxxttt
Uthie
coba mampir 👍
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, lebih baik kamu itu dibunuh
Ariany Sudjana
harusnya Zena tetap tenang, jangan terpancing emosi karena si pelacur murahan itu. kalau kamu seperti itu, Khaira akan jadi sasaran tembak Ariana. Ariana kan ga tahu peristiwa sebenarnya seperti apa, jadi kamu jangan bodoh
Ariany Sudjana
banyak typo kak
Ariany Sudjana
kalau gini ceritanya, Khaira akan meninggal, makanya terus kasih pesan seperti itu ke orang tuanya
Ariany Sudjana
terlalu lama si pelacur murahan ini buat ulah, kenapa ga langsung saja dibawa ke jalur hukum ? dia sudah mencemarkan nama baik dan karirnya harus habis atau kalau perlu dibunuh saja si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
kamu jangan egois Zena, dengar dulu penjelasan samudra.
dan Ariana kamu salah cari lawan, kamu harus dibinasakan
anamika
the best pokoknya, semangat berkarya terus Thor👍💪
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, kamu itu harusnya dibunuh saja
Ariany Sudjana
Anggi dan Zena ini sama-sama keras kepala dan bodohnya kebangetan, apalagi Zena itu egois, hanya peduli sama Khaira, tapi ga peduli sama samudra.
nah samudra mau jalankan tugas negara kan? kak penulis buat saja ceritanya samudra dan rain itu kena tembak gitu dan koma atau buat saja meninggal sekalian, apa kedua perempuan sombong itu masih tetap sombong dan angkuh?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!