NovelToon NovelToon
Dari Menantu Menjadi Istri

Dari Menantu Menjadi Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Selama dua tahun Luna Inara Jasmine hidup dalam kebohongan sang suami, Raka Alvaro Mahendra. Sang suami mengatakan jika dirinya impoten.

Suatu hari Luna justru mengetahui kenyataan pahit jika sang suami sebenarnya tidak impoten dan memiliki hubungan dengan sahabatnya, Vanessa. Bahkan mereka sudah memiliki anak dari hubungan gelap itu.

Namun di tengah rasa sakit itu, ayah mertuanya memberikan kehangatan yang tak bisa ia tolak. Membuat Luna memutuskan untuk melepaskan status istri dan menjadi ibu tiri dari mantan suaminya.

Bagaimana kisah mereka? Yuk lanjut baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kubalas Perselingkuhanmu

Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Setelah pulang dari cafe, Luna memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Bukan untuk memohon dan memperbaiki hubungannya dengan sang suami, melainkan untuk memutuskan ikatan pernikahan mereka untuk selama. Namun sebelum itu, Luna ingin melakukan sesuatu terhadap Raka.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, taksi online yang ia naiki berhenti di depan rumahnya. Ia menoleh sesaat ke teras rumah. Terlihat mobil Raka sudah terparkir di sana.

Luna menghela napas panjang sebelum turun dari taksi. Setelah membayar ongkos, ia mendorong pintu gerbang dan melangkah masuk ke halaman rumah. Saat baru tiba di depan pintu utama, langkahnya terhenti. Raka berdiri di sana, seolah sudah menunggunya.

Waktu seolah berhenti sesaat. Luna segera memalingkan pandangannya ke arah lain untuk mengindari tatapan Raka. Namun tanpa diduga, Raka justru menariknya ke dalam pelukannya.

"Luna … akhirnya kamu pulang."

Luna terdiam dengan tatapan dingin. Tak ada sedikit pun niat Luna untuk membalas pelukan itu. Ia justru merasa muak dengan sikap laki-laki itu. Rasa cinta yang dulu amat besar terhadap laki-laki itu kini sudah musnah tang tersisa hanyalah kebencian.

"Aku takut kamu meninggalkan aku."

Mendengar itu, tanpa sadar tangan Luna mengepal kuat, sampai buku-buku jarinya memutih. Luna benar-benar muak kali ini.

Raka lantas menarik dirinya, tangannya terulur, jemarinya mengusap sisi wajah Luna dengan lembut.

"Aku minta maaf untuk kejadian waktu di acara fashion show."

Luna diam sesaat sebelum mengangguk pelan.

"Aku sadar sikapku sangat keterlaluan."

Raka tersenyum lega sekaligus senang karena Luna pulang dan juga mau memaafkan dirinya. Setelahnya ia melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Ini sudah waktunya makan malam," ucap Raka. "Untuk menebus kesalahanku, bagaimana kalau kita makan malam di luar?"

"Luna mengangguk. "Aku ganti baju dulu."

"Baiklah, aku juga akan bersiap."

Keduanya lantas pergi ke kamar mereka. Namun Luna meminta Raka untuk menunggu di luar, bersiap di ruangan yang berbeda.

Tanpa berpikir panjang, Raka menyetujui itu. Ia mengambil pakaiannya dan pergi ke kamar lain.

Setelah Raka pergi, Luna mengambil gaun merah yang diberikan oleh Raka. Ia berniat memakainya malam ini untuk makan malam bersama Raka.

"Kamu mau aku pakai ini, kan?" Luna tersenyum sinis sambil melihat gaun di tangannya. "Baik, aku akan memakainya."

Luna pergi ke kamar mandi dengan membawa gaun merah itu. Nyaris dua jam, Luna baru selesai bersiap. Ia sengaja berlama-lama, sengaja ingin membuat Raka marah. Namun tak disangka justru sebaliknya. Pria itu menunggunya dengan sabar.

Selesai bersiap, Luna keluar dari kamar dengan memakai gaun merah yang terbuka di bagian dada dan juga punggungnya. Ada belahan panjang melewati lututnya. Gaunnya sangat pas yang memperlihatkan bentuk tubuh tubuhnya.

Rambutnya sengaja ia biarkan terurai ditambah make-up bold yang membuat auranya terlihat mahal. Penampilan Luna malam itu seperti bukan Luna yang biasanya.

"Luna … benar ini kamu?" Raka terpana melihat penampilan sang istri.

"Kenapa? Kamu pikir aku orang lain?" tanya Luna setengah menyindir laki-laki itu.

Raka menggeleng. "You're so beautiful."

"Terima kasih," ucap Luna datar.

"Kamu masih marah padaku?"

Luna menggeleng. "Kenapa?"

"Cara bicaramu berbeda?"

"Mungkin hanya perasaanmu saja."

Raka terdiam sesaat. "Mungkin," gumamnya pelan.

"Mau berangkat atau masih mau membahas hal yang tidak penting?"

"Oh iya, ayo berangkat." Raka menekuk sikunya agar Luna bisa berpegangan padanya.

Keduanya berjalan ke teras, sampai di samping mobil, Raka membuka pintu penumpang depan untuk Luna. Setelah sang istri duduk dengan nyaman, Raka berjalan ke sisi lain lalu masuk ke bangku kemudi.

"Siap?"

Luna mengangguk dengan senyuman tipis.

Hening mengambil alih suasana di sepanjang perjalanan. Luna memilih melihat ke arah lain, sengaja melakukan itu lantaran muak melihat Raka. Apalagi mengingat-ingat kebohongan-kebohongan yang ia ciptakan selama pernikahan mereka.

"Kamu pergi ke mana kemarin?" tanya Raka memecah keheningan.

"Hotel," jawab Luna tanpa mengalihkan pandangannya.

Raka mengembuskan napas panjang. Sejujurnya, ia merasa tidak nyaman melihat sikap Luna yang begitu dingin kepadanya. Namun, ia tidak berani mengeluh. Ia tahu betul Luna masih menyimpan amarah atas kejadian di acara fashion show kemarin. Meski begitu, selama Luna masih mau kembali bersamanya, itu sudah Lebih dari cukup. Setidaknya, masalah yang sedang dihadapinya tidak akan bertambah rumit.

Tidak lama mereka tiba di sebuah restoran mewah. Raka menghentikan laju mobilnya di depan pintu masuk restoran dan meminta pada petugas valey parkir untuk memarkirkan mobilnya.

Keduanya masuk ke dalam restoran. Kedatangan mereka disambut oleh karyawan di restoran tersebut.

"Selamat datang, Tuan, Nyonya."

Raka mengangguk pelan. "Aku sudah pesan ruangan privat."

"Baik, Tuan. Mari, saya akan mengantar Anda."

Luna dan Raka kembali melangkah mengikuti pegawai restoran itu. Tempatnya ada di lantai dua. Tidak berselang lama mereka tiba di salah satu ruangan privat yang sudah Raka pesan sebelumnya.

"Ayo duduk." Raka menarik salah satu kursi untuk Luna. Setelahnya Luna duduk, Raka berjalan ke hadapan Luna, duduk berhadapan langsung dengan wanita itu. "Bagaimana? Kamu suka tempatnya?"

Luna mengangguk.

Setelah menunggu beberapa saat, makanan datang. Dua orang pelayan restoran datang membawa makan pembuka.

Keduanya makan dalam keheningan. Luna nampak menikmati makanannya daripada kebersamaannya dengan Raka. Namun sesekali Raka melihat ke arah Luna. Sang istri benar-benar nampak berbeda-beda. Cantik dan tentunya seksi.

GLEK

Raka tiba-tiba menelan air liurnya sendiri untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak mengering. Melihat belahan dada Luna yang sedikit terlihat.

Raka menggeleng mencoba membuang keinginannya terhadap tubuh Luna.

Tidak berselang lama, makanan utama datang. Steak dengan daging terbaik dan tentunya mahal.

"Selamat makan," ucap Raka mencoba mencairkan suasana.

Mereka mulai menikmati makanan itu. Luna dengan santai mengiris daging lalu menyuapkan ke mulutnya.

"Enak, kan?" tanya Raka.

Luna hanya merespon dengan anggukkan kecil.

"Di sini steak paling enak yang pernah aku makan," ucap Raka.

"Kamu sering makan di sini?"

Raka mengangguk. "Aku dan Vane …"

Seketika Raka menghentikan ucapannya. Ia mengumpat di dalam hatinya lantaran tidak sengaja menyebut nama Vanessa. Ia lalu melihat ke arah Luna untuk melihat reaksinya.

"Jadi … kamu dan Vanessa sering makan di sini?" tanya Luna lebih tepatnya menyindir.

"Luna … bukan begitu maksudku."

"Kalian rekan kerja. Pasti sering keluar dan makan bersama."

"Ya."

"Aku harap kamu tidak marah," lanjut Raka.

Luna mengangkat kedua bahunya. "Untuk apa aku marah."

Suasana kembali hening. Luna kembali menikmati makanan yang sebenarnya rasanya enak, tetapi terasa hambar lantaran Luna tidak benar-benar menikmatinya.

"Luna," panggil Raka.

"Hmm."

"Aku sudah memikirkan sesuatu." Raka meletakkan alat makannya di atas piring. "Ayo kita adopsi seorang bayi."

Luna menghentikan gerakannya. Matanya melihat sekilas ke arah Raka. Namun detik berikutnya ia kembali menikmati makanannya seolah tidak peduli dengan ucapan Raka.

"Bagaimana?"

"Aku tidak mau."

Kening Raka mengerut dalam. "Kenapa? Bukankah sebelumnya kamu yang bersikeras untuk mengadopsi seorang anak?"

"Itu dulu," jawab Luna. "Papa sudah menunjukku untuk menjadi desainer utama di perusahaannya. Aku tidak mau direpotkan dengan urusan anak."

"Dan … satu lagi." Luna lebih dulu memasukkan potongan daging ke mulutnya sebelum kembali bicara. "Jika aku mau anak … aku mau anak kandung. Bukan anak angkat."

"Luna … kamu tahu kalau aku tidak bisa."

Luna memakan satu potongan steak, mengunyahnya, lalu menelannya dengan begitu santai. Ia lalu menatap dingin Raka.

"Kalau begitu aku cari benih dari laki-laki lain saja."

Mendegar itu Raka terbelalak, amarah langsung merayap di dadanya. Refleks Raka berdiri sambil memukul meja.

"Luna!" teriak Raka.

Luna mendengkus melihat reaksi Raka. Namun dirinya tidak peduli, justru reaksi seperti itulah yang ia inginkan. Luna lalu dengan santainya kembali menikmati makanan, seolah tak pernah terjadi sesuatu.

1
MamDeyh
Nah apa lagi ini 🤔
say't
dan anak yg dikandung vanesa tu hasil tabungan bnyk org 🤣
partini
emmm bara junior
aku
mantep gak tuh!! dpt set perhiasan dr mantu wkwkwwkwkk
partini
kalau anak kandung pasti dapat kalau kelakuan mu baik ,,kalau anak pungut
Indriani Kartini
syukurin kamu Raka, emang enak, kamu mengkhianati Luna skrng Luna nikah lagi SMA papamu kamu sakit hati,
partini
have sex OMG maklum pengantin baru ,tapi anyep Thor 🤭🤭
ig: Marica_Author: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
partini
nah loh ayo panggil mommy
MamDeyh
Lanjuuut
partini
jangan kalah sama Mae ya Thor unboxing nya 😂😂😂🤭🤭🤭
partini
menunggu part di mana Luna bilang ke arka call me mommy 😂😂
ig: Marica_Author: asiap🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
say't
ow ow ow aq mau dong 1 kyk bara 😭 meski hanya hayalan 🤣
MamDeyh
Wowwww
partini
nanggung itu kokop sekalian😂
mereka ayah dan anak ga sih aku curigooong kaya tom and Jerry ga akur
ig: Marica_Author: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
jadi ceritanya mantan istri ku jadi ibu tiri ku welehhh,. gimana rasanya si arka kalau dengar desahan manjahhh mantan istri lagi ina inu sama papanya 🤔
ig: Marica_Author: biarin kan mereka belom ini itu. Yang menang banyak bapaknya🤭🤭
total 1 replies
partini
papahhhhh Maratuahhhh ga datang ini drama nya bagus"nya ini loh
MamDeyh
Up lagi kak
MamDeyh
Lagiiii kak
MamDeyh
Lagiiiii
ig: Marica_Author: siap🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Indriani Kartini
perancang busana abal2 Vanessa? ah ingin cpt2 bwt Raka menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!