NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 28.

Leya berdiri beberapa detik di tempatnya, ia membuka kembali tablet di tangannya dan berjalan pergi seolah percakapan tadi tidak terlalu berarti baginya.

Namun ketika ia baru berjalan beberapa langkah, sebuah suara familiar terdengar dari belakangnya.

“Wah… aku baru tahu kamu bisa sekejam itu kalau sedang serius.”

Leya menoleh, Kaisar berdiri bersandar di dinding lorong dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana pilotnya. Sepertinya pria itu sudah berada di sana cukup lama.

“Sudah berapa lama kamu di situ?” tanya Leya.

Kaisar mengangkat bahu santai. “Cukup lama untuk mendengar kamu hampir menyeret orang ke pengadilan.”

“Itu fakta, jika aku mau... dia bisa dipenjara.” Leya mendengus pelan.

Kaisar tersenyum kecil, ia berjalan mendekat ke arah Leya. Tatapannya sempat mengarah ke pintu ruang HR tempat Shanaz tadi masuk.

“Kamu baik-baik saja?” tanyanya lebih pelan.

Leya mengangguk. “Bagiku, semua sudah selesai. Kecuali, dia membuat ulah lagi.“

Kaisar menatap wajah wanita itu selama beberapa detik, memastikan Leya benar-benar tidak terganggu.

“Kalau begitu… karena dramanya sudah selesai, bagaimana kalau malam ini kita merayakan sesuatu?”

Leya mengerutkan kening. “Merayakan apa?”

Kaisar mencondongkan tubuhnya dan berbisik dengan nada main-main, “Merayakan fakta bahwa calon kakak ipar adikku… berhasil meng-upgrade hidupnya.”

“Oke! Di rumahku saja. Ajak Tante Kartika dan juga Kikan,” jawab Leya santai.

Kaisar sontak terkejut, ia kira Leya akan menolak. Matanya berbinar. “Dua keluarga kita makan malam bareng? Kamu serius?”

Leya mengangguk. “Cuma makan malam sebagai rasa syukur. Memangnya kamu pikir buat apa? Jangan bilang kamu mengira ini makan malam buat merayakan kita jadian.”

“Memangnya bukan?” tanya Kaisar.

“Bukan lah,” jawab Leya cepat. “Aku masih dalam masa iddah, jadi aku nggak boleh punya hubungan dengan laki-laki lain. Kalau kamu masih mau bersamaku, tunggu saja sampai masa iddahku selesai.”

Leya tertawa kecil karena berhasil mempermainkan Kaisar. Setelah itu ia langsung berbalik dan berjalan pergi.

“Leya! kamu sengaja ngerjain aku, ya!” gerutu Kaisar.

Meski begitu, Kaisar tetap berjalan mengejar wanita itu dengan terkekeh pelan.

Malam itu, suasana rumah orang tua Leya terasa lebih ramai dari biasanya.

Di ruang makan, dua keluarga duduk mengelilingi meja panjang. Ibu Sapitri terlihat sibuk menata piring, sementara ayah Effendi berbincang santai dengan Mama Kartika. Di sisi lain meja, Kikan sudah mulai mengobrol dengan Arsen yang terlihat sangat antusias.

“Arsen, kalau nanti kamu naik pesawat yang dibawa Mamamu... kamu mau duduk di depan sama Om Kaisar atau di belakang sama Tante Kikan?” tanya Kikan.

“Di depan!” jawab Arsen cepat.

Kikan tertawa. “Wah, sama calon ayahmu berarti ya. Arsen juga suka pesawat?”

Arsen mengangguk bangga.

“Kalau Om Kaisar, kamu suka?“ tanya Kikan lagi.

“Suka dong! Om Kai keren!“ Jawab anak itu lagi.

“Wah, semua udah setuju. Tinggal nunggu waktu...“ Kikan nyengir.

Sementara itu di ujung meja, Leya duduk berdampingan dengan Kaisar. Wanita itu beberapa kali melirik ke arah keluarganya yang terlihat begitu akrab. Suasananya terlalu hangat, sampai Leya sempat merasa canggung.

Kaisar mencondongkan tubuh sedikit ke arahnya. “Kamu kelihatan tegang.”

“Aku nggak tegang, ya...” jawab Leya pelan.

Kaisar hanya tersenyum tipis. “Bohong.”

Leya mendengus kecil, tapi akhirnya ikut tersenyum.

Makan malam berlangsung cukup lama. Tawa beberapa kali pecah di meja makan, terutama karena Kikan yang terus menggoda kakaknya.

“Abang itu dari dulu begitu,” kata Kikan sambil menunjuk Kaisar. “Kalau sudah suka seseorang, dia bakal keras kepala.”

“Kikan,” gumam Kaisar memperingatkan.

“Kenapa? Aku cuma jujur.”

Beberapa orang di meja makan ikut tertawa, Leya hanya menunduk sambil mengaduk makanannya pelan.

Setelah makan malam selesai, sebagian keluarga berpindah ke ruang tamu. Arsen sudah tertidur di kamar karena kelelahan bermain.

Sementara di teras rumah, Leya berdiri sambil memandang halaman. Angin malam berhembus pelan. Beberapa detik kemudian, Kaisar datang dan berdiri di sampingnya.

“Capek?” tanyanya.

“Sedikit.”

Mereka terdiam beberapa saat.

Leya menarik nafas pelan. “Kai...”

“Hmm?”

Leya menoleh ke arah pria itu, tatapannya kali ini lebih tenang dibanding biasanya.

“Aku tidak akan menyangkal lagi.”

Kaisar sedikit mengernyit. “Apa?”

“Aku memang punya perasaan untukmu.”

Kalimat itu membuat Kaisar langsung menoleh dengan ekspresi tak percaya.

Namun Leya segera melanjutkan, “Tapi aku belum bisa menikah sekarang. Seperti yang aku katakan tadi siang... masa iddahku masih dua bulan lagi.”

Leya berhenti sejenak. “Dan selama masa iddah, kamu juga tidak boleh melamarku.”

“Aku tahu.” Kaisar menghela nafas pelan dan tersenyum kecil.

Leya menoleh, sedikit terkejut. “Kamu tahu?”

“Kamu kira aku tidak cari tahu?”

Ia lalu menatap Leya dengan serius. “Dua bulan... bukan waktu yang lama. Aku sudah menunggumu, dua bulan lagi bukan masalah. Aku akan mempersiapkan yang terbaik untuk melamarmu secara resmi nanti. Tapi kamu harus janji satu hal padaku, jangan pernah berpaling pada laki-laki lain. Karena kau... adalah milikku.”

Leya menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca, ada sesuatu yang hangat di dadanya. Namun sebelum suasana menjadi terlalu serius, suara Kikan tiba-tiba terdengar dari dalam rumah.

“Abang! Jangan lama-lama di luar! Nanti Mbak Leya diculik angin malam!”

Kaisar langsung memijat pelipisnya. “Tuh kan… dia mulai lagi.”

Leya justru tertawa kecil.

Kaisar menggenggam tangan Leya, dan wanita itu tidak menarik tangannya. Dan bagi Kaisar, itu sudah lebih dari cukup untuk saat ini.

1
Bintang 1016
astaga kenapa nasib kaya seleb ae,,,hrs pontang panting menghindar🤣🤣🤣🤣
rajes salam lubis
ok
~Ni Inda~
Harusnya bilang Raf...kamu capek dg sikap curiga Viola terus menerus..gak nyaman
Biar Tamara gak jd ajang dendamnya Viola
~Ni Inda~
Baguslah...main halus
~Ni Inda~
Ganbatte Sya 💪💪
~Ni Inda~
Bukan maeeennn
Mari bermain peran Sya
Dia yg berniat menghancurkan keluargamu....tp balikkan keadaan...hancurkan dia terlebih dahulu sampai tak berbentuk lg
~Ni Inda~
Lagi...ngelakor lg Naz...kapokmu kapaaannn
~Ni Inda~
Kerjaan emakmu Sya...selingkuhan Bapakmu tuh
~Ni Inda~
Sempitnya duniaaa
Malik...menantu Rudi kah?
~Ni Inda~
Wohooo...mendadak kismin dong Rud 🤣🤣🤣
Ulla Hullasoh
Leya krennnnnn💪
~Ni Inda~
Blm cukup kasus Arkana & Shanaz jd pelajaran utkmu Raf?
Iri dengki bs membunuh karirmu
~Ni Inda~
Duhhh...beginilah nasibnya orang yg 'meminta²'
Jabatan pilot yg kau dapatkan itu berasal dari rasa kasihan & mungkin sedikit rasa cinta dari Leya
Tp kau malah menyakitinya...mengkhianatinya
Jadi...skrg gelar kebanggaan itu kembali kpd org yg seharusnya mendptkannya dari dulu
Rosita Tumbelaka
Akhirnya Arkana menerima Upah atas peryobatan nya
~Ni Inda~
Helehhh...itu hanya refleksi ketakutanmu klw Leya akan jauh lbh hebat dari kamu di dunia penerbangan
Dasar pengecut !
Pecundang !
~Ni Inda~
Aiisshh...bos kau lawan
Mati lah 🤣🤣
~Ni Inda~
Dan Kaisar jelas bkn trainee biasa jg...dia CEO yg lg menyamar...hati² kelen 🤣🤣🤣
~Ni Inda~
Dahlah..gosah macam² Arka
Dia bos mu ituuuhhh....bisa kelar hdpmu...gak bs nyopirin pesawat lg 🤣🤣
Rosita Tumbelaka
Arkana bangkit dlm ketegaran
Tanpa memandang Siapa Kaisar yg sdh Mengangkat derajatnya kembali..
Rosita Tumbelaka
Semerah darah dosa mu...jika sadar dan beryobat...maka Tuhan Allah mu akan memutihkan bagai salju...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!