Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEDIAMAN TAMAN ANGGREK
Mendengar pengaturan yang di lakukan paman Hu, Akhirnya Manyue menyetujui ide pria paruh baya tersebut . Dia malah memesan beberapa bahan tanaman langka yang tidak ada di toko tersebut dan juga di ruang Dunia kecilnya . Dengan senang hati tuan Hu menyetujuinya. Setelah itu barulah Manyue keluar dari toko paman Hu. Setelah dari toko obat, Manyue tidak langsung Pulang, dia membeli bahan makanan untuk di masak di tempat tinggalnya. Dan juga beberapa baju baru untuk dia dan Ansi.
Setelah itu barulah dia kembali ke kediaman Jendral Feng Ji Dan. Sesampainya dikediaman sang Jendral, dia segera melompati pagar kembali. Namun saat melompati pagar tembok, hampir saja Dia ketahuan penjaga yang sedang Patroli. Untung saja ada pohon yang tumbuh dekat dengan pagar . Pohon besar yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Daun yang rimbun Menutupi tubuhnya . Hingga tidak terlihat saat penjaga lewat di bawahnya. Setelah Para penjaga berlalu, dia segera melompat turun dan berlari ke tempat tinggalnya. Dia kembali masuk kedalam rumah melalui Jendela kamarnya . Setelah sampai di dalam kamar, dia segera mandi dan mengganti bajunya. Untunglah Ansi telah menyediakan air untuk mandi . gadis itu selalu menyiapkan air mandi untuk sang Nona. Sebab setelah sifat sang Nona berubah, setiap sore sebelum hari sebelum tidur, gadis itu selalu mandi terlebih dahulu. Setelah mandi, Manyue masuk keruang Dunia kecilnya.
"Tuan.. Kau sudah datang..! " Seru Liuli gembira . " Trimakasih Li.. Kau telah membuat aku punya uang. Kau mau ini..? " Tanya Manyue sambil memperlihatkan beberapa kue yang dia beli di pasar tadi.
" Tuan... Kau baik sekali.." Seru Liuli haru.
"Ini hadiah untukmu. Makanlah...kalau tidak habis, simpan di rumah..." Ucap Guang Manyue yang langsung memberikan beberapa bungkusan yang terlihat lebih besar dari tubuh Liuli. Karena tubuhnya kecil Dia lalu mengambil sebagian kecil dari kue yang Manyue ulurkan padanya . Perlahan Dia memasukkan potongan kue tersebut kedalam mulutnya
" Hmm.. Enak...apakah di dalam bungkusan ini ada kue seperti ini..?" Ucapnya dengan wajah gembira.
"Ada tiga macam kue di dalam sana. Habiskan ini dulu, yang lain kau makan nanti di rumah. Sekarang, Aku akan berlatih kembali. " Ucap Manyue.
" Tuan.. Cobalah berlati kekuatan apimu. Aku yakin elemen api lebih kuat dari elemen yang lain. sebab Tungku Phoenix memilih anda secepat itu, tandanya kekuatan elemen api pasti lebih kuat dari elemen yang lain " Ucap Liuli.
" Jangan khawatir Tuan.. Anda memang memiliki banyak elemen, pada saatnya nanti , Anda pasti tahu elemen apa saja yang Anda miliki. Tapi Benar kata peri obat. Lebih baik Anda berkultivasi menyerap kekuatan dari alam sekitar untuk memperkuat Elemen yang ada di tubuh anda . Terutama elemen api . dan benar kata peri Obat, kalau di dalam tubuhmu memang elemen api yang paling kuat di dalam tubuhmu dari pada elemen yang lain . . "Ucap tungku obat di dalam kesadarannya.
" Baiklah akan aku lakukan.. " Ucap Manyue.
Dia segera duduk lotus di bawah pohon perak. Dan tak lama dia sudah tenggelam dalam meditasi. Tak terasa malam pun berlalu dengan cepat. Manyue yang berada di dalam Dunia kecilnya, mengakhiri meditasinya saat dia mendengar ketukan di pintu kamarnya yang di lakukan Ansi . Dengan segera manyue keluar dari ruang Dunia kecil. setelah berasa di dalam kamarnya, Guang Manyue segera berjalan kearah pintu membukakan pintu kamar untuk Ansi. Melihat wajah sang Nona yang memakai cadar, Andi menyapa Guang Manyue dengan gembira.
" Pagi Nona.. " sapa gadis itu riang.
" Pagi An.. kau sudah masak...?" tanya Guang Manyue.
"Belum Nona...hamba masih ingin bertanya pada Nona, hari ini makanan apa yang ingin anda maka...?" ucap Ansi .
" Terserah apa yang akan kau masak, aku tidak pilih- pilih . Tapi hari ini kau tidak perlu meminta bahan makanan dari dapur utama, aku punya bahan makanan yang bisa kita masak sendiri .." Ucap Manyue sambil memberikan bahan makanan yang dia beli kemarin .
" Nona... Dari mana semua bahan ini..,? Jangan katakan kalau kemarin Anda keluar dari kediaman Jendral Feng ..?" Ucap Ansi dengan wajah kaget.
" Seperti yang kau fikirkan... " Ucap Manyue sambil melangkah keluar kamar. Tentu saja jawaban Guang Manyue membuat Ansi kaget sekaligus cemas.
"Jadi benar Nona kemarin keluar halaman kediaman...?" Tanya Ansi dengan cemas.
"Benar... Sudahlah jangan cemas dan melongo seperti itu. Bawa saja ke dapur, kau bisa memasak sesuka hati. dan siapkan juga air hangat untukku. Panggil aku kalau sudah kau siapkan. Aku akan berlatih dahulu di belakang rumah. " Ucap Manyue sambil berjalan keluar rumah.
" Baik Nona, Ansi akan melakukannya.. " Segera gadis itu membawa bahan makanan yang di berikan sang Nona ke dapur. Karena Dia tahu kalau sang Nona berlatih pasti agak lama, maka dia mulai membuat masakan dulu untuk makan pagi mereka .
Sedangkan Manyue sendiri , kini terlihat berlari mengelilingi halaman belakang rumah tinggalnya tanpa lelah. Setelah dia merasa cukup lama berlari, dia mengeluarkan pedang untuk berlatih ilmu pedang. Dia melakukan itu tanpa takut di lihat orang . Karena tempat kediaman mereka jauh dari kediaman yang lain. Dari tempat dia tinggal , hanya dapur pelayan yang agak dekat dari rumah mereka. Karena itu tanah lapang yang berasa di belakang rumahnya , tidak terlihat dari halaman depan . Maka tempat itu sangat baik untuk Manyue berlatih.
Setelah cukup lama berlatih , Guang Manyue mengakhiri latihannya saat Ansi memberitahu kalau air untuk mandi sudah dia siapkan. Segera Manyue melangkah kembali kedalam rumah. Saat dia melintasi ruang makan, dia berpapasan dengan Ansi yang sedang menata makanan di meja makan.
" Kau sudah menyiapkan sarapan kita , An.. " Ucap Manyue.
" Sudah Nona... Setelah selesai mandi, kita bisa makan pagi.. " Jawab Ansi.
"Baiklah aku mandi dulu.. " Ucap Manyue. Dia segera masuk kedalam kamar. Tak butuh waktu lama, gadis itu telah keluar kembali dengan pakaian sederhana yang dia miliki. Pakaian lama dan sederhana yang di berikan sang Ibu saat dia baru datang ke kediaman Jendral Feng Ji Dan . Dalam dua tahun tinggal di tempat itu, Manyue mendapatkan baju baru yang bisa di hitung dengan jemari tangannya. . Itupun baju sederhana yang dia dapatkan .
" Nona.. Kenapa anda memakai pakaian itu, bukankah masih ada baju yang lain...! " Tanya Ansi.
" Tidak perlu.. Baju ini masih layak pakai. Lagi pula siapa yang akan melihat kita. Kita pun tak pernah keluar dari Kediaman ini . " Jawab Manyue dengan sikap santai .
" Benar juga ucapan Anda Nona.. Untuk apa kita keluar . jika nanti bertemu dengan Nona Li Nan , malah memberi kesempatan Nona Li Nan membuat masalah untuk anda.. " Ucap Ansi dengan wajah kesal.
" Nah itu kau juga tahu..." Ucap Manyue sambil menatap Pelayannya dengan bibir tersenyum . Dia menyadari kemarahan yang ada di hati pelayannya. sedangkan Ansi sendiri saat dia Mendengar ucapan sang Nona, Membuat dia mengingat semua yang di lakukan Feng Li Nan pada sang Nona. Hingga membuat Guang Manyue menderita. lebih dari dia tahun ini. Terlihat wajah Ansi cemberut karena kesal.
" Nona.. Kapan kita pindah ke taman Anggrek..?" Tanya Ansi tiba-tiba sambil mulai mengambil makanan .
" Entahlah An.. Rasanya aku malas untuk pindah ke sana.. " Jawab Manyue
" Namun jika kita belum pindah, apakah Nyonya Lu tidak akan bertanya. ? " Ucap Ansi
" Aku tidak tahu... Begini saja.. Kita akan pindah saat mereka kembali meminta kita untuk pindah. .." Ucap Manyue .
"Baiklah Nona , kita akan pindah saat Nyonya besar meminta kita pindah . Kalau begitu Ansi akan mulai mengemaskan barang kita, .." Ucap Ansi dengan nada dan wajahnya gembira. Melihat sikap Ansi mbuat Guang Manyue geleng kepala.
(Ternyata pelayan ku ingin tinggal di kediaman Anggrek. ) ucapnya dalam hati.
"Untuk apa kita berkemas An.. Barang kita tak seberapa banyak. Saat nanti kita akan pergi, barulah kita berkemas.." Ucap Manyue lembut.
"He he he...iya juga Sih..." Ucap Ansi sambil tertawa. Mereka pun melanjutkan makan dengan tenang . Setelah makan, Guang Manyue mengajak Ansi pergi ke tanah belakang . Hari ini Manyue ingin menanam sayuran di belakang rumahnya. Karena itu dia meminta Ansi mencari alat untuk mengolah tanah .
Namun saat mereka belum sempat keluar rumah, ternyata kakak keempat Manyue( Feng Bay Yun) datang bersama beberapa pelayanan. Tentu saja kedatangan Pria itu membuat Guang Manyue kaget dan heran.
" Selamat pagi Yue'er...ternyata kalian sedang makan..." . " Sapa Pria itu ramah. Tentu sikap Bay Yan membuat Guang Manyue semakin heran.
(Ada apa dengan Pria jahat ini.. Kenapa sikapnya berubah..? Atau.. Apakah di balik sikap baiknya ada niatan jahat padaku..) ucap Manyue dalam hati. Mendengar isi hati Manyue, perasaan Feng Bay Yan seperti tertusuk pisau .
(Apakah sikapku selama ini terlalu jahat padanya ) ucapnya dalam hati.
" Pagi tuan muda.. " Jawab Manyue . Walaupun di dalam hatinya meragukan kebaikan Feng Bay Yan, dia tetap menyapa dengan sikap tenang dengan wajah dinginnya .
" Apakah ada masalah yang telah aku lakukan hingga membuat tuan muda datang ketempat ini...? " Tanya Manyue lagi . Kembali Bay Yan merasakan rasa nyeri di dalam hatinya .
" Tidak.. Kau tidak membuat masalah. Hari ini ibu menyuruhku untuk membantumu pindah ke halaman Anggrek . Ibu mengharapkan kau segera pindah..." Ucap Bay Yan lembut.
"Pindah.. ? Nyonya Besar memintaku pindah..?" tanya Guang Manyue .
"Benar Adik.. kami semua sangat mengharapkan kau segera pindah ke taman Anggrek . Nanti pun kedua kakak akan datang ke taman Anggrek.. " ucap Feng Bay Yang.
"Apakah kepindahannya harus hari ini juga ...? " Tanya Guang Manyue enggan .
" Benar.. Ibu telah menunggumu di kediaman anggrek.. " Ucap Bay Yan menjelaskan.
Semalam setelah berunding dengan kedua kakaknya, mereka segera menemui sang ibu. Feng Bay Yang menceritakan semua yang telah dia ketahui, dan juga rencana mereka. Tentu saja nyonya Lu kaget bukan main medengar cerita Bay Yan . Dan dari sanalah mereka memutuskan kalau hari ini Guang Manyue harus pindah ke Kediaman Anggrek.
"Bagaimana kalau nanti sore saja tuan Muda.. Saya belum berbenah. " Ucap Guang Manyue berusaha menolak.
" Tidak bisa Yue'er.. Kau harus pindah hari ini juga. Biarkan kami membantumu berbenah... " Ucap Bay Yan denngan nada lembut. Akhirnya Guang Manyue tidak bisa menolak . Mereka pun segera membantu Manyue menyiapkan barang yang akan mereka bawa. Dan saat itulah Bay Yan tahu kalau sang adik tidak memiliki barang berharga di rumah nya. Barang yang ada di rumah itu, hanyalah barang biasa yang tidak memiliki harga .
Barang- barang itu tak pantas rasanya bagi seorang Putri Jendral . Jangankan perhiasan mahal, satu baju baru pun tidak ada di almari usangnya . Dengan perasaan tertekan, Feng Bay Yan pamit kembali dahulu ke kediaman anggrek. Sedangkan para pelayan masih membantu Guang Manyue berbenah . Hanya beberapa baju , buku dan beberapa barang yang masih bisa di pakai saja yang mereka bawa. akhirnya mereka pergi dari kediaman lama menuju Taman Anggrek. Walaupun Para pelayan merasa sedih saat melihat barang Milik Guang Manyue, tapi mereka tak berani berkata apapun pada gadis itu .
Sedangkan Feng Bay Yan yang pergi dahulu hanya ingin memberitahu pada sang ibu tentang barang yang ada di rumah tinggal Guang Manyue. Mendengar itu, Nyonya Lu sangat kaget. Terlihat rasa bersalah di wajahnya . Tanpa terasa air mata mengalir deras dari matanya.
"Benarkah apa yang kau katakan itu Yan'er..? seburuk itukah rumah tinggal Yue'er..." Tanya Nyonya Lu dengan wajah terluka.
"Aku melihatnya sendiri Bu. Hanya ada beberapa potong baju usang di dalam lemari adik.. perabotan rumahnya sudah tak layak pakaian.." Ucap Pria tampan itu. dengan wajah sabgaaat sedih.
"Yaa dewa.. Mengapa bisa sampai seperti itu. Mengapa kita tidak tahu itu..Setiap bulan aku selalu mengirimkan baju dan uang bulanan untuk Dia tepat waktu.. lalu kemana barang- narang itu perginya..." Kata Nyonya Lu dengan air mata masih mengalir deras.
.
"Tapi aku melihat di almari udangnya tidak ada baju bagus sama sekali Bu. baju yang ada di sana hanya ada beberapa saja. itupun sudah usang. seperti yang kita lihat setiap kita bertemu...jika orang luar tahu siapa adik sebenarnya dan tahu aoa yang telah kita lakukan ok adanya, aku tak bisa membayangkan, apa yang akan di katakan mereka pada kita Bu.. Dan aku melihat, tak ada sama sekali barang berharga di tempat adik, satu perhiasan sederhana pun dia tak punya. Bu... mengapa semua ini bisa kita lakukan, kenapa kita bisa tega pada adik kecilku.." ucap Feng Bay Yang sambil terduduk lemas di depan sang Ibu.
"Kita salah.. benar-benar salah...Aku akan menyelidiki semua ini..untuk saat ini biar kepala pelayan yang akan membelikan beberapa baju dan perhiasan untuk adikmu, mulai sekarang kita harus memperhatikan Dia..maafkan ibu Yue'er... ibu banyak bersalah padamu.." Kata Nyonya Lu dengan hati terluka. Setelah diam sesaat, beliau segera memanggil kepala Pelayan untuk segera meminta butik Langganan keluarga mengirimkan beberapa baju ukuran Guang Manyue. Beliau juga mengambil beberapa barang dan perhiasan dari gudang untuk di berikan pada sang Putri . Melihat sikap ibu yang cepat bergerak, membuat Feng Bay Yan gembira.
Sedangkan Guang Manyue bersama para pelayan dan Ansi sedang berjalan menuju halaman Kediaman taman Anggrek. dengan tenang gadis itu melangkah menuju kediaman barunya. tentu saja kepindahan Guang Manyue ke taman Anggrek menghebohkan seluruh kediaman Jendral Feng. sang Nenek yang memang tinggal tak jauh dari taman Anggrek , tersenyum saat mendengar berita itu.
"Ternyata mereka bisa berubah juga.. aku takut mereka masih menyukai gadis jahat itu dan masih terpengaruh oleh kata- katanya. .." ucap Nenek Li dengan wajah gembira.
Kabar kepindahan Guang Manyue ke taman Anggrek menyebarkan keseluruhan kediaman Jendral Feng. Berita itu tentu saja dengan cepat di dengar oleh Feng Li Nan. Gadis itu terlihat sangat marah dan kesal . Dia segera berjalan ke taman Anggrek karena dia mendengar kalau sang Ibu ada di sana juga . Dia juga mendengar kalau nyonya Lu Menjaga sendiri dengan sangat ketat saat merenovasi rumah itu . Mendengar berita itu, Feng LI Nan merasakan perasaan marah , kesal, iri kecewa dan juga cemburu menjadi satu di dalam hatinya .
Dalam perjalanannya menuju tamak Anggrek, dia bertemu dengan beberapa pelayanan yang membawa barang dari gudang.
"Mau di bawa kemana barang - barang itu..? " Tanya Feng Li Nan dengan wajah heran dan juga Curiga .
" Ke taman Anggrek , Nona Muda... " Ucap salah satu pelayan . dan Li Nan tahu kalau pelayan itu adalah pelayan sang Ibu.Terlihat kepakan tangan fi balik lengan bajunya, Mengepal dengan sangat erat.
" Ke taman Anggrek.. ? Siapa yang menyuruh kalian...? " Ucapnya lagi dengan nada kesal dan marah .
" Nyonya besar dan tuan ke empat , Nona .." Jawab pelayan tadi.
Mendengar itu, kemarahan Feng Li Nan semakin besar. Perasaan kesal dan benci pada Guang Manyue semakin bertambah besar . Seakan ingin meledak di dalam hatinya. Dengan segera Dia mempercepat jalannya menuju Tamak Anggrek.
Sesampainya di sana, dia melihat kakak keempatnya sedang mengatur pelayan menaruh barang - barang di dalam kediaman . Begitu juga dengan sang Ibu. Melihat semua itu, kemarahan Feng Li Nan naik ke kepala .
" Sialan.. Kenapa bisa jadi begini..? Kediaman yang selama ini aku inginkan, kenapa mesti di berikan pada wanita sialan itu...! Brengsek, aku harus merebutnya..." Seru Feng Li Nan dalam hati dan dia segera berjalan mendekati sang ibu saat Dia melihat Nyonya Lu juga sedang mengatur pelayan yang membawa beberapa pakaian kedalam rumah.
" Ibu... Ternyata ibu ada di sini.. " Serunya sambil mendekat.
" Nan'er.. Kau juga datang... Duduklah, ibu sedang sibuk merapikan kediaman Yue'er.. " Ucap Nyonya Lu.
" Ibu.. Apakah benar kediaman ini akan di tempati Adik Manyue...? " Ucapnya dengan nada sedih
" Benar.. Dia akan tinggal di sini. Sudah lama dia tinggal di tempat tinggalnya yang dulu . Tempat itu tidak kayak di tempati, karena sempit dan kotor. Sekarang tempat ini akan menjadi tempat tinggalnya... " Jawab sang Ibu.
" Ibu... Kenapa tempat ini di berikan pada Kak Manyue, bukankah sudah lama aku menginginkan tempat ini.. " Ucapnya dengan wajah sedih.
Mendengar ucapan Feng Li Nan, terlihat wajah Nyonya Lu menjadi sedih.
"Nan'er.. Kau sudah memiliki tempat tinggal sendiri. Tempat tinggal mu pun tidak berbeda dari kediaman Anggrek ini. Lalu kenapa kau sekarang masih menginginkan tempat ini..? Sedangkan kau tahu sendiri, tempat tinggal Yue'er kurang layak di diami.. " Ucap Nyonya Lu dengan nada sedih dan kesal.
" Bukan begitu Bu...Bukankah sudah lama aku menginginkan tempat ini, sudah sejak dulu tempat ini yang selalu aku inginkan dan aku minta pada ibu . Bu...aku menginginkan tempat ini, bukankah ibu bisa memberikan tempat ini padaku, dan adik Manyue bisa tinggal di tempat tinggal ku.. " Ucapnya dengan nada merayu.
"Tidak bisa.. kau tetaplah tinggal di sana, biar adikmu tinggal di sini.. " ucap Nyonya Lu
"Tapi Bu... " namun ucapan Feng Li Nan terhenti saat, mendengar seruan sang Ibu yang terlihat marah
.
" Cukup Nan'er.. Jangan membuat masalah. Kau sudah memiliki tempat tinggal sendiri. Dan ibu sudah memutuskan kalau tempat ini adalah tempat tinggal Manyue.. Apakah kau berfikir kalau Adikmu tidak pantas tinggal di sini, dan harus mengalah serta menempati tempat tunggal yang pernah kau diami. Ibu tidak ingin mendengar lagi kalau kau menginginkan tempat ini. Sekarang kembalilah ke tempat tinggal mu. Ibu masih sibuk di sini PELAYAAN...Bawa Nona muda kalian kembali ke kediamannya .." seru Nyonya Lu dengan nada kesal dan marah .
" Baik Nyonya... " Ucap pelayan yang datang ke taman Anggrek bersama Feng Li Nan . Terlihat Feng Li Nan keluar dengan wajah marah meninggalkan sang Ibu bersama pelayannya . Sedangkan Nyonya Lu menatap gadis yang telah dia rawat selama hampir enam belas tabun itu dengan tatapan kecewa.
"Apakah semua yang di katakan hati Putri kandungku itu benar adanya..? Jika semua itu memang suatu kebenaran, maka kami benar-benar bodoh. Kami bodoh hingga membuat Putri kandungku yang telah lama di luar sana menjauh dari kami , dan tersiksa di rumahnya sendiri. Dan itu ulah kami sendiri... " Ucap Nyonya Lu dalam hati. Setelah itu dia segera kembali memerintah beberapa pelayan untuk membersihkan dan menata tempat itu.
Maaf udahan dulu ya.. aku lanjut oada episode selanjutnya
Bersambung.
selalu up semangat💪💪💪💪