NovelToon NovelToon
Jodoh Mama Twins

Jodoh Mama Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: INRUMIDITAH

Elena, seorang wanita cantik berkulit putih dengan lesung dipipi kanan dan kirinya. Ia adalah seorang ibu dengan sepasang anak kembar, Cantika dan Brian.

Pernikahan Elena dan suaminya bukanlah pernikahan berlandaskan cinta. Mereka menikah karena desakan dari Ana, ibu dari suaminya.

Elena menahan diri selama tiga tahun dengan pernikahannya, Elena memikirkan kedua anaknya jika ia bercerai dengan suaminya.

Suatu hari, Elena murka dengan perilaku Rendra, suaminya. Ia pun mengajukan cerai kepada Rendra. Rendra yang tak mencintai Elena pun akhirnya menyetujui untuk bercerai.

Apakah perceraian Elena akan berjalan lancar? Bagaimana Elena menjalani kehidupannya sebagai single mom? Ayo, simak kisahnya! 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRUMIDITAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan

Malam hari. Elena dan keluarganya sedang makan malam bersama di meja makan. "Enak banget Ma, masakannya. Cantika jadi pengen nambah lagi ayam bakarnya," ucap Cantika disela makannya.

"Iya kah? Alhamdulillah kalau anak mama suka," respon Elena. Elena mengecup puncak kepala Cantika, Cantika duduk disisi kanan Elena.

"Brian juga suka banget masakannya mama Elena," ucap Brian tak mau kalah.

"Iya, Sayang." Elena juga mengecup puncak kepala Brian, Brian duduk disisi kiri Elena.

"Lo, Brian kok mau dicium mama Elena? Kalau sama kakek kok nggak mau?" tanya Henry kepada Brian.

"Kalau mama Elena bolehlah, Kek, mama Elena kan yang ngelahirin Brian, dan lagi mama Elena itu kan cantik," jawab Brian.

"Berarti kalau kakek berubah jadi cantik, Brian mau nih dicium sama kakek?" goda Henry.

"Mana bisa kakek berubah jadi cantik? Itu mustahil, Kek!" Brian memikirkan kakeknya yang berubah menjadi cantik. Ia pun bergidik karena pikirannya itu.

"Sudah-sudah, lanjutkan makan dulu," ucap Clarisaa.

Semua orang kembali terdiam, mereka menikmati kembali makanan yang berada didepan mereka. Setelah beberapa saat, mereka telah selesai dengan makan malam mereka. Kini, mereka beralih ke ruang keluarga, mereka menonton televisi bersama-sama.

"Dua minggu lagi, mama Elena akan pergi berlibur ke Sumba. Siapa yang mau ikut?" tanya Elena kepada semua orang yang berada di ruangan itu.

"Aku, Ma," ucap Cantika dan Brian bersamaan.

"Kalau nenek sama kakek mau ikut tidak?" Elena bertanya kepada Clarissa dan Henry.

"Ah, kami dirumah saja, ya kan Ma," ucap Henry sambil menggenggam tangan Clarissa.

"Iya, kami di rumah saja," respon Clarissa sambil tersenyum. Ah si kakek ini, alasan saja karena ingin berduaan denganku tanpa diganggu cucu-cucunya, batin Clarissa sambil melirik ke arah Henry, suaminya.

"Ya sudah kalau begitu, berarti kakek sama nenek bagian jaga rumah ya," ucap Elena.

"Sudah pasti kalau itu, kakek bakal jaga rumah ini biar tidak dicuri sama semut," ujar Henry sambil cekikikan.

"Kok semut, Kek? Kan nggak kuat semutnya," celoteh Cantika.

"Trus apa dong yang kuat, yang bisa curi rumah?" tanya Henry kepada Cantika dengan antusias.

"Hmm, apa ya?" Cantika berpikir sejenak.

"Aha! Aku tahu, yang kuat itu kingkong," ucap Cantika penuh semangat.

"Salah," ucap Brian ikut menjawab.

"Kok salah sih, Kak?" tanya Cantika sambil mengernyitkan dahinya.

"Iya, salah. Yang bener tuh gempa bumi dengan skala besar. Saat gempa bumi berskala besar berlangsung, maka rumah pun akan terangkat," jelas Brian.

"Terangkat sih, Kak. Tapi nantinya akan hancur," respon Cantika.

"Ya, yang penting kan terangkat. Kan pembahasan awalnya itu," dalih Brian.

"Sudah-sudah, kita tidur yuk, ini sudah malam." Elena melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Baik, Ma." Cantika dan Brian berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok gigi terlebih dahulu.

*

*

*

Dua minggu kemudian. Elena dan kedua anaknya telah siap untuk berangkat ke bandara. Henry dan Clarissa mengantarkan keberangkatan mereka. "Sudah siap semua belum mama Elena?" tanya Henry kepada Elena.

"Sepertinya sudah, Kek," jawab Elena.

"Ya sudah, ayo berangkat. Jangan sampai ketinggalan pesawat," ajak Henry. Clarissa, Elena, dan kedua anaknya pun masuk kedalam mobil.

Henry langsung menjalankan mobilnya, jarak rumah dengan bandara sekitar satu jam jika ditempuh menggunakan mobil. Sepanjang perjalanan, Cantika hanya mengoceh saja, ia sudah tidak sabar untuk sampai di pantai Sumba.

"Haus ... haus, Ma, Cantika minta tolong ambilkan air mineral, Ma." Cantika merasa tenggorokannya kering.

"Makanya jangan banyak ngomong, jadi kering deh itu tenggorokan," ledek Brian.

"Biarin, blee ...." Cantika menjulurkan lidahnya.

"Mama, Cantika ngantuk. Cantika semalam tidak bisa tidur karena memikirkan hari ini, Cantika tidak sabar main pasir di pantai." Cantika duduk bersandar dipangkuan mamanya.

"Ya sudah, Cantika boboklah dulu, nanti kalau sudah sampai bandara mama bangunin kamu." Elena mengusap rambut Cantika. Apa sudah tidur ya anak ini, kok nggak ada respon ya, batin Elena.

"Brian, coba kamu lihat, Cantika sudah tidur kah?" tanya Elena kepada Brian.

"Sudah, kecapean ngoceh dia, Ma," jawab Brian sambil menoleh ke arah Cantika.

Beberapa puluh menit kemudian, mobil Henry sudah masuk di area bandara. Henry langsung melajukan mobilnya menuju area pintu masuk. Setelah sampai, Henry membantu Elena mengeluarkan barang bawaan mereka. Sedangkan Clarissa, ia menjaga kedua anak kembar itu agar tidak pergi kemana-mana.

"Sudah semua, sini kakek cium dulu cucu-cucu kakek." Henry menghampiri kedua cucunya.

"Aku nggak mau, Kek, malu ah kayak anak kecil. Ingat ya, Kek, ini tempat umum!" ucap Brian pelan.

"Oke," respon Henry pelan.

Cantika dan Brian mengecup punggung tangan Henry dan Clarissa. "Hati-hati ya kalian, kabari kami jika sudah sampai Sumba," ucap Clarissa.

"Baik, Nenek. Kita masuk dulu ya, mau check in dulu, wassalamu'alaikum." Elena mencium punggung tangan Henry dan Clarissa.

"Wa'alaikum salam," ucap Henry dan Clarissa bersamaan.

"Dadah Kakek, Nenek ...."Cantika dan Brian melambaikan tangan ke arah Henry dan Clarissa.

"Dadah ...." Henry dan Clarissa juga melambaikan tangan mereka.

Setelah kepergian Elena dan kedua anaknya, Henry dan Clarissa masuk kembali kedalam mobil. "Sudah berdua kita, Ma. Yuk kita bulan madu di rumah," goda Henry.

"Ah Papa ini." Clarissa tersipu.

Disisi lain. Elena dan kedua anaknya sedang berdiri untuk mengantri proses check in. Setelah beberapa saat, nama Elena dipanggil. "Ayo, kita maju, Sayang," ucap Elena kepada kedua anaknya.

"Baik, Ma." Cantika dan Brian mengikuti mama mereka.

Elena menunjukkan kartu identitasnya, dan bukti pembelian tiket pesawat online. Setelah beberapa saat, proses check in telah selesai. Kini, ketiga orang itu melewati tahap pemeriksaan. Setelah melewati tahap pemeriksaan, ketiga orang itu langsung mencari tempat duduk di ruang tunggu.

Satu jam kemudian, para penumpang pesawat dipanggil untuk segera naik ke pesawat mereka. Elena membawa kedua anaknya, mereka berjalan mencari pesawat mereka.

"Itu ya, Ma." Brian menunjuk ke sebuah pesawat dengan nomor yang sama dengan tiket pesawat mereka.

"Iya, bener. Yuk kita kesana." Elena dan kedua anaknya berjalan menuju ke pesawat mereka.

Beberapa saat kemudian. Kini, Elena dan kedua anaknya telah duduk di kursi mereka. Cantika dan Brian melihat keadaan diluar pesawat dari kaca disamping kanan mereka. Setengah jam kemudian, pesawat mulai dijalankan.

Cantika dan Brian pun kini sudah duduk manis dengan sabuk pengaman yang sudah terpasang. Setelah beberapa saat, pesawat pun lepas landas. Ada perasaan seperti terjatuh saat pesawat lepas landas, tapi saat pesawat telah terbang diudara, perasaan itu pun hilang.

Tak ada suara yang terdengar saat itu, mereka semua hening dalam diamnya. Sementara Brian dan Cantika telah tertidur pulas. Hmm, mungkin mereka lelah menunggu di ruang tunggu tadi, batin Elena saat melihat Brian dan Cantika yang sedang tertidur pulas. Elena pun ikut memejamkan matanya.

1
奥布里
adik kakak saling menguatkan...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Penyesalan selalu datang belakangan Ren, sudahlah biarkan Elena menjemput bahagianya dan kamu mulai lembaran baru, belajar dari masa lalu, jadilah pribadi yang lebih baik, jadilah ayah yang bisa dibanggakan oleh Brian dan Cantika
Dewi Payang
Akhirnya Joe sadar👍
Dewi Payang
Semoga berhasil
Dewi Payang
Aku juga ngerasa sakit Elena
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup mampir
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah lho siapa nih, sang mantan suami kah??? atau siapa 🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Sabar ya Joe, semua ada waktunya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ternyata Mamanya Joe seperti ini sifatnya, sudahlah Joe, kamu enggak butuh pengakuan dari dia, jalani saja hidupmu sendiri
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Orang yang menangis itu tidak selalu cengeng Boss
ciber ara
rasa ingin menabok Joe : 📉
sabar ya elena 😬 semoga Joe segera sadar
Mia
ceritanya terlalu monoton kak..
coba diselipin kejadian apa di bbrapa moment biar lebih kelihatan nyata ceritanya
Inru: Baik, Kak. Terima kasih masukannya.
total 1 replies
Nurul Afidah Oemari
mudah2 joe lebih baik
Inru: Aamiin..

Terima kasih dukungannya kakak, sehat selalu.
total 1 replies
Erni Sari
ayo semangat
Nurul Afidah Oemari
semoga kali ini berhasil joe sadar dong
ciber ara
baru baca langsung sedih dibuat joe
kok bisa rukyah nya gagal?
Dewi Payang
Apaan si Joe
Dewi Payang
jahat ya Alya
Dewi Payang
Kebayang wajah lucu cantika😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya kali disuruh nginep.... mimpi Joe 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!