NovelToon NovelToon
AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengkhianatan / Drama
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Umma Khummaira

Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.

Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.

Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.

Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Setelah gema dentuman pintu kayu yang dibanting Arjuna mereda, rumah kecil itu kembali dicekam oleh keheningan yang dingin. Selly merosot dari ranjang, bersimpuh di atas lantai ubin yang tidak beralas karpet. Tubuhnya bergetar hebat. Air mata yang sejak siang ditahannya di hadapan keluarga Arjuna kini tumpah tanpa bisa dibendung lagi.Ia memandangi gaun pengantin longgarnya yang kini tampak seperti lelucon besar.

Ini bukan pernikahan impian yang ia bayangkan. Tidak ada kecupan hangat, tidak ada ucapan selamat tidur, yang ada hanyalah hukuman dan pengasingan. Orang tua Arjuna sedari awal menyembunyikan Selly, membiarkan mereka tinggal di bangunan itu tanpa ada asisten rumah tangga yang mengurus.

Selly mengusap perut buncitnya yang terasa sedikit menegang. "Maafkan Ibu, Nak... Ibu egois. Ibu pikir bisa memberikanmu ayah yang kaya dengan cara merebutnya dari orang lain." bisik Selly dengan suara serak, tersedak oleh tangisnya sendiri.

Di tengah kegelapan kamar yang hanya diterangi lampu tidur temaram, Selly mendongak. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun melupakan sang pencipta karena silau oleh gemerlapnya kota, Selly menangkupkan kedua tangannya. Jiwanya runtuh, menyadari betapa menjijikkannya jalur pintas yang telah ia tempuh.

"Ya Tuhan... ampuni hamba." ratap Selly, suaranya parau menembus kesunyian malam. "Hamba mengaku salah. Hamba telah merusak kebahagiaan Larasati, hamba telah menodai kesucian pernikahan sebelum waktunya. Hamba menerima jika ini adalah hukuman dariMu... Hamba ridho, setiap hari yang hamba jalani ini harus menjadi neraka bagi hamba. Namun, hamba mohon... kuatkan hati hamba untuk berubah. Beri hamba kesempatan untuk menjadi ibu yang baik dan istri yang benar untuk Mas Arjuna. Tolong bersihkan hati hamba dari ambisi-ambisi kotor yang dulu hamba lakukan..."

Malam itu, Selly menghabiskan waktu berjam-jam di atas lantai dingin, mengurai seluruh dosanya di hadapan Tuhan hingga matanya membengkak dan energinya terkuras habis. Sebelum matanya terpejam di atas ranjang sebatang kara, sebuah tekad baru telah tertanam kuat di hatinya. Ia tidak akan lagi meratap seperti pengemis yang manipulatif. Ia akan menebus kesalahannya dengan pembuktian nyata.

Keesokan paginya, jarum jam menunjukkan pukul lima subuh. Udara pinggiran kota masih berkabut ketika Selly sudah terbangun. Ia segera membersihkan diri dan mengganti gaun pengantinnya dengan daster katun sederhana.Selly melangkah keluar kamar dengan hati-hati. Di sofa ruang tamu yang sempit, ia melihat Arjuna masih tertidur pulas dengan posisi tidak nyaman, menggunakan selimut tipis yang hampir merosot ke lantai. Wajah suaminya tampak begitu kusam dan dipenuhi beban pikiran, sisa dari kehancuran harga dirinya kemarin siang. Selly berjalan pelan, menarik selimut itu hingga menutupi dada Arjuna agar pria itu tidak kedinginan, lalu bergegas menuju area dapur kecil di bagian belakang rumah.

Sudah dua minggu ia tinggal disana, namun belum pernah sama sekali menyentuh dapur. Kondisi dapur itu cukup layak untuk digunakan. Ada kompor dua tungku yang agak berdebu dan kulkas kecil yang terisi beberapa butir telur dan aneka bumbu bumbu yang masih bisa dipakai. Di dalam lemari bahan makanan juga ada satu kantong beras.

Dengan cekatan, Selly mulai bergerak. Ia menyapu lantai dapur, mengelap meja, lalu mulai menanak nasi menggunakan penanak nasi usang. Tangannya yang biasa digunakan untuk mengetik administrasi kantor kini dengan telaten mengiris bawang dan menggoreng telur dadar tipis dengan bumbu seadanya.

Di kampung dulu, Selly sering membantu ibunya memasak, jadi urusan dapur sebenarnya bukan hal asing baginya. Hanya saja, selama di Jakarta ia terlalu malas dan selalu memilih memesan makanan di aplikasi ponsel maupun makan di restoran mewah bersama pria-pria yang mendekatinya.

Pukul setengah tujuh pagi, aroma harum nasi goreng kampung dan teh manis hangat sudah memenuhi ruang tengah paviliun. Arjuna melenguh, mengerjapkan matanya yang terasa berat. Indra penciumannya segera terusik oleh aroma makanan yang sudah disiapkan Selly. Arjuna bangkit berdiri, merapikan kaus kusutnya, lalu berjalan menuju dapur dengan langkah gontai. Langkahnya terhenti saat melihat Selly sedang menata dua piring nasi goreng di atas meja makan kayu kecil yang kini sudah tampak bersih dan mengilap.

"Pagi, Mas. Kebetulan nasinya sudah matang. Ini ada nasi goreng sederhana dan teh manis hangat. Mas mandi dulu ya, mulai sekarang biar aku aja yang siapkan baju kerjanya." ucap Selly dengan nada suara yang sangat lembut, diiringi seulas senyum tulus tanpa ada kepalsuan seperti biasanya.

Arjuna menatap Selly dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan yang teramat dingin dan sinis. Bukannya luluh, ego Arjuna yang masih terluka justru merasa sedang diejek oleh sikap manis Selly.

"Gak usah berlagak jadi istri salihah di depanku, Selly. Aku muak melihat drama barumu ini!" ketus Arjuna dengan suara baritonnya yang serak khas bangun tidur, tidak punya perasaan.

"Kamu pikir dengan menyapu rumah ini dan membuatkan aku sepiring nasi goreng murahan, aku bisa melupakan fakta kalau kamu sudah menghancurkan masa depanku?"

Senyum di bibir Selly sempat membeku, dan dadanya terasa berdenyut sakit mendengar kalimat tajam suaminya. Namun, mengingat janjinya pada Tuhan tadi malam, Selly menarik napas dalam-dalam, mencoba menelan bulat-bulat rasa sakit itu demi mempertahankan ketenangannya.

"Aku tidak sedang berdrama, Mas. Aku tahu kesalahanku terlalu besar dan tidak bisa dihapus hanya dengan sarapan ini." balas Selly, matanya menatap lurus ke arah Arjuna dengan binar kepasrahan yang jujur.

"Tapi statusku sekarang adalah istrimu yang sah. Aku hanya ingin menjalankan kewajibanku. Jika Mas tidak mau memakan nasi goreng ini, tidak apa-apa. Tapi tolong minumlah teh hangatnya dulu agar perutmu tidak kosong sebelum berangkat kerja."

Arjuna tertegun sejenak. Ia mencari-cari kilatan kemarahan atau tangisan histeris yang biasanya keluar dari mulut Selly jika keinginannya ditolak, namun ia tidak menemukan hal itu. Selly yang ada di hadapannya pagi ini terasa begitu berbeda. Dia lebih tenang, lebih tunduk, dan tidak lagi memancarkan aura wanita manja yang haus kemewahan.

Arjuna mendengus kasar. Ia menyambar gelas teh manis hangat itu, meminumnya dalam sekali teguk hingga tandas, lalu meletakkan gelasnya kembali ke meja dengan dentingan yang cukup keras.

"Aku ada rapat penting jam sembilan pagi ini dengan Dirgantara Media Group. Jangan ganggu aku, dan jangan pernah berani meneleponku saat aku sedang di kantor!" pungkas Arjuna dingin, lalu berbalik badan melangkah menuju kamar mandi tanpa sudi melirik ke arah istrinya lagi.

Selly menatap gelas kosong di atas meja, lalu perlahan mengulas senyum tipis dan rasa syukur. Walaupun respon Arjuna masih sangat ketus, setidaknya suaminya mau meminum teh buatannya. Bagi Selly, itu adalah langkah kecil yang berharga untuk memulai perjalanan panjang perubahannya di dalam rumah ini.

1
Melda Andriyani
jempol untuk mu Larasati 😍😍🤗
Siti M Akil
lanjut thor
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dicintai bos besar
sunaryati jarum
Kena mental kan kamu , Arjuna
sunaryati jarum
Kapook
sunaryati jarum
Ibumu orang baik,demi smbisimu hidup enak dan kebiasaan hidup liarmu membawamu menjadi pelakor.
Ibu Anak Dua
Sebagai pemula ya novel ini bisa dibilang lumayan ya. Semoga author semakin semangat menerbitkan karyanya
Ibu Anak Dua
laki-laki alasannya dijebak, tapi sampai hamidun gede gitu. Ya ampun Junnnn,,,sing eling toh Jun
partini
silakan di nikmati jun penyesalan mu
Ibu Anak Dua
syalan kalian emang🤭🤭🤭
Ibu Anak Dua
munahfiq banget si Jun, dasar buaya🤣🤣
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
partini
aihhh kata cinta tapi selingkuh itu ga cinta namanya jun
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!