NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Bisa tidak lepaskan tanganku, tak mungkin aku harus duduk di pangkuanmu seperti ini."Leo hanya terdiam dan masih menunjukkan senyuman ke arah dirinya.

Malam hari

Posisi Karina sudah ada di ruang meja makan bersama Leo, mereka berdua menikmati makan malam bersama di ruang meja makan.

Beberapa detik kemudian, tiba-tiba ada seseorang yang datang yang berlari ke arah mereka berdua.

"Hai Tante."Sapa Luxy yang datang menyambut mereka berdua.

"Akhirnya kamu muncul juga."ucap Karina setelah melihat kedatangan Luxy di tempat itu.

"Biasa sibuk."jawab Luxy dengan senyuman.

"Sibuk apa,paling sibuk belanja."ucap Leo yang langsung membalasnya dengan lirikan datar.

"Kenapa sih Om selalu mengungkit hal itu." Ucap Luxy yang terlihat begitu kesal kepada Om-nya.

"Bukannya terakhir kamu belanja menghabiskan puluhan juta hanya untuk membeli tas."Leo mengetahui itu semua sehingga ia melaporkan kepada kedua orang tua Luxy dan reaksi mereka marah besar.

"Semua itu gara-gara Om." Luxy terlihat begitu kesal.

"Apa salah Om, Om mengatakan yang sebenarnya bukannya mengada-ngada."jawab Leo yang tahu betul apa yang dilakukan oleh Luxy.

"Gara-gara Om Luxy dimarahin, sampai uang jajan Luxy dipotong. Om harus ganti rugi."Luxy semakin emosi karena ulah Om-nya dia harus mendapatkan hukuman dari kedua orang tuanya.

"Memangnya seberapa harga tas yang kamu beli?"tanya Karina kepada Luxy.

"Hanya 200 juta."jawab Luxy dengan senyuman.

"Apa,200 juta!" Karina langsung shock mendengar harga tas yang dibeli oleh Luxy.

"Jangan kaget begitu, tas ini sangat bagus dan cocok untuk investasi."

"Pantas saja kedua orang tuamu begitu marah, Aku kira kamu hanya membeli tas seharga 200 ribu. Ini mah cukup aku hidup di kos bertahun-tahun dengan uang sebanyak itu."ucap Karina yang tak menyangka jika temannya akan membeli tas seharga semahal itu.

"Investasi."jawab balik Luxy yang bangga membeli tas branded itu.

"Tapi tetap salah, jika kamu memakai kartu kredit milik papamu tanpa seizin beliau."reaksi Luxy hanya tersenyum.

"Memang sih salah."jawab Luxy yang akhirnya mengakui Apa kesalahan yang Dia berbuat.

"Jika kamu menginginkan tas branded seperti itu, akan aku belikan."ucap Leo yang langsung melirik ke arah istrinya.

"Tas branded?"

"Jika mau aku bisa membeli banyak untukmu." Leo langsung menawarkan kepada istrinya.

"Wah beruntung kamu, Aku juga mau Om."sekali lagi Luxy memohon kepada Leo.

"Aku bilang aku membelikan tas untuk istriku bukan untukmu."jawaban itu langsung ditangkap dengan ekspresi kesal dari Luxy.

"Dasar pelit."jawab luxi yang terlihat begitu kesal dengan perkataan Om-nya.

Karina hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka yang berdebat perihal tas branded.

Luxy langsung duduk di samping Karina,"Apa kalian sudah itu?"tanya Luxy pada Karina yang langsung direspon dengan ekspresi wajah Karina yang memerah.

"Pertanyaan konyol."jawab Karina yang masih menyembunyikan rasa malunya.

"Pertanyaan konyol dari mana, bukannya kalian sudah menikah dan harusnya sudah itu kan."ucap Luxy dengan suara lirih.

"Dasar anak kecil."ucap Leo yang secara langsung masih mendengar suara dari Luxy.

"Kenapa sih Om,usil terus."Luxy mulai protes dengan tingkah Om-nya.

" Kau berisik."jawab Leo yang tahu betul sifat penasaran dari Luxy.

Setelah selesai makan malam, Luxy berpamitan untuk pulang,sedangkan Karina duduk santai di sofa dekat jendela kamar sembari mengecek ponsel miliknya.

"Kenapa belum tidur ?"tanya Leo yang baru saja masuk ke dalam kamar.

"Aku belum mengantuk."Karina yang sedang mengecek ponsel miliknya.

Leo langsung menyusul duduk di samping Karina,"Pesan dari siapa?"tanya Leo yang sempat melirik ke arah ponsel milik Karina.

"Ini pesan dari ibu kost, Aku disuruh untuk mengambil barang di kost." Jawab Karina yang tiba-tiba saja di hubungi oleh ibu kost.

"Masalah barang, nanti akan ada orang yang akan mengurus hal itu."jawab Leo yang akan mempersiapkan seseorang untuk mengambil barang istrinya di kost itu.

"Tapi..."

"Ikuti apa perintahku." Ucap Leo yang tak ingin dibantah.

"Baiklah." Pada akhirnya Karina menuruti apa perintah dari suaminya.

Leo langsung berdiri dari tempat duduknya

"Berdiri." Leo langsung memerintahkan Karina berdiri dari tempat duduknya.

"Kenapa?" Tanya Karina pada Leo.

"Berdiri sekarang." Perintah Leo.

Karina menuruti perintah pria itu,Leo mendadak memegang pinggang Karina hingga menarik semakin dekat.

"Karina." Panggil Leo dengan suara lirih.

"Hmm?"

"Aku ingin sesuatu." Bisik Leo.

"A-apa?" Tanya Karina dengan suara sedikit gugup.

Tatapan Leo turun kearah bibir manis dari Karina,"Jangan." Karina langsung menolaknya,dan Leo langsung membalasnya dengan senyuman.

"Aku tidak akan memaksamu." Ucap Leo.

"Lalu?" Tanya Karina yang masih tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya, walaupun pria yang didepannya adalah suaminya dirinya belum siap melakukan itu.

"Aku hanya ingin mengecup keningmu..." Bisik Leo,seketika tubuh Karina terbujur kaku.

"Jangan bicara aneh." Karina mencoba mengelak dan menyembunyikan rasa gugupnya.

"Aku serius,sayang." jarak mereka kini terlalu dekat,tatapan Leo perlahan berubah hingga Leo mengecup kening.

Karina semakin malu,"Terimakasih sayang." Ucap lirih Leo tepat ditelinga Karina.

Keesokan harinya

Karina sudah bangun dengan posisi dirinya saat ini duduk di tempat tidurnya.Ia diam-diam mengingat kejadian malll

"Benar-benar gila,dia berani melawan hal itu." Gumam Karina yang tak menyangka akan terjadi seperti itu.

Tiba-tiba saja terdengar suara berdering dari ponsel miliknya.

"Karina." Terdengar suara kencang dari Luxy di ponsel miliknya.

"Astaga,Luxy! Jangan teriak begitu apa kau kira aku ini tuli." Ucap Karina yang terlihat begitu kesal dengan suara berisik dari Luxy.

"Pertanyaanku belum selesai kamu jawab." Seketika Karina terlihat begitu bingung mendengar perkataan dari Luxy.

"Maksudnya apa?"

"Apa Om Leo sudah melakukan itu-itu?" Tanya Luxy dengan pertanyaan konyolnya.

"LUXY!" Bentak Karina yang mendapatkan pertanyaan konyol itu.

Karina langsung frustasi mendapatkan pertanyaan konyol itu," Kalau ngomong disaring." Jawab Karina yang terlihat kesal.

"Berarti belum ya." Luxy menyimpulkan jika Karina belum melakukan hal itu.

Karina hanya terdiam sembari menggelengkan kepalanya.

"Ada apa kamu pagi-pagi menghubungiku?" Tanya Karina pada Luxy.

Luxy pun menceritakan semuanya pada Karina,"Dasar pelupa." Ucap Karina yang tahu betul,jika Luxy orangnya pelupaan.

"Aku sudah bilang kan,aku ini sedang sibuk maka dari itu aku lupa memberikan hadiah untukmu." Jawab Luxy yang benar-benar lupa memberikan hadiah untuk temannya.

"Aku janji nanti aku akan mengantarkan hadiah itu untukmu." Janji Luxy pada Karina.

"Ya sudah ." Jawab singkat Karina,yang akhirnya sambungan telepon mereka terputus.

1
partini
ga penting berarti banyak dong
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!