NovelToon NovelToon
Penguasa Di Balik Bayangan

Penguasa Di Balik Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Action / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cardannak23

Darius Evandra Adhitama adalah putra tertua Keluarga Adhitama yang hidup susah bersama ibunya. Di usia 18 tahun, ibunya meninggal dan ia dicampakkan kekasihnya.

Darius lalu masuk militer, bangkit menjadi "Dewa Perang" legendaris dalam 6 tahun, hingga menguasai bisnis global, lalu menjadi pembunuh bayaran paling ditakuti.

Saat pulang untuk hidup tenang, keluarga Adhitama memaksanya kembali tanpa tahu identitas aslinya.

Darius lalu mendapati mantan kekasihnya telah dinikahi sang adik tiri, dan dirinya justru dijadikan tumbal pernikahan politik dengan Adelina Atmadja demi menyudahi perseteruan berdarah.

Diremehkan dan terjebak pernikahan paksa, Darius hanya menatap dingin. Mereka tidak tahu bahwa "anak buangan" ini sanggup meratakan kedua keluarga besar tersebut hanya dengan satu jentikan jari.

Saat naga yang tertidur akhirnya membuka mata, seluruh kota akan gemetar di bawah kakinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cardannak23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Sinar matahari sore yang hangat membiaskan warna keemasan di balik celah gorden kamar utama.

Tepat pukul empat sore, Darius terbangun dari tidurnya. Ia lalu membasuh wajahnya di kamar mandi, merapikan kembali kemejanya, dan segera melangkah turun menuju lantai dasar.

Angelina dan para pelayan wanita yang selalu bersiaga di ruang utama langsung membungkuk anggun begitu melihat Darius menuruni anak tangga.

"Tuan, apakah Anda membutuhkan sesuatu?" tanya Angelina dengan lembut, sambil melangkah mendekat dengan sikap santai namun santun.

"Tidak ada," sahut Darius dengan nada datar, namun terdengar tenang. "Lagipula aku ada urusan lain malam ini."

"Baiklah, Tuan. Semoga urusan Anda berjalan lancar," ucap Angelina seraya membungkuk hormat, diikuti oleh seluruh pelayan wanita yang berbaris rapi.

Tanpa membuang waktu, Darius segera melangkah keluar dari mansion. Udara sore menyambutnya saat ia berjalan santai menyusuri kompleks Perumahan Dama Sanctuary menuju gerbang utama.

Ketika Darius mendekati pos penjagaan, komandan keamanan bergegas keluar dari ruangan. Pria berbadan tegap itu langsung membungkuk dalam-dalam.

"Selamat sore, Tuan!" sapa sang komandan dengan penuh penghormatan. "Seseorang baru saja mengantarkan sebuah mobil untuk Anda tiga puluh menit yang lalu."

Darius segera mengulurkan tangannya dan menerima kunci mobil tersebut. "Di mana mobilnya?"

"Di sebelah kanan luar gerbang, Tuan," jawab komandan keamanan sigap sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membuka pintu gerbang kecil bagi pejalan kaki.

Darius mengangguk tipis, lalu melangkah keluar gerbang. Di bahu jalan, terparkir sebuah sedan Mercedes-Maybach S-Class berwarna hitam mengilap.

Kendaraan itu memang tidak semewah Bugatti Veyron miliknya, namun tetap saja memancarkan kelas dan kemewahan yang tenang.

Darius segera membuka pintu dan masuk ke dalamnya. Tanpa membuang waktu, ia memutar kemudi dan membawa sedan hitam itu menuju kediaman Keluarga Adhitama.

Sekitar pukul setengah lima sore, Mercedes-Maybach hitam yang dikendarai Darius berhenti di depan gerbang kediaman Keluarga Adhitama

Darius menekan tombol di samping kemudi, menurunkan kaca jendela sedikit, lalu mengarahkan pandangannya ke pos penjagaan gerbang utama.

Petugas keamanan yang bertugas di gerbang luar tertegun sejenak melihat sedan Mercedes-Maybach S-Class hitam yang elegan dan berkilau mulus berhenti tepat di depan gerbang.

Namun, begitu kaca jendela diturunkan, mereka segera mengenali sosok pemuda berkemeja abu-abu yang duduk di balik kemudi.

"T-Tuan Muda Darius?!" seru salah satu penjaga gerbang utama dengan nada tak percaya.

Penjaga itu buru-buru berlari kecil ke tombol kontrol dan menekan tombol pembuka gerbang. Gerbang besi tempa milik Keluarga Adhitama perlahan terbuka lebar.

Dengan tenang, Darius menginjak pedal gas. Sedan Maybach hitam itu meluncur melintasi jalan di pelataran kediaman Adhitama, lalu berhenti tepat di depan anak tangga mansion mewah tersebut.

Para pengawal yang bersiaga di sepanjang halaman depan membungkuk canggung, terkejut melihat sang putra tertua yang tadi pagi pergi hanya dengan berjalan kaki kini kembali mengendarai sebuah mobil.

Darius mematikan mesin, membuka pintu, dan melangkah keluar dengan sikap santai. Ia merapikan kemeja abu-abunya sejenak sebelum berjalan menaiki anak tangga.

Pada saat yang sama, pintu utama mansion terbuka. Surya Adhitama, yang baru saja hendak melangkah keluar segera tertegun di ambang pintu.

"Darius?" panggil Surya Adhitama dengan suara yang dipenuhi rasa terkejut dan heran. "Kau... dari mana saja? Dan mobil siapa yang kau bawa ini?"

Darius menghentikan langkahnya di anak tangga teratas, menatap ayahnya dengan raut wajah yang sepenuhnya tenang dan datar.

"Aku hanya keluar untuk menghirup udara segar, Ayah," sahut Darius pendek. "Mobil ini milik temanku. Dia meminjamkannya padaku agar aku tidak perlu repot mencari transportasi."

Surya Adhitama seketika terdiam sejenak, mengamati putranya dari atas ke bawah. Rasa curiga sempat melintas di benaknya, namun melihat ketenangan Darius yang, ia hanya menghela napas panjang.

"Baguslah kalau begitu," ujar Surya dengan nada lega. "Nanti malam adalah momen yang sangat penting bagi keluarga kita. Segeralah mandi dan ganti pakaianmu dengan jas yang sudah disiapkan.

"Baik, Ayah," jawab Darius singkat. Suaranya terdengar datar, tanpa nada protes sedikit pun.

Darius segera melangkah melewati Surya Adhitama dan memasuki ruang utama mansion. Di sana, Miranti Adhitama dan kedua putrinya, Savina serta Kiara, sedang bersantai di sofa.

Ketika mereka bertiga melihat Darius melangkah masuk, tatapan dingin dan sinis langsung terpancar dari kedua mata Miranti Adhitama.

"Oh, anak jalanan ini akhirnya pulang juga," sindir Miranti dengan nada rendah namun tajam. "Akan ku usir dia jika sampai terlambat dan membuat Keluarga Atmadja menunggu."

Darius tidak menoleh sedikit pun ke arah mereka. Ia terus melangkah menuju lantai tiga, mengabaikan tatapan mengejek dari kedua adik tirinya seolah-olah mereka hanyalah hembusan angin.

Begitu melangkah masuk ke kamarnya, Darius segera menutup pintu lalu berjalan santai menuju kamar mandi.

Setelah mandi, Darius langsung mengeringkan badannya dan melangkah menuju gantungan jas di sudut kamar. Di sana sudah ada setelan jas hitam pekat.

Dengan sigap dan tenang, Darius mengenakan kemeja putih berpotongan tegas, disusul dengan jas hitam yang membalut postur tubuhnya yang tegap sempurna.

Tepat saat ia merapikan kancing lengan jasnya, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka. William berdiri di ambang pintu, dengan mengenakan jas bernuansa biru gelap.

"Wah, Kak Darius... kau terlihat sangat tampan," puji William dengan nada yang sangat ramah. "Jas itu sangat cocok di tubuhmu."

Darius membalikkan badannya, menatap adik tirinya itu dengan sorot mata yang datar namun tenang. "Terima kasih, William."

"Keluarga sudah menunggu di bawah, Kak. Mobil-mobil pengawalan juga sudah siap. Mari turun bersama," ajak William seraya mempersilakan Darius melangkah terlebih dahulu.

Darius hanya mengangguk singkat, lalu melangkah keluar. Di lantai dasar, Tuan Besar Hardiman berdiri dengan didampingi Surya Adhitama, Miranti Adhitama, Savina, Kiara, serta Violetta yang tampil anggun.

Ketika mata Miranti Adhitama dan kedua putrinya tertuju pada Darius, senyum sinis yang hendak mereka lontarkan perlahan memudar.

Setelan jas mahal itu melekat sangat sempurna di tubuh Darius, memancarkan aura dominasi yang bahkan tak sanggup ditandingi oleh William.

"Ehem..." Tuan Besar Hardiman berdeham keras menetralkan suasana. "Karena semua sudah siap, kita berangkat sekarang. Jangan biarkan Keluarga Atmadja menunggu."

Rombongan Keluarga Adhitama berjalan menuju pelataran depan. Tuan Besar Hardiman memimpin bersama Surya Adhitama disusul oleh Miranti Adhitama, Savina, Kiara, serta William dan Violetta.

Beberapa sedan mewah milik keluarga sudah terparkir rapi dengan pintu yang siap dibuka oleh para pengawal.

"Kak Darius," panggil William dengan nada hangat seraya menoleh ke arah Darius. "Bagaimana kalau Kakak naik satu mobil bersamaku dan Violetta?"

Darius menyunggingkan senyum yang sangat tipis, membalas kebaikan adik tirinya itu. "Terima kasih atas kebaikanmu, William. Tapi tidak perlu repot-repot, aku membawa mobil sendiri."

Pernyataan Darius itu seketika membuat langkah Tuan Besar Hardiman, Miranti Adhitama, dan kedua putrinya terhenti.

"Membawa mobil sendiri?" cetus Miranti Adhitama dengan nada heran dan sedikit sinis. "Sejak kapan kau punya mobil?"

Kiara dan Savina pun saling bertukar pandang sekilas. Tanpa perlu mengucap sepatah kata pun, sinyal di antara keduanya sudah cukup untuk menyampaikan rasa geli yang sama.

1
Akang
up lagi thor
Glastor Roy
makasih torku update ya
Cardannak: Sama²
total 1 replies
Julia thaleb
Thor.
up nya yg banyak..
jgn satu.
KLO up nya 1 aja seperti makan krupuk seribuan, 1 menit SDH ludes.
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Julia thaleb
Thor..
aku suka.
up terus yg banyak ya
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
tor update ya
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
yg bayak tor up ya torku
Glastor Roy
torku update ya lgi dong
Glastor Roy
update lgi
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
makasih torku update ya
Muhamad U Fadillah Udwm
bguss
Muhamad U Fadillah Udwm
lqnjut
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!