NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:252.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pukul 10.30.

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar dari kelas masing-masing, berlari menuju gerbang sekolah sambil memanggil orang tua mereka.

Di bawah pohon besar dekat area penjemputan, Mateo dan Alisya duduk berdampingan di bangku kayu yang sudah menjadi tempat mereka menunggu setiap hari.

Beberapa menit sebelumnya, Maya telah menelepon.

[Mateo, Alisya, Bibi terlambat sedikit ya. Tunggu di sekolah, jangan ke mana-mana.]

"Iya, Bibi," jawab Mateo.

Tak lama kemudian, seorang guru yang sedang berjaga menghampiri mereka.

"Mateo, Alisya."

Keduanya menoleh.

"Miss mau ke toilet sebentar. Kalian tetap di sini, ya. Jangan pulang sebelum dijemput."

Mateo mengangguk.

"Baik, Miss."

Guru itu pun berjalan menuju gedung sekolah. Suasana area penjemputan mulai sepi. Tinggal beberapa anak yang belum dijemput orang tuanya. Saat itulah lima anak seusia mereka datang menghampiri. Tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Anak laki-laki yang tampaknya menjadi ketua kelompok itu berdiri tepat di depan Mateo.

"Kalian belum dijemput?"

Mateo tidak menjawab, dia hanya memandang datar.

Anak itu tersenyum mengejek.

"Pantes, anak miskin, ya?"

Teman-temannya langsung tertawa.

Salah seorang anak perempuan ikut menyahut,

"Aku pernah dengar, mereka nggak punya ayah."

"Iya, mereka hanya di antar sekolah sama bibinya,"

"Kasihan ya,"

"Kata mama ku anak tanpa ayah itu anak haram," lanjut salah satu dari mereka.

Kalimat itu membuat ekspresi Mateo berubah. Wajahnya yang semula tenang langsung mengeras.

"Kami punya Daddy!"

Anak laki-laki itu malah tertawa.

"Kalau ada, mana? Kenapa nggak pernah datang jemput kalian?"

"Jangan bohong sama kami!"

Ucapan itu menjadi batas kesabaran Mateo,

tanpa peringatan Mateo langsung mendorong anak laki-laki itu hingga mundur beberapa langkah.

"Heh!"

Melihat ketuanya didorong, empat anak lainnya langsung maju.

"Berani-beraninya kamu!"

Dua anak laki-laki memegang kedua tangan Mateo agar tidak bergerak.

"Pegang dia!"

Mateo berusaha melepaskan diri.

"Lepaskan!"

Di sisi lain, Alisya langsung berdiri.

"Jangan! Lepaskan kakakku!" Ia mencoba menarik tangan salah satu anak yang memegang Mateo.

Namun, seorang anak perempuan mendorong Alisya hingga terjatuh ke lantai.

"Ah!" Alisya meringis kesakitan.

Melihat adiknya jatuh, emosi Mateo langsung memuncak.

"Hei, jangan sentuh adikku!"

Tanpa berpikir panjang Mateo langsung menggigit keras tangan salah satu anak yang memegangnya.

"Aaa ... sakit!" Anak itu refleks melepaskan pegangannya.

Mateo segera menarik tangan satunya hingga terlepas. Kini ia bebas, dengan napas memburu, Mateo berdiri di depan Alisya, melindungi adiknya.

"Jangan ganggu kami lagi!"

Namun, anak-anak itu masih mencoba mendekat. Mateo mendorong mereka sekuat tenaga. Salah satu anak laki-laki kehilangan keseimbangan, hingga tubuhnya terjatuh ke belakang. Kepalanya membentur sudut pot bunga besar yang berada di dekat taman sekolah. Darah langsung mengalir dari pelipinya.

Anak yang terjatuh tadi langsung menangis keras.

"Mama! Papa!"

Keempat temannya sontak panik.

"Kepalanya berdarah! Kamu mendorongnya!" teriak anak itu dan menatap tajam ke arah Mateo yang melihat mereka dengan dingin.

Sementara itu, Mateo berdiri di depan Alisya dengan dada yang masih naik turun karena marah. Tatapannya tetap tajam ke arah anak-anak yang tadi mengganggunya, dia tidak bergeming sedikit pun.

Di belakangnya, Alisya perlahan berdiri sambil memegang lengan kakaknya.

"Kakak..."

Namun, sebelum Mateo sempat menjawab, suara langkah kaki para guru mulai terdengar berlarian dari arah gedung sekolah, setelah mendengar tangisan keras di area penjemputan. Beberapa guru berlari menuju area penjemputan begitu mendengar suara tangisan.

"Astaga! Raka!"

Salah satu seorang guru segera berlutut di samping anak laki-laki yang kepalanya berdarah.

"Ambil kotak P3K, cepat!"

Guru lainnya memandang ke arah Mateo dan Alisya.

"Mateo! Apa yang kamu lakukan?"

Mateo mengepalkan kedua tangannya.

"Mereka yang mulai duluan, Bu."

Sebelum ia sempat menjelaskan lebih lanjut, salah satu seorang guru yang mengenal kelima anak itu langsung memotong.

"Tidak ada alasan memukul teman sampai terluka seperti ini!" Guru itu memarahi Mateo.

"Mereka mengejek kami!" balas Mateo dengan nada tegas. "Mereka bilang kami anak miskin yang nggak punya ayah. Mereka juga mendorong Alisya sampai jatuh."

"Memang benar kan? Kalian nggak punya ayah? Jadi untuk apa kamu marah?" mendengar itu Mateo semakin marah, Guru bukannya melerai keadaan malah memperkeruh keadaan.

Alisya yang masih berdiri di belakang kakaknya mencoba membela.

"Iya, Bu aku didolong syampai jatuh."

Namun, guru itu tetap memasang wajah serius.

"Apa pun alasannya, kamu tidak boleh melakukan kekerasan."

"Tapi mereka duluan yang keroyok kami, Bu." seru Mateo.

Guru itu mulai kehilangan kesabaran.

"Siapa yang mengajari kamu berbicara seperti itu kepada guru?" Tatapannya tajam. "Apa ibumu, hah?!"

Mata Mateo langsung membulat, raut wajahnya berubah.

"Jangan bawa-bawa Mommy kami!" Suara bocah lima tahun itu terdengar lantang.

"Mommy nggak salah!"

Suasana mendadak hening. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah sepatu hak tinggi mendekat.

"Hei! Apa yang terjadi di sini?"

Seorang wanita berpenampilan elegan berjalan cepat menuju kerumunan. Dia mengenakan pakaian bermerek dengan tas mewah di lengannya, wajahnya tampak panik.

Begitu melihat anak laki-laki yang terluka menangis sambil memegangi kepalanya yang berdarah, ekspresinya langsung berubah menjadi marah.

"Raka!" Wanita itu segera memeluk putranya.

"Ya Tuhan kepalamu berdarah!" Ia menoleh tajam ke arah para guru.

"Siapa yang melakukan ini?"

Salah satu anak yang berdiri di dekat Raka langsung mengangkat tangan dan menunjuk ke arah Mateo.

"Itu, Tante. Dia yang dorong Raka."

Tatapan wanita itu perlahan beralih kepada Mateo, wajahnya dipenuhi amarah.

"Jadi kamu yang melukai anakku?"

Mateo berdiri tegak di depan Alisya, tidak mundur sedikit pun, dengan suara tegas, ia menjawab,

"Dia duluan yang menghina kami"

Wanita itu tampak tidak peduli dengan penjelasan tersebut. Pandangannya masih tertuju pada darah yang mengalir di pelipis anaknya, sementara suasana di halaman sekolah kembali memanas.

1
Lisa Halik
lagi thor double up
dewi rofiqoh
Makin ramai mansion vasillo
Susma Wati
nah keluarga ara di libat kan dalam kisah kenzo 👍👍👍
mimief
kan mau nyebrang jalan zi,jadi dipegangi Mulu 🤣🤣..
anknya di biarin aja
bini nya tangannya ga mau dilepas 🫣🤣🤣
dasar...mantan jomblo 40 th🙄
mimief
wkwkwkwkwkwk
aku suka keributan ini
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
umur brp lg tuh si kenzo y. si ara aja udah umur 30 lahirin si acha.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: pantesan si alex udah ga bs jalan. udah sepuh gitu
total 4 replies
Ema Susanti
jangan ada drama acha suka sama kenzo pamannya. acha kan anak sambung ara
Aisyah Alfatih: Acha itu anak kandung Ara, yang anak sambung itu Alya dan dia udah nikah sama seseorang 🤭 ada novelnya kok...
total 3 replies
mimief
ternyata..bahagia itu sederhana dan murah ya
asal kau di sisi ku dan memegang erat tangan ku
semua akan baik baik saja 😍
Mutia
Ara, adiknya Kenzo kn gak pernah disingging sama sekali, spy Tara jg mengenalnya.
Rokhyati Mamih
Acha ngga bareng mama Ara nih ?
Aisyah Alfatih: nggak ya, Acha itu tinggal sama Alex dan Tasya, dan seluruh biaya sekolahnya di biayai sama mereka.
total 1 replies
Storyginal Finger
💪🤭
Lisa Halik
aranya ke mana thor....sudah bagi gift,semangat updatenya
mimief: jagain elang..di rumah sakit😔
total 1 replies
Lisa Halik
double up thor..gift menyusul😍
Rahmat
tadix berfikir yg gak"ternyata baik"sj syukur lah😅
dewi rofiqoh
Ukir kenangan indah bersama keluarga tuan alex, selagi masih ada waktu dan kesempatan
Rokhyati Mamih
sabar Kenzo biarkan dady mu bahagia
Ita rahmawati
jgn khawatir Ken orang yg kmu khawatirin geh B aja 🤣
Mutia
Tara knp msh panggil Tuan, bkn Daddy jg
Aisyah Alfatih: menghargai kakak, kan belum dekat, baru jumpa sehari 😭
total 1 replies
mimief
Kenzo dan segala parno nya🙄🤣🤣
Ita rahmawati
biasa aja Ken jgn kaget gitu 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!