Aku tidak suka hujan, karena hujan adalah sebuah kejadian dimana aku dan dia dipisahkan. Hujan hanya membawaku larut dalam kesedihan yang tak berujung, karena hujan pula aku kehilangan dia untuk selamanya (Angga Sky Erlangga)
Aku sangat menyukai hujan, karena hujan membuatku merasa damai. Saat bermain hujan, semua bebanku, kesedihanku dan penderitaanku serasa hilang mengikuti aliran air yang mengguyur tubuhku (Rainy Bastian)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LR 8
"Jika memang putra Anda tidak ingin menikah, lalu kenapa Anda memaksanya, Nyonya? Apalagi dengan wanita miskin seperti saya?" tanya Rainy dengan wajah terkejut.
"Saya melakukan ini semua demi kebaikan cucuku dan kebaikan dia sendiri, mereka butuh perhatian, dan aku tidak mungkin ada untuk mereka setiap saat!" jawab wanita paruh baya itu dengan senyum lembutnya.
"Jadi, Putra Anda memiliki anak?" tanya Rainy dengan mata yang membola.
Marissa pun tersenyum melihat reaksi calon menantunya tersebut. "Iya, apakah kamu keberatan?" tanya Marissa seraya menunggu jawaban wanita itu.
Rainy pun tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak Nyonya, bahkan saya sangat senang jika Anda memiliki seorang cucu! Jadi setiap hari saya tidak akan kesepian lagi dengan kehadiran cucu Anda. Saya janji, saya akan menyayangi cucu Anda seperti anak saya sendiri!" ucap Rainy dengan senyum merekahnya.
Marissa pun merasa sangat lega mendengar ucapan Rainy. "Syukurlah … kalau begitu kalian menikah minggu depan saja!" ucap Marissa seraya memejamkan matanya dengan penuh rasa syukur.
"Apakah tidak terlalu cepat, Nyonya?" tanya Rainy gugup.
"Lebih cepat, lebih baik!" ucap Marissa dengan senyumnya yang tak memudar.
"Oh iya, kalau kalian ingin bertemu sebelum menikah, aku akan mengatur waktunya kapan!" ucap wanita paruh baya itu dengan mata yang berbinar.
"Tidak perlu, Nyonya! Saya percaya pada Anda. Jika selama ini Nyonya perduli dengan keadaan keluarga saya yang bukan siapa-siapa, saya yakin putra Nyonya sama seperti Nyonya!" jawab Rainy dengan senyum tulusnya.
"Jika ternyata tidak?" tanya Marissa memegang dagunya seraya menatap Rainy intens.
"Saya akan berusaha untuk mengerti, hingga kita akan saling memahami satu sama lain, dan tidak ada perdebatan apalagi pertengkaran di antara kami!" jawab Rainy yakin.
Marissa pun mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban dari wanita tersebut.
"Apa kamu benar-benar tidak ingin bertemu dengan calon suamimu?" tanya Marissa lagi seraya mengerutkan kening.
"Tidak, Nyonya! Selama ini saya tidak pernah bicara dengan seorang pria manapun, karena Tante Rossa tidak menyukai kalau Rainy berteman dengan lawan jenis," jawab Rainy dengan menundukkan sedikit kepalanya.
Rainy menghela nafas panjang dan dihempaskan dengan kasar. "Dan hal itulah yang membuatku sadar, di balik sifatnya yang kasar, dia sangat menyayangiku, Nyonya! Dia tidak membiarkanku berteman dengan seorang pria, agar aku tidak ternoda," ucap Rainy tersenyum.
"Memangnya apa salahnya berteman dengan seorang pria, toh cuma teman?" tanya Marisa dengan mengerutkan keningnya.
Rainy menatap ke arah lain dan tersenyum mendengar pertanyaan calon mertuanya tersebut.
"Jika saja saya berteman dengan seorang pria, mungkin saja saya akan berhubungan dengan mereka, dan bahkan saya akan melawan ibu tiri saya yang seharusnya aku hormati, karena dialah pengganti orang tua saya, Nyonya!" ucap Rainy seraya menundukkan kepalanya perlahan.
"Saya janji Nyonya, saya tidak akan membiarkan cucu Anda merasakan apa yang saya rasakan selama ini! Saya akan menyayanginya sepenuh hati!" ucap Rainy sambil mengusap air mata di sudut matanya yang hendak menetes.
Marissa pun terus mengembangkan senyumnya setiap mendengarkan kata demi kata yang Rainy ucapkan. "Aku percaya!" ucapnya.
"Bahkan saya berjanji pada diri saya sendiri, Nyonya! Seandainya saya punya anak tiri, maka saya akan menyayanginya melebihi anak kandung saya sendiri!" ucap Rainy dengan senyum sendunya.
"Cukup saya saja yang merasa kekurangan kasih sayang, saya tidak akan membiarkan cucu Nyonya merasakan hal yang sama!" ucap Rainy tersenyum seraya menatap Marissa penuh ketulusan.
"Baiklah, kalau kamu setuju. Aku yang akan menyiapkan pernikahan kalian!" ucap Wanita paruh baya itu tersenyum.
"Aku percayakan semuanya pada Nyonya!"
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu, Nyonya!" Rainy tersenyum lembut.
"Biar aku antar, lagipula rumah kita satu arah!" ucap Marissa membalas senyuman Wanita tersebut.
"Terima kasih, Nyonya!"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC ...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa dukungannya ya! Like and komen ❤️
Sambil nunggu Othor update, mampir yuk ke karya teman Othor, seperti judul dan Cover dibawah ini 👇👇👇
👍❤