NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 33

Iring-iringan lima mobil Rolls-Royce Phantom itu akhirnya membelah kemacetan Jalan Raya Margonda, berbelok mulus memasuki kawasan kluster paling elite dan tersembunyi di sudut Kota Depok.

Setelah sukses meremukkan mental Tante Mira dan Gege hingga ke dasar bumi, Kevin Wijaya memutuskan untuk langsung pulang.

Mobil mewah itu berhenti tepat di depan sebuah gerbang besi hitam setinggi tiga meter yang menjulang kokoh.

Rumah mewah pemberian Sistem ini bukan sekadar hunian mentereng bagi kaum borjuis; ini adalah benteng tak tertembus.

Di balik dinding-dinding pembatasnya, sistem keamanan berlapis telah diaktifkan secara mandiri oleh Korps Keamanan Elit Wijaya Group sebuah pasukan paramiliter swasta berkemampuan tinggi yang sebenarnya merupakan warisan rahasia dari kakek Kevin, Jenderal Wijaya.

Pasukan elite yang berjumlah puluhan personel bersenjata lengkap ini dibagi menjadi tiga regu utama, yang masing-masing dipimpin oleh tiga perwira kepercayaan dengan kepribadian yang sangat bertolak belakang.

Regu Satu dipimpin oleh Tishon.

Pria berdarah Indonesia-Timur ini memiliki postur tubuh raksasa seperti gunung batu, dengan otot-otot yang siap merobek kemeja taktisnya kapan saja.

Tishon adalah definisi dari disiplin militer murni; tegas, jarang bicara, dan selalu menatap perimeter dengan pandangan dingin.

Regu Dua dipimpin oleh Zidan.

Berbeda total dengan Tishon, Zidan adalah pemuda metroseksual yang selalu memastikan gaya rambut comma hair miliknya tetap rapi di balik kacamata hitam taktisnya.

Zidan selalu menganggap dirinya selevel dengan aktor drama Korea papan atas yang tersesat di dunia militer.

Senjatanya boleh saja senapan serbu, tapi di kantong celananya selalu ada cermin kecil dan lip balm.

Regu Tiga dipimpin oleh Eros.

Di antara ketiganya, Eros adalah yang paling berbahaya.

Pria dengan tatapan mata setajam elang dan bekas luka tipis di pelipisnya ini adalah mantan pembunuh bayaran internasional yang kini mengabdi sepenuhnya sebagai pelindung pribadi sekaligus bayangan Kevin.

Eros jarang berekspresi, namun insting membunuhnya bisa membuat nyali musuh ciut dalam radius sepuluh meter.

Namun, di balik reputasi mereka yang mengerikan di dunia bawah, ada satu fakta memilukan yang sering membuat Kevin elus dada: Zidan dan Eros tidak pernah bisa akur.

Begitu pintu Rolls-Royce dibuka oleh salah satu pengawal, Kevin turun diapit oleh Nabila dan Amanda.

Di depan lobi utama rumah mewah tersebut, ketiga kepala regu sudah berdiri tegap memberikan penghormatan militer.

"Selamat datang kembali, Tuan Besar Kevin, Nyonya Pertama, Nyonya Kedua,"

ucap Tishon dengan suara baritonnya yang menggelegar tegas, memberikan hormat yang sempurna.

Kevin mengangguk pelan.

"Bagaimana situasi rumah, Tishon?"

"Aman terkendali, Tuan."

"Semua perimeter luar dan dalam dalam pengawasan seratus persen," jawab Tishon kaku.

Tepat saat Kevin hendak melangkah masuk, sebuah bisikan sinis memecah keheningan dari barisan belakang.

"Heh, Mantan Jagal,"

bisik Zidan sambil sedikit memiringkan kepalanya ke arah Eros, matanya tetap menatap lurus ke depan demi menjaga wibawa di depan Kevin.

"Lu berdiri deketan dikit napa ke kiri."

Aura kegelapan lu ngerusak refleksi ketampanan gue di kaca spion Rolls-Royce tahu gak?"

"Kulit gue yang sehalus artis drakor ini bisa kering kalau kena radiasi muka sangar lu."

Eros tidak menoleh sedikit pun, namun sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin yang mengerikan.

"Kalau kamu tidak diam dalam tiga detik, Zidan... aku akan memastikan wajah 'Korea'-mu itu butuh operasi plastik di Rumah Sakit Pusat Medika menggunakan pisau lempar saya."

"Cih, kasar banget."

"Dasar minim edukasi estetika,"

cibir Zidan, buru-buru merapikan kerah kemejanya yang sedikit miring.

Kevin yang mendengar perdebatan konyol itu hanya bisa menghela napas panjang.

"Zidan, Eros. Kalau kalian berdua mau adu mulut, silakan di lapangan tembak belakang. Jangan memalukan di depan istri-istri saya."

"Siap, salah, Tuan Besar!"

seru Zidan dan Eros serempak, langsung menegakkan tubuh mereka dengan ekspresi wajah yang mendadak kembali dingin dan profesional, seolah-olah percakapan tadi tidak pernah terjadi.

Amanda yang menyembunyikan senyum di balik tangannya berbisik kepada Nabila,

"Pengawal suamimu ternyata punya bakat sirkus ya, Nab."

Nabila hanya terkekeh pelan menyetujui.

Kevin melangkah masuk ke dalam ruang tengah yang megah, di mana pilar-pilar marmer menjulang tinggi mengitari tangga melingkar.

Di sana, di atas sebuah sofa beludru yang sangat nyaman, duduk seorang wanita paruh baya dengan guratan wajah yang teduh namun tampak sedikit pucat.

Itu Ibu Sri, ibu kandung Kevin.

Ibu Sri tidak bisa menghadiri acara pernikahan rahasia Kevin dan Amanda dua hari lalu, ataupun ikut ke acara syukuran Tante Mira, karena kondisinya yang sedang kurang sehat akibat kelelahan.

Begitu melihat langkah kaki putranya masuk, Ibu Sri langsung mencoba bangkit dari duduknya dengan senyuman yang merekah hangat.

"Kevin... anakku,"

panggil Ibu Sri dengan suara yang agak lemah namun penuh kerinduan.

"Ibu, jangan bangun dulu,"

Kevin buru-buru melangkah cepat, setengah berlari mendekati sofa dan langsung berlutut di depan ibunya.

Ia meraih tangan hangat Ibu Sri dan menciumnya dengan penuh takzim.

Rasa sayangnya pada sang ibu adalah alasan utama mengapa Kevin rela melakukan apa saja, termasuk menahan semua hinaan dari keluarga besar di masa lalu.

Nabila dan Amanda ikut melangkah mendekat.

Nabila dengan telaten langsung duduk di sisi kiri Ibu Sri, memijat lembut pundak mertuanya itu.

"Ibu gimana kondisinya? Udah mendingan? Tadi Nabila di jalan kepikiran Ibu terus."

"Ibu udah agak enakan, Nab. Cuma masih sedikit pusing,"

jawab Ibu Sri lembut, tangannya mengelus rambut Nabila dengan penuh kasih.

Pandangan Ibu Sri kemudian beralih kepada sosok wanita anggun yang berdiri di samping Kevin.

Amanda maju satu langkah, lalu ikut membungkuk hormat dan menyalami tangan Ibu Sri dengan penuh santun.

Keangkuhannya sebagai Rektor UI beraset triliunan lenyap sepenuhnya di hadapan ibu dari pria yang kini menjadi suaminya.

"Selamat siang, Ibu Sri... Saya Amanda. Mohon maaf baru bisa sowan dan menemui Ibu hari ini."

Ibu Sri menatap Amanda dengan pandangan takjub.

Meskipun beliau sakit, beliau sudah mendengar dari Nabila tentang status Amanda yang merupakan seorang Rektor dan wanita terpandang.

Ibu Sri menarik tangan Amanda, menuntunnya untuk duduk di sisi kanannya.

"Aduh... cantik sekali kamu, Nduk,"

puji Ibu Sri dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru. Beliau menoleh ke arah Kevin yang masih berlutut di depannya.

"Kevin... Ibu benar-benar gak pernah menyangka. Dulu... Tante-tantemu selalu bilang kamu gak punya masa depan, selalu menghina kamu."

"Ibu cuma bisa menangis dalam doa malam... Tapi sekarang, Gusti Allah mengangkat derajatmu setinggi ini."

"Kamu punya rumah bak istana, punya pasukan yang menjaga rumah, dan punya dua istri yang luar biasa baik dan rukun..."

Air mata haru akhirnya luruh membasahi pipi Ibu Sri.

Penderitaan bertahun-tahun sebagai janda yang membesarkan Kevin di tengah cemoohan keluarga besar Wijaya kini terbayar tunai dalam bentuk kejayaan mutlak.

"Ini semua berkat doa Ibu yang gak pernah putus buat Kevin,"

kata Kevin lembut, mengusap air mata di pipi ibunya dengan ibu jarinya yang kokoh.

"Mulai hari ini, gak akan ada lagi satu pun orang yang bisa merendahkan Ibu."

"Tante Mira dan Gege tadi sudah Kevin bungkam di Margonda."

"Ruko mereka Kevin tutup, dan jabatan Gege Kevin batalkan dalam lima menit."

Ibu Sri tersentak, namun kemudian mengangguk pasrah.

Beliau tahu bagaimana tabiat adiknya yang keterlaluan di masa lalu.

"Ya sudah... kalau itu memang jalan yang harus mereka terima. Yang penting sekarang kamu harus jaga amanah ya, Vin."

"Jaga Nabila, jaga Amanda. Jangan sampai kekayaan ini bikin kamu sombong."

"Pasti, Bu. Kevin janji," jawab Kevin mantap.

Di luar pintu lobi, suasana haru di dalam rumah lagi-lagi kontras dengan situasi di luar.

Zidan kedapatan sedang mencoba menyemprotkan parfum beraroma mawar ke arah Eros yang sedang berdiri tegak mengamati gerbang.

"Zidan, sekali lagi kamu menyemprotkan cairan kimia berbau busuk itu ke arah jaket taktis saya,"

desis Eros, tangannya sudah menyentuh gagang pisau komando di pinggangnya,

"saya akan memastikan kamu tidur di dalam kandang anjing penjaga malam ini."

"Heh, ini parfum mahal langsung impor dari Paris, ya! Biar bau amis darah di tubuh lu itu ilang! Dasar gak tahu barang branded!"

balas Zidan sengit sambil berkacak pinggang.

Tishon yang berdiri di antara mereka hanya memejamkan mata, menahan diri agar tidak melempar kedua rekannya itu ke dalam kolam renang mewah di halaman samping.

Di dalam ruang tengah, Kevin yang mendengar keributan kecil di luar hanya bisa menggelengkan kepala sembari tersenyum tipis.

Dengan perlindungan pasukan peninggalan kakeknya, dukungan mutlak kedua istrinya, dan kesembuhan ibunya yang mulai membaik, keluarga Wijaya di Kota Depok kini telah resmi berdiri kokoh tanpa ada yang bisa menggoyahkannya lagi!

1
Alfan
👍👍👍
Seti Dean
Up lagi Thor cepet
Seti Dean
pengen jadi Nabila🤭
Le Meneral
Semngat terus Thor,
saran dong kalau bisa bikin cerita dengan genre komedi atau genre dewasa gtu hehehehe......
Dhewa Shaied
ceritanya ok cm izin thor.. sejak kapan orang ditaro di bagasi 😭😭😭😭
irena
lanjut thor
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!