Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 13 Aku pinjam suami mu
"Gimana keadaan kamu sayang, aku langsung buru - buru pesan tiket saat Tante Ratih hubungi aku jika kamu terjatuh di kamar mandi. Aku khawatir kamu kenapa - Napa", ucap Kenan saat tiba di hotel di mana Arabella dan mama nya menginap.
Raut wajah laki - laki itu terlihat sangat panik dan khawatir akan keadaan sang kekasih sampai di bela - belain terbang ke Bali detik itu juga setelah mendapatkan pesan dari Ratih mama nya Arabella.
Beruntung Kenan mempunyai asisten pribadi seperti Andre yang sangat bisa di andalkan dalam segala termasuk pesan tiket dan mengurus segala keperluan dia selama di Bali nanti.
"Aku ngga papa sayang, cuma pusing sedikit aja buat rebahan juga nanti ilang pusing nya. Mama tu yang berlebihan cuma jatuh di kamar mandi saja langsung hubungi kamu. Aku jadi ngga enak ma Kanza mas, karena kamu tinggalin begitu saja. Padahal kalian masih pengantin baru, harus nya kalian selalu bersama", ucap Arabella dengan wajah yang sendu.
Entah itu beneran atau akting hanya gadis itu yang tahu.
"Ssst....jangan pikirkan Kanza, yang terpenting sekarang adalah keadaan kamu. Mas khawatir sekali saat melihat foto kamu terbaring lemas di tempat tidur tadi. Tapi syukurlah kalau kamu sudah baik - baik saja", ujar Kenan merasa lega.
Arabella menyunggingkan senyumannya, wanita itu kemudian bersandar di pundak kekasihnya dengan begitu manja.
"Aku kangen sekali ma kamu Mas, aku ingin sekali mas Kenan selalu berada di samping ku seperti dulu, tapi sekarang keadaan nya sudah berubah Mas Kenan sudah milik orang lain".
"Aku juga kangen ma kamu sayang, sampai kapan pun kamu adalah segala nya bagi ku. Kanza tidak ada artinya bagi ku, hubungan ku ma dia hanya sebatas di atas kertas saja tidak lebih. Kamu tetap pemilik hati ku", kata Kenan begitu lembut pada Arabella, bahkan pria itu mengecup pucuk kepala sang kekasih beberapa kali.
"Janji ya, Mas Kenan tidak akan berpaling dari ku".
"Iya sayang...."
*Back to Kanza,
Kanza sebenarnya merasa malu sekali pada Arga karena telah mengira pria itu tukang ojek online yang dia pesan. Akibat pikiran dan hati yang sedang tidak sinkron jadi begini deh.
"Ehmm, maaf ya mas..aku kira mas Nya tadi beneran driver ojol yang aku pesan karena dari penampilan mas nya juga seperti ojol beneran,hee.." kata Kanza sambil nyengir canggung, gadis itu pun beberapa kali menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal karena merasa canggung.
"Maka nya besok - besok kalau ada apa - apa itu konfirmasi dulu mba yang benar, jangan asal main tarik orang aja".
"Iya mas, sekali lagi maaf ya. Ehm, ini kan sudah terlanjur ya, gimana kalau mas nya tetap nganter aku sampai rumah, nanti aku bayar dua kali lipat dari tarif ojol yang asli", tawar Kanza.
Arga terlihat sedikit bingung, di satu sisi dia mau banget mengantar Kanza tapi di sisi lain dari tadi ponsel nya sudah bergetar terus. Orang yang menghubungi nya pasti saat ini sedang menunggu nya pulang.
"Maaf mba aku ngga bisa".
Dengan wajah yang memelas Kanza mencoba memohon sekali lagi pada Arga supaya mau mengantar nya pulang, ngga ada niat lain bagi Kanza karena hari sudah mulai malam, dan langit pun terlihat mendung seperti mau turun hujan lebat. Jika dia harus memesan ojek online lagi jelas memakan waktu yang lama, mau mencari taksi pun sama jelas lama terlebih jalanan saat ini sudah mulai sepi.
"Mas , tolong aku sekali ini saja. Ini kan sudah malam banget, terus seperti nya mau turun hujan juga, dan jika aku pesan ojol atau menunggu taksi lewat pasti bakalan lama mas, please..." mohon Kanza dengan mode memelas.
Arga menghela nafas nya perlahan", ya sudah mba, ayok".
"Makasih mas, semoga Allah melimpahkan rezeki yang berlimpah pada mas nya, dan semoga saja mas nya segera dapat jodoh, aamiin".
"Semoga jodoh nya mba".
"Hah...mas nya ngomong apa barusan?"
"Ah itu, rumah mba nya di mana?"
"Oh ..kirain apa, itu mas di jalan Nangka No 25", Kanza menunjukkan arah rumah nya.
Sepanjang kedua nya tidak mengobrol sama sekali. Baik Kanza maupun Arga bingung mau memulai pembicaraan, alhasil ke dua nya cuma larut dalam pikirannya masing - masing.
"Di sini Mba rumah nya?" ucap Arga saat kedua nya sudah sampai di depan rumah Kanza dan Kenan.
"Iya Mas", jawab Kanza singkat. Wanita itu saat ini sedang fokus mengambil dompet dalam tas nya dan mengeluarkan dua lembar uang kertas berwarna merah.
Pandangan pria itu menyapu ke sekeliling rumah itu, dalam hati Arga tidak percaya jika Kanza tinggal di tempat itu.
"Ini beneran seorang Kenan Diyaksa tinggal di daerah seperti ini? Apa dia sudah bangkrut? Tapi rasa nya tidak mungkin kalau Kenan Diyaksa bangkrut, aku tidak mendengar berita perusahaan dia koleb, justru perusahaan dia lagi sukses - sukses nya sekarang ini. Tapi aneh saja kenapa dia justru memilih tinggal di lingkungan seperti ini", batin Arga.
Kanza melepas helm nya dan menyerahkan pada Arga, gadis itu juga mengulurkan dua lembar uang pecahan seratus ribuan dan memberikan pada Arga.
"Ini apa mba?" tanya Arga saat menerima uang dua ratus ribu rupiah dari Kanza.
"Itu ongkos yang aku janjiin tadi mas, makasih banget sudah mengantar aku sampai rumah dengan selamat, dan sekali lagi maaf banget ya mas sudah mengira mas nya tukang ojek", ucap Kanza sambil mengatupkan kedua tangan nya di depan dada.
Setelah mengatakan hal itu, Kanza langsung berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Arga yang masih dalam mode diam mematung.
"Eh mba tapi ini...lah sudah kabur saja dia", ucap Arga sedikit kesal.
Karena langit seperti nya sudah ingin menumpahkan air nya, untuk itu Arga bergegas mengendarai motor nya meninggalkan kawasan rumah Kanza.
Sepanjang jalan pikiran Arga masih terpusat di rumah yang Kenan dan Kanza tinggali saat ini. Kawasan perumahan sederhana yang masih sepi penghuninya, karena terlihat hanya beberapa rumah saja yang ada di kawasan itu, dan jarak nya lumayan cukup jauh antara rumah satu dengan yang lain nya.
"Ah....ngapain juga aku mikirin hal itu sih", gumam Arga sambil menambah kecepatan motor nya supaya sampai di apartemen nya.
**
Kanza saat ini sudah membersihkan diri, gadis itu kemudian merebahkan diri di kasur sambil bermain ponsel untuk mengurangi rasa suntuk. Kebetulan saat ini dia belum merasa ngantuk, jujur pikirannya tidak tenang karena kepergian Kenan yang mendadak itu untuk menemui Arabella di Bali.
Ting,
Muncul satu notif pesan yang masuk ke ponsel Kanza dari Arabella. Kakak nya itu mengirim sebuah foto. Karena penasaran Kanza pun buru - buru membuka pesan dari kakak nya itu. Hati nya seketika terasa sesak ketika melihat seorang pria yang status nya sebagai suami sekarang sedang tertidur nyenyak bersandar di bahu kakak nya.
Ting,
Notif pesan ke dua dari Arabella pun masuk kembali ke ponsel Kanza.
"Aku pinjam suami mu dulu ya malam ini adikku"
Kanza tidak merespon pesan dari Arabella, terserah apa pun yang di lakukan suami nya Kanza mencoba untuk tidak peduli sekalipun dalam hati nya saat ini merasa sangat sakit. Sekalipun pernikahan mereka terjadi karena suatu kesalahan, namun tetap saja saat ini hati Kanza sebagai seorang istri merasa tersakiti.
Tidak ingin larut dalam kesedihan, Kanza pun memutuskan untuk memejamkan mata nya. Tapi tiba - tiba saja lampu rumah nya padam.
Blumm,
Braaaak,
Praaaang,
"Astagfirullah....suara apa itu !"