Nindi seorang gadis belia yang masih duduk kelas akhir bangku menengah atas. terpaksa harus menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji
Ardian pun, terus melamun, dan mengingat pertemuannya dengan istri kecilnya itu. " hm, sengsara membawa nikmat. " gumamnya. setelah beberapa jam duduk di balkon, Ardian pun masuk dan melihat istrinya sudah tidur. dia pun merebahkan tubuhnya. Ardian membelai rambut istrinya, dan mencium bibirnya pelan, " canduku". Selamat malam sayang". Ardian pun menyusul Nindi ke alam mimpi. jam 5 pagi
Nindi menggeliat, terasa berat diperutnya, dan perlahan membuka matanya, ternyata tangan suaminya.
Nindi perlahan melepaskan pelukan suami nya. tapi Ardian menggeliat dan makin mempererat kan pelukan nya.
Akhirnya Nindi nyerah. " kak, maaf kalau hari ini aku baru memenuhi kewajibanku" kata Nindi pelan.
Namun Ardian menjawab. " nggak apa telat sayang, daripada tidak, jangan tendang aku". lanjutnya
" ih kakak sudah bangun, Nindi mencubit lengan suami nya.
" aw, kenapa sih, eh dimana mana orang bangunin suami tu mesra, ini tidak sadis juga ya kamu, apa kamu pengen lagi. " jawab Ardian semangat.
mendengar nya Nindi diam tak berkutik. " ya maaf, aku tidak bermaksud demikian ". jawab Nindi.
" kak, aku mau sholat" kata Nindi. mendengar itu, Ardian pun melepaskan tangannya
Nindi masuk kamar mandi, dia berwudhuk dan sholat subuh.
setelah itu dia mau ke bawah rencana bantu bik ina masak. yang sebelum nya di bangun kan Ardian sholat subuh. Nindi langsung kedapur
"non, ndak usah, biar bibi aja". kata bik ina melarang.
" nggak apa bik, saya sudah biasa, rasanya canggung kalau nggak ngapain ". ucap Nindi pelan.
akhirnya bik ina hanya tersenyum melihat kebaikan majikan muda nya.
setelah semua siap. Nindi kembali ke kamar, dan membangun kan suami nya.
" kak. bangun sudah siang.. sarapan sudah siap". Nindi menggoyang kan tubuh suami nya.
Ardian menarik selimutan nya. yang membuat Nindi kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tubuh suami nya. Ardian tidak membiarkan kesempatan itu. dia langsung mencium bibir istri nya.
"iiih kakak sukanya mengambil kesempatan". kesal Nindi berontak melepaskan diri. namun Ardian makin mengeratkan pelukannya.
" kak, aku lapar, makan yuk, tadi aku masak nasi goreng ". kata Nindi.
...Ardian pun melepaskan pelukan nya. "ayok".. Ardian menggandeng istrinya. bik ina senyum melihat majikan yang makin akrab. ...
...Nindi mengambil kan untuk suami nya, dan kemudian ia pun mengambil piring."...
..." untuk siapa lagi.. kan sudah bilang, suapin suami mu ini kita makan berdua."....
...komentar Ardian....
"Dulu kakak emang ndak pernah disuapin mami ya". kata Nindi protes.
" ada, sekarang kan sama istri, sebelum punya anak, he.. he.. ". Cengengesan Ardian cuek.
Nindi geleng-geleng Kepala melihat sikap suami nya yang aneh bagi nya.
" kamu kenapa menatap ku seperti itu, baru sadar ya, kalau suami nya ganteng ". goda Ardian, Nindi mencibir mendengar ucapan suami nya. Dengan cepat Ardian mencium bibir istri nya.
*dasar mesum, nggak lihat tempat". kesal Nindi Ardian cuek saja. dia asyik main HP, sekali sekali mulutnya terbuka minta disuapin.
setelah acara makan selesai.
" kita keluar yuk, bosan dirumah ". ajak Ardian.
" besok aku ada ulangan semester". tolah Ardian halus. " justru itu, refresing, biar ulangan besok dapat ". bujuknya lagi
" sebenarnya kamu ini aneh, biasanya cewek suka jalan jalan, ini udah diajak malah nolak". Kata Ardian penasaran.
" iya deh, aku siap siap dulu". Nindi pun kekamar ganti baju, dan mengambil tas kecil nya.
" bik, kita mau keluar, mungkin sorean pulang,"
kata Ardian mengingat kan.
" iya den, Hati-hati " jawab bik ina sambil menutup pintu pagar.