NovelToon NovelToon
Mak Comblang Cilik

Mak Comblang Cilik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Genius
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Keisya Mahardika hanya punya satu keinginan sederhana, yaitu memiliki seorang mama.

Sayangnya, ayahnya, Arya Mahardika, adalah CEO dingin yang lebih mencintai pekerjaannya daripada urusan hati. Sampai suatu hari Keisya bertemu Alya di kantor ayahnya, wanita baik hati yang langsung ia pilih menjadi calon mamanya.

Sejak saat itu, dimulailah berbagai misi rahasia sang mak comblang cilik untuk mendekatkan mereka berdua.

Di balik rencana-rencana kecil yang lucu dan menggemaskan, perlahan dua hati yang sama-sama terluka mulai saling menemukan.

Tapi apakah cinta bisa benar-benar tumbuh dari ulah seorang anak kecil?Atau justru sang mak comblang cilik harus menerima bahwa tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Usai sarapan, suasana di ruang rawat mulai berubah menjadi lebih sibuk. Arya dan Alya berdiri hampir bersamaan, merapikan pakaian mereka yang masih sedikit kusut karena semalaman menjaga Keysa. Oma Margareth sudah duduk nyaman di kursi samping ranjang, siap menemani cucunya seharian.

Arya mendekati ranjang, berjongkok agar sejajar dengan wajah putrinya. Ia mengusap rambut Keysa dengan lembut, lalu mengecup kening yang masih berplester putih. “Papa dan Aunty Alya berangkat ke kantor dulu, ya. Kamu ditemani Oma. Nanti sore Papa jemput Keysa. Dokter bilang kamu sudah boleh pulang,” ucap Arya pelan, suaranya penuh kasih sayang.

Keysa mengangguk patuh, senyumnya masih lebar. “Iya, Papa. Key janji nulut cama Oma.”

Kemudian giliran Alya yang maju. Ia duduk di tepi ranjang, menatap Keysa dengan lembut. “Cepat sembuh ya, Sayang. Nanti Aunty mampir lagi jenguk Keysa. Jangan nakal, dan makan yang banyak,” ucapnya sambil mengusap punggung tangan kecil Keysa.

Keysa tersenyum manis, matanya berbinar. “Iya, Aunty. Telima kacih ya, cudah jagain Key. Aunty paling baik.”

Alya terkekeh pelan, hatinya meleleh. Ia mencondongkan tubuh dan mengecup pipi lembut Keysa dengan penuh sayang. “Sama-sama, Sayang. Aunty yang berterima kasih karena Keysa sudah mau sembuh.”

Sebelum benar-benar pergi, Arya dan Alya berpamitan kepada Oma Margareth. Alya menunduk sopan. “Kami pamit dulu, Tante. Terima kasih sarapannya"

Oma Margareth tersenyum hangat, melambaikan tangan. “Hati-hati di jalan. Jangan khawatir, Keysa aman sama Oma. Nanti sore sudah boleh pulang, kan? Oma tunggu di rumah.”

Arya mengangguk. “Iya, Ma. Nanti aku kabari.” Mereka berdua akhirnya keluar dari ruang perawatan. 

Klek....

Pintu tertutup pelan di belakang mereka. Di dalam, Keysa masih melambai-lambaikan tangan kecilnya, sementara Oma Margareth tersenyum puas melihat interaksi hangat itu.

Di koridor, Arya dan Alya berjalan berdampingan dalam diam sejenak. Masih ada rasa canggung tersisa dari pertanyaan Oma tadi pagi, tapi juga ada kehangatan yang sulit disembunyikan. 

*

*

Suasana di dalam mobil terasa hening dan canggung. Hanya terdengar suara mesin yang stabil dan deru lalu lintas di luar jendela. 

Arya duduk di kursi pengemudi, satu tangan memegang kemudi, sementara Alya duduk di kursi penumpang dengan tubuh sedikit kaku. 

Pandangannya tertuju ke luar jendela, tapi pikirannya masih dipenuhi pertanyaan Oma Margareth yang terngiang jelas di kepalanya,  membuat pipinya memanas setiap kali mengingatnya.

Alya menggigit bibir bawahnya pelan, dia melihat ke arah luar jendela. Ia tidak tahu harus berkata apa. Suasana yang tadinya hangat di ruang rawat kini berubah menjadi kaku di dalam mobil yang tertutup.

Arya sesekali melirik ke arahnya dari sudut mata. Ia bisa merasakan ketegangan yang dipancarkan Alya. Setelah beberapa menit keheningan yang panjang, ia akhirnya berbicara dengan suara rendah dan tenang.

“Kamu masih memikirkan omongan oma?” ucap Arya pelan, matanya tetap fokus ke jalan. “Dia memang suka bicara seenaknya. Kalau kamu belum siap, aku bisa menunggu kok.”

Alya menoleh perlahan. Wajah Arya tampak serius, tapi ada kelembutan di sudut bibirnya. Ia tidak sedang memaksa, tidak sedang menekan. Hanya menyampaikan dengan tenang bahwa ia mengerti.

Kata-kata itu membuat dada Alya sedikit lega, tapi juga semakin berdetak kencang. Ia menunduk lagi, memainkan ujung blazernya. “Aku cuma malu" ucapnya lirih.

Arya mengangguk pelan, masih menyetir dengan tenang. “Aku tahu. Makanya aku bilang bisa menunggu. Tidak perlu buru-buru. Kita pelan-pelan saja.”

Keheningan kembali menyelimuti mobil, tapi kali ini tidak lagi terasa canggung. Lebih seperti keheningan yang nyaman, penuh pengertian. Alya menghela napas pelan, lalu tersenyum kecil sambil tetap menatap ke luar jendela. 

Untuk pertama kalinya sejak pagi tadi, ia merasa sedikit lebih tenang. Perjalanan menuju kantor terus berlanjut, dengan dua hati yang perlahan mulai saling memahami tanpa banyak kata.

Mobil hitam mengkilap milik Arya melaju pelan memasuki area parkir khusus lantai eksekutif. Beberapa karyawan yang kebetulan sedang merokok di dekat pintu masuk langsung menoleh. Mereka saling berbisik saat mengenali mobil sang CEO. Biasanya Arya datang sendirian atau hanya ditemani sopir. Tapi pagi ini, terlihat jelas ada sosok lain di kursi penumpang.

Begitu mobil berhenti, pintu sisi penumpang terbuka. Alya keluar dengan langkah elegan, blazer putihnya masih rapi meski semalaman digunakannya. Rambutnya sedikit berantakan karena angin pagi, tapi justru membuatnya terlihat lebih natural dan cantik. 

Arya keluar dari sisi pengemudi, menutup pintu mobil dengan tenang, lalu berjalan berdampingan dengannya menuju pintu utama gedung.

Dalam sekejap, suasana di area parkir dan lobi kantor menjadi heboh. Karyawan yang melihat langsung mengeluarkan ponsel, saling menatap, dan berbisik-bisik tanpa malu.

“Lihat tuh, Alya keluar dari mobil Tuan Arya,” bisik seorang staf marketing sambil menyenggol temannya.

“Serius? Bukan kebetulan kan? Mereka datang bareng pagi-pagi begini.”

“Sepertinya benar. Alya bakal menjadi istri Tuan Arya,” celetuk yang lain dengan mata berbinar penuh spekulasi.

Seorang karyawan dari divisi keuangan mengangguk-angguk setuju sambil menyilangkan tangan. “Bisa jadi sih. Tapi wajar aja. Alya cantik, Tuan Arya juga tampan. Mereka kelihatan serasi banget. Apalagi kemarin Alya sempat menemani anaknya tuan Arya, yang dirawat di rumah sakit"

Gosip menyebar cepat seperti api. Dari area parkir, ke lift, hingga ke setiap lantai. Beberapa orang pura-pura sibuk menata berkas sambil terus melirik ke arah Arya dan Alya yang berjalan masuk dengan wajah tenang, seolah tidak menyadari keributan di belakang mereka.

Alya yang merasakan banyaknya tatapan mulai sedikit canggung. Ia menunduk, mempercepat langkahnya. Arya di sampingnya hanya mengangkat alis, wajahnya tetap datar, tapi sudut bibirnya sedikit terangkat seolah tidak peduli dengan hebohnya kantor pagi itu.

Di dalam lift yang mereka naiki bersama, suasana kembali hening. Tapi di luar, di seluruh penjuru kantor, satu topik sudah menjadi bahan obrolan utama. kemungkinan besar Alya tidak lama lagi akan menjadi nyonya di sisi Tuan Arya.

“Baju kerjamu sudah di taruh di meja kerjamu,” ucap Arya pelan, suaranya tenang seolah sedang membahas sesuatu yang biasa saja.

Alya mengerjapkan matanya, terkejut. Ia memang tidak sempat membawa baju ganti sejak semalam menjaga Keysa di rumah sakit. Tapi… masak iya bosnya ini sampai membelikannya baju kerja baru?

Ting……

Belum sempat Alya bertanya, atau sekadar mengucapkan terima kasih, pintu lift sudah terbuka di lantai eksekutif. Arya melangkah keluar lebih dulu dengan langkah panjang, meninggalkan Alya yang masih berdiri terpaku di dalam lift dengan wajah bingung sekaligus malu.

Pintu lift perlahan menutup kembali, menyisakan Alya sendirian dengan rasa hangat yang tiba-tiba memenuhi dadanya.

1
Ariany Sudjana
wah Oma buat heboh pagi-pagi 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
coba untuk jujur Alya, Arya itu ingin tahu apa kamu pantas untuk jadi ibu sambung Keysa
Ipunk Hantu
lanjut KK thorrr
Ariany Sudjana
nanti kalau Keysa pindah sekolah, berarti Zara juga pindah yah? supaya bisa tetap bersahabat baik
Ariany Sudjana
dasar orang tua yang ga tahu diri, sudah tahu anaknya salah, masih juga dibela... ternyata Arya donatur sekolah, sudahlah pindahkan saja Keysa ke sekolah lain
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: betul klo masih dilanjutkan mentalnya akan berpengaruh
total 1 replies
Eliermswati
cpt sembh y ank cantik biar bs comblangin papa Arya lg😍smngt thor up nya
Indriani Kartini
mau donk pa arya🤭
Chi Hoong Yap
wah, Alya terima saja Arya.Arya juga tak kisah Alya janda.yang penting rahasia keysa tertutup tunggu keysa besar baru di beritahu.😍😍
Ivone
iklan nya banyaaak banget jarang up date
Iffanaya 😽
kok bisa guru nya pergi gtu aja gk ada minta maaf sama sekali ke pihak keluarga 😱 sekolah nya emang gk beres
Ariany Sudjana
ternyata keponakan Arya, masih dekat hubungannya berarti, dan sekolah harus dituntut, karena membiarkan perundungan terjadi dan tidak memberi tahu ke orang tua, ketika anak korban perundungan mengalami kecelakaan
Ariany Sudjana
ini sekolah bisa dituntut, murid kecelakaan kok tidak memberi tahu orang tuanya
Chi Hoong Yap
pasti Alya donor darah, mungkin keysa anak kakak Arya
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: kemungkinan begitu dan darah Alya cocok sama Keysa pihak sekolah harusnya menghubungi Arya mau bagaimanapun keadaan nya jangan anggap remeh luka anak kecil
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
eh kira² sapa td yg donorin darah buat keysa 🤔
Iffanaya 😽
next kk 🙌
Indriani Kartini
baru sadar pa Arya klau punya karyawan yg cantik dan bwt deg2an, knapa beru sekarang pa🤭🤭🤭
merry yuliana
💪💪💪🙏
merry yuliana
nah loh ayo tebak2an alya jawab apa 🤭....kasian keysa rindu kasih sayang seorang mama semoga kak thor cantik melancarkan jalan akya cepat jadi istri arya dan mama keysa😍💪💪💪🙏
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
jawab aja Alya kalo mau jadi Mamanya Key asal Papa Key juga setuju klo Aunty Alya jadi istrinya Papa otomatis jadi Mamanya Key🥳
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
next kk 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!