NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata

​Keheningan yang canggung menyelimuti pelataran Aula Bintang Jatuh. Lin Xuan menatap anak anjing berbulu hitam legam di depannya dengan alis berkedut. Anak anjing itu membalas tatapannya dengan mata bulat yang berbinar-binar, lalu mengibaskan ekor pendeknya dengan penuh semangat dan berlari ke arah Lin Xuan, menggesekkan kepalanya yang berbulu lembut ke kaki sang Ketua Sekte.

​"Sistem," panggil Lin Xuan, suaranya dipenuhi dengan ancaman terpendam. "Jelaskan kepadaku bagaimana bola bulu ini bisa melindungi sekte dari serangan musuh. Jika kau tidak bisa, aku akan merebusnya untuk makan malam."

​Seolah mengerti ancaman itu, anak anjing tersebut tiba-tiba berhenti mengibaskan ekornya. Ia menatap Lin Xuan dengan ekspresi yang bisa dikatakan... kesal? Kemudian, anak anjing itu membuka mulut kecilnya.

​Fwoosh!

​Sebuah semburan api hitam yang suhunya cukup panas untuk melelehkan baja kelas satu keluar dari mulut kecilnya, membakar ujung jubah Lin Xuan sebelum sang Ketua Sekte buru-buru memadamkannya dengan tepukan panik.

​"Sialan!" umpat Lin Xuan sambil mundur selangkah.

​[Menganalisis Spesies...]

[Nama: Belum ada]

[Spesies: Anjing Neraka Pemakan Surga (Heaven-Devouring Hellhound) - Fase Bayi]

[Tingkat Kultivasi Saat Ini: Menyamai Puncak Pembangunan Yayasan Manusia]

[Potensi Pertumbuhan: Tak Terbatas (Tingkat Ilahi)]

[Penjelasan: Seekor binatang buas kuno dari ras iblis neraka. Garis keturunannya memungkinkannya untuk menelan semua bentuk energi, sihir, dan bahkan benda pusaka untuk memperkuat dirinya. Karena masih dalam fase bayi, ukurannya kecil, tetapi kekuatan fisiknya dapat menghancurkan tulang ahli Pembangunan Yayasan hanya dengan satu gigitan.]

​Mata Lin Xuan membelalak. Ia membaca kembali panel holografik itu dua kali untuk memastikan ia tidak salah lihat.

​"Puncak Pembangunan Yayasan?! Anjing sekecil ini?" Lin Xuan menatap anak anjing yang kini sedang menjilat-jilat kakinya seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Jika apa yang dikatakan sistem benar, maka anjing ini bahkan lebih kuat dari dirinya di luar batas teritorial sekte!

​Lin Xuan perlahan berjongkok dan mengelus kepala anjing itu, membuat si hitam kecil menyipitkan matanya keenakan.

​"Baiklah, aku tarik kembali kata-kataku tentang merebusmu," ucap Lin Xuan dengan senyum canggung. "Karena kau hitam legam dan suka membakar barang, aku akan memanggilmu Xiao Hei (Hitam Kecil). Mulai sekarang, kau adalah Penjaga Gerbang Sekte Bintang Jatuh."

​"Guk!" Xiao Hei menggonggong ceria, tampak setuju dengan nama barunya.

​Lin Xuan bangkit berdiri dan meregangkan tubuhnya. Ia masih memiliki dua hadiah lain yang harus diurus.

​"Sistem, gunakan Kartu Bangunan: Paviliun Senjata Surgawi," perintah Lin Xuan.

​[Menggunakan Kartu Bangunan...]

[Menentukan lokasi otomatis di sayap kanan Aula Utama...]

​GEMURUH!

​Tanah di sayap kanan pelataran utama sekte bergetar. Sebuah bangunan berlantai tiga yang megah muncul dari dalam tanah seperti paku raksasa yang menembus bumi. Dindingnya terbuat dari perunggu hitam kuno yang memancarkan aura membunuh yang tajam, atapnya dilapisi sisik naga yang membiaskan cahaya redup. Di atas pintu utamanya, sebuah plakat kayu berukir tulisan "Paviliun Senjata Surgawi" memancarkan pedang Qi yang tak terlihat.

​[Paviliun Senjata Surgawi (Tingkat Dasar) telah dibangun!]

[Fungsi: Berisi ruang penempaan magis dan brankas senjata. Tuan Rumah dapat menggunakan Poin Sekte untuk mensintesis material yang dikumpulkan murid menjadi senjata, atau langsung membeli senjata pracetak dengan harga diskon dari sistem. Saat ini, paviliun menyimpan tiga senjata kelas Bumi (Earth Grade) sebagai hadiah pembangunan awal.]

​"Tiga senjata kelas Bumi secara gratis?" Lin Xuan tersenyum puas. Senjata tingkat ini sangat langka di luar sana. Bahkan Kepala Keluarga Ye pun paling hebat hanya memiliki senjata kelas Mortal tingkat atas.

​Meninggalkan Xiao Hei yang sedang asyik berguling-guling di halaman, Lin Xuan melangkah menuju Paviliun Senjata dan mendorong pintu perunggunya yang berat. Aroma logam dan api menempa langsung memenuhi penciumannya. Di tengah ruangan, terdapat tungku penempaan raksasa yang tidak memerlukan kayu bakar, melainkan energi spiritual untuk menyala.

​Di dinding sebelah kanan, terdapat tiga rak senjata yang saat ini memamerkan hadiah awal dari sistem:

​Pedang Bintang Merah: Pedang panjang yang dikelilingi oleh aura api tipis. Cocok untuk kultivator berelemen api.

​Sarung Tangan Penghancur Gunung: Sarung tangan dari logam berat yang dirancang untuk ahli seni bela diri fisik murni.

​Jarum Sutra Bayangan: Setengah lusin jarum kecil yang hampir tak kasat mata, sangat mematikan untuk pembunuhan diam-diam.

​"Pedang ini sempurna untuk Ye Chen," guman Lin Xuan sambil mengambil Pedang Bintang Merah. Begitu tangannya menyentuh gagang pedang, ia bisa merasakan fluktuasi elemen api yang meresonansi dengan energi di sekitarnya.

​Lin Xuan menyimpan pedang itu ke dalam cincin penyimpanannya. Ia keluar dari Paviliun Senjata dengan suasana hati yang sangat baik. Kini, dengan Poin Sekte yang mencapai 1.000 Poin, ia akhirnya merasa tidak terlalu miskin.

​"Sistem, buka daftar fasilitas yang bisa kutingkatkan atau kubangun dengan 1.000 poin!"

​Layar biru muncul, menampilkan beberapa pilihan menarik.

​[Pilihan Peningkatan:]

Perluasan Wilayah Mutlak (Absolute Domain). Meningkatkan radius perlindungan Tuan Rumah dari 10 km menjadi 50 km. (Harga: 500 Poin)

Menara Waktu (Time Pagoda) Tingkat 1. Bangunan untuk mempercepat waktu kultivasi. 1 hari di dalam setara dengan 10 hari di luar. (Harga: 1.000 Poin)

Aula Pencerahan (Hall of Enlightenment). Meningkatkan pemahaman dan peluang murid untuk menembus kemacetan (bottleneck) kultivasi sebesar 50%. (Harga: 800 Poin)

​Lin Xuan mengelus dagunya, menimbang-nimbang pilihan. Memperluas wilayah mutlak memang sangat penting untuk keselamatannya sendiri, tetapi untuk saat ini, tidak ada musuh yang mampu menyusup hingga ke puncak gunung tanpa terdeteksi oleh Formasi Pengumpul Roh atau penciuman Xiao Hei.

​Di sisi lain, sektenya butuh kekuatan tempur yang nyata selain dirinya, dan itu berarti Ye Chen harus menjadi kuat dengan sangat cepat.

​"Menara Waktu... ini adalah jalan pintas terbaik yang ada," gumam Lin Xuan. "Sistem, beli dan bangun Menara Waktu Tingkat 1!"

​[Pembelian Berhasil. Saldo: 0 Poin Sekte.]

[Memulai pembangunan Menara Waktu...]

​Di sayap kiri sekte, berlawanan dengan Paviliun Senjata, sebuah menara segi delapan setinggi lima tingkat terbentuk dari pusaran cahaya keperakan. Permukaannya dihiasi ukiran jam matahari kuno dan rasi bintang yang bergerak perlahan, seolah mewakili putaran waktu itu sendiri.

​Menara itu berdiri kokoh, memancarkan distorsi halus di udara sekitarnya.

​Lin Xuan tersenyum memandangi tiga fasilitas utamanya: Formasi Pengumpul Roh, Paviliun Senjata Surgawi, dan Menara Waktu. Sektenya, sedikit demi sedikit, mulai terlihat seperti faksi abadi yang pantas dihormati.

​Sekarang, ia hanya perlu menunggu Ye Chen keluar dari masa pelatihannya dan memberinya kejutan baru.

​Keesokan paginya.

​Cahaya matahari yang hangat menembus kabut spiritual Gunung Bintang Jatuh. Di halaman utama, pintu Paviliun Samping terbuka perlahan.

​Ye Chen melangkah keluar dengan mata berbinar-binar. Aura apinya sangat stabil dan kuat. Hanya dalam waktu semalam berlatih dengan lingkungan yang setara dengan surga, kultivasinya tidak hanya kokoh di puncak Kondensasi Qi, tetapi tubuh fisiknya juga telah ditempa menjadi lebih keras.

​Namun, saat ia menatap pelataran sekte, Ye Chen membeku di tempatnya.

​Di sayap kanan, ada sebuah bangunan perunggu hitam yang memancarkan aura ketajaman mematikan. Di sayap kiri, sebuah menara yang membelokkan ruang dan waktu berdiri megah. Dan di tengah halaman, seekor anak anjing hitam sedang mengunyah sisa pedang patah seolah-olah itu adalah kerupuk!

​"G-guru... apakah tempat ini selalu memiliki bangunan-bangunan itu?" tanya Ye Chen tergagap saat melihat Lin Xuan keluar dari Aula Utama.

​Lin Xuan tersenyum penuh rahasia. "Guru melihatmu berkembang pesat, jadi Guru memutuskan untuk membuka segel perlindungan pada dua paviliun tambahan sekte kita. Mulai hari ini, kecepatan kultivasimu akan meningkat pesat."

​Mata Ye Chen berkaca-kaca. Gurunya benar-benar menghabiskan begitu banyak kekuatannya (begitulah yang dipikirkan Ye Chen) untuk membantunya berkultivasi!

​"Mari," ucap Lin Xuan, menunjuk Menara Waktu. "Saatnya kau masuk ke ranah Pembangunan Yayasan. Setelah kau menembusnya, Guru memiliki misi pertama untukmu."

1
Hadi Hadi
up up🤭
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Romansah Langgu
Novel yang mantap
Hadi Hadi
is good😄😄💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
Hadi Hadi
is good😍😍😍
Hadi Hadi
up up😍💪
Hadi Hadi
sikat😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat😍💪💪
Hadi Hadi
is top
Hadi Hadi
is y😍😍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!