NovelToon NovelToon
Dari Benci Menjadi Bucin

Dari Benci Menjadi Bucin

Status: tamat
Genre:Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Kenzo yang keras dan Anisa yang berani selalu tak akur, saling berselisih setiap hari. Namun saat terpaksa bekerja sama, benci perlahan berubah menjadi cinta manis yang tak disadari keduanya. Dari yang saling menentang, kini berubah menjadi tak bisa berpaling satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2.Satu Kelas, Satu Masalah

Suasana pagi itu di dalam kelas XI-2 terasa masih menyisakan ketegangan sisa pertemuan kemarin. Matahari pagi bersinar terang menembus jendela kaca, menyinari ruangan yang kini mulai dipenuhi siswa satu per satu. Namun bagi Anisa, cahaya hangat itu seolah tak mampu menyentuh hatinya yang masih terasa panas mengingat kejadian kemarin. Setiap kali bayangan wajah Kenzo terlintas di benaknya, rasa kesal kembali membuncah—lelaki itu dengan nada bicaranya yang tinggi, tatapan yang menilai, dan sikap seakan dialah penguasa mutlak di kelas ini. "Sombong sekali dia," gumam Anisa pelan pada dirinya sendiri sambil menata buku pelajaran di atas meja, berusaha melupakan rasa tak nyaman itu. Sayangnya, takdir seakan mendengar keluhannya dan justru memberikan kenyataan yang tak diinginkannya sama sekali.

Pintu kelas terbuka lebar, dan langkah tegap yang dikenalnya itu terdengar kembali. Kenzo melangkah masuk dengan raut wajah yang tetap kaku, seragam rapi tanpa selembar pun berantakan, tatapan matanya menyapu seisi kelas sejenak sebelum berhenti tepat di satu titik—meja tempat Anisa duduk. Kali ini tatapan itu terasa lebih tajam, seakan ada ujung jarum yang menusuk pelan. Anisa menegakkan bahu, menatap balik tanpa rasa takut, menolak untuk terlihat ciut sekalipun. Ia tak akan membiarkan siapa pun, termasuk lelaki itu, membuatnya merasa salah padahal ia tidak bersalah.

Tak lama kemudian, wali kelas masuk dan membuka daftar nama penempatan kursi. Saat nama Kenzo disebut sebagai ketua kelas sekaligus penanggung jawab ketertiban, Anisa menelan ludah. Namun detik berikutnya, napasnya tertahan.

"Anisa, letak kursinya tepat di sebelah Kenzo. Saling melengkapi ya dalam belajar," ujar Bu Guru dengan senyum ramah, tak menyadari badai yang seketika meledak di antara dua anak manusia itu.

Anisa terpaku. Matanya melirik tak percaya ke arah Kenzo, dan tepat saat itu Kenzo pun menoleh padanya. Tatapan mereka bertemu sejenak—saling berisi kekesalan, keterpaksaan, dan seakan sama-sama berkata: "Kenapa harus dia?"

Kenzo berjalan mendekat ke meja baris tengah itu, berhenti tepat di sisi meja sebelah Anisa, lalu meletakkan tasnya dengan gerakan tenang namun terasa berat maknanya. Suara buku yang diletakkan terdengar cukup jelas, seakan menjadi penanda bahwa kenyataan pahit ini tak bisa lagi dihindari.

"Jadi ternyata," ucap Kenzo memecah keheningan, suaranya rendah namun terdengar dingin di telinga Anisa, "kamu memang akan duduk di sebelahku. Sepertinya kemarin pita nama itu belum cukup membuatmu paham aturan di sini."

Anisa berdiri dari duduknya, menatap lurus ke arah mata Kenzo. "Dan sepertinya kamu belum paham satu hal, Kenzo," balasnya tak mau kalah, nada bicaranya tenang namun tajam. "Aku tidak bermaksud melanggar aturan. Tapi kalau aturan itu disampaikan dengan sikap angkuh dan nada memerintah, tentu saja orang akan menolak. Termasuk aku."

Kenzo menyilangkan tangan di dada, sudut bibirnya terangkat sedikit membentuk senyum miring yang penuh penilaian. "Jadi maksudmu, selama kita duduk berdampingan, aku harus mulai melatih kesabaran menghadapi seseorang yang merasa selalu benar seperti kamu?"

"Sebaliknya," sahut Anisa cepat, "aku justru khawatir kamulah yang akan kesulitan bersabar. Karena aku tidak akan diam saja melihat sikapmu yang seakan kamu paling tinggi dan paling berkuasa di sini. Kita satu kelas, Kenzo. Setara. Bukan atasan dan bawahan."

Suasana di sekitar mereka seketika terasa hening. Beberapa teman sekelas yang lewat tak berani bersuara, hanya melirik pelan seakan menyaksikan pertarungan yang baru saja dimulai. Di meja sebelah, ada yang berbisik pelan, "Wah, baru saja duduk sebelah sudah berdebat ya..."

Kenzo terdiam sesaat, menatap wajah Anisa lekat-lekat seakan ingin mencari sesuatu di sana. Namun yang ia temukan hanyalah sepasang mata yang berani menatap balik, tak bergeming sedikit pun. Tak ada keraguan, tak ada rasa takut. Justru ketegasan itu yang membuat Kenzo merasa semakin tidak nyaman. Selama ini jarang ada orang yang berani menentang perkataannya, apalagi sejak hari pertama bertemu. Dan gadis di hadapannya ini justru melakukannya dengan sangat tenang.

"Baiklah kalau begitu," ucap Kenzo akhirnya, suaranya terdengar tegas dan berisi ancaman halus. "Kita lihat saja siapa yang akan lebih banyak kesulitan nantinya. Aku berharap kamu tidak akan menjadi masalah baru di sebelah mejaku. Karena kalau sampai kamu melanggar aturan atau mengganggu ketertiban, jangan harap aku akan bersikap lunak hanya karena kamu perempuan."

Anisa tersenyum tipis, senyum yang justru membuat Kenzo merasa semakin tertantang. "Tenang saja. Aku taat aturan selama aturan itu adil. Tapi kalau ada yang merasa jadi penguasa dan memperlakukan orang lain semena-mena... jangan kaget kalau aku akan selalu berdiri di hadapanmu."

Pertemuan itu pun berakhir dengan keheningan yang penuh ketegangan. Kenzo duduk di kursinya dengan wajah tegang, membuka buku pelajaran tanpa menoleh lagi ke arah Anisa. Begitu juga Anisa, duduk kembali dengan perasaan yang campur aduk—antara kesal, kesabarannya yang mulai diuji, dan satu kenyataan pahit yang kini harus ia terima:

Mulai hari ini, mereka tidak hanya satu kelas. Mereka juga duduk berdampingan, setiap hari, dari pagi hingga bel pulang berbunyi. Bagi Anisa, keberadaan Kenzo di sebelahnya bukan sekadar teman sebangku. Melainkan satu masalah besar yang harus ia hadapi setiap hari. Dan sepertinya, perang pendapat di antara mereka baru saja dimulai.

 BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!