NovelToon NovelToon
Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:866.9k
Nilai: 5
Nama Author: adek siska

Harap bijak dalam memilih bacaan.

Nona muda menikahi dokter muda yang tampan. Dia melakukan segala hal untuk bisa lepas dari pernikahannya. tapi tidak berhasil membuat Juno si dokter muda menyerah, dia membalas kelakuan nona muda dengan tingkah konyolnya, akankah nona muda bisa mencintai dokter muda.

Tidak di sarankan bagi kalian yg penganut jiwa mafia...😌😂👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adek siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insiden di pagi hari

Amora kaget dengan pertanyaan Juno. Dia langsung gelagapan harus menjawab apa.

Sebenarnya semalam dia sempat sadar, hanya saja karena apa yang Juno lakukan membuat ia merasakan mabuk kepayang hingga ia membiarkannya saja dan menikmatinya dalam diam. Apa mungkin itu juga karena minuman. Tapi tidak mungkin ia katakan karena ia sempat menikmatinya. Bisa kegeeran Juno nanti.

"Karena ... Karena aku bisa rasain, tapi karna mabuk. Aku nggak bisa lawan. Pikiran aku kurang fokus. Dan pagi ini aku liat baju yang aku pakek udah kebukak semua. Cowok mesum emang nggak bisa di percaya. Berani-beraninya kamu renggut apa yang susah payah aku pertahan kan untuk orang yang pantas, kamu ambil gitu aja. Emang dasar baj*ngan kamu itu!" rutuk Amora dengan sebuah guci kecil yang masih di tangannya.

Ada senyum tipis di bibir Juno. Saat mendengar pernyataan Amora. Itu terdengar lucu saat Amora menyebutkan 'orang yang pantas', jelas ia adalah orang yang berhak atas diri Amora, karena sebagai suami sah Amora Juno tak bisa di salahkan atas tindakannya semalam.

"Aku kan emang orang yang berhak, aku suami kamu. Emang kamu mau serahin sama siapa kalo bukan sama aku suami sah kamu. Terus kita mau punya anak pakek cara gimana kalo nggak kayak semalam? membelah diri gitu?" kekeh Juno masih dengan menahan perih lukanya "Jadi, yang semalam itu nggak salah donk. Aku adalah orang yang berhak dan tepat" ujar Juno kembali membela diri dengan senyum puas dan penuh kemenangan dengan posisi masih menahan kain di kepalanya untuk menahan lukanya.

Amora menatap pria tampan yang tengah duduk di ranjang yang hanya mengenakan seutas selimut itu dengan senyum menyebalkan. Tiba-tiba bayangan semalam saat ia di cumbuinya seakan kembali membayangi Amora, setiap sentuhan itu, tiap rengkuhan itu dan expresi wajah itu kembali mengingatkan Amora pada momen tersebut. Bisa-bisanya dia semalam diam saja dan saat ia terbangun pagi ini malah menjadi mimpi yang sangat buruk baginya.

Amora meremas pakaiannya menahan gejolak amarahnya yang membuncah tak terbendung lagi. Amora kembali histeris mencengkeram kepala dan rambutnya. Juno yang melihat Amora histeris mengernyitkan keningnya dan ia mulai ikut jadi panik. Takut teriakan Amora akan mengundang perhatian orang-orang sekitar.

Amora kembali mencari barang lain yang bisa ia lempar. Ia melihat sebuah vas bunga di atas meja di dekatnya, ia mengambil vas bunga tersebut dan tanpa sempat Juno menghindar lagi vas tersebut mendarat di kepalanya Juno hingga Juno yang terkena hantaman benda itu cukup keras. Akhirnya ia pun tak sadarkan diri. Darah mulai mengalir membasahi ranjang mereka lebih banyak dari yang tadi dengan Juno yang terkulai lemas karena shock atas serangan Amora.

Amora melihat Juno tak bergerak mulai melangkah mendekati Juno dengan langkah ragu-ragu dan takut. Ia mengguncang tubuh Juno beberapa kali. Akan tetapi pria tersebut tetap tak bergerak. Amora mulai panik dan ketakutan. Apalagi saat ia membalikan tubuh Juno ternyata pria itu sudah bersimbah darah. Amora mulai sadar atas apa yang baru saja ia lakukan, ia baru saja melakukan pembunuhan terhadap pria ini. Tidak, dia tidak mau di penjara karena kasus pembunuhan ini.

"Juno, Jun ....," panggil Amora panik berharap pria itu masih hidup. Juno tetap tidak bergeming. Amora semakin panik saat melihat darah semakin banyak saja mengalir di ranjang mereka. Amora mulai terisak lagi, dia sangat ketakutan dan tangannya mulai menggigil. Dia menatap ke sekitar, tidak ada siapapun di kamar ini. Dia harus mintak tolong pada siapa sekarang.

Amora tidak punya pilihan lain lagi. Ia harus meminta bantuan keluar walau dengan resiko mungkin dia akan mendapatkan Masalah atas tindak kekerasan yang baru saja ia lakukan, ia tidak peduli. Ia harus menyelamatkan Juno sekarang juga, ia pun bangkit dan bersiap mencari bantuan keluar.

Akan tetapi ia ingat sesuatu. Ia menyingkap selimut Juno, benar Juno belum sempat mengenakan pakaiannya tadi, karena Amora terus menyerangnya. Dan ia juga baru sadar bahwa dia juga tidak mengenakan pakaian bawahan, dia hanya mengenakan baju dan ****** ********. Dia segera mencari pakaian lengkpnya sebelum ia pergi keluar. Selesai berpakaian baru ia keluar, dia melihat Juno sekilas ternyata Juno sama sekali tak mengenakan apapun kecuali selimut. Tapi sudah tidak ada waktu. Karena lelaki itu semakin banyak saja mengeluarkan darah.

"Nggak ada waktu, biarin deh dari pada dia mati," ujar Amora. Amora hanya membenahi selimut penutup tubuh Juno saja setelah itu ia segera berlari keluar dengan panik. Sesampainya di luar, dia ingat bahwa dia tidak bisa berbahasa orang-orang sekitar. Ah sudah lah teriak saja, pasti orang-orang akan paham jika dia sedang butuh bantuan saat ini.

"Help, help, help....," teriak Amora hingga mengundang perhatian orang-orang di sekelilingnya.

Satu persatu mereka mulai keluar penginapan dan menghampiri Amora yang menangis dan terlihat panik. Mereka mulai menanyakan Amora, masalahnya tidak satu pun diantara mereka yang bisa berbahasa Inggris, karena mereka merupakan penduduk asli setempat. Amora terus mencoba menjelaskan tapi tidak ada yang paham. Ingin ia seret saja mereka ke rumah tapi dia takut jika dia akan di rampok seperti tempo hari, Amora semakin panik. Dia tidak ingin Juno mati kehabisan darah, tapi bagaimana, apa yang harus ia lakukan. Amora menangis kembali.

'Juno apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa membantumu? Juno aku takut, benar-benar takut sendirian di sini', batin Amora.

Hingga keajaiban pun terjadi, ada satu seseorang yang maju. Seorang lelaki muda datang mendekati Amora.

"Ada apa, mbak? Saya dari Indonesia," ujarnya, seketika membuat Amora tenang.

"Oh, syukur lah," ujar Amora senang akhirnya ada orang yang bisa diajaknya bicara.

"Suami saya kepalanya berdarah di kamar, dia pingsan. Dan saya nggak tahu dia masih hidup atau tidak," terang Amora.

Semua orang pun mulai panik menuju ke tempat tujuan, Amora ingat jika Juno tidak mengenakan apapun. Dia pun segera menghentikan semuanya.

"Tolong bilang sama mereka, bisa hanya beberapa saja yang ikut, sebab suami saya dalam keadaan tanpa busana," bisik Amora sedikit malu tapi ia harus memberitahu nya. Ada senyum tipis di bibir pria muda asal Indonesia tersebut. Ia yang bisa berbahasa Swiss pun akhirnya memberi tahu akan hal tersebut sehingga hanya dia dan seorang lelaki tua yang masuk kamar.

Mereka kaget mendapati kamar yang berantakan. Tapi mereka tak kalah panik saat melihat Juno yang pingsan bersimbah darah di ranjang. Lelaki itu turkulai tak berdaya di ranjang bersimbah darah.

Selesai mengenakan pakaian Juno. Mereka pun segera membawa Juno ke rumah sakit.

1
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian Juno yg ditinggal neneknya
Nur Syamsi
Saudah cocokmitu, klaw amorah tinggal dirumah nenek Juno, spya Junonya Tdk Tdk kepikiran kalaw Amorah tinggal dirumah mamamnya
Nur Syamsi
klaw bisa Amora ma Juno tinggal dirumah nenek dulu, untuk ketenangan Juno dan Amora yg hamil mudah
Nur Syamsi
akhirnya ketahuan tu simertua arogan
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
nenangin diri dulu dirumah nenek Juno, ntar Amoranya mrsa kehilangan pasti dia mencarimu dan klaw sudah baikan tinggal sja dulu dirumah nenekmu dmi menghindari mama mertuamu
Nur Syamsi
ya balik dulu ke rumah nenekmu Juno untuk nenangin diri.....biar Amorahnya sadar diri....
Nur Syamsi
bagaimna Amira maw bersikap layaknya seorang istri klaw mamanya yg mendukungnya, kecuali Ros dan pelayan lainnya
Nur Syamsi
makanya jgn permainkan pernikahan, pa lgi yg kau harap ada istri dan anaknya yg menanti,
Nur Syamsi
jaga sikap Sinta, walaupun pernikahan dr Juno didasari dg perjodohan berarti itu sdah jodonya dr Juna, makanya nenek Widya selalu menekankan cari laki, Krn mgkin nenek Widya tau bahwa Sinta ada hati ma Juno
Nur Syamsi
mama mertua matre papa .....
ReeNo AdiIrwansyaah
semua mental orang itu emang berbeda beda tapi juno memiliki mental yg tipis yg sabar junn jangan ikutan tren budir
Dandelion Kecil: itu yg saya maksud karakternya masih lemah, karna penjabaran konflik masih sangat minim. itu di sebabkan dulu saya di kejar target up. jika harus revisi banyak sekali yg harus saya rombak. ini bukan karya terbaik saya tapi malah terlanjur rame yg baca 🙏
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
Mng Icut
istri tak tau sopan santun,harusnya di buang aja,masik banyak cewe yng bisa menghargai suami
Hadimulya Mulya
menyerah katanya,tapi msh di pertahan kan rumah ttg nya,berarti kan munafik
Suhar Suharsoyo
kurang greget,seharusnya kasih Amora pelajaran sampai semenyesal mgkn,biar betul2 kapok dia,kasihan kunonya SPT lelaki pecundang aja
Dandelion Kecil: banyak yg bilang gitu. kayaknya iya. Karakter Juno terlalu lemah.
total 1 replies
Lisa Icha
kayaknya ceritamu ini seru Thor n aku mampir ya
Dandelion Kecil: 👍😘😘😘😘
total 1 replies
tististis
asyek kayak nya bang Juno.
Lea Octa
Lanjut baca ...bikin penasaran alur ceritanya
Dandelion Kecil: 🤗🤗🤗😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!