Zhang Lin dikenal sebagai "Dewa Pedang" dari Dinasti Yin; ketika dia sedang menjalankan sebuah misi, dia tiba-tiba dihadapkan dengan sebuah pengkhianatan dari negerinya sendiri hingga membuatnya meregang nyawa.
Namun, bukannya langsung meninggal dan pindah ke alam baka—Zhang Lin justru mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia modern yang di mana semua orang hidup dengan cara yang cepat.
Di dunia modern, Zhang Lin bertemu dengan Li Na—seorang asisten editor di salah satu penerbit besar.
Kehidupan kerja Li Na begitu berat, dan sejak kecil dia telah terkenal karena nasib buruknya; namun, ketika bersama dengan Zhang Lin, nasib buruk itu berganti dengan keberuntungan—namun, keberuntungan itu datang bersamaan dengan bayangan kematian yang mengintainya dan Zhang Lin dari kejauhan.
...
Untuk mendapatkan update ilustrasi karakter, bisa follow akun sosmed author, ya!
FB : Refinawriters
IG : Refinawriters_
TT :refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tinggal Bersama Li Na
Li Na adalah seorang wanita biasa yang dimana hidupnya selalu tertimpa nasib buruk. Sejak kecil Li Na tidak pernah mendapatkan keberuntungan di dalam hidupnya; bahkan ketika sang nenek sudah membawanya pergi ke orang pintar untuk dibuang kesialannya... semua itu benar-benar tidak ada gunanya, karena sampai detik ini pun juga Li Na masih ketiban sial.
Dan kesialannya kali ini adalah; dia tidak sengaja menabrak Zhang Lin. Dan mengingat kondisi Zhang Lin yang seperti orang tidak waras, ph kroma sakit menyerahkan tanggung jawab untuk merawat Zhang Lin kepada Li Na. Dan jika Li Na menolak, maka pihak rumah sakit mengancam akan menghubungi polisi dan membiarkan hukum bekerja.
Karena tidak ingin berurusan dengan polisi, Li Na terpaksa membawa Zhang Lin bersama dengan dirinya untuk tinggal di rumah peninggalan neneknya yang kecil dan juga sempit.
"Maaf. Rumah ini mungkin kecil, tetapi setidaknya rumah ini masih kuat. Kurasa rumah ini masih bisa menampung satu orang tambahan lagi. Dan ngomong-ngomong... kenapa kamu berpakaian seperti itu? Apakah kamu aktor?" tanya Li Na.
Setelah begitu lama waktu berlalu, Li Na baru sempat mempertanyakan hal aneh itu sekarang; karena sejak tadi dia terlalu sibuk menyalahkan nasib buruk yang menghantui dirinya.
"A-Aktor? Apa itu aktor?"
Zhang Lin benar-benar tidak bisa mengerti dengan bahasa yang diucapkan oleh Li Na. Baginya, segala hal yang Li Na katakan adalah hal-hal baru.
Sama halnya dengan Zhang Lin yang merasa jika Li Na itu aneh, Li Na pun juga merasakan hal yang sama. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang berbeda dengan Zhang Lin. Dan di matanya, sosok Zhang Lin bukanlah sosok manusia yang waras.
"Ha-ha-ha. Sudahlah, tidak perlu memikirkan tentang itu lagi jika memang kamu tidak tahu. Dan ngomong-ngomong, kamu bisa menggunakan kamar ini."
Li Na membukakan pintu dan kemudian memperlihatkan kepada Zhang Lin kamar kosong yang ada di rumah kecilnya. Dan sebenarnya, kamar itu bukanlah kamar kosong.
Sebenarnya kamar itu adalah kamar yang biasa ditempati oleh adik Li Na. Tetapi adiknya itu jarang pulang ke rumah, dan bahan hubungannya dengan Li Na pun juga tidak baik. Karena itulah Li Na berani menyerahkan kamar itu untuk ditempati oleh Zhang Lin.
"Dan... ini..." Li Na membuka lemari pakaian adiknya, memperlihatkan kepada Zhang Lin semua pakaian itu dan kemudian mengatakan kepadanya jika Zhang Lin boleh memakai apapun yang Zhang Lin inginkan.
"Ini adalah baju adikku. Kamu bisa menggunakannya untuk berganti pakaian. Karena dari yang kulihat, sepertinya baju yang kamu gunakan terlalu merepotkan," ujar Li Na.
Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Li Na... rasa pede dan juga rasa bangga yang sebelumnya ia rasakan ketika memakai pakaian itu... seketika hilang begitu saja.
"Oke. Kurasa semuanya kamu sudah paham kan? Dan jika sudah tidak ada lagi pertanyaan, aku akan pergi keluar untuk memasak makan malam. Dan sebaiknya kamu ganti pakaianmu. Setelah itu keluarlah untuk makan bersamaku," ucap Li Na sebelum pergi keluar dan kemudian menutup kamar itu.
Dan ini, Zhang Lin sendirian di dalam kamar itu. Ia tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa ia benar-benar sangat terkejut dengan segala hal yang ada di dalam kamar itu— terlebih lagi ketika ia mencoba untuk duduk di atas kasur yang empuk. Ini adalah pertama kalinya ia merasakan ada benda yang selembut dan juga seempuk itu.
"Benda aneh apa ini?"
Zhang Lin benar-benar terlihat seperti anak kecil yang baru saja dibawa ke taman bermain. Ia begitu antusias melihat barang-barang yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Segala hal yang ada di tempat itu benar-benar baru baginya. Dan hal yang paling membuatnya merasa tertarik adalah: foto masa kecil Li Na.
Ketertarikan itu muncul ketika Zhang Lin melihat adanya kemiripan wajah kecil Li Na dengan wanita yang dulu ia cintai; tetapi pada akhirnya cintanya tidak terbalas karena wanita itu terlanjur dinikahkan oleh pangeran yang telah membuat dirinya dicap sebagai seorang penghianat negara.
Ketika mengingat akan hal tersebut, Zhang Lin benar-benar merasa marah sampai dia menutup foto masa kecil Li Na dengan kuat. Padahal foto itu tidak melakukan kesalahan apa-apa.
Selanjutnya, Zhang Lin beralih ke lemari pakaian yang dimana sebelumnya Li Na mengatakan jika ia bebas menggunakan apa saja yang ada di dalam lemari tersebut.
"Semua kain aneh ini... kainnya begitu lembut dan juga halus. Ini jauh lebih ringan dibandingkan pakaian yang aku pakai sekarang. Ini benar-benar luar biasa."
Zhang Lin masih merasa takjub dengan hal-hal baru yang ada di hadapannya pada saat itu. Dan terasa penasaran itu mendorong Zhang Lin untuk mencoba beberapa pakaian yang ada di sana.
Dan ketika pakaian itu sudah ada di tubuhnya, Zhang Lin benar-benar langsung terlihat seperti orang lain. Ia terlihat sama seperti orang-orang yang ia temui di jalanan sebelumnya.
"Tampan..."
Zhang Lin tersenyum. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap dirinya sendiri yang terlihat begitu tampan dengan balutan pakaian modern tersebut.
Ia terus menikmati pemandangan dirinya sendiri di cermin, sampai tiba-tiba aroma makanan sedap membuat perutnya langsung berbunyi— tidak menunggu lagi, Zhang Lin langsung keluar dari kamar mengikuti aroma sedep itu.
Dan ternyata aroma sedap tersebut berasal dari makanan yang dibuat oleh Li Na.
"Wah!"
Li Na tampak benar-benar terkejut melihat penampilan terbaru Zhang Lin. Dan begitu jelas wanita itu tampaknya terpesona dengan Zhang Lin.
Namun pada saat itu Zhang Lin tidak memiliki cukup banyak waktu untuk menyadari akan hal itu, karena ia terlalu sibuk mengurus perutnya yang terus berbunyi karena lapar.
"Apakah semua makanan ini boleh aku makan?" tanya Zhang Lin dengan mata yang berbinar-binar; sehingga membuat Li Na tidak bisa untuk mengatakan 'tidak' kepadanya.
"Iya, tentu saja. Kamu bisa memakan semuanya. Tapi, bisakah kamu menunggu sebentar sampai supnya masak? Dan selagi menunggu, kamu bisa duduk dulu di situ," jawab Li Na.
Zhang Lin patuh. Ia langsung duduk begitu Li Na memerintahkan hal itu. Dan ketika semua masakan yang dimasak oleh Li Na sudah siap, Li Na dengan hati-hati memberikan semangkuk nasi untuk Zhang Lin.
"Sekarang, kamu bisa makan."
Tepat setelah Li Na memberikan izin kepada Zhang Lin untuk mulai menikmati makanannya, saat itu Zhang Lin langsung bereaksi dengan memakan semua makanan yang ada di depan matanya tanpa henti.
Ia memberikan pertunjukan makan yang begitu luar biasa di hadapan Li Na. Dan cara makannya yang tidak biasa membuat wanita itu tidak bisa melakukan apa-apa selain menonton pertunjukan makan yang dibuat oleh Zhang Lin.
Dan tepat ketika Li Na sadar, tiba-tiba saja semua piring yang berisi lauk sudah habis dimakan oleh Zhang Lin!
...
-Bersambung-