Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FLASH BACK 2
Tamparan paling menyakitkan bukan dari telapak tangan yang membekas di pipi, melainkan dari ucapan yang menusuk hati.
Sampai di kota S, rumah yang di gadang gadang menjadi tempat berlindung, ternyata sudah di kuasai oleh tantenya.
Dengan alasan itu rumah ibunya, warisan dari nenek Asyifa, tetapi... mereka bilang ibu Asyifa memiliki hutang dengan jaminan rumah itu.
Karena tidak bisa membayar, rumah itu menjadi milik tantenya.
Asyifa dan ke dua adiknya terkatung katung di jalanan. Uang yang di miliki Asyifa cukup untuk menyewa kontrakan dan makan beberapa hari. Jika di pakai untuk membayar penginapan, maka mereka tidak akan bisa makan di hari berikutnya... Bahkan tidak akan bisa menyewa kontrakan.
Adiknya berniat mengamen untuk bisa menghasilkan uang, tetapi Asyifa melarang dengan tegas.
Dia tidak akan membiarkan satupun dari adiknya jauh darinya, apa lagi dalam keadaan seperti ini.
Akhirnya Asyifa memutuskan untuk datang ke kantor polisi, dan meminta ijin tidur di teras mushola yang ada di sana.
Karena kelelahan... Kedua adik Asyifa tidur dengan nyenyak. Asyifa mengambil selimut dari dalam tas, dan menyelimuti adiknya.
Air mata menetes... Rasa bersalah menghantam dadanya. Umurnya 17 tahun, akibat kebodohannya ... Dia membuat rumit hidup adik adiknya.
Andaikan dia tidak menuruti permintaan temannya... Andaikan dia hanya fokus belajar... Andaikan dia mempertahankan prestasi.... Andaikan dan andaikan...
Isakan Asyifa terdengar sangat menyayat hati, dia memang miskin, tetapi... Untuk menjadi gelandangan di kota kelahiran ibunya, di luar ekspektasinya.
Kelah badan lelah fisik... Asyifa ketiduran, Asyifa dan adik adiknya terkejut saat mendengar suara adzan.
Lalu mereka bertiga bergantian membersihkan diri dan ikut berjamaah.
" Kalian bertiga mau kemana? , kenapa malam malam kalian berkeliaran di jalan?" tanya salah satu Polisi yang berjaga malam saat itu.
" Kami mau menjari kontrakan tetapi belum dapat. Kami dari kota J dan ingin mencari pekerjaan di kota S." jawab Asyifa.
" Lalu di mana orang tua kalian?" tanya Polisi.
" Orang tua kami sudah meninggal beberapa tahun lalu...."
Lalu Asyifa menceritakan semua yang dia alami, kecuali permasalahan dengan tantenya.
Dia tidak ingin terlibat masalah lebih dalam dengan keluarga ibunya.
Dia hanya ingin segera mencari kontrakan, agar kedua adiknya aman.
" ini ada nasi bungkus, kalian makan dulu." Polisi yang lain datang dengan membawa tiga bungkus makanan.
" Terimakasih Pak... Maaf kami mengganggu aktifitas bapak... " jawab Asyifa.
Kedua adiknya terdiam... Melihat kakaknya menerima makanan dari Polisi.
Asyifa sengaja tidak menolak, dia harus berhemat untuk melanjutkan hidup.
Hari mulai cerah, jalanan mulai ramai oleh aktifitas yang padat.
Polisi yang tadi memberikan makan datang lagi, kelihatannya akan pulang.
Asyifa berkemas untuk mencari kontrakan dengan harga yang paling murah.
" Pak... Saya berterimakasih sudah di ijin menginap di sini. Saya permisi..." kata Asyifa.
" Tunggu, kalau kalian mau, kalian bisa kontrak di tempat saya, masih tersisa 1 kamar, tetapi kecil..." Asyifa bahagia, dan langsung mengiyakan usulan itu.
Setelah sampai di kontrakan... Asyifa memundurkan langkah....
Polisi yang bernama Imam mengerutkan kening.
" Kenapa?? Bukankah kalian membutuhkan tempat tinggal." kata Pak Imam..
" Maaf pak... Bukan kami tidak mau... Kontrakan ini terlalu bagus buat kami, kami tidak akan sanggup membayar. Saya akan mencari yang lebih sederhana. " jawab Asyifa.
" Bapak punya bekas warung kosong yang hanya sepetak, hanya terdiri dari 1 ruang dan kamar mandi saja. Kalau kalian mau... Kalian bisa tinggal di sana. " kata Pak imam.
Setelah melihat bangunan bekas warung itu, Asyifa tertarik. Warung itu terletak tidak jauh dari rumah pak imam, cuma kondisinya sudah banyak yang rusak, tetapi... Masih bisa di tempati.
Asyifa memberikan uang untuk biaya sewa 1 bulan ke depan, tetapi istri pak imam menolak.
Asyifa dan ketiga adiknya membersihkan warung itu, di sana sudah ada listrik dan PAM, jadi tidak susah untuk membersihkan.
Radit datang membawa perlak dan cat. Semua dinding ruangan, kamar mandi dan teras... dia cat cerah. Dinding yang berlubang dia tutup dengan perlak. Lantai juga dia lapisi perlak.
Kesan pertama... Bersih dan rapi. Warung yang sekarang di jadikan tempat tinggal tersebut terlihat lebih hidup.
Bu Wati... Istri pak Imam datang membawa gorengan dan es.
" Wah bu... Kami merepotkan lagi." kata Radit dengan sungkan..
" Anak ganteng. Tidak nak... Ibu suka. Anak anak ibu semua bertugas jauh, dengan adanya kalian bisa ramai, ibu tidak kesepian" jawab Bu Wati.
Bu Wati masuk kedalam bekas warung. Dia sungguh takjub dengan semangat anak anak ini.
Dinding warna hijau cerah, di tambah foto foto menghiasi dinding, kaca bersih tanpa noda, tertutup tirai yang entah kapan mereka beli.
Warung yang biasanya suram kini tampak cerah. Kamar mandi pun terlihat hijau menyenangkan, lantai bersih dengan polesan keramik bekas patahan, entah dari mana juga mereka dapatkan.
" Kalian dapat keramik bekas dari mana?, ibu suka... Lebih bersih dan rapi" kata Bu Wati.
" Maaf bu atas kelancangan adik saya" jawab Asyifa.
" saya dapat dari tempat sampah, dan saya ijin pemiliknya untuk mengambil." jawab Radit.
" Ini sedikit uang untuk kalian, maaf ibu tidak biaa membantu" kata Bu wati.
Asyifa menolak, tetapi bu Wati memaksa. Asyifa merasa sangat berterimakasih, Tuhan mempertemukannya dengan orang orang baik.
Dan sekarang... Disinilah kehidupan barunya di mulai... Kehidupan di kota S membawanya pada cerita baru.
Radit terdaftar di SMA dan Bayu terdaftar di SMP, dan Asyifa memutuskan tidak melanjutkan sekolah.
Pagi dia jualan nasi dan gorengan keliling, dan siang menjadi buruh cuci, malamnya menerima setrika.
Semua pekerjaan halal dia lakukan, dengan harapan adik adiknya jangan sampai putus sekolah.
FLASH BACK OFF
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih manteman suportnya... semoga terhibur ya dengan cerita cinta Asyifa ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang...
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔