NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

.

Rania berusaha keras memusatkan perhatian pada pekerjaannya. Namun setiap kali menatap layar komputer, bayangan kejadian kemarin selalu kembali melintas di kepalanya, membuatnya berkali-kali kehilangan fokus. Rania mengusap wajahnya, dan membuang nafas dengan kasar.

“Fokus, Rania! Fokus! Jangan menjadi lemah hanya karena sesuatu yang sudah tak lagi bisa kau pertahankan! Mulai sekarang, hiduplah untuk dirimu sendiri!” Rania berusaha memberi motivasi untuk dirinya sendiri.

Baru saja wanita itu bisa memfokuskan diri pada pekerjaannya, terdengar pintu ruang kerjanya diketuk dari luar.

“Masuk!” serunya.

Seorang rekan kerja membuka pintu dan berjalan mendekat. “Mbak Rania, Bu Soraya meminta Mbak untuk segera menemui beliau di ruangannya.”

Rania terkejut sejenak. Pemilik perusahaan ingin bertemu dengannya? Apakah karena dia tidak masuk kerja kemarin? Dengan jantung berdebar, Rania segera berdiri dan mengangguk patuh.

“Baik, terima kasih sudah memberitahu.”

*

Beberapa menit kemudian, Rania sudah tiba di lantai paling atas. Dengan tangan sedikit bergetar Rania mengetuk pintu itu pelan, lalu membukanya perlahan setelah ada seruan masuk dari dalam.

Rania melangkah masuk ke ruangan kerja yang luas dan rapi itu, dan terlihat olehnya Bu Soraya sudah menunggunya, dengan senyum lembut yang jarang terlihat orang lain dapatkan.

“Ibu memanggil saya?" Tanya Rania begitu dia sudah berada di dekat meja kerja Bu Soraya.

“Silakan duduk, Rania.”

“Terima kasih, Bu.”

Rania duduk dengan sopan, meskipun hatinya merasa sedikit gugup. Entah kenapa, tatapan Bu Soraya hari ini terasa berbeda. Lebih hangat, bukan seperti tatapan seorang atasan pada bawahannya.

“Bagaimana kabarmu hari ini?” tanya Bu Sorqya perlahan.

Pertanyaan sederhana itu langsung membuat tenggorokan Rania terasa tercekat. Sejak kemarin belum ada satu orang pun yang benar-benar bertanya seperti ini. Semua hanya membicarakan rumah tangganya, menyalahkannya. Tidak ada yang bertanya bagaimana kabarmu. Bahkan orang tua kandungnya sendiri.

Rania menelan ludah, berusaha menahan rasa sesak yang tiba-tiba muncul. “Saya… saya baik-baik saja, Bu.”

Bu Soraya hanya menggeleng pelan, senyumnya tetap lembut. “Kamu tidak pandai berbohong, Nak.”

Rania terdiam, kepalanya tertunduk dalam. Tangannya mengepal erat di atas pangkuan, berusaha menahan air mata yang ingin tumpah.

“Kadang tidak apa-apa jika kita mengakui bahwa kita sedang terluka,” lanjut Bu Soraya dengan suara yang sangat lembut, bagai ibu yang menenangkan anaknya. “Tidak perlu selalu terlihat kuat di depan semua orang.”

Kalimat itu terasa seperti kunci yang membuka pertahanan yang sudah dibangun Rania sejak pagi. Perlahan namun pasti, benteng yang menahannya retak. Setelah semuanya berantakan, ternyata masih ada seseorang yang tidak menghakiminya, tidak menyalahkan, dan tidak memandangnya dengan pandangan kasihan yang menyakitkan. Dan itu hal membuat hatinya terasa sedikit lebih ringan.

Di luar pintu, Alvino yang sebelumnya hendak masuk ke ruangan ibunya, mengurungkan niatnya. Pria itu berdiri diam dan melihat semuanya, mendengar semuanya, dan hatinya terasa bergetar melihat wanita yang dicintainya menunduk meneteskan air mata. Tanpa pria itu sadari kedua tangannya terkepal kuat di sisi badan.

*

*

*

Setelah keluar dari ruangan Bu Soraya , Rania tidak langsung kembali ke ruang kerjanya. Ia melangkah menuju balkon kecil di ujung koridor, tempat yang jarang dikunjungi orang dan cukup sepi untuk menenangkan hati.

Angin berhembus pelan menerpa wajahnya, menerbangkan beberapa helai rambut yang terlepas dari ikatan. Namun, hembusan sejuk itu seolah tak mampu menghapus rasa sesak yang melilit dadanya sejak tadi.

Sudah lama sekali, tidak ada satu pun yang benar-benar bertanya apakah ia baik-baik saja. Selama tiga tahun menikah, semua orang hanya sibuk menanyakan ia sudah hamil apa belum, kapan ia akan memberi cucu. Tak ada yang bertanya bagaimana perasaannya, dan tidak ada yang tahu setiap bulan ia menelan kekecewaan sendirian.

Rania memejamkan mata rapat-rapat, hingga tanpa sadar air matanya kembali menetes membasahi pipi.

“Aku baik-baik saja…” gumamnya pelan, seolah meyakinkan dirinya sendiri. Padahal kenyataannya, ia sudah lama tidak merasa benar-benar baik.

Di lantai paling atas gedung, Alvino berdiri diam di dekat jendela kaca. Pandangannya tak lepas dari sosok Rania yang berdiri sendirian di balkon bawah. Dari kejauhan, wanita itu terlihat tenang, namun pria itu bisa merasakan ada kesedihan yang begitu dalam tersembunyi di balik sikapnya.

“Kamu masih terus memperhatikannya?”

Suara Bu Soraya terdengar lembut dari belakang, membuyarkan lamunan putranya.

Alvino tidak menoleh, hanya mengangguk pelan. “Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi padanya, Bu.”

Bu Soraya tersenyum tipis, lalu melangkah mendekat berdiri di sampingnya. “Ada yang tidak beres ya bereskan sana!”

Alvino terdiam. Kalau saja boleh, tentu saja ia ingin menjadi orang yang memiliki hak untuk membereskan segala hal yang berkaitan dengan Rania.

"Kalau cinta itu ngomong! Kalau kamu cuma diam gimana dia bisa tahu?”

Alvino menghela napas panjang, kemudian melirik ke arah ibunya dengan tatapan sengit. “Ibu ingin aku jadi pebinor?"

Bu Soraya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. "Nggak akan ada yang ngatain kamu pebinor,” ucapnya meyakinkan.

Kalimat itu membuat Alvino langsung menoleh, dahinya berkerut bingung. “Apa maksud Ibu?”

Bu Soraya menatap wajah putranya lekat-lekat. “Rania sudah bukan istri orang lain lagi.”

Jantung Alvino seketika berdegup lebih kencang, ada firasat aneh yang tiba-tiba menyelimuti hatinya. “Maksud Ibu?”

“Ibu mendengar kabar kalau Rania dan Arga sudah bercerai.”

Deg.

Untuk sesaat Alvino merasa telinganya salah dengar. Pria itu bahkan mengucek telinganya dengan ujung jari, ingin memastikan kembali apa yang baru saja diucapkan oleh ibunya. “Bercerai? Kapan?”

“*Bu tidak tahu kapan mereka bercerai. Tapi ibu sudah mendengar berita itu dari kemarin. Kabar itu sudah menyebar di lingkaran keluarga Pratama. Sudah bukan rahasia lagi.”

“Dan masalahnya masih sama?" Alvino bertanya dengan dua tangan yang terkepal erat. Apalagi saat melihat ibunya menganggukkan kepala.

Ruangan itu mendadak sunyi senyap. Alvino tidak merasa senang mendengar kabar itu, juga tidak merasa mendapat peluang. Justru rasa sakit terasa menjalar di dadanya. Pantas saja wajah Rania terlihat begitu berbeda dari biasanya. Rupanya inilah jawabannya. Pria itu menatap kembali ke arah balkon, Rania sudah tidak berdiri di sana.

*

*

*

Menjelang malam, Rania kembali ke kamar hotel tempat ia menginap. Begitu pintu tertutup, tubuhnya terasa lemas. Tenaganya terkuras habis untuk berpura-pura kuat seharian.

Belum sempat ia duduk, ponsel di tasnya bergetar. Rania mengambil dan membukanya. Ada nama ibunya terpampang di layar. Rania menatap beberapa detik, sebelum akhirnya mengangkatnya.

“Halo?”

“Rania, kamu di mana saja?” suara ibunya terdengar dari seberang sambungan.

“Ada apa?”

“Kenapa tidak pulang ke rumah? Kamu membuat Ayah dan Ibu khawatir.”

Rania hanya tersenyum pahit mendengarnya. Khawatir? Benarkah? Entah kenapa Rania merasa tak yakin setelah melihat sendiri bagaimana sikap ibunya kemarin. Dan pulang ke rumah? Rumah mana yang dimaksud? Rumah orang tuanya yang telah menyuruhnya berbagi suami?

“Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir,” jawabnya tenang.

“Jangan keras kepala begitu, Nak. Kalau saja kemarin kamu mau mendengarkan nasihat kami, semuanya tidak akan serumit ini.”

Kalimat itu langsung menusuk hati Rania. Napasnya tertahan sejenak. “Jadi menurut Ibu, ini semua salahku lagi?”

“Bukan begitu maksud Ibu…”

“Tapi kedengarannya persis seperti itu,” potong Rania, suaranya mulai bergetar menahan tangis. “Sudah tiga tahun lamanya, aku didiamkan, dihina, dianggap tidak berguna hanya karena belum punya anak. Aku menangis sendirian, berusaha sekuat tenaga, tapi tak ada yang peduli. Sekarang aku dicampakkan begitu saja, dan Ibu tidak pernah sekalipun membelaku?”

Di ujung telepon, ibunya terdiam seketika. Tidak tahu harus menjawab apa.

Rania mengusap kasar air mata yang jatuh di pipinya. “Aku capek disalahkan terus-menerus, Bu. Biarkan aku mengurus diriku sendiri.”

1
dewi rofiqoh
Semoga kedepannya kehidupan rania menjadi lebih baik
Muft Smoker
akhirny mereka bersatu jugaa ,, tinggal menunggu kebenaran terungkap saja sypa yg mandul ,, 😒😒😒😒



mak semangat truus menulis ny ,, sehat2 trus mamak ku ,, 🫰🫰🫰🫰
Patrick Khan
legaaaa udah sahhhh😍
Ummee
setau q ijab qobul cuma ada di islam, mohon koreksi kalo salah🙏
Ummee: baik kak, terimakasih kembali🤗
total 2 replies
vania larasati
lanjut
sunaryati jarum
Ikut lega Rania dan Alvino sah suami istri
Felycia Fernandez
kk Thor,tolong lebih di perhatikan..
nonis tidak ada pakai ijab kabul ya.kita adanya pemberkatan di gereja.
tidak harus ada orang tua yang jadi wali jabat tangan dengan mempelai pria...
pemberkatan di lakukan oleh pendeta atau pastor,diantara dua pengantin.
mohon di perhatikan lagi kk Thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sepertinya ada kesalahan penulisan. akan saya koreksi. terima kasih udah diingatkan
total 2 replies
sunaryati jarum
Pak Aksara pasti cari wali hakim😭Rania dan Alvino tetep menikah
sunaryati jarum
Tidak diberi uang banyak
Nar Sih
ada akad nikah ada peberkatan nikah jdi bingung kak ,atau mingkin lgi slh tulis ,tpi ttep semagat kak💪
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sudah aku revisi. makasih udah diigetin
total 1 replies
Noor hidayati
apakah nonis pake wali juga,maaf aku ga tahu soalnya,setahuku cuma umat muslim aja yang butuh wali nikah,terus kok sekarang mau ijab kabul,apa agamanya rania ganti lagi🙏🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan penulisan dan sudah saya koreksi. makasih ya. dan jangan bosan untuk mengingatkan jika ada kesalahan lagi
total 3 replies
Hary Nengsih
agama nya apa si katanya gereja tapi ada akad
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan tadi dan sudah di revisi. makasih udah diingetin 🙏
total 1 replies
imel
sejak kapan menikah di gereja pake akad nikah? pake wali hakim pula?
setau saya nikah di gereja itu namanya pemberkatan nikah oleh Pendeta.
tolong lebih diperluas referensinya. karena ketika kita membaca maka yang diharapkan ada bertambahnya pengetahuan bukan makin keliru.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan penulisan dan sudah saya koreksi. terima kasih sudah diingatkan 🙏
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mau ngapain kamu Arga? ...
Ilfa Yarni
alhamdulillah proses akdnya selesai jg walaupun ada drama sebelumnya tp bersyukur sih klo Rani bukan ank kandung orangtua matre itu jd dia ga bisa meminta harta kpd rania wg ternyata Arga dtgelihat and nikah rania gmn rasanya arga
Yulya Muzwar
ketika nikah sama arga di gereja kecil, lalu nikah sama alvino pake ijab kabul sama penghulu.. 🙄🤔
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: iya, salah nulis tadi. makasih udah diingetin. jangan bosan untuk mengingatkan jika ada kesalahan lagi ya
total 2 replies
Oma Gavin
akhirnya sah rania jadi istri alvino dan sebentar lagi hamil biar arga dan ibunya syok dan tau kalau yg mandul anak kesayangan nya
lyla lafiya
👍
Lucy
parah ya org tua kayak bgtu knpa GK dr awal bongkar kenyataan nya ,knpa harus pas waktu akad brlangsung,GPP Rania pakai wali hakim aja lalu tinggalkan kluarga toxic itu👍🤣🤣
Muft Smoker
oke mak ,, aq msh belum paham ,,
tp dtggu penjellasan ny di bab berikut ny ,, 😁😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!