NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: aprilia frahesta

setiap hari aku harus melihat pemandangan yang tak mengenakkan mataku. ya melihat suamiku mesra-measraan dengan wanita lain. kalau dibilang orang ketiga sebenarnya akulah yang orang ketiga, karna aku masuk dan mengacau hubungan mereka.

tetapi posisiku disini adalah istri sahnya bagas, ya meskipun pernikahan kami terjadi karna perjodohan. tapi setidaknya dia menghargaiku layaknya seorang istri bukan.? entahlah aku sendiri juga bingung, sebenarnya bagas menganggapku seorang istri atau tidak karna selama ini bagas selalu bersikap dingin terhadapku. atau jangan-jangan dia menganggapku hanya sebuah bayangan saja, bayangan yang tak pernah ia lihat. menyedihkan sekali diriku ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aprilia frahesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

memeriksa

sore ini aku sampai rumah tepat pukul 18.00 ya karna tadi kebetulan banyak pasien dan ada dokter sift malam yang terlambat. aku memasuki rumah itu dengan malas, dimana aku harus melihat suami dan maduku selalu bermesraan.

"baru pulang sa.?" tanya farah ketika aku baru saja masuk kedapur untuk mengambil minum.

"iya far, kamu sedang apa.?"

"aku mencoba membuatkan bagas bubur dengan melihat petunjuk dari internet, tapi entah mengapa rasanya tidak enak. lebih baik aku keluar saja untuk membelinya" ucap farah sembari mencebikkan bibirnya.

"tidak usah beli, biar aku mengajarimu membuat bubur yang enak"

"terimakasih sa"

farah memelukku dengan riang, aku jadi semakin tidak enak hati karna sudah ada di tengah-tengah hubungannya dengan bagas, walaupun begitu dia tetap saja masih sangat baik denganku.

selama 30 menit aku berkutat didapur mengajari maduku untuk memasak bubur, ku abaikan semua rasa lelah ditubuhku yang paling penting suami kami bisa makan dan segera sembuh seperti sediakala.

"nah selesai, tinggal kamu berikan ke bagas. aku kekamar dulu ya"

"iya sa, sekali lagi makasih ya sudah mau mengajariku membuat bubur"

"iya sama-sama far"

kulangkahkan kakiku untuk menuju kamar, namun aku urungkan niatku dan menengok lagi ke farah yang masih sibuk menata bubur.

"oh iya far gimana keadaan bagas.? apa dia sudah mendingan.?"

"belum sa, dia masih demam. padahal aku sudah memberinya obat pereda demam, tetapi itu tidak berhasil"

"oh ya sudah, aku mau mandi dulu. setelah itu aku akan periksa keadaannya" tanpa menunggu jawaban farah aku segera beranjak pergi menuju ke dalam kamarku untuk membersihkan diri.

setelah solat isya, aku segera membawa peralatan medisku ke kamar suami dan maduku untuk memeriksa keadaan bagas.

tokk..... tokk..... tokk

"masuk sa"

"apa belum selesai makannya.?" tanyaku ketika memasuki kamar dan melihat farah masih menyuapi bagas.

"belum sa, bagas baru saja bangun. dan ini baru mulai makan"

setelah mendengar jawaban dari maduku itu, aku segera menuju sofa yang berada di dalam kamar mereka, kududukkan tubuhku disana sembari berselancar di dunia maya.

"aku sudah kenyang sayang"

"tapi kamu baru makan sedikit bagas"

"tapi aku sudah kenyang sayang"

"ya sudahlah paling tidak perutmu sudah keisi, dari pada tidak sama sekali"

"apa sudah.?" tanyaku lagi ketika mendengar percakapan mereka.

"sudah sa"

aku segera bangkit dari dudukku dan bersiap memeriksa keadaan bagas. aku mulai memeriksanya dari detak jantungnya, tensi darahnya, hingga suhu tubuhnya, setelah aku mendapatkan analisa aku segera pamit kepada farah untuk membelikan bagas di apotik terdekat.

"aku keluar cari obat dulu far" pamitku

"apa aku perlu menemanimu sa.?"

"tidak perlu kamu dirumah saja, aku hanya sebentar" aku keluar dari kamar mereka menuju kamarku, menyimpan kembali peralatan medisku dan segera mengambil tas jinjing dan kunci mobilku.

setelah berkendara selama 5 menit aku pun menemukan sebuah apotik di jalan depan komplek rumah kami, aku segera membeli obat-obatan itu untuk bagas, setelah selesai menebus obat itu aku bergegas pulang.

tokk... tokk.... tokk

"masuk saja sa"

"ini far obatanya, diminum tiga kali sehari sesudah makan" ucapku sembari memberikan obat yang sudah kubelikan di apotik tadi.

"makasih ya sa"

"sama-sama aku ke kamar dulu" pamitku kepada farah sembari membawa nampan berisi bekas makanan bagas untuk disimpan didapur.

aku segera menghempaskan tubuh lelahku diatas ranjang, tanpa menunggu waktu lama aku sudah terlelap dibuai oleh sang mimpi.

*******

pagi itu seperti biasa aku bangun jam 03.00 dini hari untuk menjalankan solat sunah tahajud, setelah selesai aku melakukan tadarus Al-Qur'an sembari menunggu waktu subuh.

setelah selesai melakukan solat subuh aku bergegas turun kelantai dasar untuk membersihkan rumah, namun disana sudah nampak ada farah yang tengah menyapu.

"kamu sudah bangun far.?"

"iya sa, tadi aku mau membangunkanmu, ternyata kamu sudah bangun dan tengah mengaji, suaramu merdu sekali ketika melantunkan ayat suci Al-Qur'an sa."

"benarkah.?"

"iya sa, lain kali apa kamu mau mengajariku membaca Al-Qur'an"

"dengan senang hati far"

kami berdua pun mulai membersihkan rumah secara bersama-sama. karna sekarang sudah ada farah semua pakaian bagas farah yang menyucinya, sedangkan pakaianku akan tetap kucuci sendiri, karna aku tidak mau merepotkannya.

"ayo kita masak sa"

"apa kamu sudah selesai mencuci.?"

"sudah, tinggal masak saja ini. ayo kita mulai"

"baiklah, tapi kita mau masak apa.?"

"bagaimana kalau kita masak nasi goreng seafood kesukaan bagas"

"tapi dia sedang sakit far, nanti kalau dia malah mual ketika mencium aroma seafood bagaimana far.!"

"bagas sudah mendingan kok sa, setelah meminum obat darimu dia sudah tidak pusing, dan tidak demam lagi. tadi kulihat dia juga sudah tidak pucat lagi"

"oh baiklah"

kami segera memasak nasi goreng untuk suami kami, dengan telaten aku mengajari farah memasak. aku cuma berharap dia bisa memasakkan makanan untuk suami kami, karna aku paham betul gimana bagas. dia tidak akan mau menyentuh makanan atau minuman yang aku buatkan. maka dari itu harapanku mengajari farah masak, agar ia bisa membuatkan makanan untuk bagas.

setelah masakan kami matang, kami segera sarapan bersama.

"bagaimana pekerjaanmu kemarin sa, apa semuanya lancar.?"

"alhamdulilah semuanya berjalan dengan lancar far"

"syukurlah"

setelah selesai makan aku segera mencuci piring-piring kotor itu, sedangkan farah pergi membawakan bagas sarapan kekamar mereka. selesai mencuci piring aku segera masuk kedalam kamar mandi dan bersiap berangkat kerja.

"far aku berangkat kerja dulu" pamitku ketika aku baru saja membuka pintu kamar mereka, aku membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu karna kemarin farah memintaku untuk langsung saja masuk tanpa harus mengetuk pintu. namun aku sangag tercengang ketika melihat mereka tengah asik berciuman.

ketika mendengar suaraku, dengan sangat terburu-buru farah mendorong tubuh bagas, mungkin dia malu kepadaku karna aku melihat mereka tengah asik berciuman kalau mereka sudah bisa melakukan itu berarti bagas benar-benar sudah sembu, dan itu artinya nanti malam aku akan kembali mendengar rintihan-rintihan farah yang akan mengganggu tidurku.

"oh maaf aku menggangu, aku permisi dulu" pamitku sembari pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari farah.

setelah tiba dirumah sakit aku segera masuk kedalam ruanganku, yang kulakukan hanya melamun, melamunkan nasibku yang begitu memilukan. kenapa bagas bisa selembut itu kalau dengan farah, tapi kenapa bagas tidak bisa melakukan itu juga kepadaku. apa karna aku ini istri yang tidak terlihat, apa karna aku hanya sebuah bayangan bagi bagas. tanpa aku sadari air mataku sudah jatuh membasahi pipiku.

ini sungguh sakit, sakit sekali rasanya. padahal aku maupun farah sama-sama istrinya, tapi mengapa aku selalu saja tidak terlihat dimatanya, semua yang aku lakukan juga tidak pernah dianggap olehnya. tapi aku harus mencoba kuat, ini semua kulakukan demi bude. biarlah sakit ini kurasakan sendiri, asalkan aku dapat melihat orang-orang yang ku sayang bahagia.

1
Hera sasuwe
bagus ceritanya
Suriati Tombong
Dunia tak selebar daun kelor
lepaskan sj bagas
Suriati Tombong
lanjut . . .
Suriati Tombong
ceritax cukup menarik buat di simak
bunda nya adel
dirimu diriku kepadamu kepadaku,canggung bgt dialog nya,tp stdkx gratis lah😆
bunda nya adel
cpt bgt selesai dtg bulan nya😵
Ayu Suwarni
mantap
Ayu Suwarni
akhirnya
Ayu Suwarni
mantap
Renny Suningsih
ceritanya agak aneh gitu ya
🥀princes_novel❤️🥀
bagi ku brciuman itu tdk lah wjar dan dia mngrti agama shrs a GK bgtu donxz apa lgi bukan adik kandung... lw bisa Thor jgn blg Tuhan lah lbih baik Allah kn dia agama Islam psti Allah lw brdoa..
Vanesa Ninik
semudah itu memaafkn dia yg udah berbln² mnyakiti .ach hati malaikat bnget .anyelir seperti itu jugakh syang q ga bc smpe tamat kisah anyelir
Ika Astrie
Bagas seoran muslim yg taat agama .masa mau ciuman sama yg bukan mahrom nya .ngelantur deh thor
Ika Astrie
melarang plagiat tapi .cerita ini plagiat.dan jadi ngawur gini sih..klw Farah adik nya ko sampe ciuman hadeeuh
Silma Ramadani
q kok jd bingung sendiri y
Lisa Andriyana
Pun hny saudara angkat, g seharusnya melakukan hal semacam itu,, iuhh berciuman 🙈🙈 ajaran agama yg mn membolehkan hal macam itu,jika status mereka adlh saudara walaupun hny angkat. ingat laki2 & perempuan dewasa yg bercumbu sdh pasti akan kebablasan lah,, duh ada2 aja halu nya😁😁
Lisa Andriyana
Mirip bahkan mgkin persis dg novel tetangga 😁, bedanya disana sedikit lebih vulgar dan perbedaan pada latar pekerjaan tokohnya saja, tak apalah, coba ikutin dl cerita disini, krn yg di sebelah keputus bacanya hehehe😀
Uthie
Saya baca ulang lagi ini... udah baca sampai part sekian, mkn dl off dan gak up lagi .. jd pas liat lagi, ternyata sy sdh ada baca sampai sekian .. dan Krn ingin ingat lagi alur cerita nya, sy baca ulang dr awal lagi 👍👍👍😁
Joni Huam
author nya ngasal. buat cerita pemainnya ahli ibadah tp kelakuan nya ahli maksiat. harus sesuai sm kepribadian dong. ya walaupun gratis tp yg nyambung gitu napa.
Noni Kartika Wati
nah gitu dong Raisa jangan bodoh diduain diem aja dicuekin mau aja,,minggat yg jauh kalo bisa jgn sampai bertemu lagi sama sibagas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!