NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Kedatangan Dewan Tetua dan Sambutan Hangat di Bandara

Malam yang dingin menyelimuti area landasan pacu bandara internasional. Sebuah jet pribadi berbalut warna hitam perak dengan lambang heksagon emas—lambang kebangbesaran **Keluarga Utama Vane Eropa**—mendarat dengan sangat mulus.

Suhu di area apron terasa membeku. Bukan hanya karena angin malam, tetapi juga karena puluhan kendaraan taktis Vane Group yang berbaris rapi membentuk perimeter pengawalan tingkat tinggi.

Door hydraulic jet terbuka. Seorang pria muda bertubuh tinggi dengan setelan jas *custom* berwarna biru gelap melangkah keluar terlebih dahulu. Pria itu memiliki garis wajah yang amat mirip dengan Adrian, tetapi matanya memancarkan keangkuhan yang licik. Dialah **Lukas Vane**, sepupu Adrian sekaligus kandidat kuat yang haus akan takhta Vane Group.

Di belakang Lukas, melangkah dua orang pria paruh baya berambut perak dengan tongkat berkepala perak. Mereka adalah Utusan Dewan Tetua Eropa, utusan khusus sang Kakek, yang memiliki wewenang veto atas keputusan kepemimpinan Vane Group di cabang internasional.

Lukas melangkah turun tangga sambil mengumbar senyum sinis. Namun, langkah kakinya terhenti saat melihat sosok yang menyambut mereka di ujung karpet merah.

Bukan Adrian yang berdiri kaku mematuhi protokol keluarga, melainkan Aura yang berdiri anggun mengenakan *trench coat* warna krem dipadu celana bahan hitam, dengan kedua tangan terlipat santai di dada. Di sampingnya, Adrian berdiri tegap dengan aura penguasa yang tak tergoyahkan, melingkarkan satu tangannya di pinggang Aura secara alami.

"Adrian," panggil Lukas dengan nada suara yang dibuat-buat ramah namun sarat akan hinaan. "Aku pikir kamu akan menyambut utusan Kakek dengan rasa hormat yang pantas. Tapi sepertinya kamu justru membawa... pajangan barumu ke landasan pacu."

Dua tetua di belakang Lukas menyipitkan mata, menatap Aura dari atas ke bawah dengan pandangan menghina dan penuh keangkuhan aristokratis.

"Siapa wanita ini, Adrian?" salah satu Tetua, **Tetua Richard**, bersuara dengan nada dingin dan berat. "Keluarga Utama tidak pernah memberi izin atas pernikahanmu dengan gadis dari keluarga biasa. Surat pengakuan publikmu kemarin adalah pelanggaran hukum adat keluarga Vane!"

Adrian baru saja hendak membukan suara untuk menekan para tetua itu dengan ancaman kekuatan militernya, namun Aura memegang lembut lengan suaminya, memberinya kode bahwa kali ini... sang Ratu yang akan mengambil alih panggung.

Aura melangkah satu kali ke depan. Begitu bibirnya terbuka, kata-katanya menyambar secepat senapan mesin, menyerang keangkuhan para tetua dan Lukas tanpa memberi jeda satu detik pun!

"Pajangan?! Pelanggaran hukum adat?!" cecar Aura secepat peluru, bicaranya meluncur tanpa jeda napas. "Maaf ya, Tuan-Tuan Tua yang terhormat dan Mas Sepupu yang bajunya agak kekecilan itu! Pertama, Adrian Vane adalah pemimpin tertinggi Vane Group yang sah berdasarkan keputusan dewan direksi global dan pencapaian aset! Kedua, hukum adat mana yang kalian maksud? Hukum abad ke-18 yang sudah kadaluarsa sebelum kakek kalian lahir?!"

*Brak!* (Bukan suara barang, melainkan mental Lukas yang runtuh mendadak).

Lukas dan dua Tetua itu terperangah syok! Wajah mereka seketika memerah padam diserang cecaran secepat kilat oleh seorang wanita yang dalam laporan intelijen mereka disebut 'lemah dan penakut'.

"Kamu... kamu wanita tidak tahu sopan santun!" bentak Lukas, melangkah maju satu langkah dengan wajah memerah. "Kami adalah Utusan Tetua dari Eropa! Kami punya wewenang untuk meninjau ulang posisi Adrian jika kamu tidak becus menjaga martabat keluarga!"

"Meninjau ulang posisi?!" Aura terkekeh dingin, melipat tangan di dada dan menatap Lukas dengan pandangan meremehkan. "Kalian terbang dua belas jam dari Eropa cuma buat mengancam suami saya dengan kertas veto tua? Sekadar informasi ya, Mas Sepupu! Proyek Pelabuhan Barat senilai 12 triliun yang baru saja saya amankan minggu lalu itu menghasilkan keuntungan bersih dua kali lipat dari seluruh dividen yang cabang Eropa hasilkan dalam tiga tahun terakhir! Jadi kalau bicara soal 'becus', sepertinya kalian yang harus belajar bisnis lagi pada saya!"

*Degh!*

Tetua Richard dan Tetua kedua membisu total! Mereka saling melirik dengan mata membelalak penuh horor. Data keuangan yang disebutkan Aura sangat presisi—sebuah rahasia internal yang seharusnya hanya diketahui oleh pemegang saham tingkat teratas.

Adrian yang berdiri di belakang Aura tidak bisa menahan senyuman bangga yang sangat memikat. Pria itu melangkah mendekat, kembali melingkarkan tangannya di pinggang Aura dengan posesif.

"Kalian sudah mendengar kataku dan istriku," ujar Adrian dengan suara berat yang dipenuhi intimidasi mutlak. "Di kota ini, keputusan istriku adalah keputusan saya. Selamat datang di wilayah kami... dan pastikan kalian menjaga kelakuan selama berada di sini."

Lukas menahan napas menahan marah yang luar biasa. Ia mengepalkan tangannya rapat-rapt, menatap Aura dengan dendam yang membara. "Ini belum selesai, Nona Valeria. Jamuan keluarga besok malam di mansion akan menentukan apakah kamu layak atau ditendang keluar dari keluarga Vane!"

"Aku tunggu undangan perangnya, Mas Sepupu!" tantang Aura secepat kilat dengan senyum menantang.

Puas membantai mental para utusan Eropa itu, Aura berbalik dengan anggun, berniat berjalan menuju mobil limosin mereka bersama Adrian.

Namun... sifat ceroboh bawaan jiwanya yang selalu kumat setiap kali ia merasa terlalu bangga atau lega kembali berulah di saat yang paling dramatis!

Ujung celana bahan hitamnya yang agak panjang menyenggol tepi karpet merah landasan pacu yang sedikit terlipat!

"Waa! Aduh—!"

Aura hilang keseimbangan total dan tubuhnya meluncur jatuh ke depan!

*Greb!*

Tentu saja, refleks cepat kelas mafia milik Adrian menyambar pinggang Aura dalam pecahan detik, menarik tubuh wanita itu dengan kuat hingga Aura mendarat mulus dan rapat tepat di dalam dekapannya.

Aura berkedip-kedip konyol di pelukan Adrian, matanya yang bulat menatap wajah suaminya yang kini tertawa renyah.

Lukas dan dua Tetua yang masih berdiri di belakang mereka ternganga menyaksikan wanita yang satu detik lalu mengintimidasi mereka bagaikan monster taktik, kini justru terpeleset konyol hanya karena karpet.

Adrian menunduk, menatap wajah merona Aura dengan kekehan hangat yang sangat seksi.

"Setiap kali kamu selesai membantai musuh-musuhku dengan bicaramu yang secepat senapan mesin itu," bisik Adrian di dekat earlobe Aura, "kamu selalu menutupnya dengan jatuh ke dalam pelukanku, Istriku."

Wajah Aura seketika membara merah panas!

"I-itu karpetnya yang sengaja dipasang tidak rata!" elak Aura secepat kilat, bicaranya yang serba cepat kembali keluar sebagai tameng. "Lagipula kamu ngapain tertawa-tertawa begitu?! Ayo cepat masuk mobil, angin malamnya dingin tahu!"

Adrian tertawa lepas, lalu mengecup kening Aura sebelum membimbing istrinya masuk ke dalam mobil, meninggalkan para utusan Eropa yang berdiri mematung di tengah landasan pacu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!