NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Evelyne..." panggil Cedric yang masih bingung dengan apa yang terjadi.

"Ya?" jawab Aruna dengan suara lembut.

"Apakah... kau baru saja mengatakan sesuatu?" tanyanya lagi, ingin memastikan apakah pendengarannya benar-benar tidak salah.

Aruna segera menggeleng cepat, "Tidak."

[Sesuatu apa? Dari tadi aku diam, memangnya mereka bisa mendengar suara dalam pikiranku?]

Sekarang tak ada lagi keraguan di hati mereka. Cedric, Adrian, Duke, dan Duchess... keempatnya diam seribu bahasa.

Sementara itu Aruna sama sekali belum menyadari keanehan itu. Ia duduk dengan gerakan anggun di kursi yang telah disiapkan, lalu membiarkan pelayan menyajikan roti hangat, sup krim yang harum, telur rebus, dan teh yang mengepulkan uapnya. Matanya berbinar gembira melihat hidangan itu.

[Wah, sungguh indah pemandangannya... makanan ini pasti rasanya luar biasa lezat, meski sayang sekali... Duke ini nanti akan kehilangan separuh harta kekayaannya hanya karena terlalu percaya pada omongan manis Duke Harold.]

Krak!

Suara benda yang jatuh terdengar nyaring memecah keheningan. Sendok perak milik Duke Arthur terlepas dari tangannya dan jatuh berdentang di atas piring.

Semua kepala seketika menoleh serentak. Kehilangan harta? Duke Harold? Bukankah Harold adalah sahabat lamanya yang paling ia percaya selama bertahun-tahun ini? Pria yang ia anggap saudara sendiri?

Duke Arthur menatap putrinya dengan sorot mata yang kini jauh lebih tajam dan penuh perhatian, seolah ingin menembus setiap pemikiran yang tersembunyi di kepala gadis itu.

"Evelyne," panggilnya sekali lagi dengan nada yang berat.

"Ya, Ayah?" jawab Aruna ramah.

"Bagaimana pendapatmu tentang Duke Harold?"

Aruna hampir saja melontarkan jawaban yang keluar begitu saja dari mulutnya, namun ia segera menahan diri dan memaksakan senyum sopan. "Beliau... adalah orang yang terlihat sangat baik," jawabnya pelan.

Namun suara di dalam ruangan itu kembali meledak dengan ketulusan yang tak terbendung, [Orang baik dari mana? Dia sebenarnya penjahat yang paling kejam! Dia yang akan datang untuk menipu Ayah sampai tak bersisa!]

Jantung Duke Arthur berdegup kencang seolah dipukul palu yang berat. Kini ia tak lagi ragu sedikit pun. Apa pun yang sedang terjadi di sini, suara yang bergema di telinganya bukanlah khayalan semata.

Suasana di ruang makan yang luas itu perlahan berubah menjadi hening yang canggung, seolah ada beban berat yang menekan dada setiap orang yang hadir. Tak ada lagi yang bergerak untuk menyentuh hidangan di piring masing-masing.

Satu-satunya suara yang terdengar jelas hanyalah bunyi lembut peralatan makan yang beradu pelan, saat Aruna dengan santai dan nikmat menyantap sup krim yang disajikan di hadapannya.

[Rasanya sungguh luar biasa lezat... Pantas saja keluarga Ashcroft hidup makmur dan kaya raya. Bahkan sup sederhana untuk sarapan pagi ini saja rasanya jauh lebih nikmat daripada hidangan istimewa di restoran mewah mana pun]

Keempat orang yang duduk mengelilingi meja panjang itu kembali saling bertukar tatapan penuh tanda tanya. Sekali lagi suara itu terdengar nyata di telinga mereka, namun mata mereka yang jeli menangkap hal yang sama bahwa sedari tadi bibir Lady Evelyne tetap terkunci rapat, tak bergerak sedikit pun seolah tak ada kata yang keluar.

Duchess Helena menjadi orang pertama yang tak sanggup lagi menyembunyikan kegelisahan yang merayap di hatinya. Ia memandang putrinya dengan sorot mata yang bercampur bingung dan khawatir.

"Evelyne..." panggilnya lembut namun menyisakan keraguan yang besar.

"Ya, Ibu?" jawab gadis itu dengan suara manis dan sopan.

"Apakah... kepalamu pernah terbentur benda keras akhir-akhir ini?" tanyanya hati-hati, berharap ada alasan yang masuk akal untuk semua hal aneh ini.

Aruna dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak ada sama sekali."

Namun suara yang langsung menyusul di benak mereka justru membuatnya menghela napas lega, [Syukurlah tidak terjadi hal demikian. Jika sampai kepala ini terluka, bisa-bisa aku malah lupa seluruh jalan cerita novel ini dan terjebak dalam masalah yang lebih besar lagi.]

Hening kembali menyelimuti ruangan. Wajah Duchess Helena tampak kian bingung, tak mampu menemukan jawaban yang pas atas segala hal yang terjadi.

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!