NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:76.4k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Malam itu rumah terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Lucas belum pulang.

Sejak beberapa bulan terakhir, hal itu sudah menjadi sesuatu yang nyaris biasa. Selalu ada alasan yang terdengar masuk akal. Rapat rumah sakit, banyak pasien darurat. Operasi mendadak. Seminar medis.

Dulu, Astrid selalu percaya begitu saja. Sekarang tidak lagi.

Di lantai atas, Ariana sudah tertidur pulas sejak satu jam yang lalu. Sebelum tidur, gadis kecil itu sempat membuat Astrid tertawa ketika memaksa boneka kelinci kesayangannya ikut minum susu menggunakan gelas mainan berwarna merah muda.

"Mimi minum susu dulu," ucap Ariana serius sambil menyodorkan gelas kosong ke mulut bonekanya.

Lalu beberapa detik kemudian, Ariana menggeleng sendiri. "Nggak mau."

Astrid terkekeh geli. "Lho, kenapa nggak mau?"

Ariana langsung memeluk boneka itu erat. "Mimi kenyang."

Kini suara tawa itu sudah menghilang. Rumah kembali tenggelam dalam kesunyian.

Astrid sedang merapikan beberapa dokumen desain interior ketika ucapan Julio malam sebelumnya kembali terngiang di kepalanya.

"Bagaimana kalau selama ini ada uang yang mengalir ke tempat lain?"

Kalimat itu tidak berhenti mengganggunya. Semakin dipikirkan, semakin banyak hal yang terasa tidak masuk akal.

Apartemen mewah, kalung berlian, tas bermerek yang pernah dikenakan Starla. Makan malam di restoran mahal. Dan gaya hidup Lucas yang diam-diam jauh lebih mewah daripada yang selama ini ia tunjukkan di rumah.

Astrid perlahan menutup laptopnya. Tatapannya beralih ke ujung lorong. Ke arah ruang kerja Lucas. Dadanya mulai berdebar. Ruangan itu hampir tidak pernah ia masuki tanpa izin.

Dulu ia menghormati privasi suaminya. Dan ia percaya sepenuhnya. Namun, sekarang kepercayaan itu sudah mati.

Perlahan Astrid berdiri lalu berjalan menuju ruang kerja tersebut. Setiap langkah terasa semakin berat. Semakin dekat ke pintu, semakin keras jantungnya berdetak. Entah karena takut atau karena firasat buruk yang sejak lama bersembunyi di dalam dirinya.

Tangan Astrid menyentuh gagang pintu. Lalu, mendorongnya perlahan. Ruangan itu masih sama, rapi, bersih. Nyaris sempurna.

Meja kerja besar berada di tengah ruangan. Rak buku tersusun rapi di sepanjang dinding. Beberapa penghargaan milik Lucas terpajang di lemari kaca.

Semua terlihat teratur..Persis seperti citra sempurna yang selalu dibangun Lucas di depan orang lain.

Astrid duduk di kursi kerja itu. Kemudian mulai membuka satu per satu laci meja. Berkas rumah sakit, dokumen seminar, laporan klinik. Proposal pembelian alat medis.

Tangannya berhenti. Proposal pembelian alat medis. Astrid mengernyit. Entah kenapa dokumen itu terasa familiar. Ia membuka halaman demi halaman. Lalu matanya membeku pada sebuah angka harga alat USG.

Astrid langsung teringat sesuatu. Beberapa tahun lalu Lucas pernah meminta dana investasi darinya untuk membeli alat yang hampir sama.

Saat itu Lucas menunjukkan proposal yang berbeda. Harganya jauh lebih mahal. Sekitar tiga kali lipat dari harga yang tertulis di sana.

Astrid menatap angka di depannya. Kemudian membaca ulang. Dadanya mulai terasa tidak nyaman.

"Apa mungkin tipe yang berbeda," gumamnya pelan.

Namun rasa penasaran sudah telanjur tumbuh. Ia mengambil dokumen lain. Mesin laboratorium. Harga berbeda lagi, lebih murah. Jauh lebih murah dibanding angka yang dulu pernah ditunjukkan Lucas kepadanya.

Astrid mulai membuka dokumen berikutnya dan berikutnya lagi. Semakin banyak dokumen yang ia baca, semakin pucat wajahnya. Tangannya mulai dingin dan napasnya terasa berat.

Karena pola yang sama terus berulang. Alat medis, obat-obatan, perlengkapan klinik. Semuanya menunjukkan angka yang jauh lebih rendah dibanding proposal yang dulu diberikan Lucas kepadanya.

Ingatan Astrid perlahan kembali. Tahun demi tahun Lucas datang membawa proposal. Pria itu menjelaskan kebutuhan klinik. Dia berkata bahwa investasi itu penting.

Astrid selalu percaya pada suaminya. Terlebih lagi banyak orang sakit berobat ke klinik milik Lucas. Selalu menyerahkan uang yang diminta. Tanpa pernah curiga sedikit pun.

Astrid menelan ludah. Dadanya terasa sesak.

"Jangan-jangan..." Kalimat itu terhenti di tenggorokannya sendiri.

Mata Astrid perlahan bergerak ke laci paling bawah. Laci yang selama ini terkunci. Dan saat itulah ia melihat sesuatu. Sebuah kunci kecil tergantung di bagian samping meja.

Astrid membeku. Jantungnya langsung berdegup semakin cepat. Dengan tangan gemetar, ia meraih kunci tersebut. Lalu memasukkannya ke lubang kunci.

Klik.

Suara kecil itu terdengar sangat jelas di tengah keheningan ruangan. Laci terbuka dan dunia Astrid seolah berhenti berputar.

Di dalamnya tersimpan puluhan map hitam. Bukan satu atau dua, tetapi ada puluhan yang tersusun rapi. Dikelompokkan berdasarkan tahun. Berdasarkan jenis transaksi dan berdasarkan proyek.

Astrid mengambil salah satu map. Lalu membukanya.

Dokumen asli transaksi pembelian alat medis. Lengkap dengan stempel perusahaan, nomor transaksi, bukti pembayaran, dan harga sebenarnya.

Astrid langsung membandingkannya dengan proposal yang pernah diberikan Lucas kepadanya. Tangannya mulai gemetar hebat. Harga yang pernah ditunjukkan Lucas hampir tiga sampai lima kali lipat lebih tinggi.

Map berikutnya, obat-obatan. Perbedaan harga yang sama.

Map berikutnya, peralatan laboratorium. Lebih parah lagi.

Astrid menutup mulutnya sendiri. Air matanya mulai menggenang. Bukan karena sedih, tetapi karena syok.

Selama bertahun-tahun Lucas tidak hanya berbohong, pria itu juga sudah menipu Astrid. Menggunakan kepercayaannya, menggunakan uang warisan orang tuanya, dan menggunakan cinta yang selama ini ia berikan.

Astrid membuka map lain. Kali ini napasnya benar-benar tertahan. Dokumen pembelian apartemen atas nama Lucas Adrian. Apartemen mewah secara tunai. Dibeli tahun lalu, nilainya mencapai miliaran..

Astrid langsung terduduk lemas. Matanya terasa panas. Kepalanya berdenyut. Semua potongan puzzle mulai menyatu. Uang yang hilang. Apartemen. Starla. Kalung berlian. Makan malam mewah. Semuanya saling terhubung. Dan kemungkinan besar, semuanya berasal dari uang yang selama ini dicuri Lucas darinya.

Air mata perlahan jatuh membasahi pipi Astrid. Bukan karena ia masih berharap Lucas tidak bersalah. Harapan itu sudah mati.

Yang menghancurkan Astrid adalah kenyataan bahwa pengkhianatan ini ternyata jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan.

Lucas tidak hanya mengkhianati pernikahan mereka. Pria itu juga mengkhianati kepercayaan yang ia berikan selama bertahun-tahun.

Tiba-tiba suara pintu depan terbuka. Astrid tersentak, jantungnya langsung melonjak.

Lucas pulang. Suara langkah kaki terdengar dari ruang depan. Semakin dekat dan semakin jelas.

Lalu beberapa detik kemudian, sosok Lucas muncul di ambang pintu ruang kerja. Pria itu awalnya tampak biasa saja.

Namun saat melihat Astrid duduk di kursinya dengan semua laci terbuka, wajahnya langsung berubah. Rahangnya mengeras dan tatapannya tajam.

Untuk pertama kalinya, Astrid melihat kepanikan yang gagal disembunyikan Lucas.

"Apa yang kamu lakukan?" Suara pria itu terdengar dingin.

Astrid perlahan berdiri. Tangannya masih menggenggam dokumen pembelian apartemen. Tatapannya tidak lagi sama seperti dulu. Tidak ada kepatuhan, hanya kekecewaan yang begitu dalam.

"Aku seharusnya bertanya hal yang sama."

Lucas membeku.

Astrid mengangkat dokumen itu. "Darimana uang untuk semua ini, Lucas?"

Suasana ruangan langsung menegang. Astrid tidak lagi berdiri sebagai istri yang patuh. Ia berdiri sebagai seseorang yang siap membongkar seluruh kebohongan suaminya.

1
Mardiana
Lucas... lupa sama istrinya karena lihat yg lebih kinclong 😈
Mardiana
cakep ...👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha selamat datang di hotel prodeo Lucas 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Good
sunaryati jarum
Saatnya Lucas runtuh,harta yang dikumpulkan dari hasil mencuri akhirnya akan kembali ke pemiliknya
sunaryati jarum
Semoga uang yang dicuri dan diberikan pada selingkuhannya kembali ke Astrid.Dan semua asetnya dibekukan dan jadi hak Astrid
Sugiharti Rusli
apa itu data" transaksi pengalihan yang dimiliki oleh istrinya yang selama ini juga disalah gunakan olehnya,,,
Sugiharti Rusli
dan kira" apa isi amplop yang pada akhirnya membuat pertahanan si Lucas runtuh yah itu,,,
Sugiharti Rusli
dalam hal ini sepertinya si Lucas sudah mempersiapkan kala dirinya sudah tertangkap dan bukti kejahatan mulai di paparkan,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo penyidik sudah berpengalaman tahu kapan mulai menyerang si tersangka yah,,,
Sugiharti Rusli
memang yah ada karakter penjahat yang bisa memainkan emosi penyidik sih dalam dunia kriminal,,,
Sugiharti Rusli
sekalinya penjahat tetap penjahat yah si Lucas itu
Sugiharti Rusli
dan kamu berkilah sama ibu kamu kalo ini hanya salah paham agar bisa menutupi semua kecurangan yang sudah kamu lakukan,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang kamu menghadapi dua gugatan sekaligus, dari Astrid dengan gugatan cerai, dan kasus penyelewengan
Sugiharti Rusli
kamu pikir kamu sudah bermain cantik dan tidak akan ketahuan dengan semua trik licik yang telah kamu perbuat, bahkan sama istri kamu sendiri,,,
Sugiharti Rusli
kamu memang terlalu sombong dan jumawa Lucas dengan sepak terjang kamu selama ini,,,
sutiasih kasih
lanjut thor...
ku kirim 🌹&☕.. biar semangat...
sutiasih kasih
yakin dech.... perempuan trindahmu... yg km cintai ugal"an.... g akn mau brtahan mdampingi kerutuhan karir dan hidupmu lucas🤣🤣
Tarwiyah Nasa
semakin seru 😄 gimana2 perasaan lo casss 🤣🤣
Halimah
Itulah buah dr perbuatan kalian berdua....Emak sm anak sm" benalu🤦🤦
Ini br awal Lucas...Setelah ini akan byk badai yg siap menerpa km
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!