NovelToon NovelToon
Istri Kedua Yang Dicintai

Istri Kedua Yang Dicintai

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Bella dan Alan sudah kembali ke rumah masing-masing, dan hari ini saat Bella sampai dirumahnya, ia meletakkan koper di dekat mesin cuci karena besok semua pembantu akan datang dan membersihkan semuanya, sehingga itu akan mempermudah pekerjaan mereka.

 

Alan sampai dirumah dan menuju ke kamarnya, ia melihat Tevy sedang duduk di kursi rodanya sambil membaca buku.

 

"Sayang" ucap Alan

 

"Akhirnya kamu pulang juga, aku kangen"

"Maaf ya, pekerjaan lagi sulit akhir-akhir ini"

"Iya, aku tahu"

"Sudah makan?"
"Sudah, kamu mau makan?"

"Gak sayang, aku sudah makan tadi"

 

Alan meletakkan ponselnya di meja kemudian menggendong Tevy dan memindahkannya di ranjang.

Tidak ingin membuang waktu, Tevy menarik tengkuk Alan kemudian ia mencium bibir suaminya. Alan membalas ciuman tersebut, namun di benaknya yang muncul adalah Bella bukan Tevy.

 

Tangan Alan mulai menyibakkan dress milik Tevy, mere-mas pahanya yang membua Tevy mengeluarkan des-ahan kecil.

Nafas Tevy mulai tidak beraturan, ia melepas ciumannya kemudian meremas dan sedikit menarik kemeja Alan.

 

"Jangan di tahan sayang" bisik Alan

 

DEG!

 

Jantung Tevy berdegup kencang, ia meminta Alan untuk berhenti melakukannya. Tatapan Tevy bukan lagi tatapan sayu, namun tatapan penuh amarah.

 

"Apa di leher kamu?" ucap Tevy

 

"Apa sayang?" tanya Alan bingung

 

"Cek di cermin"

 

Alan meninggalkan Tevy di ranjang dan menuju meja dimana ada cermin disana. Di leher Alan ada bekas merah yang sudah di pastikan itu memang ulah Bella beberapa hari yang lalu.

 

"Aku gak tau sayang ini-"

"BOHONG!"

 

"Kita sama-sama tahu kalau itu kissmark kan? Siapa yang melakukannya?" triak Tevy

 

"Kamu bisa cek di hotel tersebut aku bersama siapa? Bukannya kamu biasa melakukan itu setiap aku keluar kota atau ke luar negeri? Lakukan Tevy, supaya kamu bisa menemukan jawabannya"

"Kalaupun kamu memanipulasi itu semua aku juga gak akan tahu"

 

DEG!

 

Alan terkejut mendengar jawaban Tevy, Alan benar-benar hawatir jika Tevy akan mengetahui apa yang ia sembunyikan selama tiga tahun terakhir ini. Dan karena tidak ingin semakin kacau, Alan lebih memilih ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu ia menuju ruang kerja.

 

Sementara tevy, ia tidak tinggal diam. Ia mencari informasi tentang keberadaan Alan minggu lalu, menelfon pihak hotel dan mencari informasi.

Namun apa yang sedang Tevy cari tahu hasilnya nihil. Pihak hotel mengatakan Alan hanya datang bertiga bersama Helia dan Ghaly.

 

"Pasti ada yang disembunyikan Alan" ucap Tevy

 

Meskipun Tevy juga berselingkuh, tapi Tevy tidak ingin kehilangan Alan apalagi sampai Alan memiliki wanita lain.

 

"Aku akan cari tahu Alan" gumam Tevy

 

Sementara di ruang kerja, Alan sedang mengirim pesan kepada Bella dan mengatakan jik hari ini dia hampir ketahuan oleh Tevy karena kissmark yang Bella buat.

 

"Maaf sayang, malam itu aku lagi mabuk" - Bella

"Gak apa-apa sayang, aku juga. Setidaknya Tevy gak akan tahu hari ini, lain kali kita harus bisa bermain lebih aman" - Alan

 

Bella membaca pesan tersebut, dan kemudian meletakkan ponselnya. Pikiran Bella melayang kemana-mana.

 

"Kalau harus main aman, itu artinya aku akan jadi istri kedua selamanya" batin Bella

 

Tidak ingin memikirkan hal yang tidak-tidak, Bella segera mengambil koper lain kemudian mulai packing karena Bella harus kembali ke kampung halamannya.

Sudah beberapa bulan Bella tidak pulang, tentu saja orangtuanya sudah sangat merindukan Bella.

 

.

.

 

Tok tok tok!

 

"Bella" panggil Santi

 

"Mama"

 

Santi berlari kecil memeluk putri sulungnya yang sudah lama tidak pulang karena sibuk. Namun Santi hanya berfikir jika Bella memang sibuk bekerja.

 

"Masuk sayang, Mama sudah masak makanan kesukaan kamu"

"Mama ngapain sih repot-repot"

"Gak kok, Mama gak repot. Gimana kerjaan di kantor?"

"Semua baik-baik aja kok Ma. Papa dimana?"

"Papa tadi udah pulang sih, tapi kayaknya ambil mobil di bengkel"

"Nanda gimana Ma?"

"Nanda masih seperti itu, mau gimana lagi. Tapi ya sudah lah gak usahkamu pikirkan, Nanda itu urusan Mama sama Papa"

 

"Bella, akhirnya kamu pulang juga. Papa sama Mama ini kangen sama kamu Bella" ucap Edi

 

"Iya Pa, maaf ya. Kerjaan lagi gak bisa ditinggal, tapi aku usahain aku pulang sebulan sekali"

"Gak apa-apa Bella, kalau memang sibuk jangan di paksa dari pada masalah di kerjaan"

 

"Benar Bella, dengerin itu kata Papa" imbuh Santi

 

Bella duduk di meja makan, sementara santi sedang menyajikan beberapa masakan yang ia masak khusus untuk Bella. Sementara Edi hanya mendengarkan cerita Bella selama bekerja di kantor barunya, yang semua itu hanya karangan Bella semata.

 

"Makan dulu Bell" ucap Edi

 

"Papa?"
"Papa sudah makan tadi, papa pikir kamu sampai rumah malam seperti biasanya jadi Papa makan duluan"

"Oh, oke pa. Aku makan ya"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!