NovelToon NovelToon
Gelora Cinta Tuan Bara

Gelora Cinta Tuan Bara

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: Titin

Diam diam seorang Bara Aditama jatuh cinta pada wanita yang bersetatus istri orang. Safira nama wanita itu, wanita yang hampir menginjak usia kepala empat itu mampu membuat hatinya bersebar tak karuan. Hanya dengan berdiri di sampingnya. Sayangnya dia sudah menikah, juga sudah memiliki seorang putra. Lalu tiba tiba dia mengetahui perselingkuhan suami Safira. Lalu apa yang akan di lakukan Bara setelah mengetahui, wanita yang sangat dia cintai di hianati pasangannya.
Baca kisahnya selanjutnya di Gelora Cinta Tuan Bara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalung mahal

Belakangan ini, Safira sering terbangun tengah malam. Seperti malam ini. Di tengah tidur nyenyaknya, Safira tersentak dalam tidur.

Begitu membuka mata, yang dia cari adalah sosok Riki suaminya. Sebab dalam tidurnya, dia memimpikan Riki.

"Mas." panggil Safira sembari mengedarkan pandangan matanya keseluruh ruang kamar. Tapi sosok Riki tak ada di sana.

Dia pikir, suaminya pasti berada di ruang kerja di lantai bawah. Dengan pemikiran seperti itu, Safira pergi menyusul suaminya ke ruang kerja.

Tapi sampai disana, Safira kembali tak menemukan Riki. Dimana dia?

Safira kembali kekamarnya, mencari ponselnya guna menghubungi Riki. Ini sudah lewat tengah malam, tidak mungkin Riki masih berada di kantor di jam segini. Lalu kemana dia?

Tapi ternyata ponsel Riki juga tak bisa di hubungi. Tak biasanya Riki mematikan ponselnya saat bepergian, apa lagi sampai tak mengabarinya saat pulang telat seperti ini.

Safira duduk di tepi ranjang sembari mengotak atik ponselnya. Dia berusaha menghubungi Riki kembali, lalu mengiriminya pesan singkat.

Sudah pukul tiga pagi, Riki belum pulang juga tidak memberinya kabar. Ini bukanlah kebiasaan suaminya.

Cukup lama Safira duduk di tepi ranjang, sampai terdengar deru mesin mobil Riki, dari pintu balkon yang terbuka setengahnya.

Dengan segudang pertanyaan di kepala, Safira menunggu suaminya didalam kamar.

Tak berapa lama, sosok yang di nanti Safira terlihat masuk kedalam kamar dengan cara mengendap endapan.

Cahaya kamar yang temaram, membuat pandangan Riki tak begitu jelas. Tapi saat jarak kedua sudah sangat dekat, barulah Riki sadar bahwa Safira tengah duduk sembari menatapnya penuh selidik.

"Sayang, sedang apa kau...?" tanya Riki gugup. Tubuhnya berdiri kaku banget patung kayu. Jantungnya hampir saja copot melihat Safira ternyata tidak sedang tidur.

Sial....!

Gara gara bujuk rayu Winarti dia jadi pulang hampir pagi.

"Harusnya aku yang tanya, sedang apa mas sedari tadi?" Safira balik nanya. Dadanya hampir pecah oleh rasa penasaran. Kenapa suaminya pulang sepagi ini, bahkan ponselnya pun tak bisa di hubungi.

Apa lagi saat melihat wajah ketakutan milik Riki, makin membuatnya curiga.

"Aku menghubungi mas puluhan kali, mas kemana aja?" imbuhnya lagi.

Riki menarik nafas dalam dalam. Tapi tetap pada posisinya berdiri saat ini. Dia tak berani mendekat, sebab dia yakin aroma tubuh Winarti masih menempel di tubuhnya.

"Nanti aku jelaskan, aku mandi dulu ya sayang." kilahnya. Dia tarut kalau tiba tiba Safira beranjak mendekat, bisa runyam.

"Gak usah ngeles mas, jawab aja pertanyaan ku." Tapi ternyata Safira tidak bisa berkompromi.

Riki menarik nafas dalam dalam, sembari menatap lembut wajah istri yang sangat di cintainya itu. "Teman kantor merayakan kemenangan tender kami, jadi aku terpaksa ikut." sahut Riki berbohong. Mata tajam Safira yang sedang menelisik kearahnya membuat jantungnya hampir lepas.

"Lalu kenapa hp mas mati, biasanya mas selalu bilang kalau ada acara. Hp mas juga gak pernah mati kayak tadi. Apa lagi pulang telat seperti ini. Mas tau ini jam berapa? Jam tiga pagi mas. Apa sih yang mas lakukan di luar sana?" cecar Safira, rasa penasaran dan curiga membuncah di dalam dadanya. Siapa yang tidak curiga dan panik dengan kelakuan Riki, ponsel mati dan baru pulang dini hari.

"Maaf sayang. Batre ku low tadi. Aku pikir bisa pulang cepat, makanya aku gak kasih tau ada acara. Tapi teman ku kumat gilanya, jadi begini pulang telat." Jawab Riki cepat. Kalau saja aroma tubuh Winarti tidak menempel di tubuhnya, Riki pasti sudah memeluk Safira agar wanita itu tenang.

Safira tampak diam, netranya terlihat meneliti penampilan Riki yang terlihat kusut masai. Lelaki itu tak sempat memperbaiki penampilannya. Karena dia pikir Safira masih terlelap dalam mimpinya.

"S-sayang aku mandi dulu ya.Tubuhku bau Alkohol." ujar Riki, lalu buru buru pergi kekamar mandi.

Safira hanya bisa menghela nafas. Membiarkan saja suaminya berlalu masuk kamar mandi.

* * * * * *

"Kopi mbak." ujar Winarti, sembari menaruh secangkir kopi di hadapan Safira.

"Terimaksih." ujar Safira sembari tersenyum.

"Kamu gak kuliah?" tanya Safira lagi.

Winarti menggeleng, lalu menarik kursi di depan Safira kemudian duduk disana. "Gak ada mata kuliah hari ini mbak. Mbak sendiri tumben gak kerja?" sahutnya.

"Mbak gak enak badan jadi istrahat di rumah, tapi nanti selesai makan siang ada klien yang mau ambil baju pengantin di toko. Jadi ya harus ketoko juga."

"Iya, mbak harusnya istrahat. Jangan pas sakit aja istrahatnya." ujar Winarti menasehati.

Gadis itu duduk dengan anggun dihadapan Safira. Sikap yang tidak biasa.

Mata indah Safira, tak sengaja melihat benda berkilau di leher putih Winarti.

"Kalung mu bagus." puji Safira.

Ya, kalung itu memang bagus. Sebagai wanita yang paham akan barang ber merk. Tentu saja dia dapat mengenali kalau kalung Winarti adalah benda mahal.

"Harus bagus mbak, soalnya pemberian pacar." sahut winarti malu malu, sembari menyentuh kalung di lehernya.

Mendengar itu Safira tersenyum simpul. Dia jadi ingat waktu pacaran dulu, benda apapun asalkan pacar yang beli pasti berkesan. Apa lagi benda mahal seperti milik Winarti.

"Pacarmu orang berduit ya, kalungmu itu lumayan mahal. Mbak aja mikir dulu kalau mau beli. Soalnya gak murah." ujar Safira.

Winarti tampak tersipu, sembari mengagguk manja. "Iya mbak, pacarku duitnya banyak." sahutnya.

"Syukurlah, apa lagi kalau dia mau serius sama kamu. Kalau dia baik, di perjuangkan. Sayang kalau di lepas."

"Rencananya juga gitu mbak. Tapi jodoh siapa yang tau."

"Iya sih. Tapi melihat apa yang dia kasih ke kamu. Sepertinya dia bener bener sayang sama kamu."

Mendengar itu mata Winarti tampak berbinar menatap Safira. "Yang bener mbak?" tanyanya penuh semangat. Safira mengangguk.

"Iya lah. Mana ada lelaki yang rela membelanjakan uangnya sebanyak itu, kalau bukan untuk orang yang dia sayang."

"Gitu ya mbak, Sukur deh." sahut Winarti dengan wajah sumringah. Jemarinya yang putih bersih menyentuh benda berkilau itu sekali lagi, sembari tersenyum malu malu.

"Kalau mbak, pernah gak di belikan kalung mahal oleh mas Riki?" selidik Winarti. Matanya membulat menunggu jawaban Safira.

Safira tersenyum, lalu mengangguk pelan. "Tentu saja pernah, mas Riki kan bukan pria yang kaku. Dia suka kasih hadiah kalau lagi senang." sahut Safira, mengenang betapa manisnya Riki saat datang sikap manjanya.

Mendengar jawaban Safira, terlihat Winarti menekuk wajahnya.

"Ada apa, kok sedih gitu?"

"Gak sedih kok mbak, hanya pengen aja punya suami kayak mas Riki. Kaya tampan, penyayang lagi."

Safira tersenyum. "Kamu gadis baik, pasti jodohmu juga orang baik." ucapnya tulus.

"Aamiin, makasih mbak." sahut Winarti dengan binar yang terus menyala di bola matanya.

Safira tersenyum melihat wajah sumringah winarti. Gadis desa yang dulu terlihat apa adanya, belakangan ini tampil dengan dandanan yang lumayan wah.

Mungkin karena memiliki pacar berduit, dan tidak pelit. Winarti jadi bisa bergaya hedon seperti sekarang ini. Itu yang ada dipikiran Safira. Dia tidak tau, bahwa uang suaminya lah yang membiayai gaya hedon wanita itu.

Bersambung

1
YuWie
sudah sampee lupa dg tuan bara
Tata Hayuningtyas
update nya lama bgt thor sampe lupa jalan cerita nya
YuWie
mau dibawa kemanaa hubungan kita..
YuWie
rak mudeng sama bara bara ini... katanya cinta safira tapi klo lihat cewek bening hawane pingin nidurin. Eman2 safira, sama saja dg mantannya fira
sha
/Good/
Yanti yulianti
bagus
Wahyu Agustin
bara bereeee
Wahyu Agustin
bara bere bnyk kjutan
Wahyu Agustin
lanjuttt
atik
bagus
nur adam
lnjut
YuWie
benee kata bimo..seberharga itukah safira bagi Bara.. kulihat malah semakin gak jelas hubungan mereka. tarik ulur. Bara ngeklaim kepemilikan tapi safira gitu2 aja sikapnya
AstutieEcc
lanjut kakakk😍😍😍
AstutieEcc
untung ota semaput safira🤭🤣🤣
YuWie
krg sat set ya alurnya..hehehehe
Afsa
kisahnya bagus Kak..tp sayang,updatenya lama😄
YuWie
Tuan Bara..cintanya memBara2 dg mbak Safira..akan bertahankah dg ujian2 di depannya.
ImaFatima Latief
cepat up Thor
YuWie
Bara2.. bawaannya curigaaa wae..
YuWie
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!