NovelToon NovelToon
Kembaran Rahasia Si Culun

Kembaran Rahasia Si Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Bad Boy / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: fayepey

Elnaya Bellarose Valenzia, gadis polos yang selalu menjadi korban perundungan di Golden International School, mengalami percobaan pembunuhan misterius yang membuatnya koma.

Mengetahui hal itu, saudara kembarnya, Elnara Bellamont Valenzia, seorang bad girl yang bersekolah di luar negeri, kembali ke Indonesia untuk mencari pelaku. Dengan menyamar sebagai Elnaya, ia mulai menyelidiki rahasia di balik kejadian tersebut.

Namun di tengah pencariannya, Elnara justru menarik perhatian dua siswa paling berpengaruh di sekolah: Alaric Alden Adinata, ketua OSIS yang sempurna, dan Nathaniel Atharva Pradana, ketua geng Blaze yang terkenal sebagai bad boy.

Semakin dalam Elnara mengungkap kebenaran, semakin banyak rahasia gelap yang terkuak. Hingga ia menyadari bahwa orang yang menghancurkan hidup saudara kembarnya ternyata lebih dekat dari yang pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fayepey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan Di Kantin

Jam istirahat sudah tiba. Dua cewek dari kelas IPA 3 itu akhirnya keluar dari kelas mereka. Nara berjalan lebih dulu dengan santai dan penuh percaya diri, sementara Rora berada tepat di sebelahnya.

Entah kenapa, walaupun Nara terlihat biasa saja, banyak orang yang menoleh ke arahnya. Beberapa siswa bahkan tampak salfok melihat perubahan gadis itu. Kalau sebelumnya Nara tidak terlalu menarik perhatian, hari ini justru berbeda. Ia mulai menjadi pusat perhatian, apalagi setelah banyak yang tahu kalau dirinya bagian dari keluarga Valenzia. Tatapan orang-orang pun semakin sering mengarah kepadanya.

Rora yang berjalan di sampingnya tentu menyadari semua tatapan itu. Ia menoleh ke arah Nara dengan ekspresi penasaran.

"Lo enggak sadar, lo diperhatiin dari tadi? Lo enggak risih kah, lagi?"

Nara hanya mengangkat bahu. Wajahnya tetap santai, seolah tatapan seperti itu sudah menjadi hal biasa baginya.

"Biasa aja sih gue. Gue cantik, gue lucu, dan aura gue begitu memikat kayak center Idol k-pop. Jadi, wajar banyak yang merhatiin gue."

Ucapan Nara yang terlalu percaya diri itu membuat Rora menahan tawa.

"Gue suka nih lo yang kayak gini. Narsis abis."

"Harus gitu. Lo harus beruntung temenan sama gue. Kapan lagi, kan? Hidup cuma sekali, tapi bisa temenan sama seorang selebgram."

Mendengar itu, Rora langsung tertawa lepas.

"Hahaha, sekarang cita-cita lo pengin jadi selebgram? Udah enggak mau jadi penulis lagi?"

Pertanyaan itu sontak membuat Nara terdiam beberapa detik. Senyumnya sedikit memudar, seolah ada sesuatu yang hampir saja ia katakan.

"Hah... iya itu. Jadi penulis sekaligus jadi selebgram," jawabnya akhirnya.

Hampir saja Nara keceplosan kalau sebenarnya ia memang sudah seperti selebgram. Dulu, saat masih di London, ia sering mengunggah foto-foto dari tempat liburan kalangan atas. Hanya saja, tidak banyak orang di sekolah ini yang tahu tentang kehidupan Nara sebelum ia kembali ke Indonesia.

Sesudah sampai di kantin, Rora langsung membawa Nara ke sebuah mesin pemesanan makanan yang berdiri di dekat pintu masuk. Mesin itu cukup besar, layarnya seperti tablet, lengkap dengan daftar menu dari berbagai stan makanan.

"Kita pesan makanan di sini. Nanti mesin ini yang ngirim pesanan kita ke stan makanan, sekalian kita ambil nomor meja juga," ucap Rora sambil mulai menekan layar.

Nara mengangguk pelan, pura-pura paham walaupun sebenarnya ia baru pertama kali melihat sistem seperti itu di sekolah.

"Gue juga tahu kali, enggak usah diajarin gitu," gumam Nara dalam hati.

Rora mulai memilih mau membeli makanan dari stan mana. Saat melihat daftar menu yang muncul di layar, Nara cukup speechless. Walaupun sekolah ini memang untuk kalangan elite, menu makanannya tetap bergizi dan banyak makanan Nusantara. Ada beberapa pilihan makanan luar negeri juga, tetapi tidak terlalu lengkap.

"Lo mau makan apa?" tanya Rora.

"Samain aja sama lo," jawab Nara santai.

"Gue mau rice bowl chicken teriyaki sih, lo mau enggak?"

"Ya, boleh. Tapi gue minumnya es jeruk, ya."

Rora mengangguk lalu memasukkan pesanan mereka. Setelah itu, ia mengambil nomor meja kantin dan bersiap membayar. Di mesin itu, pembayaran bisa dilakukan menggunakan uang tunai dengan memasukkan uang ke dalam mesin seperti ATM, atau bisa juga melalui QR, transfer, dan kartu.

Saat nominal harga muncul di layar, Rora hendak membayar menggunakan QR. Namun, Nara lebih dulu mengeluarkan dompetnya.

"Eitss, biar gue yang bayar. Sebagai traktiran gue karena baru masuk sekolah lagi."

Ucapan Nara membuat Rora menghentikan tangannya. Nara membuka dompetnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu hitam yang langsung membuat Rora speechless.

"Wow, black card. Gue jadi makin yakin lo beneran dari Valenzia," ujar Rora dengan mata berbinar.

"Gue emang kaya. Selama ini gue pura-pura miskin aja, kayak yang di dracin itu," balas Nara sambil menggesekkan kartunya.

Setelah pembayaran selesai, mereka pun pergi ke meja dengan nomor yang tertera di kertas pesanan. Kantin itu cukup ramai, tetapi suasananya masih nyaman karena meja-mejanya tertata rapi.

Selama menunggu pesanan datang, tiba-tiba terdengar teriakan beberapa siswi yang terdengar sangat heboh. Nara sampai menoleh ke belakang karena penasaran.

"Oh my God, Nathaniel, my husband!"

"Aaaa, Marel, yuk kita nikah!"

"Gue enggak bisa tenang, sumpah. Ethan, marry me, please!"

"Vano, I love you!"

"Azka, lo itu mirip ayah dari anak-anak gue!"

Begitulah teriakan centil dari beberapa siswi di kantin itu. Nara langsung merasa jengah mendengarnya.

"Apaan sih, norak," ucap Nara sambil menatap ke depan lagi.

Namun, saat pandangannya kembali ke depan, ia melihat Rora justru terlihat senang sendiri. Cewek itu tersenyum-senyum enggak jelas sambil menatap ke arah belakang Nara.

"Aaaa, Marel. Gue makin kecintaan sama lo," ujar Rora.

"Dih, lo juga," balas Nara jutek.

Belum sampai semenit, sorakan yang tadi terdengar heboh kembali pecah. Bahkan kali ini jauh lebih ramai. Empat orang baru saja muncul dan masuk ke kantin, membuat hampir semua siswi di sana semakin heboh.

"Aaaaa, Alden! Cowok gue ini, anjir!"

"Enggak bisa, cok. Alden udah jadi hak patennya Selena. Couple goals mereka mah."

"Ini kayaknya kalau enggak karena jabatan, mereka udah jadian sih. Secara kan Selena udah jadi sahabatnya Asha juga."

"Enggak apa-apa lah Selena sama Alden, yang penting my ayang Kevin masih jomblo."

Ucapan siswi-siswi yang duduk tidak jauh dari meja mereka membuat Nara ikut menoleh. Di antara kerumunan cowok itu, ia melihat Asha sedang berjalan bersama mereka.

"Itu si Asha kenapa di sana? Bukannya sama kita, ya?" ujar Nara.

"Biasa, dia kalau jam istirahat sama abangnya. Wajar, kembar," balas Rora.

Nara langsung menoleh cepat ke arah Rora dengan wajah terkejut.

"Kembar?" tanyanya bingung.

"Iya, kembaran. Tapi kembar enggak identik gitu."

Nara mengangguk pelan. Pandangannya kembali tertuju pada salah satu cowok di sana. Tanpa sadar, ia memperhatikan cowok itu cukup lama sampai mata mereka saling bertemu.

Nara langsung mengalihkan pandangannya dan menggelengkan kepala kecil.

"Ngapain juga gue merhatiin tuh cowok," gerutunya dalam hati.

Untung saja, sekitar sepuluh menit kemudian pesanan mereka akhirnya sampai juga di meja.

Saat sedang asyik makan, tiba-tiba makanan Nara seperti disiram sesuatu dari samping. Sebuah minuman membasahi rice bowl-nya, membuat suasana makan yang tadi tenang langsung rusak. Nara menatap makanannya beberapa detik, lalu mendongak dengan emosi yang mulai naik.

Saat tahu siapa pelakunya, wajahnya langsung berubah kesal. Cewek rempong itu lagi.

"Wah, anjing ya lo! Gue lagi makan, lo ganggu lagi, bitch!" teriak Nara kesetanan.

"Mana ada gue ganggu. Anggap aja itu sebagai kuah sayur di makanan lo, biar makin enak," balas Sandra dengan wajah songong.

"Oh, makin enak ya?" ucap Nara.

Tanpa menunggu jawaban, Nara mengambil paper bowl yang berisikan makanannya tadi, lalu menumpahkannya ke arah mulut Sandra sampai makanan itu mengenai wajah cewek tersebut.

"Tuh, lebih enak kan? Makan tuh, enak."

Sandra terkejut sekaligus marah. Ia melihat bajunya yang kini terkena tumpahan makanan.

"Baju gue!" teriak Sandra.

Tidak mau kalah, Sandra langsung mengambil minuman es jeruk milik Nara dan menumpahkannya ke arah gadis itu.

"Shit, maunya lo apa sih, setan? Baru hari pertama gue di sini, lo udah gangguin gue tiga kali. Setan juga kalau tahu sujud sama lo," ucap Nara dengan kesal.

"Lo yang mulai! Lo yang bikin baju gue jadi kotor!" balas Sandra.

"Lo yang ngerusak suasana makan gue!"

"Gue kayak gitu karena lo udah berani sama gue!" jawab Sandra.

"Kenapa kalau gue berani, hah? Gue enggak sepengcut dulu lagi!" jawab Nara.

Pertengkaran antara mereka kembali terjadi. Suara keduanya mulai menarik perhatian banyak orang di kantin. Beberapa siswa bahkan berhenti makan hanya untuk melihat keributan itu.

"Gue beneran kesel sama lo, nenek lampir! Lo maunya apaan sih, hah? Enggak bisa lihat gue tenang apa, hah?" teriak Nara.

"Justru lo tenang, makanya gue gangguin lo. Lo itu babu gue di sekolah ini," balas Sandra dengan sombong.

"Ogah gue jadi babu lo, anjir!"

"Makan nih, babu!"

Nara yang sudah benar-benar emosi melayangkan tendangan memutar ke arah Sandra. Sandra sempat menghindar, tetapi tetap terdorong mundur sampai terduduk. Kantin yang awalnya ramai kini benar-benar berubah ricuh.

"Anjing lo! Lo cari masalah sama orang yang salah, culun!" teriak Sandra lagi.

Pertengkaran itu pun benar-benar dimulai. Sandra bangkit dan mencoba menyerang balik, sementara Nara tidak mau mengalah sedikit pun. Melihat hal itu, Alden langsung bangkit dari tempat duduknya dan menarik Nara menjauh.

Namun, tenaga Nara lebih kuat dari yang ia kira. Sama seperti kejadian pagi tadi, Alden cukup kesusahan memisahkan mereka berdua.

"Cukup! Hentikan!" teriak Alden sambil berusaha menahan Nara.

Namun, Nara malah mendorong cowok itu.

"Minggir lo!" teriaknya.

Alden menghela napas kasar. Ia langsung menarik pinggang Nara ke belakang agar gadis itu tidak bisa mendekati Sandra lagi. Di sisi lain, Kevin ikut membantu dengan menarik Sandra menjauh.

"Bisa berhenti enggak?" ucap Alden dengan tegas.

"Enggak bisa! Dia yang mulai duluan, lepasin gue!" teriak Nara sambil memberontak.

Sandra juga tidak kalah berisik.

"Minggir lo! Aish, shibal!" umpatnya.

Alden yang dari tadi menahan Nara mulai merasa jengah dan emosi. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara membuat gadis itu diam. Sampai akhirnya, tanpa banyak berpikir, Alden menunduk dan mengecup pipi Nara.

Nara langsung terdiam.

Begitu juga seantero kantin. Beberapa siswi menutup mulut mereka dengan wajah kaget. Tatapan Nara yang tadinya penuh amarah perlahan berubah menjadi terkejut, lalu meredup.

"Gila," gumam Nara pelan.

"Udah, ya. Sekarang berhenti," ucap Alden lebih kalem.

Saat keadaan mulai aman, Kevin juga melepaskan Sandra. Cewek itu langsung memasang wajah sedih, lalu mulai menangis.

"Alden, dia yang mulai duluan," ucap Sandra, memulai dramanya.

Mendengar itu, emosi Nara langsung bangkit lagi.

"Lo—"

Belum sempat Nara melanjutkan ucapannya, Alden langsung memotongnya.

"Cukup! Kalian berdua ikut saya."

Alden membawa Nara dan Sandra keluar dari kantin untuk menyelesaikan masalah mereka. Sementara itu, dari tempat duduknya, Niel ternyata memperhatikan semua kejadian tadi tanpa melewatkan satu pun adegan.

"Gue beneran tertarik sama Naya, karena dia udah bisa melawan," ucap Niel kepada teman-temannya.

"Lo mau jadiin Naya cewek keberapa lagi?" tanya Azka.

"Cewek gue satu-satunya," balas Niel.

"Alah, bullshit," balas Vano tidak percaya.

"Beneran. Gue bakal putusin semua cewek gue kalau Naya mau pacaran sama gue," ujar Niel dengan serius.

"Mimpi," ucap Ethan yang dari tadi diam.

Ucapan Ethan membuat Niel terdiam. Begitu juga tiga sahabatnya yang langsung menatap Ethan dengan wajah tidak percaya.

1
Lxjn
Mangat kak💪
fayepey: Terimakasih
total 1 replies
ana Ackerman
kak lanjut ya jangan lupa up kak semangat
fayepey: Terimakasih kak
Nanti sore aku up lagii
total 1 replies
ana Ackerman
lanjut kak
Bu Dewi
seru kk😍😍😍😍
fayepey: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!