NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 7: Man-in-the-Middle

Sorak-sorai membahana di Arena Utama Akademi Sihir Aethelgard. Tribune penonton yang melingkar dipenuhi oleh lautan jubah sutra bermutu tinggi milik para bangsawan, ornamen emas berkilauan di bawah terik matahari, dan aroma dupa mawar mewah yang menguar di udara.

Di tengah lapangan yang dibatasi oleh pilar-pilar pelindung magis transparan, Bax berdiri dengan lutut gemetar. Jubah abu-abunya yang kedaluwarsa terlihat sangat kontras di atas pasir putih arena. Di hadapannya, berjarak tiga puluh meter, Valerius Therion berdiri dengan pose angkuh. Tangannya memegang tongkat sihir berhulu kristal safir murni yang memancarkan pendaran cahaya biru menyilaukan.

Di tribun penonton kelas bawah yang remang-remang, Kaelen Vance duduk bersila dengan tenang. Kedua tangannya terlipat di atas dada, dan jari telunjuk kanannya mengetuk pelan cincin perak di jarinya. Di sebelah kirinya, Elara Vane duduk menyilangkan kaki, kipas lipat berenda menutupi separuh wajahnya, sementara matanya mengawasi gerak-gerik Master Therion yang duduk di bangku kehormatan VIP.

Sinyal koneksi stabil, bisik Kael sangat pelan, nyaris tak terdengar oleh angin. Jaringan area lokal arena ini sangat bising, penuh dengan paket data mana dari ribuan penonton. Tapi jalur komunikasi khusus antara tongkat Valerius dan artefak pelindung di dinding arena... memiliki celah autentikasi yang terbuka lebar.

Di tengah arena, wasit meniup peluit panjang. Pertandingan dimulai! teriaknya lantang.

Valerius bahkan tidak repot-repot mengambil kuda-kuda bertarung. Ia tersenyum meremehkan, mengangkat tongkat safirnya tinggi-tinggi. "Menyerahlah sekarang, sampah Kelas F, atau kau akan merasakan panasnya api penyucian keluarga Therion!" serunya memancing tawa penonton.

Valerius mulai merapal bait mantra. Barisan kata-kata kuno meluncur cepat dari mulutnya, memicu aliran *mana* mentah yang besar dari tubuhnya menuju tongkat. Udara di sekitar Valerius bergetar hebat, memunculkan pusaran api kebiruan yang mematikan.

Di tribun VIP, Master Therion tersenyum puas, melirik sekilas ke arah artefak pelindung utama yang tersembunyi di balik dinding batu. Modifikasi proxy yang ia pasang bekerja sempurna. Artefak itu telah mengunci target pada tubuh Bax, dan memberikan prioritas *bandwidth* mutlak pada serangan Valerius, meniadakan segala hambatan di udara.

Bax menutup matanya, pasrah. "Gue bakal jadi fosil..." gumamnya lirih di tengah lapangan.

Namun, di barisan belakang tribun penonton, Kael menghentikan ketukan jarinya. Mata abu-abunya menajam.

*Paket data terdeteksi,* batin Kael. *Proses pencegatan dimulai.*

Sesaat sebelum Valerius mengayunkan tongkatnya untuk melepaskan gelombang api raksasa ke arah Bax, Kael menyuntikkan perintah pembajakan melalui cincin peraknya.

Ini adalah serangan *Man-in-the-Middle* murni. Kael tidak meluncurkan sihir baru. Ia menyusup ke tengah-tengah jalur komunikasi antara tongkat Valerius dan sistem pelindung arena, mengambil alih kendali alamat tujuan, dan membalikkan orientasi koordinat spasialnya sejauh 180 derajat dalam sepersekian detik.

*Execute.*

"Rasakan ini! *Azure Hellfire*!" teriak Valerius, mengibaskan tongkatnya ke depan.

Ledakan api kebiruan yang maha dahsyat meluncur dengan kecepatan suara, membelah udara arena menuju ke arah Bax. Penonton bersorak, mengira ini adalah akhir dari si anak buangan.

Tetapi, tepat di titik tengah udara—di mana kode modifikasi Kael diterapkan—nyala api itu mendadak tersendat. Garis koordinat tujuannya bergeser secara paksa. Alih-alih menghantam Bax yang berdiri kaku di tengah lapangan, gelombang api biru itu berbelok tajam dengan sudut siku-siku yang mustahil secara fisika.

*Whoosh!*

Api tersebut berbalik arah dalam sekejap mata, meluncur balik dengan kecepatan dua kali lipat langsung menuju podium tempat Valerius berdiri.

Valerius, yang masih tersenyum angkuh menunggu lawannya menjadi abu, mendadak tertegun melihat gelombang api miliknya sendiri kembali menerjang wajahnya. Tidak ada waktu untuk menghindar. Sistem pelindung arena, yang telah diretas instruksinya oleh Kael, mengira serangan itu adalah ancaman dari luar diri Valerius sendiri, sehingga pelindung itu justru membiarkan api tersebut menembus batasannya.

*BOOM!*

Ledakan dahsyat menghantam tepat di kaki Valerius. Debu mengepul, asap hitam membumbung tinggi, dan gelombang panas menghantam tribun penonton hingga beberapa bangsawan terdorong mundur karena kaget.

Keheningan total mendadak melanda seluruh arena. Suara sorak-sorai terhenti seketika.

Ketika asap perlahan menipis, pemandangan di tengah arena membuat seluruh dewan pengawas terperanjat dari kursi mereka. Bax masih berdiri dengan selamat, tidak kurang suatu apa pun, bahkan rambutnya tidak tersentuh api. Sebaliknya, Valerius Therion terkapar di ujung lapangan dengan jubah hangus berlubang, alisnya terbakar habis, wajahnya hitam penuh arang, dan matanya berputar ke atas karena pingsan akibat gelombang kejut mantranya sendiri.

Master Therion bangkit dari kursi VIP dengan tangan bergetar hebat, wajah pucat pasi. "Apa... apa yang terjadi?! Siapa yang merusak artefak pelindung?!" teriaknya histeris, suaranya memecah keheningan stadion.

Di tribun penonton, Elara Vane melipat kipasnya dengan gerakan anggun, menyembunyikan senyum lebarnya di balik bayangan topi lebarnya. Ia melirik sekilas ke samping.

Kaelen Vance masih duduk dengan postur yang sama, tangan terlipat di dada, wajahnya sedatar papan ketik tanpa ada ekspresi kemenangan sedikit pun.

"Koneksi diputus bersih," bisik Kael datar, menarik kembali sisa-sisa benang mana digitalnya dari sistem arena. "Tidak ada jejak log yang tertinggal. Server mengira itu adalah *glitch* internal sistem mereka sendiri."

Di tengah lapangan, wasit yang kebingungan setengah mati akhirnya mengangkat tangan Bax ke udara dengan gemetar. "P-pemenangnya... Kelas F: Baxley!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!