"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Gales dan Misi yang Mustahil
Kota Gales terasa kering dan berdebu. Terletak di ujung perbatasan Kekaisaran Awan Merah, kota ini menjadi tempat berkumpulnya para tentara bayaran, buronan, dan pedagang gelap. Hukum kekaisaran hampir tidak menyentuh tempat ini.
Dua sosok berjubah hitam berjalan melewati gerbang kota. Topeng bambu dan jubah longgar yang mereka kenakan menyembunyikan identitas mereka dengan sempurna.
"Tempat ini kotor, penuh dengan hawa busuk manusia serakah," bisik suara lembut namun sedingin es dari balik salah satu jubah.
"Justru karena kotor, kita aman di sini, Dewi," balas Lin Huang santai. "Di kota sekte, orang-orang saling menusuk dari belakang dengan senyuman. Di sini? Mereka menusukmu dari depan. Itu lebih jujur."
Lin Huang menghentikan langkahnya di depan sebuah bangunan tua bertingkat tiga dari kayu hitam: Paviliun Harta Karun Bawah Tanah. Ini adalah tempat yang disarankan oleh Tanda Batas Batil.
Begitu melangkah masuk, Lin Huang berjalan menuju konter utama, di mana seorang pria tua bermata satu sedang sibuk menghitung batu spiritual.
"Ada yang bisa kubantu, Anak Muda?" tanya pria tua itu serak.
"Aku mencari Tanaman Spiritual Sembilan Jiwa Ice," jawab Lin Huang langsung pada poinnya.
Gerangan tangan pria tua itu terhenti seketika. "Kau tahu seberapa langka tanaman itu? Itu adalah ramuan spiritual tingkat bumi. Kebetulan sekali, Paviliun kami baru saja mendapatkannya. Tanaman itu akan dilelang malam ini di ruang bawah tanah."
Lin Huang menyisir pandangan. "Berapa harga pembukanya?"
Pria tua itu tersenyum licik. "Lima ribu batu spiritual tingkat menengah. Atau... barang berharga dengan nilai yang setara."
Lin Huang tertegun. Lima ribu batu spiritual tingkat menengah?! Saat ini, kantong jubah Lin Huang hanya berisi beberapa belas batu spiritual tingkat rendah hasil rampasan kemarin. Dia benar-benar miskin total.
Di sampingnya, Ye Qingyue menghela napas pelan. "Ayo pergi, kita cari cara lain."
Namun, tepat saat Lin Huang hendak memikirkan rencana lain, pergelangan tangan kirinya tiba-tiba terasa sangat panas, seolah-olah sepotong besi membara ditempelkan ke kulitnya. Pendaran tatoesekit berubah menjadi warna merah darah yang pekat.
Deg!
Lin Huang mengumpat di dalam hati. Waktu siaga sudah habis!
[Peringatan! Tugas Kematian Keempat telah dipicu!]
[Deskripsi: Pemilik Paviliun Harta Karun Bawah Tanah memelihara seekor Monster Kadal Api Tingkat 3 di ruang bawah tanahnya. Monster tersebut memiliki 'Inti Api' murni.]
[Tugas: Terobos ruang bawah tanah sekarang juga, bunuh Monster Kadal Api Tingkat 3 tersebut, dan rampas Inti Api-nya untuk ditukarkan langsung dengan Tanaman Sembilan Jiwa Ice!]
[Waktu Tersisa: 15 Menit.]
[Hukuman: Gagal \= Jantung meledak, jiwa hancur total.]
Lin Huang menarik napas dalam-dalam. Lima belas menit untuk membantai monster tingkat 3 yang setara dengan ahli di Ranah Inti Emas tingkat rendah?!
Namun, melihat angka di tangannya yang terus menyusut, Lin Huang tahu tidak ada jalan mundur.
"Ada apa?" Ye Qingyue menyadari perubahan aura Lin Huang. "Jangan bilang benda di tanganmu itu..."
"Ya, Dewi," Lin Huang menyeringai nekat dari balik topengnya. "Kabar baiknya, kita tidak perlu membayar lima ribu batu spiritual untuk tanaman obatmu."
Lin Huang berbalik menghadap pria tua bermata satu di konter, memusatkan seluruh Qi murni ke tangan kanan.
Brak!!!
Lin Huang menghantamkan tinjunya hingga meja kayu hitam itu hancur berkeping-keping. Pria tua bermata satu itu terkejut dan melompat mundur. "Anak muda! Berani sekali kau membuat kekacauan di Paviliun Harta Karun!"
"Di mana jalan menuju ruang bawah tanah?!" Lin Huang berteriak menggelegar.
"Penjaga! Bunuh bajingan ini!" pria tua itu meraung marah.
Empat pria kekar berpakaian zirah kulit menerjang dari balik tirai, masing-masing memegang gada besi besar dengan kultivasi di Ranah Kondensasi Qi Tingkat 7.
"Kalian terlalu lambat!" Lin Huang menyatukan dua jarinya, mengayunkan tangan melepaskan teknik pedang.
Slas! Slas! Slas! Slas!
Empat gada besi patah menjadi dua, dan keempat penjaga tersebut terlempar mundur dengan dada terluka hingga pingsan seketika. Seluruh ruangan paviliun seketika menjadi sunyi senyap.
Lin Huang tidak memedulikan ketakutan pengunjung. Matanya tertuju pada sebuah pintu besi berat di balik tirai konter yang memancarkan hawa panas.
"Dewi Ye, tetap di belakangku. Kita akan berburu kadal raksasa malam ini!" Lin Huang melesat, menendang pintu besi tersebut hingga jebol dari engselnya dengan kekuatan Tubuh Perunggu
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"