Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.
Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.
Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!
Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.
Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi
Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!
"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Gales dan Misi yang Mustahil
Udara pagi di Kota Gales terasa kering dan berdebu. Terletak di ujung perbatasan Kekaisaran awan merah, kota ini menjadi tempat berkumpulnya para tentara bayaran, buronan, pedagang gelap, dan kultivator nakal yang mencari nafkah di wilayah abu-abu. Hukum kekaisaran hampir tidak menyentuh tempat ini, menjadikannya tempat persembunyian yang sempurna bagi Lin Huang.
Dua sosok berjubah hitam berjalan melewati gerbang kota tanpa menarik perhatian penjaga. Topeng bambu dan jubah longgar yang mereka kenakan menyembunyikan identitas mereka dengan sempurna.
"Tempat ini kotor, penuh dengan hawa busuk manusia-manusia serakah," bisik suara lembut namun sedingin es dari balik salah satu jubah. Itu adalah Ye Qingyue. Meskipun wajahnya tertutup, keanggunan jalannya yang tegak lurus tetap memancarkan aura yang berbeda dari orang biasa.
"Justru karena kotor, kita aman di sini, Dewi," balas Lin Huang yang berjalan di sampingnya dengan santai. "Di kota suci sekte, orang-orang saling menusuk dari belakang dengan senyuman. Di sini? Mereka menusukmu dari depan. Setidaknya itu lebih jujur."
Lin Huang menghentikan langkahnya di depan sebuah bangunan tua bertingkat tiga yang terbuat dari kayu hitam. Sebuah papan nama besi yang berkarat tergantung di atas pintu, bertuliskan: Paviliun Harta Karun Bawah Tanah.
Ini adalah tempat yang disarankan oleh Tanda Batas Batil di dalam kepalanya.
Begitu mereka melangkah masuk, kehangatan langsung menyergap. Ruangan itu dipenuhi oleh aroma dupa spiritual tingkat rendah dan aroma tembakau. Puluhan kultivator sedang berkerumun di sekitar etalase kaca, menawar berbagai jenis senjata, pil obat, dan potongan tubuh monster.
Lin Huang berjalan menuju konter utama, di mana seorang pria tua bermata satu sedang sibuk menghitung tumpukan batu spiritual tingkat rendah.
"Ada yang bisa kubantu, Anak Muda?" tanya pria tua itu tanpa mengangkat kepalanya, suaranya serak seperti gesekan amplas.
"Aku mencari Tanaman Spiritual Sembilan Jiwa Ice," jawab Lin Huang langsung pada poinnya, menurunkan sedikit topeng bambunya agar pria tua itu bisa melihat ketegasan matanya.
Mendengar nama tanaman tersebut, gerakan tangan pria tua itu terhenti seketika. Mata satunya yang tajam mendongak, menatap Lin Huang dari atas ke bawah sebelum beralih ke sosok berjubah di sampingnya. Keheningan sesaat terjadi di antara mereka.
"Kau tahu seberapa langka tanaman itu?" pria tua itu berbisik, merendahkan suaranya. "Itu adalah ramuan spiritual tingkat bumi. Kebetulan sekali, Paviliun kami baru saja mendapatkannya dari kedalaman rawa beracun kemarin. Tanaman itu akan dilelang malam ini di ruang bawah tanah."
Lin Huang menyipitkan mata. "Berapa harga pembukanya?"
Pria tua itu tersenyum licik, memperlihatkan beberapa giginya yang berlapis emas. "Lima ribu batu spiritual tingkat menengah. Atau... barang berharga dengan nilai yang setara."
Lin Huang tertegun di tempat. Lima ribu batu spiritual tingkat menengah?! Itu setara dengan anggaran belanja murid luar Sekte Sembilan Matahari selama seratus tahun! Saat ini, kantong jubah Lin Huang hanya berisi beberapa belas batu spiritual tingkat rendah yang dia rampas dari murid yang dia pukul kemarin. Dia benar-benar miskin total.
Di sampingnya, Ye Qingyue menghela napas pelan. "Sudah kubilang, manusia. Tanpa latar belakang sekte besar, kultivator mandiri sepertimu tidak akan pernah bisa menyentuh ramuan tingkat tinggi. Ayo pergi, kita cari cara lain."
Namun, tepat saat Lin Huang hendak memikirkan rencana nekat untuk merampok tempat ini, pergelangan tangan kirinya tiba-tiba terasa sangat panas, seolah-olah sepotong besi membara ditempelkan ke kulitnya. Pendaran cahaya hijau di tatonya seketika berubah menjadi warna merah darah yang pekat.
Deg!
Jantung Lin Huang berdenyut kencang dengan rasa sakit yang familier. Hitungan mundur digital mistis kembali muncul di lautan kesadarannya, berdetak dengan kejam.
[00:14:59]
[00:14:58]
Lin Huang mengumpat di dalam hati. Waktu siaga sudah habis! Keparat ini benar-benar tidak memberi mereka waktu untuk bersenang-senang!
[Peringatan! Tugas Kematian Keempat telah dipicu!]
[Deskripsi: Pemilik Paviliun Harta Karun Bawah Tanah, Tuan Besar Gao, memelihara seekor Monster Kadal Api Tingkat 3 di ruang bawah tanahnya. Monster tersebut memiliki 'Inti Api' murni yang bertolak belakang dengan energi Dewi Ye Qingyue.]
[Tugas: Terobos ruang bawah tanah sekarang juga, bunuh Monster Kadal Api Tingkat 3 tersebut, dan rampas Inti Api-nya untuk ditukarkan langsung dengan Tanaman Sembilan Jiwa Ice!]
[Waktu Tersisa: 15 Menit.]
[Hukuman: Gagal \= Jantung meledak, jiwa hancur total.]
Lin Huang menarik napas dalam-dalam. Lima belas menit untuk membantai monster tingkat 3? Monster tingkat 3 setara dengan seorang ahli di Ranah Inti Emas tingkat rendah! Meskipun Lin Huang memiliki Ranah Kondensasi Qi Tingkat 9 Sempurna dan Tubuh Perunggu, perbedaan ranah besar ini seperti jurang pemisah antara langit dan bumi.
Namun, melirik angka di tangannya yang terus menyusut, Lin Huang tahu tidak ada jalan mundur.
"Ada apa?" Ye Qingyue menyadari perubahan aura Lin Huang yang tiba-tiba menjadi tegang dan penuh dengan niat bertarung yang liar. "Jangan bilang benda di tanganmu itu..."
"Ya, Dewi," Lin Huang menoleh ke arah Ye Qingyue, menyeringai nekat dari balik topengnya. "Tato ini baru saja memberiku perintah. Dan kabar baiknya, kita tidak perlu membayar lima ribu batu spiritual untuk tanaman obatmu."
"Apa maksudmu?"
Lin Huang tidak menjawab dengan kata-kata. Dia berbalik menghadap pria tua bermata satu di konter, memusatkan seluruh Qi murni di dalam tubuhnya ke tangan kanan.
Brak!!!
Lin Huang menghantamkan tinjunya ke meja kayu hitam konter hingga hancur berkeping-keping menjadi serpihan kecil. Pria tua bermata satu itu terkejut dan melompat mundur dengan cepat, matanya memancarkan kemarahan. "Anak muda! Kau cari mati ya?! Berani sekali membuat kekacauan di Paviliun Harta Karun!"
"Di mana jalan menuju ruang bawah tanah?!" Lin Huang berteriak, suaranya menggelegar ke seluruh ruangan, menarik perhatian semua kultivator yang ada di dalam paviliun.
"Penjaga! Bunuh bajingan ini!" pria tua itu meraung marah.
Detik berikutnya, empat pria kekar berpakaian zirah kulit menerjang dari balik tirai belakang, masing-masing memegang gada besi besar dengan kultivasi di Ranah Kondensasi Qi Tingkat 7.
"Kalian terlalu lambat!" Lin Huang berteriak. Menggunakan Teknik Pedang Pembelah Langit, dia menyatukan dua jarinya. Tanpa membuang waktu, dia mengayunkan tangannya, melepaskan empat bilah energi pedang perak vertikal yang membelah udara.
Slas! Slas! Slas! Slas!
Empat gada besi patah menjadi dua, dan keempat penjaga tersebut terlempar mundur dengan dada terluka, menabrak dinding paviliun hingga retak. Mereka pingsan seketika dalam satu serangan.
Seluruh ruangan paviliun seketika menjadi sunyi senyap. Para pengunjung ketakutan dan segera berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Lin Huang tidak memedulikan mereka. Matanya tertuju pada sebuah pintu besi berat di balik tirai konter yang memancarkan hawa panas samar-samar. Itulah pintu menuju ruang bawah tanah.
[00:11:12]
"Dewi Ye, tetap di belakangku. Kita akan berburu kadal raksasa malam ini!" Lin Huang berseru seraya berlari kencang menuju pintu besi tersebut, menendangnya dengan kekuatan Tubuh Perunggu hingga pintu itu jebol dari engselnya.
Ye Qingyue berdiri di tengah kekacauan paviliun, menatap punggung Lin Huang yang melesat masuk ke dalam kegelapan ruang bawah tanah dengan perasaan yang sangat campur aduk. Pemuda fana ini... dia benar-benar orang gila sejati yang mengabaikan semua aturan dunia persilatan demi bertahan hidup.
Sambil mendengus pelan, Ye Qingyue mengencangkan jubahnya dan melangkah mengikuti Lin Huang masuk ke dalam lorong bawah tanah yang mulai dipenuhi oleh hawa panas yang membara. Di dalam hatinya, sebuah rasa penasaran yang aneh mulai tumbuh: Sampai sejauh mana kegilaan pemuda ini bisa membawanya melompat melewati batas takdir fana?