Entah dewi Fortuna sedang memihak diriku atau tidak?!
Baru saja aku diterima jadi karyawan magang di perusahaan Terkenal yang ku impikan dan juga baru saja aku di panggil Mommy ?!
Hei !! aku masih lajang, umurku saja masih seperempat abad. Pacaran saja belum pernah dan tiba-tiba sudah disambut oleh Anak, What !!
"Mommy?"
"Eh. . . Mommy??"
•Novel ini hasil karya Khayalan author semata diharapkan untuk selalu mendukung.
>> masa revisi di lakukan saat author memiliki waktu luang jadi maafkan bila ada banyak Typo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNA_2005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Kirim ke rumah saya hari ini" ucap Alex yang dijawab 'Iya' oleh sang penerima panggilan. Alex yang mematikan telponnya tanpa sadar dibuat terkejut oleh seseorang ya siapa lagi kalau bukan sang ibunya yaitu Irene.
"Dor" ucap Irene sambil memegang pundak Alex dari belakang membuat Alex refleks menjatuhkan handphonenya untuk saja di atas sofa bukan di lantai.
"Mom! Alex's cellphone almost dropped{Ponsel Alex hampir terjatuhkan}" ucap Alex sambil duduk ke Sofanya.
"Maaf, dan juga gaun nya untum siapa?" tanya Irene yang sudah duduk disampingnya Alex.
"Tentu saja untuk.."belum sempat Alex berbicara Irene langsung memotong ucapan Alex dengan cepat.
"Ah jangan bilang simpanan di klubnya, atau perempuan perempuan yang sering kamu berikan kedipan mata" ucap Irene tanpa dosa yang membuat Alex hanya bisa terkejut saat mendengar ucapan sang ibu.
"Tunggu dari mana mom? dan juga buat apa ku beri mereka" ucap Alex yang sudah ikut-ikutan dengan nada ibunya yaitu tanpa dosa.
"Ya kali aja kan anak mom gak tobat-tobat sampai dosanya sebesar gunung Everest" Ujar Irene sambil membayangkan anaknya yang membawa beban dosa yang banyak.
"Ayolah mom jangan memikirkan diriku bawa dosa banyak, mom juga" ucap Alex tanpa dosa yang membuat Irene mencubit lengan Alex.
"Hati-hati omongan" geram Irene kepada anaknya yang kalau di dekatnya selalu seperti anak kecil.
"Kembali ke topik utama" ucap Irene to the point.
"Buat calon menantu, mom" ucap Alex dengan senyuman tipisnya yang nyaris bahkan tak terlihat.
"Calon menantu? yang mana banyak loh nak calon menantu mom, apalagi yang biasanya datang ke rumah bilang hamil anakmu padahal anak orang" canda Irene kepada Alex yang membuat Alex hanya mendengus.
Mau bagaimana pun itu memang faktanya bahwa seiring perempuan datang ke rumah dan berkata hamil anak Alex padahal hamil orang yang membuat mansion rumah ini dibagi menjadi beberapa bangunan yaitu bangunan yang seperti rumah biasa untuk menerima tamu yang di sebabkan oleh Alex dan bangunan di samping kanan yang merupakan bangunan khusus Keluarga inti Johnson, bangunan samping kiri yang merupakan bangunan untuk keluarga Johnson yang berarti bukan keluarga inti, bangunan di belakang yang merupakan bangunan untuk tinggalnya para pengurus mansion dan terakhir bangunan utama yang terletak di tengah-tengah diatara semuanya yaitu mansion awal yang memang dari dulu sudah berada di sana dan tentu saja selalu diwariskan turun-temurun.
🍁Kembali Ke Topik🍁
"Cyla" ucap Alex singkat yang membuat Irene malah memegangi kupingnya dan kadang sedikit meniup niup dengan tangannya agar tidak salah dengar.
"Tunggu ini kupingnya mom yang salah dengar atau anugrah" ucap Irene yang membuat Alex menatap dingin ke arah Ibunya yang suka sekali mengajaknya bercanda.
"Baiklah-baiklah" ucap Irene sambil tersenyum lembut ke anaknya itu.
"Terus Rei kenapa tadi?" tanya Irene lagi kepada Alex.
"Bagi mom" tanya Balik Alex kepada ibunya. Yang membuat Irene dapat menyimpulkan bahwa Rei mungkin salah paham dengan maksud pemberian gaun itu.
"Jangan bilang" ucap Irene yang langsung diberi anggukan oleh Alex. Irene yang melihatnya hanya bisa mengembuskan nafasnya pelan karena dia tau Alex memikirkan caranya dalam mendapatkan hati Cyla dengan kejutan tapi Rei ingin hati sang mommy didapatkan dengan cara langsung dan pasti keduanya ingin dengan cara Romantis.
"Ya sudah lebih baik kamu menyusul mereka berdua saja, daripada Reinya tambah membenci dirimu bukan" ajak Irene. Alex memeluk tubuh Ibunya tersebut dan mengucapkan 'terima kasih' atas saran yang selalu bisa meluruskan masalahnya dengan Rei putranya.
"Thank's mom" ucap Alex yang dijawab oleh senyuman oleh Irene.
Sedangkan di tempat lain~