NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Di Dunia Modern

Dewa Pedang Di Dunia Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Isekai / Dunia Masa Depan
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Zhang Lin dikenal sebagai "Dewa Pedang" dari Dinasti Yin; ketika dia sedang menjalankan sebuah misi, dia tiba-tiba dihadapkan dengan sebuah pengkhianatan dari negerinya sendiri hingga membuatnya meregang nyawa.

Namun, bukannya langsung meninggal dan pindah ke alam baka—Zhang Lin justru mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia modern yang di mana semua orang hidup dengan cara yang cepat.

Di dunia modern, Zhang Lin bertemu dengan Li Na—seorang asisten editor di salah satu penerbit besar.

Kehidupan kerja Li Na begitu berat, dan sejak kecil dia telah terkenal karena nasib buruknya; namun, ketika bersama dengan Zhang Lin, nasib buruk itu berganti dengan keberuntungan—namun, keberuntungan itu datang bersamaan dengan bayangan kematian yang mengintainya dan Zhang Lin dari kejauhan.

...
Untuk mendapatkan update ilustrasi karakter, bisa follow akun sosmed author, ya!
FB : Refinawriters
IG : Refinawriters_
TT :refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatan Luar Biasa Zhang Lin

Malam hari, ketika Li Na baru saja pulang bekerja; Zhang Lin menyambut kedatangannya, bahkan langsung memberikan segelas kopi kepada Li Na agar wanita itu bisa merasa jauh lebih rileks.

"Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba memperlakukan aku begini? Aku percaya jika seseorang bersikap baik kepadaku, dia pasti ingin meminta sesuatu dariku. Jadi, daripada menggunakan cara murahan begini, langsung saja katakan... apa yang kamu inginkan?" tanya Li Na.

"Kamu benar-benar cerdas, Li Na. Aku tidak menyangka jika kamu sepintar itu," ucap Zhang Lin.

Wajah Li Na yang awalnya tenang, kini berubah menjadi lebih dingin dengan tangan yang mengepal—siap melayangkan pukulan kepada Zhang Lin.

"Kamu ingin aku pukul?"

Zhang Lin langsung menjaga jarak aman dari Li Na. Kemudian tanpa basa-basi lagi ia langsung mengatakan kepada Li Na apa yang sebenarnya ia ingin minta dari wanita dengan kesabaran lebih tipis daripada uang itu.

"Jadi begini... sebenarnya aku ingin mulai bekerja. Mendapatkan uang untuk diriku sendiri, dan juga membantu kamu. Jadi, apakah mungkin kamu bisa mencarikan aku pekerjaan?" tanya Zhang Lin.

Li Na tentu saja kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Kamu yakin? Serius kamu mau kerja? Dan kamu yakin kamu bisa tahan kerja di Beijing ini? Kalau aku jadi kamu... aku lebih suka diam tanpa ingat apa-apa biar hidupku ditanggung sama orang lain," gumam Li Na.

Zhang Lin menggelengkan kepala.

"Tapi aku tidak ingin begitu, Li Na. Dan jika aku bisa dapat pekerjaan, aku bisa memberikan uang kepada kamu juga. Bukankah kamu suka uang?"

Mendengar kata 'uang', ekspresi wajah Li Na langsung berubah total. Dia langsung tersenyum kepada Zhang Lin dan kemudian mulai memberikan wawancara singkat kepadanya.

"Niatmu begitu mulai, dan tentu saja aku tidak akan menolak hal itu," ucap Li Na. "Dan sebelum kita mencari pekerjaan, kamu harus beritahu dulu kepadaku: apa kelebihanmu?"

Zhang Lin terdiam. Ia berusaha mengingat apa saja kelebihan baik yang ia miliki. Namun, sekeras apapun ia berusaha mengingat, satu-satunya kelebihan yang ia miliki hanyalah bertarung saja!

Zhang Lin menghela napas berat.

"Kenapa? Apakah kamu tidak punya kelebihan apa-apa? Satu pun tidak ada?" tanya Li Na.

"Setelah aku berusaha untuk memikirkan dan mengingat... sepertinya aku benar-benar tidak punya kelebihan yang baik. Dan satu-satunya kelebihan yang aku punya hanya bertarung menggunakan fisik," jawab Zhang Lin lemah.

"Itu bagus!" teriak Li Na yang langsung histeris setelah Zhang Lin bicara.

Kelebihan bertarung yang tidak Zhang Lin masukkan ke kategori kelebihan yang bagus... ternyata kelebihan itu akan membawa dirinya kepada pekerjaan dengan gaji yang cukup menjanjikan.

"Apanya yang bagus, Li Na?" tanya Zhang Lin.

"Kemampuan bertarung itu. Itu kemampuan yang bagus. Dan jika bisa digunakan dengan baik, kamu bisa mendapatkan bayaran tinggi. Itu benar-benar berguna!" jawab Li Na.

Melihat ekspresi senang Li Na, Zhang Lin pun ikut merasa senang karenanya.

"Benarkah? Kalau begitu, ada pekerjaan untukku?" tanya Zhang Lin dengan antusias.

"Akan aku carikan sekarang!" sahut Li Na.

Li Na langsung mengambil laptop, berusaha mencari pekerjaan yang membutuhkan kemampuan bertarung; mungkin seperti pengawal pribadi yang kerjanya kontrak, atau harian dan perjam.

"Tapi ngomong-ngomong... kamu benar-benar bisa bertarung kan?" tanya Li Na, memastikan jika Zhang Lin tidak membohongi dirinya saat itu. ​​

Zhang Lin menganggukkan kepalanya.

"Aku berbicara jujur. Aku tidak berbohong!" tekan Zhang Lin.

Walaupun pada saat itu Zhang Lin benar-benar terlihat sangat menjanjikan dan tidak terlihat berbohong, tetapi tampaknya Li Na masih perlu melihat dengan lebih jelas. Dia ingin memastikan jika Zhang Lin benar-benar ahli bela diri.

Untuk memberikan tes kepada Zhang Lin, Li Na memanggil Lin Yi untuk dijadikan monyet percobaan—membuatnya menjadi objek yang akan dipukul oleh Zhang Lin.

"Kenapa harus aku? Kenapa tidak Kakak saja yang mengukur kekuatannya? Kenapa aku?!" teriak Lin Yi, merasa jika tindakan sang kakak tidak adil kepada dirinya.

Namun, sikap itu langsung berubah total ketika Li Na memberikan dirinya selembar uang kertas.

"Baik. Silahkan tinju saya. Saya akan menghitung pointnya," ucapnya dengan senyuman menyebalkan.

Walaupun pada saat itu Lin Yi sudah siap untuk menerima pukulan, tetapi Zhang Lin tampak ragu untuk memukulnya. Dan alasannya sederhana; Zhang Lin takut jika Lin Yi akan menderita karena menerima pukulan dari Zhang Lin.

"Apa benar-benar harus begini, Li Na? Pukulanku akan sangat baginya. Bagaimana jika nanti dia terluka?"

Li Na memukul pundak Zhang Lin keras sambil meyakinkan dirinya bahwa tidak masalah memukul Lin Yi, karena Li Na sendiri yang menjamin jika Lin Yi tidak akan tersiksa hanya karena satu pukulan.

"Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu. Dia tidak akan kenapa-kenapa hanya karena satu pukulan darimu. Karena lagi pula, selama bertahun-tahun terakhir, dia sudah kebal dengan pukulan. Toh, hari-hari saat melihatnya aku memukulnya. Dan lihat... dia masih hidup dan masih menyebalkan bukan? Jadi, tidak papa. Pukul saja!" perintah Li Na sambil kembali memukul Zhang Lin.

Zhang Lin menghela napas panjang.

"Baik. Aku akan memukulnya. Tapi, apakah kamu bisa berhenti memukulku, Li Na? Sakit!" rengek Zhang Lin kepada Li Na.

Li Na tertawa getir. "Ha-ha. Maafkan aku. Ayo, cepat! Pukul dia!"

Dengan dorongan dari Li Na, Zhang Lin pun langsung melayangkan satu pukulan kepada Lin Yi. Dan karena pukulan itu, Lin Yi langsung terpental beberapa langkah dari tempat awalnya berdiri.

Li Na benar-benar sangat terkejut ketika melihat gerakan dan juga kekuatan pukulan Zhang Lin yang begitu besar hingga membuat Lin Yi terlempar.

Saking kagumnya, Li Na langsung bertepuk tangan untuknya.

"Luar biasa!" teriak Li Na antusias.

Di sisi lain, Lin Yi kesulitan berdiri, dan tidak ada yang membantunya. Dan ketika dia sudah bisa berdiri tegap, tiba-tiba Li Na dengan entengnya berkata.

"Coba satu kali lagi!" ucap Li Na.

"Woy, gila!" teriak Lin Yi. "Enak aja bilang begitu. Sakit, woy!"

Tanpa banyak bicara, Li Na kembali mengeluarkan uang kertas dari dompetnya, memberikan uang itu kepada Lin Yi agar dia tutup mulut dan menerima pukulan lain dari Zhang Lin.

"Kali ini sedikit berbeda. Aku mau Lin Yi coba buat menghindar dan lawan balik, Zhang Lin. Gimana?"

Mendengar hal tersebut Lin Yi senang karena mendapatkan kesempatan untuk membalas memukul Zhang Lin. Namun, untuk memukul Zhang Lin itu tidaklah mudah, karena Lin Yi harus mendapatkan banyak pukulan lain.

Hingga pada satu titik di mana Zhang Lin memusatkan kekuatannya pada satu pukulan... dan pukulan itu langsung mengenai tulang rusuk Lin Yi dan membuatnya terpental jauh sampai-sampai harus dilarikan ke rumah sakit karena tulang rusuknya patah!

...

-Bersambung-​​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!