Lyan adalah seorang anak lemah yang tinggal bersama seorang kakek tukang kayu. Kehidupan sehari-harinya selalu ditindas oleh teman-temannya karena Lyan dianggap sampah yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Namun itu tidak membuat Lyan putus asa, dia selalu berusaha berlatih keras agar dia menjadi kuat. Sampai pada akhirnya Lyan bertemu dengan arwah seekor rubah pertapa ribuan tahun dan mengangkatnya menjadi murid. Kisah petualangan Lyan pun akhirnya dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubahkecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ambang Kematian
"Apa yang kau lakukan disini Gremio?" Tanya Ursula.
Gremio menjelaskan secara singkat kedatangannya ketempat itu, dan dia mulai kebingungan ketika komandan lawan memanggil wanita yang dikenalnya dengan sebutan Ursula, padahal dulu dia memberitahu Gremio dengan nama yang berbeda. Dia mulai bertanya kepada wanita yang berada dihadapannya ini akan jati diri wanita itu yang sebenarnya.
Ursula menghela nafas panjang. "Namaku Ursula Grace Filia dan sama seperti dia, aku adalah salah satu dari komandan Jendral Ular."
"A.. Apaaa?! Jadi kau adalah salah satu dari mereka yang telah menghancurkan desaku..!!!" Kaget Gremio
"Aku tidak terlibat dengan hal itu.. Sekarang pergilah dari sini sebelum aku berubah pikiran."
Gremio terdiam sejenak, "Tapi kami tidak bisa pergi meninggalkan teman kami yang sedang bertarung.. Maukah kau membantu teman kami untuk melarikan diri dari sini juga?" Tanya Gremio.
Ursula menggeleng kepalanya. "Maaf, tapi itu tak bisa kulakukan.. Dengan membiarkan kalian kabur saja aku sudah mendapatkan masalah, apalagi jika aku mengganggu kesenangan para komandan lain."
Mendengar jawaban Ursula, Gremio lalu tersenyum sambil mengeluarkan keringat dingin. "Kalian pergilah dari sini sekarang juga."
"Hei.. Bagaimana dengan Lyan dan Gresia yang sedang bertarung?" Tanya Angel.
"Kalian ingat apa kata Tuan King bukan? Prioritas utama kita adalah menyelamatkan Kakek Aman."
"Tidak...!!! Aku baru saja menyusahkan cucuku seperti ini.. Mana mungkin aku akan meninggalkannya seperti ini?" Ucap Aman.
"Tenanglah kakek, Aku akan tetap berada disini untuk menyelamatkan mereka."
"Kau jangan gila..!!! Perbedaan kekuatanmu dengan mereka sangat jauh.. Kau hanya akan membuang nyawamu disini..!!! Atau jangan bilang kau mau mengeluarkan Teknik itu lagi?" Ucap Mei.
"Ya.. Hanya itu satu-satunya yang kupikirkan saat ini.. Sekarang kalian pergilah..!!!"
Awalnya mereka tak berniat untuk pergi, tapi melihat Gremio yang dengan tegas memerintahkan mereka untuk pergi, akhirnya mereka dengan terpaksa melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Ternyata kau keras kepala juga." Ucap Ursula.
"Yahh.. Meskipun bukan tandinganmu, tetapi bukan berarti tak ada cara untuk mengalahkanmu...!!!" Teriak nya yang kemudian aura hitam disekujur tubuhnya muncul.
Gremio menyerang Ursula secara bertubi-tubi tapi Ursula terlihat hanya menghindari semua serangan-serangan Gremio tanpa hendak melawan. Kesal melihatnya, Gremio semakin beringas menyerang dengan melancarkan serangan yang membabi buta.
"Kenapa kau hanya menghindar?!" Teriaknya dan aura disekujur tubuh Gremio semakin pekat dan dia tampak mulai kehilangan akal sehatnya.
"Tahap Kuasa : 7 Pilar Api...!!!"
Jurus yang dilancarkan Gremio berhasil mengenai Ursula, tapi sayangnya tak berhasil melukainya sama sekali. Secara cepat Ursula muncul dihadapan Gremio dan kemudian menjentikan jarinya ke kening Gremio.
"Duaarrrr..!!!"
Jentikan kecil itu mampu membuat Gremio terpental puluhan meter dan merobohkan beberapa bangunan. Gremio terluka parah akibat serangan itu.
*****
Pertarungan antara Gresia dan Paul terus berlanjut.. Paul terlihat seperti monster karena stamina nya yang seperti tak terbatas ketika menghadapi puluhan ribu tubuh ilusi Gresia.
"Ini sudah mulai membosankan.. Apa kau akan terus bersembunyi diantara tubuh ilusi tak berguna ini?" Tanya Paul.
"Kuakui, staminamu memang mengerikan karena mampu bertahan sampai sekarang.. Bagaimana jika aku menunjukkan sesuatu yang lebih menarik agar kau tidak bosan? Taoi jangan sampai mati ya." Ucapnya.
Seluruh tubuh ilusia Gresia secara tiba-tiba bergabung satu sama lain membuatnya terlihat semakin besar dan terlihat seperti monster wanita bertaring tajam yang bermata merah. Kekuatan dari tubuh ilusi yang bergabung itu meningkat secara drastis dan terdapat kira-kira ratusan monster ilusi ini.
"Jumlahnya 98% lebih sedikit daripada yang tadi. Tapi kekuatan mereka puluhan kali lipat jauh lebih kuat. Sekarang aku akan mengakhiri semua ini."
Ratusan monster ilusi secara serentak menyerang Paul, meskipun tubuh mereka besar, akan tetapi serangan mereka sangat cepat secepat kilat. Paul benar-benar mulai kewalahan sampai tubuhnya mulai tercabik-cabik oleh serangan para monster ilusi.
Terkena serangan bertubi-tubi dari monster ilusi tidak membuat Paul ketakutan, malahan wajahnya terlihat sangat menikmatinya yang membuat Gresia kebingungan.
"Ada apa denganmu? Apa kau sudah gila karena telah menyadari kalau kau tak bisa menggalahkanku?" Ejek Gresia.
"Aku sudah lama tidak mengalami hal seperti ini. Aku sangat senang bisa bertemu dengan lawan sepertimu." Ucapnya sambil cengingisan.
"Sebagai rasa terima kasihku, aku akan mengeluarkan kekuatan penuhku sekarang dan akan menghancurkan dunia ilusimu ini." Lanjutnya.
"Tahap Nirwana : Raungan Iblis Baja...!!!"
Gresia sangat terkejut ketika mengetahui Paul menguasai jurusnya sampai ketahap Nirwana. Bagaimana tidak, hanya sedikit orang yang mampu menguasai jurus mereka sampai ketahap ini. Bisa diblg di Benua Gelap ini, tak sampai 100 orang yang bisa mencapainya. Bahkan dia sendiri saja belum mampu mencapai Tahap Nirwana.
*Note :
Contoh tahap jurus :
- Tahap Awal : Pukulan 7 Halilintar
- Tahap Menengah / Tahap Kuasa : Halilintar menyambar Bumi
- Tahap Akhir / Tahap Nirwana : Halilintar Mengguncang Semesta
Kesimpulan : Tahap Nirwana adalah upgrade jurus level 3 atau tahap akhir.
Raungan Iblis Baja itu memekakan telinga sampai membuat Gresia menutup kedua telinganya, tapi sayangnya jurus tersebut juga menyerang organ dalam tubuh sehingga Gresia terluka dalam dan memuntahkan darah segar. Tak sampai disitu saja, Raungan Iblis Baja bahkan mampu membuat seisi tempat berguncang serta menghancurkan semua monster ilusi Gresia. Dunia ilusi yang diciptakan oleh Gresia perlahan mulai retak dan hancur akibat tak mampu menahan jurus tersebut yang membuat mereka kembali kedunia nyata lagi.
Paul kemudian berjalan secara perlahan kearah Gresia yang telah terluka parah. "Kau memang kuat, tapi sayangnya kau tetap bukan lawanku.. Sangat disayangkan jika aku membunuhmu disini."
"Lalu apa yang akan kau lakukan padanya jika kau tak membunuhnya disini? Ini tak seperti dirimu yang biasanya." Ucap Simon.
"Dia berbeda dengan lawanku yang sebelumnya.. Mungkin sebaiknya aku menjadikannya sebagai hewan peliharaanku saja.." Ucapnya sambil tersenyum bengis.
*****
Sementara pertarungan Lyxus melawan Daniel masih belum mencapai titik akhir. Mereka masih bertarung dan saling berbalas yang membuat mereka berdua mulai mengerahkan jurus pamungkas untuk mengakhiri pertarungan.
"Tahap Kuasa : Meriam bunga Kematian...!!!" Teriak Lyxus.
"Tahap Kuasa : Suar Mentari Api..!!!" Teriak Daniel.
*Duaaaaarrrr...!!!!
Ledakan dahsyat terjadi dan seisi tempat tersebut bergetar hebat akibat tabrakan kedua jurus itu.. Lyxus terlihat terpental puluhan meter akibat tabrakan jurus ini, yang menandakan jika Daniel lebih unggul dalam adu kekuatan ini.
Dengan nafas terengah-engah.. Lyxus mencoba bangkit berdiri. Daniel lalu tersenyum seraya mendekatinya secara perlahan. "Khukhukhu.. Sepertinya kau sudah sampai pada batasmu? Tenanglah.. Aku akan mengakhiri penderitaanmu sekarang."
Daniel lalu mengarahkan tinjunya yang dilapisi oleh api hijau yang panas.. Ketika pukulan itu hendak mengenai Lyxus, sebuah bayangan dengan cepat menyambar pergelangan tangan Daniel yang membuatnya menghentikan serangan. Ternyata itu adalah Youl, sang harimau tempur yang ternyata tidak mengikuti Mei dan yang lainnya pergi dari kastil jendral ular ini.
Melihat Youl datang menolong, Lyan secara paksa mengambil alih tubuhnya kembali. "Youl... Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Lyan.
Kesal melihat pergelangan tangannya digigit oleh Youl.. Daniel lalu menghempaskannya dengan keras ketanah. "Dasar Hewan Buas Iblis rendahan..!!! Kau sudah bosan hidup rupanya sampai berani mengotori tanganku seperti ini...!!!" Ucap Daniel.
Youl berdiri secara perlahan lalu kembali menyambar Daniel, sebelum berhasil menyerang Daniel.. Youl dihajar oleh Daniel dengan sebuah pukulan yang sangat keras.. Saking kerasnya sampai permukaan tanah tersebut hancur dan Youl terluka parah dengan beberapa tulang rusuk yang patah.
"Dasar sialan.. Akan kubunuh kau...!!!" Teriak Lyan.
"Pukulan 7 Halilintar...!!!"
Lyan melancarkan serangannya kearah Daniel, tapi karena perbedaan kekuatan yang begitu jauh, serangan itu dengan mudah ditahan. Daniel kemudian membalasnya dengan sebuah pukulan yang dengan tepat mengenai wajahnya sampai dia jatuh terseret jauh.
"Sia-sia saja.. Kau sama sekali tidak ada apa-apanya sekarang.. Aku akan menyiksa Hewan Buas Iblis hina ini terlebih dahulu sebelum menghabisimu.. Jadi bersabarlah." Ucap Daniel yang kemudian memijakkan kakinya ketubuh Youl sampai dia meraung kesakitan.
Lyan sangat emosi ketika melihat Youl disiksa oleh Daniel secara terus menerus, tapi apa daya, dia tak memiliki kekuatan lagi untuk melawan.. Jangankan melawan, untuk berdiri saja dia tak sanggup. Dia benar-benar mengutuk dirinya yang lemah.
"Youulll... Kumohon, jangan mati...!!!" Ucapnya dengan suara yang terdengar seperti hampir menangis.
Daniel hanya tertawa menyaksikannya.. Ada 2 kepuasan yang didapatkan oleh Daniel dari sini. Yang pertama adalah menyiksa Youl dengan memijak-mijak tubuhnya daritadi sampai membuat Youl diambang batas kematiannya.. Dan yang kedua adalah melihat Lyan sangat tersiksa akibat melihat dia menyiksa Hewas Buas Iblis kesayangan Lyan.
Kesadaran Youl hampir hilang.. Mungkin tak lama lagi dia akan mati karena sudah tak kuat menahan siksaan dari Daniel.. Tapi setelah mendengar ucapan tuannya yang memintanya jangan mati, dia berusaha bertahan dan kemudian meraung dengan kuat...!!!
Keajaiban terjadi, tubuh Youl secara mendadak diselimuti oleh cahaya putih yang menyilaukan mata, sampai membuat Daniel mengarahkan tangannya didekat matanya untuk menutupi rasa silau tersebut. Saat cahaya yang menyilaukan mata itu memudar, tampaklah Youl dengan bentuk penampilan yang sangat berbeda dari yang sebelumnya dengan mata yang tertutup. Tubuhnya yang kecil kini berubah menjadi sebesar ukuran manusia, taringnya tampak lebih panjang dan dia sekarang mampu berdiri dipermukaan tanah hanya dengan kedua kakinya.
"Hei.. Jangan bercanda.. Sejak kapan Hewan Buas Iblis jenis harimau ini mampu berdiri dengan kedua kaki dan memancarkan aura mengerikan seperti ini?" Ucap Daniel.
"A.. Apa yang terjadi dengan Youl?" Gumam Lyan.
"Dia sudah jelas mengalami tahap evolusi.. Tapi aku tak pernah tahu kalau ada jenis harimau tempur yang mampu evolusi seperti ini, mungkin dia telah mencapai tingkatan yang berada diatas harimau tempur lainnya." Ucap Master Gyo.
Laxus mulai bingung. "Bukannya dia hanya Hewan Buas Iblis tingkat Hitam tahap 1? Dia adalah yang terlemah dari anak harimau tempur. Apa dia itu jenis spesial?"
Master Gyo lalu memandang kearah Laxus. "Mungkin saja.. Aku juga baru kali ini mendengar ada harimau tempur yang berada di Tingkat Hitam tahap 1.. Dan evolusinya ini membuatnya naik secara drastis ke Tingkat ..."
"Hahaha... Ternyata masih ada hiburan lain sekarang, aku sangat beruntung...!!!" Ucap Daniel yang kemudian mengarahkan pukulan kearah Youl.
Youl yang sejak tadi menutup mata, akhirnya secara perlahan membuka kedua matanya.
*GRRROOOOORRRRR...!!!!