NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:361.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Merayu

"Romo..."

"Dalem..."

"Ini kan liburan..." Kata Bima.

"Njih. Lha pripun, Cah Bagus?" Jawab Arjuna.

"Bima mau main ke Kota? Liburan di Rumah Mama Nala dan Papa Mifta?" Tanya Arjuna.

"Enggak sih." Jawab Bima.

"Lalu?"

"Boleh gak, kalau Mas Bagas dan Mbak Bibil yang kesini?" Tanya Bima.

"Ya boleh, dong." Jawab Arjuna.

"Memang Mas Bagas sama Mbak Bibil udah bilang kalo mau kesini sama Papa dan Mama?" Tanya Arjuna yang di jawab gelengan oleh Bima.

"Romo aja yang bilang ke Mama dan Papa. Kalau Romo yang bilang kan, pasti diizinin sama Mama dan Papa." Bujuk Bima sambil bergelendot di tangan Arjuna.

"Kenapa gak Bima aja yang main ke Rumah Mama dan Papa? Kan sudah lama gak kesana." Kata Arjuna.

"Ah! Di Kota gak seru, Mo. Di sana gak ada sawah, gak ada hutan, gak ada sungai, cuma bisa main di Mall aja." Jawab Bima yang membuat Arjuna terkekeh.

"Emang Mas Bagas sama Mbak Bibil mau kesini?" Tanya Arjuna.

"Mau, Mo. Tapi Mas Bagas sama Mbak Bibil gak berani bilang ke Mama dan Papa. Takut gak diizinin." Jawab Bima.

"Yasudah, nanti biar Romo telfon Papa." Kata Arjuna.

"Sekarang aja, Mo." Ujar Bima sambil menyerahkan ponsel milik Arjuna.

Arjuna hanya bisa menghela nafas panjang sambil geleng - geleng kepala. Ia segera meraih ponselnya dan mendial nomor ponsel Mifta. Tak butuh waktu lama, Mifta pun menjawab panggilan telfon dari Arjuna.

"Assalamualaikum, Mif." Sapa Arjuna ketika panggilan telfon mereka terhubung.

"Waalaikumsalam, Jun."

"Ada apa ini, pagi - pagi nelfon? Jangan bilang mau ngasih kerjaan. Sebulan ini, aku baru libur sekali lho di hari sabtu." Cicit Mifta yang membuat Arjuna tertawa.

"Suudzon aja kamu nih, Mif." Sahut Arjuna.

"Lho, soalnya biasanya kayak gitu. Kalau kamu nelfon pagi - pagi di hari libur, pasti mau ngerjain aku." Kata Mifta yang kembali membuat Arjuna terkekeh.

"Ini lho, anakmu katanya mau liburan kesana." Ujar Arjuna yang meledek Bima.

"Iih, Romo! Bukan gitu! Mas Bagas sama Mbak Bibil yang mau kesini." Sahut Bima yang tak terima dengan ledekan Arjuna hingga membuat Arjuna dan Mifta tertawa.

"Kok Bima yang ngomong? Ini maunya Mas Bagas sama Mbak Bibil, apa maunya Bima?" Tanya Mifta.

"Mas Bagas sama Mbak Bibil bilang gitu, Pa. Waktu aku sama Mamas telfon." Jawab Bima.

"Tapi Mas Bagas sama Mbak Bibil gak bilang ke Papa tuh." Kata Mifta.

"Mas Bagas sama Mbak Bibil takut gak diizinin kalau bilang sendiri. Makanya nyuruh aku bilang ke Romo biar Romo yang bilang ke Papa dan Mama." Jawab Bima yang membuat Mifta terkekeh.

"Kenapa gak Bima aja yang main ke rumah Papa? Papa kangen loh, sama Bima. Kalau liburan di sana kan, Papa dan Mama gak bisa lama ketemu Bima." Ujar Mifta yang membuat Bima terdiam dan nampak berfikir.

"Tapi di sana kan gak ada tempat yang seru. Masak setiap liburan cuma main ke taman bermain sama Mall aja." Jawab Bima.

"Nanti Kung-Kung kangen sama aku kalau aku lama liburan di Kota." Imbuh Bima.

"Halah! Yang ada, kamu yang kangen ngeroasting Kung-Kung." Sahut Mifta.

"Ada aja jawabanmu, Bim.." Kekeh Arjuna sambil meraup wajah Bima.

"Nanti aku sariawan, kalo sehari gak ngece Kung-Kung." Kata Bima yang membuat tawa Arjuna dan Mifta meledak.

"Kamu itu, jangan ngece sama Kung-Kung lho, Nak. Ayahnya Papa itu, kalo gak ada Kung-Kung, Papa gak nikah sama Mamamu." Kata Mifta di sela-sela tawanya.

"Aku kesepian kalo gak ngece Kung-Kung, Pa. Soalnya kalo ngece sama Opa, aku bales di ece. Tapi kalo Kung-Kung, cuma ketawa aja kalau aku ngece." Kata Bima.

"Bener-bener Aksa, Arjuna sama Dipta. Semuanya tumplek ke kamu, Bim." Kata Mifta.

"Aku kan cucunya Aksa, anaknya Arjuna dan ponakannya Dipta, Pa." Jawab Bima.

"Bukan anaknya Mifta?" Tanya Mifta.

"Ya anaknya Mifta sama anaknya Arjuna. Anak bareng-bareng lah, Pa." Jawab Bima yang membuat Arjuna dan Mifta kembali tertawa.

"Yaudah, minggu depan Papa dan Mama ke sana sama Mas Bagas dan Mbak Bibil." Kata Mifta.

"Yes! Horee!" Girang Bima.

"Bilang sama Romomu itu, minggu depan Papa mau cuti satu minggu. Jangan di kasih kerjaan mendadak." Kata Mifta yang di sambut gelak tawa oleh Arjuna.

"Romo denger kan? Jangan kasih kerjaan Papa dulu, ya." Bujuk Bima yang di jawab anggukan oleh Arjuna yang masih terkekeh.

"Ini Mamas Aka, kemana? Kok gak ada suaranya?" Tanya Mifta.

"Mamas lagi kasih makan Ayam. Ayam Mamas dan Adek sekarang banyak banget, Pa." Jawab Bima.

"Ayam Mamas dan Adek, tapi Adek gak mau bantuin ngasih makan. Itu ayam Mamas, berarti." Sergah Mifta.

"Kata Mamas, nanti adek di totol (patuk) ayam lagi, terus nangis. Makanya biar Mamas aja yang kasih makan ayam. Ayamnya masih dendam sama adek." Jawab Bima yang membuat Mifta geleng-geleng kepala.

Pasalnya, waktu itu Bima pernah di hampiri dan kakinya di patuk belasan ayam saat di minta membatu Aka untuk memberi makan Ayam. Karena, Bima tak kunjung memberikan makanan ayam yang sudah ia pegang dan justru membawa makanan itu berlari kesana dan kemari.

"Enak banget kamu ini, Bim... Bim... Apa-apa Mamas." Kata Mifta.

"Enak lah! Aku kan adeknya Mamas." Jawab Bima dengan santai.

"Papa... Papa..."

"Ada apa, Nak?" Tanya Mifta.

"Ajak Kak io sama Mbak Sena juga dong, Pa." Kata Bima.

"Lho, ya Bima telfon Pakde Dipta dong." Kekeh Mifta.

"Papa aja yang bilang. Kan Papa sering ketemu sama Pakde." Kata Bima.

"Iya kalau Kak io sama Mbak Sena mau. Kalau gak mau?" Ujar Mifta.

"Kak io sama Mbak Sena pasti mau lah, Pa. Kan Kak io sama Mbak Sena senang main di sini." Sahut Bima.

"Assalamualaikum." Sapa seseorang yang diam-diam di telfon oleh Mifta.

"Waalaikumsalam." Jawab Arjuna dan Mifta bersamaan.

"Lho! Kok ada Pakde Dipta juga?" Tanya Bima yang kaget saat mendengar suara Dipta.

"Ada proyek apa ini, kok tiba - tiba kumpul di telfon?" Ujar Dipta.

"Tuh, bilang sendiri sama Pakde." Kata Arjuna sambil menyenggol bahu Bima.

"Pakde, minggu depan kan Mama, Papa, Mas Bagas sama Mbak Bibil mau liburan ke desa. Kak io sama Mbak Sena boleh ikut juga gak?" Tanya Bima.

"Aduh, gimana ya..." Jawab Dipta.

"Boleh ya, Pakde. Kan ini lagi liburan. Biasanya juga kalau liburan kan, pada main kesini." Bujuk Bima.

"Tapi Pakde sama Bude gak bisa kesana. Nanti siapa yang ngurusin Kak io dan Mbak Sena?" Kata Dipta.

"Kan di sini rame. Ada Mbun yang bisa ngurusin Kak io dan Mbak Sena." Jawab Bima.

"Kasihan Mbun lah, nanti tambah pusing. Wong ngurusin Bima sama Mas Aka aja udah bikin pusing, kok." Sahut Dipta yang membuat Arjuna dan Mifta tertawa.

"Ayolah, Pakde. Masak Kak io sama Mbak Sena gak ikut. Kan jadi kurang rame." Kata Bima yang masih berusaha membujuk.

"Nanti Pakde bicarain dulu sama Bude, ya. Tapi Pakde gak janji, nanti kamu tagih janji lagi." Ujar Dipta yang sudah berjaga-jaga terlebih dulu agar tak di tagih janji oleh Bima.

"Iya, Pakde. Nanti Bima bilang sama Kak io dan Mbak Sena suruh ngamuk kalo Pakde sama Bude gak izinin." Ujar Bima yang di sambut tawa oleh Arjuna, Mifta dan Dipta.

1
Gita Mitha Pertiwi
wah oleh2 merah delima ini
Lhia Alimin
lanjut la ceritanya
Santi
makasi kak oleh2 ya, double up, 🙏🙏pasti tahu lah mamas, bopomu kan bopo istimewa,
Munas Tuti
ayoo oleh2 apa yg yg dibawa Aka..
Santi
syukurlah ratunya baik, jadi ga terjadi masalah besar
Munas Tuti
belum tau ajaa walu kelas Aka klo anak remaja itu seorg bopo.. .alhamdulillah temens Aka kembali
Mulyani Asti
Alhamdulillah gak sampe kejadian kaya Arjuna dulu waktu acara kampus,untung nya nyai nya baik sama aka aku udah deg2 an padahal
Nur Wakidah
oleh2 dari Nyi Ratuuuuuu , , ,
lhah gimna Romo mu gk tau Mas 🤭🤭🤭 wong Romo juga sakti mandra guna 😀😀😀 tp sok ben luweh sakti Mas Aka ✌️✌️✌️ piihhhh Mas Jun jangan marah 😀😀😀
Alah2 Bima leh so sweetttt 🤭🤭🤭 padine kangen Mas Aka 3 dino ora kepetuk ora ng sg dijarak i 🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
ya Allah.. irisan bawangnya sampai sini😭😭😭
amilia amel
kamu salah Ka kalo nanya sama romo-mu
wong romo-mu bopo istimewa
tapi masih istimewa dirimu kok Ka
Munas Tuti
sopo yoo sing nyeloi Aska mau bengii..
Rahmawati
oleh oleh nya apaan tuh
Rahmawati
pak wali kelas gk tau ya kalo aka itu calon bopo😂
Munas Tuti
Yaa Allah melas banget Arjuna...ikutan mrebes mili ikiii
Kristiana Subekti
up lagi thor 😁🤭
Atik Kiswati
sesuatu yg berbau mistis tu bagiku mengerikan.....gk bisa di nalar ama otak kt,hrs pake hati....kalau hatinya baik / bersih sih gpp tapi kalau hatinya jahat / kotor mlh tambah berabe.....
syora
kira kira oleh" apa ya
apapun itu semoga bermanfaat tnpa ada efek berbahayanya
lah mama's mama's aneh bin ajaib romomu kuwi titisan bopo pertama loh
ryriz: semuanya kan titisan... tp yg mewarisi batu panca warna milik bopo cokro manggala kan mamas aka...
total 1 replies
Cica Aretha
allhamduliah di kasih doble up..makasih thor ..semangattttt💪😍
TS
mas Aka dapet apa ya,,,,.semangat Thour Up yang banyak
Nuri 73749473729
alhamdulillah.... bs double2 up Thor semangat thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!