NovelToon NovelToon
SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Aryo Pradana adalah seorang pengusaha sukses, namun sayang berada di puncak pencapaian dengan bergelimang harta tak lantas membuatnya jadi suami bersyukur. Ia memilih mengkhianati Sekar—istri setianya yang berasal dari garis keturunan dukun terkuat di sebuah desa terpencil asal Banyuwangi.

Demi ambisi dan gairah, Aryo menikah siri dengan Maya, gadis kota, muda, namun ambisius. Alih-alih meratap dan menangisi nasibnya, Sekar yang mengetahui pengkhianatan ini justru memilih mundur dengan keheningan yang mematikan.

​Ketika Maya mulai mengandung anak Aryo dan menuntut posisi sebagai istri sah satu-satunya, teror gaib yang legendaris, Santet Pring Sedapur, mulai dikirimkan.

Di balik keputusasaan Aryo untuk menyelamatkan istri mudanya, ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa satu-satunya cara menghentikan teror ini adalah menyerahkan kembali jiwanya pada Sekar—atau mati bersama seluruh keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01 - Kamar Pengantin Baru

​Aroma lilin aromaterapi varian french vanilla menguar memenuhi setiap sudut kamar tidur utama berukuran delapan kali delapan meter itu.

Di tengah ruangan, sebuah ranjang king size bertiang empat dengan kelambu sutra putih yang menjuntai tampak megah, menjadi pusat dari segala kemewahan di dalam rumah baru di kawasan elit Pondok Indah tersebut.

Segala sesuatu di ruangan ini berharga fantastis—mulai dari karpet wol Persia yang melapisi lantai marmer Italia, hingga lampu gantung kristal yang berpendar keemasan, memantulkan kemewahan yang selama ini hanya ada di dalam mimpi terliar seorang Maya.

​Maya, perempuan berusia dua 26 tahun dengan paras jelita khas blasteran, berdiri di depan meja rias berbingkai emas. Ia hanya mengenakan selembar lingerie sutra berwarna merah marun yang kontras dengan kulit putih bersihnya.

Jemari lentiknya yang dihiasi cat kuku senada perlahan turun menyusuri leher, tulang selangka, hingga akhirnya berhenti di atas perutnya. Di sana, di balik kain sutra yang tipis, ada sebuah permukaan yang mulai mengeras dan membuncit lembut.

​Sebuah senyuman kemenangan terukir di bibir tipisnya yang dilapisi pemerah mahal.

​"Dua bulan," bisiknya pada pantulan dirinya sendiri di cermin. "Dua bulan, dan kau akan memberikan semua yang seharusnya menjadi milik kita, Sayang."

​Melalui cermin besar itu, Maya menatap pantulan seorang pria yang tengah tertidur pulas di atas ranjang. Aryo. Pria berusia 40 tahun dengan rambut yang mulai menipis di bagian pelipis, namun tetap bugar dan berwibawa.

Setelan jas kerjanya teronggok begitu saja di atas sofa beludru di sudut kamar, menandakan betapa lelahnya pria itu setelah seharian mengurus gurita bisnis propertinya yang bernilai miliaran rupiah, sebelum kemudian membelah kemacetan Jakarta hanya demi mengurung diri di rumah ini bersama sang madu.

​Tiga tahun. Butuh waktu tiga tahun bagi Maya untuk bertahan di dalam bayang-bayang. Tiga tahun menelan harga diri sebagai "perempuan simpanan", menyembunyikan hubungan mereka dari kilatan kamera rekan bisnis Aryo, dan menanti di apartemen sepi setiap kali pria itu harus pulang ke pelukan istri sahnya.

Namun malam ini, semua rasa lelah itu menguap tanpa bekas. Seminggu yang lalu, di bawah kesaksikan seorang penghulu sewaan dan dua orang saksi yang dibayar mahal, Aryo resmi mengikatnya dalam pernikahan siri.

Rumah mewah ini, bersama sebuah mobil sedan terbaru, adalah hadiah pernikahan sekaligus bukti bahwa Aryo telah sepenuhnya bertekuk lutut di bawah pesonanya.

​Maya membalikkan tubuh, melangkah anggun mendekati ranjang. Setiap langkahnya tidak bersuara, tenggelam dalam tebalnya karpet Persia. Ia menyandarkan tubuhnya di sisi ranjang, memandangi wajah gusar Aryo yang sedang terlelap.

Bahkan dalam tidurnya, gumpalan stres di dahi pria itu tidak sepenuhnya hilang. Maya tahu persis apa yang membebani pikiran suaminya.

​"Hem, apa wanita mandul itu belum juga setuju?" tebak Maya bersuara lembut ketika melihat kelopak mata Aryo perlahan terbuka. Pria itu melenguh, silau oleh cahaya lampu kristal yang sengaja diredupkan.

​Aryo bangkit, menyandarkan punggungnya pada headboard ranjang yang dilapisi busa empuk. Ia memijat pangkal hidungnya, lalu menarik Maya ke dalam pelukannya.

Aroma parfum mahal Maya sedikit menenangkan saraf-sarafnya yang tegang.

​"Sekar tidak mengatakan apa-apa saat aku meminta izin, Sayang," jawab Aryo, suaranya parau khas orang yang baru bangun tidur. "Dia hanya diam. Seperti biasanya. Kamu tau sendiri lah, dia memang semembosankan itu."

​Maya mengerucutkan bibirnya, sengaja memperlihatkan gurat kekecewaan yang dibuat-buat namun mematikan bagi ego seorang pria.

"Ya tapi sampai kapan dia mau diam, Maaas? Aku kan sedang mengandung anak kamu. Anak kandungmu, darah dagingmu sendiri! Sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh perempuan kampung itu selama 15 tahun pernikahan kalian. Apa dia sengaja ingin menggantung statusku? Membuat anak kita lahir tanpa nama belakang ayahnya? Ish, keterlaluan!"

​"Tenanglah, Maya Sayang. Jangan marah-marah gitu dong. Pikirkan kandunganmu." Aryo mengelus perut Maya dengan lembut, mencoba meredakan ketegangan.

Setelah dirasa Maya agak tenang, ia pun melanjutkan, "Sekar memang seperti itu sejak dulu. Dingin, kaku, jarang mengekspresikan emosi. Sejak awal kita menikah karena perjodohan bisnis mendiang ayahku, dia tidak pernah menuntut banyak hal. Dia tahu posisinya. Dan aku sudah berjanji padamu, hem ... begitu urusan pembagian aset beberapa proyek di Surabaya selesai, aku akan mengurus perceraian kami secara resmi di pengadilan. Rumah di Menteng akan tetap jadi miliknya, tapi seluruh sisa kejayaanku adalah milikmu dan anak kita."

Aryo mencubit manja ujung hidung Maya.

​Maya pun terkekeh kecil, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Aryo, mendengarkan detak jantung pria itu.

Rasa puas kembali merayap di hatinya.

Bagi Maya, Sekar hanyalah seonggok masa lalu yang membosankan dari hidup Aryo. Seorang wanita paruh baya asal desa terpencil di Banyuwangi yang beruntung bisa dinikahi oleh pria kota yang sukses.

Wanita yang menghabiskan waktunya hanya dengan menyiram tanaman, memotong kain batik, dan berdoa di kamar yang gelap. Wanita yang lemah, yang tidak memiliki taji untuk melawan arus modernitas dan pesona ke perempuanan yang dimilikinya. Begitulah seorang Sekar di mata Maya.

​"Aku hanya takut, Mas," lirih Maya, nadanya beralih menjadi rapuh dan penuh kepasrahan. "Aku takut dia melakukan sesuatu yang buruk pada kita. Maksudku ... orang-orang dari daerah asalnya ... bukankah mereka sering dikaitkan dan berurusan dengan hal-hal ... mistis?"

​Aryo terkekeh geli, meskipun ada sedikit kilat tidak nyaman yang melintas di matanya selama sepersekian detik. Ia mengecup puncak kepala Maya.

"Kamu ini terlalu banyak menonton film horor, Sayang. Kita hidup di abad ke-21, di tengah-tengah kota Jakarta. Sihir atau apa pun itu tidak akan bisa menembus dinding beton rumah ini. Sekar itu wanita yang taat beribadah, dia tidak akan mengerti hal-hal sekotor itu. Ayahnya dulu memang seorang sesepuh adat yang dihormati di Kemiren, tapi ya ... itu hanya sebatas urusan budaya, bukan dukun santet."

​Maya mengangguk, mencoba menerima penjelasan itu meskipun ada sebuah firasat aneh yang tiba-tiba melintas di benaknya. Firasat yang langsung ia tepis jauh-jajah. Ia memeluk Aryo lebih erat, menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuh pria yang kini telah sepenuhnya ia kuasai.

Di dalam kepalanya, Maya sudah menyusun rencana untuk merombak taman depan rumah ini, memilih furnitur baru untuk kamar bayi mereka, dan membayangkan malam-malam megah sebagai nyonya besar Aryo yang sah di mata hukum dan sosial.

​Namun, di luar sana, cuaca Jakarta yang semula gerah tiba-tiba berubah secara drastis. Langit malam yang bersih tanpa awan mendadak tertutup oleh gumpalan kabut hitam yang pekat.

Angin malam berembus kencang, menggoyang dahan-dahan pohon palem di halaman depan rumah mewah tersebut dengan suara gemerisik yang menyerupai bisikan kasar.

​Srekk ... Srekk ....

​Suara gesekan ranting pohon pada kaca jendela lantai dua terdengar ritmis, seolah-olah ada jemari kurus dengan kuku panjang yang sedang mengetuk-ngetuk kaca, meminta izin untuk masuk.

​Maya sedikit tersentak, menoleh ke arah jendela besar yang tertutup gorden beludru tebal.

"Mas, kamu dengar suara itu nggak?"

​Aryo yang sudah kembali memejamkan mata hanya bergumam tidak jelas, tangannya masih mendekap pinggang Maya dengan erat.

"Hanya angin, Maya ... tidurlah."

​Maya menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debar jantungnya yang tiba-tiba berpacu lebih cepat. Ia menyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ini hanyalah akibat dari hormon kehamilannya yang tidak stabil. Ia menutup matanya, bersiap untuk menjemput tidur di dalam kamar pengantin baru yang begitu megah dan hangat.

​Wanita itu tidak pernah tahu, bahwa di saat yang bersamaan, ribuan kilometer dari tempatnya berada, di sebuah rumah joglo tua yang gelap di kaki Gunung Ijen, sebuah lilin merah baru saja dinyalakan.

Dan di depan lilin itu, sepasang mata yang telah kehilangan seluruh cahayanya sedang menatap lurus ke sebuah foto pernikahan yang robek menjadi dua bagian.

​Malam itu, di dalam kamar yang penuh dengan kemewahan dan tawa kemenangan, sebutir benih tak kasat mata telah ditanam di bawah lantai ranjang mereka.

Benih yang tidak akan menghasilkan kehidupan, melainkan kehancuran yang begitu mengerikan.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Sebelum paham soal Pring sedapur ini sempat berpikir, kenapa Sekar tidak langsung membalas sakit hatinya ke Aryo?

Yaa.... karena Pring sedapur ini memang tujuannya menghabiskan keturunan Aryo.

Jadi .... ibaratnya Aryo adalah target pamungkas dari pembalasan sakit hati Sekar.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Danu menyuruh Sekar membalas Aryo secara langsung di tanah wetan. Apa Danu lupa kalau santett Pring Sedapur ini berlaku untuk seluruh keturunan Aryo? menghabisi keturunan Aryo sampai akar akarnya.
Jadi ... Maya tidak mungkin dilepaskan oleh Sekar kan?

Bahkan siapapun yang terlibat dalam penghianatan Aryo sudah menuai akibatnya.
Cha Libra
mampus kau Aryo ..jngan kira perempuan klo udh sakit hati bkal diem inget perempuan klo udh sakit hati bkal lbih mengerikan
kinoy
ngeri BNR..angel temen ni santet. Yo Aryo. .km sih ah biang kerok
Cha Libra
syukurin ..emang 3nak makanya jngan suka selingkuh d ksih Istri yg baik mlah nyeleweng nikmatin ja buah dri penghianatan mu yo yo
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Siapa sebenarnya yang di gunung salak ini?
Seseorang yang bisa memutus santett Pring sedapur Ki demangkah ??
shafira 🥰
bagus banged... ceritanya sungguh menarik.seruuuuu.. karna aq juga tinggal di banyuwangi....
Buna: woah, ada tetangganya Sekar. 😄
terima kasih penilainnya, yaaaa. ❤
total 1 replies
shafira 🥰
lanjuttttttt.... thorrrr
shafira 🥰
lanjutttttt thorrrrrr.... seruuuuuu.... l
Buna: siap, kak. hari ini sudah 3 bab. insyaallah besok lanjut lagi. terima kasih sudah mampir, ya. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Aryo terlalu egois !!
Dia tidak mau "menjatuhkan" dirinya di hadapan Sekar.
tapi ....
pada akhirnya azab yang akan memaksa dia untuk "jatuh" ..... sejatuh jatuhnya
Shusand MaiTtimu
habis kan saja Thor,, si Aryo nya juga
dasar laki laki tidak tau diri
kinoy
ttp y mnt tanggungjwb Aryo sbg pelaku utama y
kinoy
Bnr2 DAh..keren ni crt
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Emang kemana tujuanmu sekarang, Aryo??

Rumah Sekar? atau
alas Purwo?
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻: Ngadi Ngadi authornya 😄
total 2 replies
kinoy
egois si Aryo..BKN y sadar
Mifta Afandi
orang kayak Aryo ma Maya moga GK ada yq nolongin
kinoy
ngeri y..adakah yg BS nolongin Aryo..ato EMG kudu metong
Inna Mirna AR
suka sama karyamu thor, serasa lagi nonton film horror
Buna: terima kasih, kak. selamat membaca. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ibaratnya ....
Aryo yang berbuat
tapi Maya yang menanggung siksa jiwa dan raga atas ulah Aryo.

Aryo menderita dan hampir gila dengan menyaksikan semua penderitaan Maya yang terkena santett Pring Sedapurr
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Meski jangkar sudah diputus oleh Danu, tapi tetap saja tidak bisa menolong Maya .
Maya sudah hampir menjadi Pring/bambu yang kering dan mati .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!