Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Tampan Yg Di Nanti
Setelah aku puas memandangi foto laki laki tampan bernama Alvin itu, aku segera masuk mengikuti tante itu ke dapur..
Dan sekali lagi bahkan dapur pun membuatku tercengang.
Semua di rumah ini sudah serba moderen, serba mewah namun selama dari tadi aku menyusuri rumah tersebut, aku tak mendapati satupun orang, kecuali aku dan tante itu.
Di rumah sebesar ini agak janggal sih jika harus di tempati 2 orang, jujur mulai ada sedikit kecurigaan yang terbersit di fikiranku, jangan jangan ini seperti rumah dara itu, seketika bulu kuduk ku merinding..
"Tante.. " Kataku..
"Iya.. Pasti kamu curiga ya, memank tuan Alvin tidak menyukai keramaian, jadi cuma ada aku disini. "
"Lalu semua pekerjaan tante sendiri yang lakukan? "
"Aku disini cuma menyiapkan sarapan, mencuci pakaian dan merawat tuan Alvin, karena tuan Alvin sudah aku anggap seperti anakku sendiri. Semenjak mamanya meninggal dan papanya punya istri baru, tuan Alvin memutuskan hidup sendiri disini. "
"Lalu siapa yang mengerjakan pekerjaan lainya. "
"Ada nanti beberapa orang yang kesini 2hari sekali untuk membersihkan. "
"Aneh.. " Celetuk ku..
"Apa yang aneh. "
"Em.. Entah, namun aku rasa ada yang aneh, orang setampan dia, sekaya dia di tinggalkan istrinya, dan dia pun suka menyendiri, menurutku itu aneh.. "
Dia lalu tersenyum..
"Apa kamu masih berminat bekerja disini dengan situasi seperti ini? "
"Iya tante, kan nanti tante juga disini. "
"Maaf, jika kamu nanti disini, nanti tante akan pergi. Jujur tante sudah lelah bekerja, tante ingin pulang ke kampung berkumpul dengan cucu tante.."
"Lalu aku disini sendiri? "
"Ya.. Dan kau harus tinggal disini sendiri"
Seketika aku menelan salivaku sendiri..
Jujur aku takut, namun aku seperti menginginkan, entah, namun aku ingin saja...
"Apa dia orang yang kasar? "
"Tuan Alvin orangnya pendiam, dingin, tidak suka berbicara, suka akan ketenangan, sangat suka kebersihan, dia mempunyai life style yang sehat, tapi dia sangat baik, ya walau cuma orang orang tertentu yang bisa melihat kebaikannya...Dia tidak akan memperkosamu, dia tidak akan membunuhmu. Dia laki laki terhormat dan berprinsip.kamu akan dimanjakan oleh segala fasilitas darinya, namun mungkin kamu akan kesepian. Kamu cuma boleh keluar rumah jika ke pasar dan ada keluargamu yang membutuhkanmu, dengan catatan, kamu tidak boleh menceritakan tentang semua hal yang kamu dengar dan kamu lihat disini. "
DEG...
"Sebenarnya adalah rahasia besar apa yang dia sembunyikan disini.. ? " Tanyaku dalam hati..
"Masih berminat? " Tanya tente itu kembali..
"Oya dari tadi kita belum berkenalan.. Aku ayu gedhis prameswari tante. "
"Nama yang sangat cantik seperti orangnya. "
"Terima kasih tante"
"Tante angelica.. "
Deg.
Seketika aku teringat angel.. Hingga tanpa aku sadari, aku terdiam sejenak..
"Kamu kenapa? "
"Nama tante seperti nama anakku. "
"Anak? Kamu sudah mempunyai anak? "
"Em.. Aku baru saja di usir dari rumah karena mendapati suamiku selingkuh, dan dia menahan anakku disana"
"Ow.. Maaf.. Tante tidak tahu. "
"Sudah lah tante, makanya aku ingin bekerja disini, agar mempunyai modal membangun rumah, supaya nanti jika aku mengambil angel dari tangan mantan suami ku, aku sudah punya modal dan tempat yang layak untuk aku tinggali bersama. "
"Em.. Teryata nasibmu tidak seindah namamu. Bekerjalah disini, maka uang pribadimu tidak akan pernar terpakai, bisa kamu tabung semua. Kerja disini tidak capek sama sekali. Percaya deh sama tante. "
Sudah hampir 1jam aku berkeliling keliling di rumah yang mewah itu, mulutku seakan menganga terus hingga gigiku kering karena mengagumi rumah tersebut. Yang paling aku suka, lantunan music clasic yang menenangkan terus melantun lirih hingga membuatmu sangat nyaman berada di dalam rumah itu.
Dan sampailah aku di pekarangan belakang rumah yang terdapat kolam renang yang cukup besar.. Wah andaikan aku bisa merebut hati tuan Alvin, aku benar benar akan menjadi wanita kaya raya..fikiran nakal ku menari nari di kepalaku..
Dret.. Dret.. Dret..
Handfone ku bergetar.. Dan aku lihat ini telfon dari ellen..
"Hallo beb" Jawabku..
"Beb.. Kamu dimana? " Tanya ellen padaku..
"Aku masih diluar, kenapa? "
"Sebelumnya aku minta maaf, om aku nanti akan ke rumah, dia tidak suka jika aku dan dia sedang bermain petak umpet di ganggu oleh orang lain, jadi sementara kamu tinggal di hotel dulu ya, apa tidak apa2.? "
"Ok.. I know beb.. Aku yang sebenarnya harus meminta maaf karena merepotkanmu. "
"Hus.. Sudah jangn di bahas, aku tidak suka. "
"Ok.. Mainlah petak umpet denganya dengan tenang ya"
"Hahaha... Terima kasih cantikku, iya rumah sudah rapikan? Kalau belum bisa bisa kartu kreditku disita. "
"Sudah cantik, semua sudah beres rapi wangi indah, kan kamu tahu sendiri aku tidak suka berantakan dan kskotoran.. "
"Ok ok.. Thanks"
"You are welcome"
Akupun memutus sambungan telfon darinya..
"Siapa? "
Tiba tiba suara tante angel menaggetkanku..
"Ini temanku tante, nyuruh aku tinggal di hotel sementara waktu karena ada sesuatu..
" Sementara tinggallah disini, akan aku tunjukkan kerja disini seperti apa, dan juga akan aku perkenalkan tuan Alvin padamu, sepertinya dia akan suka jika kamu yang menggatikanku.. "
"Kenapa? "
"Kamu cantik, putih ,bersih, tuan Alvin punya selera sddiri dalam memilih asisten rumah tangga. "
"Em.. Boleh tante daripada aku tinggal di hotel mahal, buang uang. "
"Nanti ada beberapa baju yang bisa kamu pakai, itu baju dari mantan nyonya Alvin yang sudah di buang oleh tuan Alvin, karena dia selalu teringat dengan mantan istrinya jika dia melihat pakaiannya. "
"Em.. Benarkah? Sepertinya dia sangat mencintai istrinya, kenapa istrinya meninggalkanya? "
"Em. Entah.. Tante juga tidak tahu.. Dari awal pernikahan selalu ada cekcok di malam hari, namun aku tidak berani mendengar dan melihatnya, karena itu sumpah yang di buat sebelum aku benar benar bekerja dengan tuan alvin.. "
Dah lah aku semakin penasaran dengan sosok asli dari tuan Alvin ini. seperti apa dia, setampan apa dia di dunia nyata. Aku sangat menunggu moment pertemuan itu..
Pukul 17.30 aku melihat tante angel berjalan cepat menuju pintu depan, sedangkan aku tetap berada di dapur..
"Selamat sore tuan" Sapa tante angel sembari membawakan tas kerja laki laki bernama tuan Alvin itu padanya..
"Terima kasih"
"Wah.. Suaranya lembut sekali.. " Gerutu ku dalam hati..
"Air hangat sudah bibi persiapkan tuan. "
"Terima kasih " Katanya kembali berjalan menuju mungkin ke kamarnya..
Setelah dia terlihat masuk ke kamar, aku mendekati tante angel..
"Dia terlihat sangat lembut"
"Em.. Dia memang orangnya seperti itu, lembut namun dia menjawab seperlunya. "
**
Hampir setengah jam dia tidak keluar dari kamarnya, dan akhirnya waktu yang aku tunggu datang juga.
Pria dengan memakai kaos berwarna hitam, celana pendek berwarna krem, tinggi, gagah, keren dan juga sangat tampan menghampiriku.. Karena dia tidak sengaja melihatku...
"Siapa kamu? " Tanyanya..
"Ya Allah ada laki laki setampan ini, sungguh ciptaanMu terlalu indah jika tidak untuk di lihat" Kataku dalam hati ketika mata indahnya memandang ke arahku, begitupun juga diriku...