Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.
#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat Persembunyian
# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI
Master Sekte Agung dan wanita Aliansi Bayangan bertukar pandang sejenak, keduanya menyadari bahwa dalam kondisi seperti ini—Xiao Bai nyaris kehilangan kesadaran, Su Yan masih rapuh, dan Sang Pendiri yang bisa muncul kapan saja—mereka tidak lagi memiliki banyak pilihan selain memercayai sosok yang selama ini menjadi misteri terbesar dalam hidup mereka.
"Baiklah," kata Master Sekte Agung akhirnya, suaranya berat namun tegas. "Kami menerima bantuanmu, Guru Bayangan. Namun aku ingin jaminan bahwa keselamatan Xiao Bai dan keluarganya adalah prioritas utama."
"Itu sudah menjadi prinsip yang kupegang sejak aku memisahkan diri tiga ribu tahun lalu," jawab Guru Bayangan, mengangguk pelan sebelum berbalik dan mulai melangkah menuju kegelapan lorong yang lebih dalam, arah yang berbeda dari rencana awal menuju sumur tua. "Ikuti aku. Ada jalur lain yang lebih tersembunyi, yang bahkan Sang Pendiri sendiri belum sepenuhnya mengetahuinya."
Mereka mengikuti langkah Guru Bayangan dalam diam, menyusuri lorong-lorong bawah tanah yang semakin lama semakin rumit, berkelok-kelok melewati persimpangan yang tampak sengaja dibuat membingungkan bagi siapa pun yang tidak mengenal jalannya. Xiao Bai, yang masih setengah sadar di punggung Master Sekte Agung, hanya bisa merasakan goncangan langkah demi langkah, suara-suara di sekelilingnya yang mulai terdengar semakin jauh dan kabur.
Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan tersembunyi yang jauh berbeda dari lorong batu yang mereka lalui sebelumnya—sebuah gua alami yang telah diubah menjadi tempat tinggal sederhana, dengan beberapa perabotan dasar dan sebuah formasi pelindung kompleks yang berpendar samar di sekeliling dindingnya.
"Tempat ini telah kupersiapkan sejak lama," jelas Guru Bayangan, membantu Master Sekte Agung membaringkan Xiao Bai di sebuah dipan sederhana di sudut ruangan. "Formasi pelindung di sini dirancang khusus untuk menyembunyikan jejak qi dari siapa pun, termasuk dia. Kalian akan aman di sini untuk sementara waktu."
Su Yan, yang kini dibaringkan di dipan lain di dekatnya, menatap sekeliling ruangan dengan mata yang masih lelah namun penuh rasa terima kasih. "Kau selalu punya rencana cadangan untuk segala kemungkinan," gumamnya lemah, sedikit senyum terukir di wajahnya yang pucat. "Tidak berubah sedikit pun setelah dua puluh tahun."
"Beberapa hal memang tidak pernah berubah," jawab Guru Bayangan, senyum tipis yang sama terukir di wajahnya. Ia kemudian berlutut di samping dipan Xiao Bai, memeriksa kondisi pemuda itu dengan seksama. "Kondisinya sangat lemah, namun tidak dalam bahaya nyawa. Ia hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan energinya."
Li Ling'er, yang sejak tadi berdiri diam mengamati semuanya dengan cemas, akhirnya bersuara. "Berapa lama waktu yang kita miliki sebelum Sang Pendiri menemukan tempat ini?"
"Formasi ini cukup kuat untuk menahan pendeteksiannya selama beberapa minggu, mungkin bulan, jika kita berhati-hati," jawab Guru Bayangan, wajahnya kembali serius. "Namun aku harus jujur pada kalian semua: waktu itu bukan untuk bersembunyi selamanya. Sang Pendiri tidak akan pernah berhenti mencari, dan cepat atau lambat, konfrontasi berikutnya tidak akan bisa dihindari."
Master Sekte Agung menghela napas panjang, duduk di kursi kayu sederhana di sudut ruangan, wajahnya lelah namun pikirannya masih bekerja keras memikirkan langkah selanjutnya. "Lalu apa yang harus kita lakukan selama waktu yang tersisa ini?"
"Mempersiapkan diri," jawab Guru Bayangan tegas, matanya beralih menatap Xiao Bai yang masih terbaring tak sadarkan diri. "Xiao Bai memiliki potensi luar biasa dengan Akar Ekstraksi Sembilan Wujud yang ia warisi, namun potensi saja tidak cukup untuk menghadapi kekuatan sebesar Sang Pendiri. Ia membutuhkan pelatihan intensif, pemahaman mendalam tentang kapasitas sejati Tungku Ekstraksi Surgawi, dan yang terpenting, waktu untuk benar-benar menguasai kekuatan yang selama ini tersegel di dalam dirinya."
Ia menoleh ke arah Su Yan yang masih terbaring lemah. "Dan kau, Su Yan, meski baru saja bangkit dari kondisi tersegel selama dua puluh tahun, adalah satu-satunya orang yang benar-benar memahami cara kerja Tungku itu dari sudut pandang seorang alkemis, bukan hanya sebagai penggunanya. Pengetahuanmu akan menjadi kunci penting bagi persiapan Xiao Bai ke depan."
Di tengah keheningan yang menyelimuti ruangan tersembunyi itu, Xiao Bai perlahan mulai membuka matanya, kesadarannya kembali sedikit demi sedikit meski tubuhnya masih terasa seringan kapas. Ia menatap langit-langit gua yang asing, mendengar samar-samar percakapan yang berlangsung di sekitarnya, dan di tengah kelelahan yang luar biasa itu, satu pikiran jernih muncul dalam benaknya.
"Berapa lama aku pingsan?" bisiknya lemah, membuat semua orang di ruangan itu langsung menoleh terkejut.
> **[Host, kau tidak sadarkan diri selama kurang lebih enam jam. Cadangan energiku saat ini baru pulih sekitar tiga persen. Namun ada informasi penting yang perlu segera kusampaikan: selama kau tidak sadar, aku mendeteksi sebuah perubahan pada struktur dasar diriku sendiri—sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak aku terikat denganmu.]**
Xiao Bai, meski masih lemah, merasakan firasat yang tak menyenangkan mendengar kata-kata itu. "Perubahan apa?"
> **[Host, resonansi yang terjadi saat konfrontasi dengan Sang Pendiri tadi tampaknya telah meninggalkan sesuatu di dalam struktur intiku—sebuah fragmen kesadaran asing yang tidak sepenuhnya milikku, namun juga tidak sepenuhnya milik Sang Pendiri. Aku belum dapat memastikan apa dampaknya bagimu dalam jangka panjang, namun aku merasa perlu kau ketahui: sejak momen itu, aku tidak lagi sepenuhnya yakin bahwa diriku masih seratus persen sama seperti sebelumnya.]**