NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ratu di Istana Kecil

Pengakuan tulus Rayhan di teras belakang rumah sore itu meninggalkan jejak kehangatan yang mendalam di hati Fatimah.

Tiga hari setelah rangkaian pengajian untuk almarhum Ayah selesai dengan lancar, Fatimah akhirnya kembali ke rumah modern minimalis milik suaminya.

Namun, kali ini perasaannya sudah jauh berbeda. Rasa asing dan cemas yang sempat menggelayuti pundaknya kini telah menguap, berganti dengan rasa takzim dan rida yang kian mengakar kuat.

Pagi itu, sinar matahari masuk dengan leluasa melalui jendela kaca besar di ruang tengah.

Fatimah melangkah keluar dari kamar utama setelah menyelesaikan salat Duha.

Ia sengaja tidak mengenakan cadarnya, membiarkan wajah polosnya yang bersih terekspos sepenuhnya di dalam rumah yang kini menjadi tempat bernaungnya yang sah.

Rambut hitamnya terurai rapi, yang tidak ditutupi oleh sebuah khimar seperti saat ia keluar dari rumah, sekarang ia merasa nyaman di dalam rumah itu.

Saat menuju ke dapur, Fatimah mendapati Rayhan sedang berdiri di balik meja konter dapur yang bersih.

Suaminya yang mengenakan kaus polo santai itu tampak sedang kerepotan memegang sebuah spatula, mencoba membalikkan telur mata sapi di atas teflon.

Aromanya agak gosong di bagian pinggir, membuat Fatimah tidak bisa menahan senyum tipisnya.

"Mas Rayhan sedang masak apa?"

Tanya Fatimah lembut, melangkah mendekat.

Rayhan menoleh, lalu tertawa kecil dengan wajah yang sedikit kikuk. Aura pengusaha dingin yang biasa ia tunjukkan di kantor seketika sirna di depan kompor.

"Eh, Sayang. Ini... Mas coba buat sarapan sederhana untuk kita."

"Tapi sepertinya Mas lebih ahli membalikkan modal perusahaan daripada membalikkan telur di teflon."

Mendengar gurauan suaminya, tawa renyah Fatimah pecah.

Itu adalah tawa pertama Fatimah setelah berhari-hari didera duka kehilangan Ayah.

Rayhan terpaku sejenak, menatap wajah istrinya yang tampak begitu cantik dan bersinar saat tertawa lepas tanpa beban.

Fatimah dengan sopan mengambil alih spatula dari tangan tegap Rayhan.

"Biar Ima saja yang lanjutkan, Mas. Mas Rayhan tunggu di meja makan saja, sana."

Rayhan tidak langsung pergi. Ia justru melangkah mundur beberapa senti, bersandar pada konter dapur sembari memperhatikan cara cekatan Fatimah mematikan kompor, menata nasi goreng instan, dan merapikan piring-piring di atas meja.

Gerakan Fatimah begitu anggun dan telaten, mencerminkan didikan pesantren yang mandiri dan rapi.

"Ima," panggil Rayhan lembut setelah mereka berdua duduk berhadapan di meja makan.

Fatimah mendongak, menyendokkan nasi goreng ke piring suaminya. "Iya, Mas?"

"Mulai hari ini, Mas menyerahkan seluruh pengelolaan rumah ini kepadamu."

"Mas sudah mengatur agar asisten rumah tangga hanya datang tiga kali seminggu untuk membersihkan bagian luar dan menyetrika."

"Sisanya, Mas ingin kamu yang memegang kendali,"

Tutur Rayhan sembari menatap lekat mata jernih istrinya. Pria itu mengeluarkan sebuah kartu debit berwarna hitam dari dompetnya dan meletakkannya di atas meja, tepat di samping piring Fatimah.

Fatimah tertegun, menatap kartu itu dengan ragu.

"Mas Rayhan... ini untuk apa?"

"Ini untuk semua keperluanmu dan kebutuhan rumah tangga kita."

"Mas tidak membatasi nominalnya."

"Kamu adalah istri Mas, dan di dalam istana kecil ini, kamulah ratunya."

Ucap Rayhan dengan nada yang sangat mantap namun penuh kelembutan.

"Atur rumah ini senyaman mungkin menurut caramu, Ima."

"Mas ingin setiap kali Mas pulang dari penatnya dunia bisnis di luar sana, Mas selalu rindu untuk pulang karena ada ratu yang menunggu Mas di sini."

Dada Fatimah seketika bergemuruh oleh rasa haru yang luar biasa.

Panggilan "Ima" dan sebutan "Ratu" yang diucapkan Rayhan dengan begitu terhormat membuat dirinya merasa sangat dihargai dan dimuliakan sebagai seorang wanita.

Di balik kedewasaan usia mereka yang terpaut jauh, Rayhan tidak pernah menyepelekannya; pria itu justru memberikan takhta tertinggi di hatinya dan di rumah ini untuk Fatimah.

Fatimah menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah yang kembali menjalar di kedua pipinya sembari mengulas senyum paling tulus.

Perjalanan "belajar mencintai karena Allah" yang ia mulai dalam kepasrahan malam itu, kini perlahan-lahan mulai membuahkan kebahagiaan yang nyata di dalam istana kecil mereka.

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!